
Setalah dibantu Vina berganti pakaian, aditya turun ke bawah berkumpul bersama yang lain di ruang tamu sambil menikmati teh dan camilan yang Vina buat.
"Al sudah tidur dit?"tanya naina pada Aditya yang baru datang.
"Sudah mah"jawab aditya.
Aditya duduk di sebelah Aldo yang sedang celingak-celinguk mencari keberadaan seseorang.
"Kau cari siapa?dila?"tanya aditya.
"Memang siapa lagi yang pantas aku cari jika bukan Istriku"jawab aldo ngegas.
"Makanya kalo minum tuh air putih jangan Pertamax,ngegas Mulu kan jadinya"cibir aditya menatap sinis saudaranya.
"Bukan Pertamax dia minumnya tapi solar"saut rendy terkekeh kecil.
"Kalian sudah pulang?"tanya dila yang baru turun dari kamarnya melihat ruang tamu yang sudah ramai.
"Kamu dari mana?"tanya aldo.
"Oh tadi abis shalat aku ketiduran"jawab dila.
Sedangkan Vina di kamar, memberikan guling di sisi kanan dan kiri Al karena cara bagaimana Al ketika tidur sangat berbahaya jika tidak di beri jagaan.
"Selamat bobok jagoan"bisik Vina mencium pipi Al.
Vina memakai kembali pashmina nya sebelum turun menyusul aditya, setelah siap ia turun melihat semua masih berkumpul di ruang tamu sambil menonton televisi.
"Selamat malam semuanya"sapa vina datang dan duduk di sebelah imel.
"Eh vina, kamu sudah minum obat?"tanya imel.
"Sudah dong kan dokter cantik yang berikan tadi"saut dila percaya diri.
"Dokter cantik? dokter genit Iya"cibir imel.
"Oh iya mas, besok aku ada jadwal cek jahitan di rumah sakit.Kamu bisa antar aku?"tanya vina.
"Bukannya lusa?"tanya rendy yang juga mengetahui cek jahitan vina.
"Iya awalnya lusa tapi katanya dokter rani akan kembali ke kampungnya makanya jadwalku di majukan"Jawab vina.
"iya sayang besok aku antar ya"ucap aditya menjawab pertanyaan Istrinya yang sempat tertiban pertanyaan lain.
"Ya sudah mamah sama papah masuk duluan ya takut kesiangan nanti sahurnya"ucap naina bangun dari duduknya begitupun dengan rudi.
"Semuanya duluan ya, selamat malam"ucap rudi.
"malam pah"balas semuanya.
Ketika sedang asik menonton, Iqbal datang menghampiri Vina dan berbisik yang berhasil membuat Vina bangun dari duduknya dan segera berlari ke kamar sang ibu.
"Sayang mau kemana? jangan lari larian"tanya aditya namun tidak dijawab sama Sekali oleh vina membuat aditya dan yang lain khawatir.
"Iqbal,ada apa?semua baik kan?"tanya dila.
"iya kak baik"jawab iqbal kemudian berlalu menyusul vina.
Aditya ikut menyusul begitupun dengan yang lain. Vina berjongkok di samping ranjang dina yang sedang tertidur terlihat sekali dari raut wajahnya dia kesakitan.
"Bu, bangun"ucap Vina pelan sambil menggoyangkan tangan dina.
Dina membuka mata melirik ke samping,di lihat Vina yang sedang menangis. "Sayang,ada apa nak?apa kamu sakit?"tanya dina khawatir memposisikan tubuhnya langsung menjadi duduk.
"Aku gak apa apa bu, seharusnya Vina yang tanya ibu gak apa apa?"tanya vina.
"Ibu gak apa apa sayang,ibu sehat kok"jawab dina.
"Jangan berbohong bu"ucap iqbal di depan pintu yang juga sedang menangis.
"Maksudnya apa nak? ibu gak bohong"jawab dina.
"Ibu hiks hiks kenapa tidak bilang"Vina menangis tersedu-sedu dalam dekapan ibunya.
Aditya dan yang lain datang, melihat Vina yang menangis membuat semuanya semakin di buat bingung.
"Sayang ada apa ini?"tanya aditya berjongkok di samping Vina dan mengelus kepalanya.
"Hiks...ibu bohong mas"Jawab Vina masih menangis.
"Maksudnya apa Vin?ibu bohong apa?dan kenapa kamu nangis?"tanya dila.
"Ibu gak pernah bilang kalo ibu punya penyakit Hepatitis B dan sudah berada di stadium akhir"jawab Vina menjawab dengan isakan.
Sontak jawaban Vina membuat seisi ruangan terkejut begitupun dengan dina sendiri yang tak kalah dibuat terkejut. Selama ini dina menyembunyikan penyakit nya dari kedua anaknya karena tidak ingin membuat keduanya khawatir padanya.
"Ibu?apa itu benar bu?"tanya imel.
"Vin darimana kamu tahu?"Tanya dina gugup.
FLASHBACK ON
Malam hari vina tidak bisa tidur karena perutnya yang terkadang terasa sakit,ia memutuskan untuk menelpon dina karena waktu disana pasti masih siang.
"Halo kak"bukannya dina melainkan Iqbal yang menjawab.
