My Boss My Sweet Husband

My Boss My Sweet Husband
BAB 151



"kamu menginginkan anak perempuan?"tanya Vina menatap mata aditya.


"Iya sayang sebenarnya aku ingin Sekali memiliki anak perempuan karena keluarga kita akan semakin lengkap dengan anak perempuan kita tapi jika memang Allah tidak menghendaki nya aku akan menerimanya"jawab aditya lembut.


Vina tersenyum mendengar perkataan Aditya, Setalah selesai mengobati wajah aditya,dia meletakkan kembali kotak obat ke dalam laci nakas.


"Ayo tidur"ajak aditya ingin berbaring namun Vina mencegahnya dan memeluk aditya tiba tiba.


"mas jika ada wanita yang lebih cantik dari aku apa kamu akan tergoda?"tanya Vina masih dengan posisi memeluk tubuh kekar suaminya.


"Kenapa bertanya begitu?"tanya aditya.


"mas jangan menjawab pertanyaanku dengan pertanyaan lagi"ucap vina cemberut seraya melepas pelukannya.


"baiklah baiklah dengarkan aku baik baik......"Aditya menjeda perkataannya dan menarik nafasnya.


"sampai kapanpun dan mau secantik apapun wanita itu aku tidak akan tergoda apalagi main gila dibelakang mu, hidupku sudah lengkap dan bahagia untuk apa aku mencari kehancuran ketika kebahagiaan yang aku dapatkan. Kalaupun iya itu sama saja aku ikut andil dalam menghancurkan masa depan anak anakku"jawab Aditya menangkup wajah Vina dan menatapnya serius.


"Aku percaya padamu sayang"ucap Vina tersenyum manis.


"Sekarang ayo tidur"ajak aditya tapi Vina menggeleng.


"ada apa?"tanya aditya.


"Mau makan nasi goreng yang ada di depan komplek"ucap Vina menunjukan mimik wajah lucu.


"tapi ini sudah malam,Al bagaimana?"tanya aditya melirik jam dan tenyata waktu menunjukan pukul 23:00.


"tapi aku menginginkan nya lagipula aku tidak pernah mengidam apapun entah kenapa malam ini aku ingin sesuatu"ucap Vina.


"baiklah tunggu disini ya aku ke bawah dan minta bi Suti menemani Al"ucap Aditya dijawab anggukan cepat oleh Vina.


Setalah meminta Bi Suti menemani Al di kamar, mereka segera pergi ke tukang nasi goreng di depan komplek.


"Mas besok aku ikut antar mamah dan papah ke bandara ya"ucap Vina.


"iya sayang semua terserah padamu saja"jawab aditya masih fokus pada jalanan.


Sesampainya di tukang nasi goreng, Vina keluar dari mobil dan berlari ke tempat duduk kemudian memesan nasi goreng untuknya dan Aditya.


"bang nasi gorengnya 2 piring ya yang satu pedes banget yang satu lagi sedang aja"ucap vina.


"iya baik non tunggu ya"jawab tukang nasi goreng itu.


"Kamu mau minum apa?"tanya aditya.


"Minum air putih aja"jawab Vina.


Aditya bangkit dan kembali ke mobil mengambil sebotol air mineral untuk istrinya.


Ketika aditya sedang mengambil air,ada seseorang yang duduk di sebelah Vina dengan mengunakan Hoodie berwarna hitam.


"maaf anda siapa?bisa anda menjauh?"tanya Vina ketika orang itu semakin mendekat pada vina.


Orang itu tetap tidak bergeming sama sekali,dia tetap mendekat dan mendekat.


"menjauhlah"ucap Vina mendorong tubuh orang itu sampai dia terjatuh dan terbuka lah Hoodie yang dia gunakan.


Mata Vina membulat dengan sempurna,dia khawatir sangat khawatir bahwa orang yang didepannya ini akan menyakitinya lagi seperti terakhir kali.


"sedang apa kau disini?"tanya vina ketika orang itu sudah bangun dari duduknya.


"Kenapa? kau khawatir aku akan menyakitimu? dengarkan aku baik baik Vina aku akan membalaskan dendam ibuku atas perbuatan keluarga mu"bisik orang itu kemudian meninggalkan vina dalam sekejap.


Tubuh Vina gemetar, keringat dingin membasahi wajahnya rasanya dia benar-benar tegang setalah beberapa tahun tidak bertemu tapi hari ini dia harus bertemu dan mendengar perkataan yang membuat tubuhnya berdesir takut.


"Sayang ini air...."belum selesai aditya berucap dia terkejut ketika melihat Vina yang tengang dan berkeringat.


"sayang ada apa??semua baik baik saja??"tanya Aditya khawatir.


Aditya menggenggam tangan Vina begitu dingin dan berkeringat seperti seseorang yang baru saja melihat hantu.


"sayang kamu tidak apa apa?"tanya aditya membuyarkan lamunan vina.


