My Boss My Sweet Husband

My Boss My Sweet Husband
BAB 247



Hari ini adalah hari yang di tunggu,saling memaafkan untuk kesalahan yang kita perbuat pada orang-orang terdekat. Setalah pulang dari masjid, keluarga besar itu segara pulang untuk halal bihalal.


Naina dan rudi duduk di sofa ruang tamu dimana bermacam makanan dan camilan tersedia di meja.


"Mah, pah Adit minta maaf jika selama ini selalu membuat kalian marah, maaf jika Adit belum bisa menjadi anak yang baik untuk kalian"ucap aditya berjongkok sambil mencium kedua tangan orang tuanya.


"Kami juga minta maaf ya nak jika selama ini kami berbuat tidak adil atau membuat kamu merasa tidak nyaman"ucap naina.


"Papah juga minta maaf ya dit,kamu anak terbaik di dunia ini kami sangat beruntung memilikimu sebagai anak kami"sambung rudi.


Bergantian dengan vina.


"Mah, pah aku minta maaf jika belum bisa menjadi menantu yang baik untuk keluarga ini. Maaf jika selama ini selalu merepotkan kalian"ucap vina melakukan hal yang sama dengan aditya.


"Kamu menantu terbaik nak,papah sama mamah sangat berterimakasih sama kamu karena kamu keluarga ini lengkap dengan Kebahagiaan"ucap rudi mengelus kepala vina.


"Aldo minta maaf ya mah, pah jika selama ini selalu membangkang perintah mamah dan papah. Maaf aldo belum bisa bahagiakan papah sama mamah"ucap aldo bersama dila yang meminta maaf pada mertuanya.


"kami juga minta maaf ya sayang,semoga pernikahan kalian bahagia sampai tua ya nak"tutur naina.


"Om, Tante aku minta maaf dan terimakasih karena sudah mau merawat dan membesarkan anak malang ini,entah bagaimana nasibnya jika aku tidak di tolong oleh kalian. terimakasih banyak om dan maaf jika selama ini membuat kalian susah"ucap rendy bersama Imel.


"Apa yang kamu yang katakan nak, kamu juga bagian dari keluarga ini,anak kami. jangan terlalu sungkan pada kami ya"ucap naina.


Vina sudah bersalaman dengan Dina sambil menangis, mengucapkan maaf dan terimakasih karena sudah membesarkan dirinya dengan penuh cinta.


"Maafin vina ya bu kalo Vina selalu menyusahkan ibu, terimaksih sudah membesarkan vina dengan kasih sayang yang berlimpah. Vina sayang ibu"ucap Vina memeluk dina erat.


"Ssstt sudah sayang jangan menangis,kamu anak terbaik sayang, kamu tidak pernah menyusahkan ibu nak justru sebaliknya sayang"ucap dina. "nak adit ibu Terimaksih ya karena sudah menyayangi putri ibu dengan tulus dan terimaksih karena selama ini sudah membantu ibu"ucap dina pada menantunya.


"Jangan bicara seperti itu bu,saya yang seharusnya berterimakasih karena telah merestui hubungan antara saya dan Vina"balas aditya menyalami tangan dina.


"Mamah"teriak Al kemudian menghampiri vina.


"Sayang,udah mainnya?"tanya Vina karena Al habis main bersama saudara dan anak tetangga.


"mamah Al minta maaf ya"ucap Al hanya itu yang terucap dari bibirnya.


"Mamah yang minta maaf ya sayang,mamah doakan semoga Al menjadi pria yang sukses dan bertanggungjawab"ucap vina menciumi seluruh wajah Al.


"Aas juga minta maaf ya ante"ucap Bagas meminta maaf pada Vina namun sebelumnya kepada orang tuanya.


"Aan juga ya ante cantik"ucap revan juga.


"Iya sayang sayang Tante,tante juga minta maaf ya sayang"balas Vina.


"Sama om gak nih??"tanya aditya nyindir.


"om,papah"seru Al dan keduanya bersama.


"Minta uang"Ketiganya kompak meminta persenan pada aditya.


"hah??minta maaf belum masa udah ngerampok duluan"ucap aditya mengundang gelak tawa semua orang.


"Kakak??"panggil iqbal.


"Iqbal kemarilah sayang"Vina membuka tangannya dan memeluk Iqbal. "kakak minta maaf ya jika selama ini kakak suka galak sama kamu, maaf jika kakak belum bisa bahagiakan kamu"sambung vina.


"Tidak kak,kakak adalah kakak terbaik, Iqbal janji akan belajar dan manjadi orang sukses seperti kak Adit"balas iqbal. "kak lihat ini"iqbal menyodorkan amplop berwarna putih.


"Apa ini?"tanya Vina seraya membuka amplop surat yang diberikan oleh Iqbal.


"Iqbal ini?? kamu dapat beasiswa di Australia?"tanya Vina terkejut setalah membaca surat itu begitupun dengan semua orang.


"Iya kak,mereka bilang aku mendapatkan beasiswa disana, sebenarnya aku hanya iseng saja kak tapi aku tidak menyangka akan mendapatkan nya"ucap iqbal.


"kakak bangga sama kamu Iqbal"ucap vina bahagia.


"Kak Adit gak marah kan kalo Iqbal pindah?"tanya Iqbal.


"Tentu saja tidak Iqbal, selamat ya kamu memang pintar seperti Kakak mu"ucap aditya memuji.


"ya sudah ayo kita makan dulu"ajak rudi.


