My Boss My Sweet Husband

My Boss My Sweet Husband
BAB 55



"kak kami sudah besar mana mungkin kami mendandani kalian seperti dulu"bela Risa


"Aku rasa dia tidak bisa menjamin itu"ucap Rendy menahan tawanya


"Berhenti menahan tawa atau ku dandani Sama seperti kami!!!"tegas Aditya membuat Rendy diam tanpa ekspresi


"memang apa yang terjadi?"tanya Vina yang sejak tadi hanya mendengarkan mereka


Aditya beralih menatap sang istri yang bertanya membuatnya menggeleng pada Rafly, Siapa yang mau membuang kesempatan melihat singa yang malu itulah kata yang terucap dari hati Rafly


"Kau tahu kak?sejak kecil aku dan Risa diam diam masuk ke kamar mereka untuk mendandani mereka sehingga ketika mereka ingin pergi kesekolah mereka akan berteriak melihat wajah mereka,hahahahah"ucap Rafly diakhiri tawa yang lepas


"bocah ingusan!!!!"umpat Aditya


"Maksudnya kalian mendadaninya adalah makeup seperti...."ucap Dila berfikir seperti apa


"Badut dan ondel ondel"ucap risa diselingi tawa


"Diam"singkat Aldo membukam mulut Dila dengan tisu


"Hahahaha aku tidak bisa membayangkannya"ucap Vina tertawa lepas


"Sayang kenapa kau justru malah mentertawakan ku seharusnya kau memarahi mereka masa wajah tampan kaya gini didandanin jadi badut"ucap Aditya menunjukan ekspresi cemberut


"Kau tahu sayang jika aku yang ada diposisi mereka pasti sudah aku foto untuk ku menakut-nakuti tikus di dapur"ucap Vina dengan tawa yang semakin keras diikuti semua orang


"Hahahaha kau benar kak"ucap Rafly dengan tawa yang lebih keras


Karena terlalu tertawa membuat perut Vina menjadi keram


"Awww...www"rintih Vina sambil mengelus perutnya


"Sayang kamu kenapa?"tanya Aditya


"Vina kamu gak apa apa?"tanya Dila dan Imel


"Kau baik baik saja?"tanya aldo


"Aku panggil dokter Rani?"tanya Rendy


"Kakak?"panggil Rafly dan Risa


"Aku tidak apa apa hanya keram saja karena terlalu banyak tertawa"ucap Vina menjelaskan pada semua orang


"Kau lihat kan sayang Bahkan anakku saja marah ketika melihat papahnya di tertawa kan"bangga aditya pada anak yang belum lahir itu


"Iya baiklah sayang aku minta maaf"ucap Vina kemudian mencium pipi suaminya


"Ishh bucin kamu Vin"umpat Dila


"Tau bikin pengen aja"ucap Imel


Rendy menengok ke arah Imel dan


cup


satu kecupan mendarat di pipi mulus Imel membuatnya membelalakkan mata tak percaya


"Cieeee......."Ucap seisi ruangan kecuali Risa


"Kamu apa apaan sih?"tanya Imel sambil menunduk menyembunyikan pipinya yang merona


"Tadi katanya kamu pengen yang"jawab Rendy dan Imel malah semakin menunduk malu


"Pake acara malu maluan,biasanya juga malu maluin"Ucap Dila mengejek Imel


Plakkk


"Aww..iya maaf maaf"ucap Dila saat Imel mamukul bahunya


"Hahahah dasar kau Imel kau lucu sekali....ahhh"ucap Vina diakhiri nada yang membuat orang khawatir


"Kamu ketawa mulu si makanya jangan ketawa mulu"ucap Aditya


"Bukan mas kali ini bukan keram tapi ini dia nendang perut aku kenceng banget"ucap Vina


"Wah kayaknya dia juga suka kalo Imel ditertawakan"Ucap Aldo


"Iya baiklah ponakan ante ayo nendang lagi ante mau dong di tendang"ucap Imel sambil memegang perut Vina tapi nihil dia tidak menendang


"lain kali saja okeyyy"ucap Vina


"Kak jadi kami bisa kan tinggal sama om dan Tante?"tanya Risa


"Tid....."belum selesai Aditya mengucapkan katanya Vina sudah menatapnya tajam membuat dia bungkam


"Tentu saja,lebih baik kalian pulang kalian pasti lelah"ucap Vina lembut


"Ah terimaksih Kaka ipar"Senang Rafly sampai memeluk Vina


"Lepas atau ku lempar dari rumah sakit ini!"suara Aditya membuat Rafly melepas pelukannya sambil menelan salivanya dengan susah


"Maaf kak refleks"elak Rafly


"Yaudah sana pulang dan istirahatlah"ucap Vina pada kakak beradik itu


"Baiklah kak kami pulang dulu, assalamualaikum"ucap Risa kemudian keluar ruangan menuju Mansion Brawijaya.


