
Aditya dan Aldo siap untuk terbang kembali ke Jakarta, pesawat pribadi milik keluarga Brawijaya itu lepas landas tepat pukul 20:00.
“Huh, syukurlah kita bisa kembali dengan cepat”ucap aldo pada aditya yang fokus melihat ponselnya.
“Hmmm tapi sayang kita terlalu malam terbangnya sehingga aku yakin Vina pasti sudah tidur di rumah”saut aditya.
“jika memang tidak tahan cukup kau bangunkan saja,apa susahnya”ucap aldo enteng.
“Tentu saja akan mengganggu istriku bodoh”balas aditya memutar bola matanya malas.
“Kalo begitu jangan meminta jatah darinya”balas Aldo tidak terima.
“Jika begitu akan menyiksaku”balas aditya.
“Dit,kau punya masalah hidup apa sih?lebih baik kau melompat saja”desis aldo geram.
Tidak mau melanjutkan pertengkaran tak berguna itu, aditya kembali menyibukkan diri pada ponselnya melihat foto Vina dan anak anak yang sedang tersenyum bahagia.
“Kalian akar kebahagiaan ku”batin aditya melihat lekat setiap wajah yang tampil di ponselnya hingga slide selanjutnya adalah foto pernikahannya dengan vina.
“Kau selalu cantik sayang bahkan sekarang kecantikan mu bertambah membuatku semakin mencintaimu”batin aditya lagi.
Pukul 22:30 aditya telah sampai di bandara internasional Soekarno-Hatta, pak Alif sudah menunggunya di jalur VIP karena tidak ingin terekspos oleh wartawan yang sudah mendengar kabar penggelapan dana yang dilakukan oleh salah satu karyawan nya.
“Do besok tolong kau urus wartawan itu,aku tidak mau mereka menggangu keluarga kita*ucap aditya seraya membuka kancing jas miliknya.
“Iya dit kau tenang saja”balas aldo mengangguk kemudian menghubungi seseorang.
“Gimana tuan sama kerjaan nya di Semarang?”tanya pak Alif sopan.
“Alhamdulillah pak berjalan lancar,oh iya pak sudah mau lebaran bapak tidak pulang kampung?”tanya aditya balik.
“Pulang tuan tapi mungkin nanti kalo sudah mendekati lebaran”jawab pak Alif.
“Kalo bapak menunda pulang kampung karena mikirin kerajaan bapak disini ,bapak pulang aja gak usah pikirin kerjaan,masih banyak yang gantiin kok pak”ucap aldo mengerti raut wajah sopir yang sudah bekerja lama dengan keluarga brawijaya.
“Eh engga tuan,bukan itu Cuma memang mau pulang nanti nanti saja”balas pak Alif cepat.
“Ya sudah kalo memang bapak mau pulang jangan sungkan beritahu kami ya”ucap aditya diangguki pak Alif.
1 jam kemudian keduanya sampai,pak Alif pamit untuk langsung ke paviliun para pekerja Mansion untuk beristirahat sedangkan aditya dan Aldo langsung masuk ke dalam mansion.
“tuan,butuh sesuatu?”tanya bi Ijah menyambut kedatangan mereka.
“Iya bi, tolong ambilkan air minum ya”jawab Aldo.
“Baik tuan”ucap bi Ijah kemudian pergi ke dapur.
“apa semua orang sudah tidur? Kenapa rumah sepi sekali”tanya aditya entah pada siapa wong Aldo gak diajak ngomong kok.
“Mungkin”jawab Aldo meski tidak di tanya.
“Ini den, silahkan”tutur bi Ijah memberikan minum pada aldo dan aditya.
“Apa semua orang sudah tidur bi?kenapa rumah sepi sekali”tanya aditya setelah meminum segelas air.
“mungkin tuan, tadi semua orang belanja untuk bikin kue lebaran jadi besok mulai buat mungkin agar tidak lelah mereka semua istirahat”jawab bi Ijah.
“Oh gitu, yaudah bi maksih ya dan ini sudah malam istirahat lah”ucap aditya kemudian berlalu meninggalkan bi ijah.
“Aku ke atas dulu ya bi, selamat malam”ucap aldo kemudian menyusul aditya.
Aditya sudah sampai di depan kamarnya, belum sempat tangannya menekan engsel tangan Aldo sudah mencegahnya lebih dulu.
“Gak sabar nih ye”ledek Aldo masih dengan memegang tangan aditya.
“Apaan sih,lepas”desis aditya menepis tangan aldo.
“Waduh,galak amat si pak”pekik aldo dengan nada meledek.
“Kau jangan macam-macam ya do, jangan membangunkan ayam yang sedang tidur”ancam Aditya namun salah dialog.
“Ralat pak,singa bukan ayam”ralat aldo menunjukan kedua telapak tangannya pada aditya.
“Ahh bodo, singa ataupun ayam sama saja.Sama sama hewan”celoteh aditya kemudian segara masuk namun lagi lagi aldo mencegahnya.
“Eitss, sudah tidak sabar ya tuan”Goda aldo lagi sengaja memancing amarah sang kakak.