"iya mas aku gak apa apa tadi cuma lihat kecoa, kamu kan tahu aku takut kecoa"jawab Vina berbohong karena dia tidak ingin membuat suaminya khawatir begitu juga keluarga yang lain.


"kau yakin?"tanya aditya.


"Iya sayang"jawab Vina.


Pesanan mereka datang, dengan cepat Vina menyantap nasi goreng nya karena selain rasanya enak nasi goreng disini sangat murah karena itu laris manis tanjung kimpul.


"Mau dibungkus?"tanya aditya.


"boleh deh buat bi Suti dan yang lain pasti mereka belum tidur karena jagain Al"jawab vina dan Aditya mengangguk kemudian segera memesan.


Setalah puas menikmati makan malam dipinggir jalan, mereka segera pulang menuju mansion.


"tidak ada papah ku sayang"jawab Vina seperti anak kecil.


Sesampainya di mansion Vina memberikan nasi yang dia bungkus pada satpam,pak Alif,bi Ijah,bi Suti dan Lilis.


"makasih ya non malam malam gini dikasih nasi goreng, hihihi"ucap pak Ali si penjaga pintu masuk.


"beres"jawab Vina mengacungkan jempol nya.


"pak makasih ya nasinya"ucap Lilis pada aditya yang tentu saja dengan mode genitnya.


"sudah malam mas ayo"ajak Vina langsung menarik tangan aditya.


Aditya yang merasa Vina menarik dan mencengkram tangan keras sedikit bingung.


"Sayang ada apa??"tanya Aditya.


Vina tidak menjawab dia membuka pintu dan sesampainya di kamar dia melepaskan genggaman tangannya dari tangan aditya.


"Kenapa?"tanya aditya.


"kamu lihat asisten baru itu?"tanya Vina.


"tidak"jawab aditya singkat.


"Kenapa?"tanya Vina.


"untuk apa?dia bekerja disini untuk membantu mengerjakan tugas rumah bukan untuk aku pandangi"jawab Aditya santai.


"Dia cantik loh mas"ucap vina duduk di sofa kamarnya.


"lalu kenapa jika dia cantik?"tanya aditya ikut duduk disamping istri nya.


"ya mas tergoda gitu"jawab Vina.


"Dia bekerja dan aku membayarnya jika memang kamu tidak nyaman dia berada dirumah aku akan memecatnya besok"ucap Aditya mengerti maksud Vina.


"tidak mas jangan kasihan dia,dia masih muda pasti dia tulang punggung keluarga biarkan dia bekerja disini asal kamu tidak tergoda oleh rumput hijau itu"tegas vina.


"Tidak ada yang lebih hijau dari rumput rumah tangga ku"jawab aditya mendekati Vina lagi dan lagi, menaik turunkan bokongnya mendekati posisi duduk vina.


"ini kenapa deket deket? kita bukan diangkot ya mas"ucap vina maksudnya kan kalo diangkot harus dempet dempetan.


"Aku kangen anak kita sayang"Bisik Aditya membuat bulu kuduk Vina berdiri.


"jadi?"tanya Vina sok polos.


"jangan berpura pura seperti pengantin baru"Aditya menyentak dahi Vina.


"awww sakit mas"ringis Vina menggosok dahi nya.


"ayo tidur"ajak aditya sudah bangun dari duduknya.


"tidak mau"jawab Vina kemudian menarik tangan aditya hingga aditya kembali duduk.


Dengan gerakan seribu bayangan Vina langsung duduk di pangkuan aditya.


"kenapa hmmm?"tanya aditya menyelipkan anak rambut Vina.


Vina mencium bibir suaminya penuh kelembutan dan kasih sayang, tangannya melingkar di leher aditya dan meremas pelan rambutnya.


Dengan santai aditya membuka daster Vina dan juga baju dirinya, diciumi semua lekuk tubuh vina begitu juga dengan Vina yang tak henti menciumi setiap jengkal wajah tampan suaminya.


Setelah itu terjadilah adegan panas antara vina dan aditya di sofa kamar mereka.


(Sok bayangin adegan panasnya πŸ˜‚πŸ˜‚)


Setalah puas aditya mengangkat tubuh Vina dan merebahkannya di kasur.


Cup


"tidurlah sayang"Aditya mencium kening Vina.


Vina memeluk erat tubuh aditya, menyesap aroma khas darinya begitu juga dengan aditya yang suka dengan aroma rambut Vina padahal mereka menggunakan shampo yang sama tapi rambut Vina lebih wangi dari rambutnya.


Hingga akhirnya mereka sama sama tertidur.


KALIAN TAHU INI AKU NGETIK JAM BERAPA??JAM 4 SUBUH BIAR KALIAN GAK KECEWA KALO BESOK AKU UP NYA MALAM 😘😘


JADI SEMANGATI AUTHOR YA BIAR BISA BAGI WAKTU UNTUK NULIS DAN NGERJAIN TUGAS SEKOLAH πŸ™πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚


BERSAMBUNG......


JANGAN LUPA LIKE DAN VOTE YA 😘❀️