"Sini sayang aku bantu bawa varo"ucap aditya menggendong bayi mungil itu.


"Ya sudah ayo kita ke meja makan"ajak naina dan semua pergi ke meja makan untuk menyantap makanan khas hari raya.


**


Tak terasa waktu berjalan begitu cepat hari, bulan dan tahun terus berganti. 4 tahun telah berlalu kini cucu keluarga brawijaya sudah beranjak besar dan duduk di bangku sekolah dasar. Dina dan Iqbal sudah pergi 3 tahun lalu ke USA untuk melanjutkan sekolah Iqbal.


"Mamah???"panggil seorang anak laki dengan pakaian yang sudah rapih bersiap ke sekolah.


"Al, jangan lari lari sayang nanti jatuh"ucap vina yang sedang menata makanan di meja makan.


"mamah huaaa....huaaaa mamah"dari arah tangga suara tangisan itu terdengar membuat Vina khawatir dan menghampiri asal suara.


"Mas,alisha kenapa?"tanya vina menggendong anak perempuannya.


"Biasa sayang di ledekin sama Abang nya"jawab aditya.


"mamah Huaa..aa Al nakal mamah"tangis alisha kembali pecah dan bersikap manja pada vina.


"Alisha jangan menangis ya nanti kita balas aa Al dengan menggelitik perut nya"ucap varo lembut pada adiknya.


"Alvin, tunggu kami kenapa kau cepat sekali bersiap siap"ucap seorang anak yang beda 1 tahun dengan Al.


"Bukan aku yang cepat, tapi kalian yang kelamaan"balas Alvin dingin.


"Al, kenapa ucapan mu sama seperti ice cream sih?dingin sekali"protes revan.


"Sudah ayo makan,mamahku sudah memasak untuk kita"ajak Alvin.


"Selamat pagi semuanya,wahhh cucu opa sudah siap untuk sekolah ya"sapa Rudi melihat meja makan sudah di satroni cucunya.


"pagi opa"jawab ketiganya.


"Hari ini siapa yang akan mengantar kalian ke sekolah hmm?"tanya naina.


"Papah mungkin,atau om aldo atau om rendy"jawab Alvin.


"papah yang antar ya"ucap aditya tersenyum.


"Ya udah ayo makan nanti telat ke sekolah"ucap vina menyendokan nasi ke dalam piring suaminya bergantian dengan anak anak.


"Selamat pagi"sapa aldo dan dila yang baru turun.


"Pagi"balas semuanya.


"Wahh anak mamah udah rapih ya pintar sekali"ucap dila mencium pipi Bagas.


"Iya dong mamah"balas bagas monyong monyong.


Tak lama Imel dan rendy turun menyapa semua orang yang ada di sana, setelah itu mereka mulai menyantap sarapan bersama.


"mamah, guruku bilang besok ada pengambilan raport mamah dan papah di suruh datang"ucap Al dengan lembut.


"Benarkah? Tapi kenapa aku tidak?"tanya Bagas dengan kening mengerut.


"Kau beda dengan kelasku jadi tidak sama,ckk kau ini"balas Alvin judes.


"Al tidak boleh judes seperti itu sayang"tutur vina.


"Maaf mah"Al menunduk meminta maaf.


"Minta maaf pada Bagas ya sayang bukan pada mamah"tutur vina lembut.


"Aas maafkan aku"ucap Al halus.


"Tidak apa Al"jawab Bagas memeluk Al dari samping membuat semuanya tersenyum.


"mamah mau itu"rengek alisha menunjuk roti keju yang ada di meja.


"Oh ini sayang"balas vina menyuapi putrinya roti.


"alisha jangan manja"desis Alvin tidak suka jika adiknya itu manja kepada vina.


"Sssttt Al adik kamu masih kecil biarkan saja ya, kamu juga dulu sama seperti alisha nak"tutur naina.


"Baiklah Oma"balas alvin.


Setelah sarapan Vina mengantar suami dan anaknya sampai ke depan pintu rumah.


"Anak mamah sekolah yang bener ya biar jadi seperti papah"ucap Vina pada alvin yang kemudian mencium pipi nya.


"Siap mamah"balas Al memberi hormat kepada vina.


"Kalian juga semangat ya belajar nya"ucap Vina pada kedua ponakannya.


"Oke Tante cantik"balas keduanya senyum Pepsodent.


"Al,Bagas sama revan masuk dulu ya om mau ngomong sama Tante"ucap aditya meminta pada ketiga bocah itu.


"Sayang aku berangkat dulu ya"ucap aditya basa basi sebelum perlahan mendekat pada istrinya itu.


"Aku mencintaimu dulu, sekarang dan selamanya"bisik aditya kemudian mencium bibir istrinya sekilas.


"Masssss?!!!!"teriak Vina karena ada anak anak yang melihat mereka dari mobil.


"Dadah mamah"Al melambaikan tangan dari jendela mobil yang dibalas oleh Vina.


Vina tersenyum sambil memegangi bibirnya yang habis di curi oleh suaminya itu.


"Aku juga mencintaimu suamiku.Dulu, sekarang dan selamanya"gumam Vina masih memegangi bibirnya.


SALAM PERPISAHAN DARI V&A❤️❤️💐


MAMAH MUDA CANTIK SEKALI (GAK BISA NGEDIT ANGGAP AJA PAKE HIJAB YA😂😂



PAPAH ADIT MAKIN COOL AJA BIKIN AKU GAK MAU AKHIRI CERITA KAMU😖😚



END✨ TAMAT 💐 BERAKHIR 🌺