“Kau jangan membuat kesabaran ku habis ya do”ancam aditya dengan mata yang sudah melotot.
Setalah Aldo masuk, aditya pun segara masuk ke dalam kamar nya. Suasana kamar gelap dan begitu sepi hanya ada lampu tidur yang menerangi kamar di sekitar box bayi sementara di ranjang ada vina dan Al yang tidur sambil berpelukan.
Pelan, aditya berjalan mendekati istri dan anak anaknya kemudian di kecup pipi Al,varo dan alisha bergantian sementara untuk Vina mendapat kecupan di bibirnya membuat tidurnya sedikit terganggu namun tak sampai membuka matanya.
“Sayang?”panggil aditya tepat di telinga vina.
“Eumhh”vina menggeliat namun tetap tidak membuka matanya.
Hingga akhirnya kecupan Aditya mendarat dengan bertubi tubi menumbuk wajah istrinya membuat Vina akhirnya membuka matanya.
“Ahhh”desah Vina ketika aditya menggigit lehernya.
“Sayang??”panggil aditya mengentikan aksinya.
“Mas? Kamu udah pulang?”tanya vina setengah terkejut melihat suaminya.
“Iya sayang,maaf ya tidurnya keganggu”ucap aditya membelai wajah cantik istrinya.
“Emmm iya gak apa apa, ya udah minggir dulu aku ambilin baju untuk kamu”pinta Vina ke mendorong bahu aditya yang tidak sampai menindihnya.
Aditya menggeleng dan menahan tubuh Vina yang sudah setengah bangun.
“Jangan sayang,aku mau emm itu dulu”cegah aditya dan berkata ambigu yang membuat Vina bingung.
“Mau apa?makan?”tanya vina tidak mengerti.
“Iya”jawab aditya mengangguk.
“Ya udah awas dulu aku ambilin di dapur”pinta vina lagi lagi aditya menggeleng dan menahan tubuhnya.
“Ada apa mas? Tadi katanya mau makan tapi aku mau ambilin kok gak mau”tanya vina heran.
“Aku maunya makan kamu sayang, jangan bilang kamu lupa”jelas aditya yang mulai tidak sabar.
Vina membisu dengan mata yang membulat dan bibir yang terbuka mendengar perkataan suaminya, melihat bibir Vina yang terbuka membuat naluri aditya seketika bangkit dan tanpa aba aba ia segara mencium dan menggigit bibir istrinya rakus bahkan membuat vina kesulitan bernafas.
“Hah...hah...”nafas Vina tersengal karena permainan bibir suaminya, ciuman aditya turun ke leher jenjang miliknya membuat beberapa tanda yang mungkin tidak akan hilang dalam 1 hari.
“Sayang, boleh?”tanya aditya meminta lebih.
Vina menatap lekat manik suaminya, terlihat dari matanya aditya sangat bernafsu ditambah lagi keringat yang sudah bercucuran dari dahinya membuat Vina tidak tega jika harus menolak ajakan suaminya.
“Iya mas”jawab vina seraya menganggukan kepalanya.
Senyum aditya terbit menarik sudut bibir kanan dan kirinya kemudian kembali menjajah tubuh Vina yang sudah lama tidak ia dapatkan.
“Mas,Al nanti bangun”ucap vina pada aditya yang asik menciumi bagian 'depannya'.
“Aki pindahin ke kamar nya aja ya sayang lagian disana juga kan ada bagas dan revan yang ditemani bi Suti”ucap aditya dengan nafas ngos-ngosan.
“iya mas”jawab Vina tak mampu berkata-kata.
Setalah mengantar Al ke kamarnya, aditya kembali dan melanjutkan aktivitas nya bersama vina hingga akhirnya aditya berbuka puasa setelah 3 bulan menahannya.
“Mas awas dulu aku mau mandi”pinta Vina menggoyangkan tangan aditya yang melingkar di perutnya.
“Nanti dulu sayang,aku masih kangen sama kamu dan masih mau terus kaya gini”jawab aditya semakin mengeratkan pelukannya. Vina membalas pelukan suaminya hingga beberapa menit kemudian ia segera mandi untuk membersihkan diri dan bisa berpuasa esok hari.
“Mas sana mandi”tutur Vina yang sudah selesai mandi dan menggunakan daster rumahan miliknya.
“Iya sayang, sayang maaf ya”ucap aditya memeluk Vina dari belakang dengan posesif.
“Maaf untuk apa?”tanya Vina tidak mengerti.
“Maaf karena ganggu tidur kamu dan buat kamu harus mandi tengah malam”jawab Aditya menjelaskan.
“Gak apa-apa sayang itu memang kewajiban ku sebagi istri kamu”balas Vina sambil memegang pipi kanan aditya kemudian menengok dan menciumnya.
“I love you my sweet husband”ucap vina tersenyum manis.
“Love you to my baby wife”balas aditya kemudian memberikan ribuan ciuman di kening Vina.
ADEGANNYA SOK BAYANGIN SENDIRI AJA YA🌚🤣
BERSAMBUNG......