"dit aku dan Imel juga pulang dulu ya kami ada janji makan malam dengan orang tua Imel"pamit Rendy


"Baiklah lancar untuk hubungan kalian menuju jenjang seperti kami"jawab Aditya dengan doa


"Iya dit terimaksih"ucap Rendy


"kalian masih disini?"tanya Aditya


"Iya iya kami pergi"ucap Aldo kesal


"Eh tunggu"cegah Vina


"Ada apa?"tanya Dila


"Semoga hubungan kalian semakin baik ya aku sangat berharap kalian bisa menjadi seperti Imel dan Rendy"ucap Vina


"Kami permisi Vin, assalamualaikum"pamit Aldo tanpa menjawab perkataan Vina


Aldo mengantar Dila menuju rumahnya selama perjalanan tidak ada percakapan sama sekali sampai akhirnya Dila sampai dirumah nya


"Pak apa bapak tidak mau mampir dulu?"Tanya Dila


"Tidak aku harus pulang sampai jumpa besok"ucap Aldo kemudian melajukan mobilnya


"Kapan perkataan Vina bisa terwujud entahlah"Gumam dila


Sedangkan diruangan Aditya,ia terus menatap istrinya yang sedang memainkan ponselnya


"Jangan menatapku begitu mas"ucap Vina tanpa mengalihkan pandangannya


"Biarkan saja"jawab Aditya


Vina menatap jam dinding yang ada disana kemudian menatap Aditya


"Tidurlah sudah malam"Ucap Vina membantu aditya tidur


Aditya menggeser tubuhnya memberi isyarat untuknya tidur bersama


"Tapi mas tempat tidur nya kecil"ucap Vina mengerti maksud Aditya


"Aku mohon sayang"ucap Aditya memohon


"huh iya baiklah"ucap Vina kemudian berbaring menghadap suaminya


"sayang?"Panggil aditya pada Vina yang sudah memejamkan matanya namun belum tidur


"Hmm"dehem Vina


"Buka mata kamu"ucap Aditya


Vina membuka matanya dan melihat kalung yang ditemukan disamping Aditya


"Kau menyukainya?"tanya Aditya sambil memasangkannya pada leher Vina


"Mas maafkan aku"jawab Vina sambil menitikkan air mata


"ssstttt...aku kan tanya apa kau menyukainya dan kau malah menjawab maafkan aku"ucap Aditya


"Aku sangat menyukai nya mas, terimaksih"jawab Vina tersenyum


"Kalau begitu jangan dilepas ya"ucap Aditya


"Iya sayang baiklah sekarang ayo tidur sudah Malam besok kita harus pulang kerumah"ucap Vina


"Iya sayang aku juga sangat merindukan kamar kita"ujar Aditya


Vina tersenyum perlahan mendekatkan wajahnya ke wajah Aditya


Cup


"terimakasih sayang"ucap Vina setelah mengecup singkat bibir aditya


"Sayang dengan melakukan ini kau membuatku jadi tidak ingin tidur"ucap Aditya menyeringai


"Tapi itu bukan tujuanku sayang aku mohon jangan ya"ucap Vina tau apa yang akan dilakukan suami nya.


"Sudah terlambat sayang"ucap Aditya dengan nada menggoda


Aditya bangun menuju pintu kamarnya dan menguncinya setelah itu kembali kesamping istrinya


"Aku mulai ya kau hanya tinggal menikmati"jelas aditya


"Tapi mas kau kan masih sakit"ucap Vina mencoba mencegah


"jika untuk ini rasa sakitku hilang sayang"jawab Aditya sambil menciumi leher istrinya


Vina akhirnya tak bisa menolak perlakuan suaminya dan mulai menikmati setiap belaian yang tertunda akibat kedatangan Risa dan Rafly tadi


"ahhhh..mas pelan pelan"minta Vina dengan desahan yang merdu menurut Aditya


Aditya melakukannya dengan perlahan takut menyakiti anaknya dan dia menyudahi permainan mereka saat dirasa sudah mendapatkan puncaknya


"Ahhhh....."Lenguh panjang Aditya setelah itu berbaring disamping Vina


"Terimakasih sayang"ucap Aditya kemudian mencium kening Vina


Vina membenamkan wajahnya di dada bidang Aditya kemudian terlelap diikuti Aditya


Mereka terlelap dengan posisi berpelukan tanpa Sehelai benangpun yang selimut yang menutupi mereka.


BERSAMBUNG.........


hai aku selalu up setiap hari loh boleh dong minta like dan komen kalian kalo berkenan bisa vote juga heheheh😂😂 terimaksih 🙏


Happy reading 😍❤️