"sedang pergi ke supermarket kak,kak aku mau cerita"
"ada apa bal?semua baik kan?"
"Aku sering melihat ibu memegangi perutnya dan terlihat dari wajah nya sepertinya dia kesakitan kalo aku tanya ibu pasti jawab 'ibu gak apa apa nak' aku khawatir kak"
"Baiklah, nanti kakak cari tahu kalo gitu kakak matiin ya teleponnya dahh"
Setalah mematikan sambungan teleponnya,Vina menelpon istri dari teman aditya yang tinggal didekat dina dan Iqbal di london dan kebetulan dia seorang dokter.
"halo mer"
"hei Vina,ada apa?"
"aku bisa minta tolong cek ibu aku"
"ada apa dengannya? semua baik kan"
"aku tidak tahu, tolong kamu periksa dan berikan hasilnya padaku"
"Baiklah Vin"
FLASHBACK OFF
"dan malam harinya dia bilang kalo ibu punya penyakit Hepatitis B stadium akhir,itu alasan aku pengen ibu cepat cepat sampai di Indonesia untuk melakukan operasi tapi karena tragedi yang aku alami aku lupa semuanya"jelas vina menyesal karena lupa dengan kondisi ibunya.
"Ibu kenapa gak bilang?semua itu sangat berbahaya bu"ucap aditya.
"Ibu gak mau bikin anak anak ibu khawatir dit,ibu memang salah tapi ibu ikhlas lagipula ibu akan pergi dengan tenang karena Vina sudah mendapatkan keluarga yang bisa membahagiakan nya dan Iqbal ibu yakin Vina juga bisa mendidik nya dengan benar"jawab dina.
"Jangan bicara begitu bu"ucap Dila perlahan ikut menangis.
"Besok kita ke dokter ya bu, pokonya ibu harus sembuh"ucap vina meyakinkan dina.
"Tidak nak tidak perlu"jawab dina menggeleng.
"Ibu tidak boleh menolak,rend besok siapkan semuanya ya"ucap imel.
"Iya sayang"jawab rendy.
Vina menjatuhkan kepalanya di pangkuan dina dan masih menangis,dia tidak rela jika harus kehilangan dina.
"Sudah nak jangan menangis kamu sedang sakit lebih baik istirahat"tutur dina lembut sambil mengelus kepala vina.
"Mas malam ini aku mau tidur sama ibu, boleh kan"tanya vina.
"Iya sayang boleh kok"jawab aditya.
"Kak minumlah"ucap risa memberikan 2 gelas air putih pada vina dan dina.
"makasih ya ris"ucap vina.
"Kalian istirahat lah ini sudah malam"tutur aldo.
"Ya udah vin kami permisi ya,selamat malam"ucap dila kemudian keluar disusul yang lain hingga di kamar tersisa vina,dina dan iqbal.
"Iqbal gak mau ibu kenapa napa"ucap iqbal naik ke kasur dan memeluk dina.
"ibu gak apa apa bal memang selama ini ibu kenapa"jawab dina.
"Ibu tidur lah"tutur vina menidurkan dina kembali dan menyelimutinya.
"Vin kamu pergilah ke kamar kamu kasihan aditya jika anak kamu bangun"titah dina.
"Tapi bu..,"ucapan Vina terpotong oleh Iqbal.
"Iya kak pergilah kasihan baby sama Al kalo bangun, ibu biar aku jagain"potong iqbal.
"Ya udah aku kembali ke kamar ya bu, selamat malam"ucap vina mencium pipi dina lama.
Vina menaiki tangga menuju kamarnya, dilihat aditya belum tidur sedang berkutik dengan laptopnya melihat pintu terbuka pandangan Aditya teralihkan.
"Sayang kok kembali?"tanya aditya.
"Ibu khawatir sama kamu, takut repot jika baby bangun"jawab vina duduk di sebelah aditya.
"Sudah sayang jangan menangis ibu akan baik-baik saja"ucap aditya melihat Vina menangis dan menarik Vina ke dalam pelukannya.
"Aku bukan anak yang baik mas,aku tidak memerhatikan keadaan ibu"ucap vina lirih sambil memeluk pinggang aditya erat.
"kamu anak yang terbaik untuk ibu sayang, jangan bicara macam macam. Besok kita bawa ibu ke dokter ya"ujar aditya mengeratkan pelukannya dan menciumi kepala vina.
Vina melepas pelukannya kemudian menatap aditya dalam begitupun sebaliknya.
"Terimaksih karena sudah membahagiakan aku dan ibuku mas, mungkin jika aku tidak bertemu denganmu dulu semua tidak berjalan seperti ini"ucap vina.
"Takdir tidak pernah salah alamat Sayang dan aku berjanji sampai aku mati aku akan Selalu membahagiakan mu dan juga keluarga mu"balas aditya kemudian membuka jilbab yang digunakan vina.
Aditya kembali memeluk istrinya hingga akhirnya keduanya larut dalam pelukan masing-masing dan tertidur.
Nah kan dina sakit,doanya jangan lupa guys semoga otakku bisa berjalan untuk menyelesaikan cerita ini🙏😫😫
BERSAMBUNG.......