My Boss My Sweet Husband

My Boss My Sweet Husband
keputusan mamah



sambil menunggu pesanan mereka datang,mereka bercanda dan bercerita.


"tahu gak sih aku bosen banget tau semenjak kuliah libur,ngga punya temen dirumah"keluh Imel


"iya sama aku juga,kalo kamu mau enak Vin kerja, sama orang ganteng lagi"sambung Dila.


"huh enak apanya kerja kaya kebo gitu kamu bilang enak?ngga ada berhenti nya aku berkutik sama komputer!"ucap Vina malas.


"jadi kamu ngga betah kerja sama dia?"tanya Dila


namun sebelum Vina menjawab seorang pelayan datang membawa pesanan meraka,mereka memutuskan untuk makan dulu. Setelah selesai makan mereka ngobrol ngobrol lagi.


"jadi kamu betah Vin kerja disana?tanya Dila.


"betah si betah cuma kerjaanya banyak banget maklum perusahaan no 1 diindonesia"jawab Vina


"disana orangnya pada sirik ngga kan biasanya ada aja yang sirik karena kita kerja sama bos jadi sering deketan?"tanya imel.


"ada beberapa sih bahkan ada yang sampai berani mencibir aku langsung"ucap Vina.


"tapi kamu punya temen kan disana?"tanya Imel lagi.


"iyalah punya tapi baru baru ini aja namanya ana,Jimmy sama Rizal"jawab Vina.


"wah ada cowonya boleh dong kenalin ke kita"ucap imel.


"yeuhh dasar lo lantasan" ketus dila.


"hahaha,boleh lain kali aku kenalin ya"ucap Vina sambil tertawa.


mereka terus berbincang Sampai tak terasa waktu sudah menunjukan pukul 16:00 artinya sudah sore mereka pun memutuskan untuk pulang dengan menaiki mobil Imel tentunya.


"Mel makasih ya udh mau nganterin dan Dil gw duluan ya?daahh..."ucap Vina setelah keluar mobil Imel.


"iya Vin sama sama"jawab Imel dan Dila hanya melambaikan tangannya.


mansion brawijaya


Aditya dan Aldo sedang berbincang tentang pengajuan kerja sama yang dikirim dari perusahaan Sjgroup


"dit jadi gimana apa kita akan menemui mereka?"tanya Aldo.


"kau selidik terlebih dahulu itu akan lebih baik buat kita"ucap Aditya sambil memangku dagunya.


"baiklah"ucap Aldo sigap


Aditya hanya menjawab dengan anggukan, kemudian Aldo bertanya.


"mm...dit boleh aku tanyakan sesuatu?"tany Aldo


"ya katakanlah"jawab Aditya datar.


"kemarin waktu kau pergi ke Paris apa kau mengunjungi tempat itu?"tanya Aldo hati-hati


mendengar pertanyaan Aldo membuat Aditya sedikit pusing dan memijat pelipisnya.


"Al aku sedang tidak ingin membahas itu,aku mohon"ucap aditya pelan.


"tapi dit kau harus bisa melupakan itu semua,kau ingat ancaman mamah bukan?"ucap Aldo.


"aku tidak akan bisa melupakan itu do!semua itu masih sangat jelas dalam ingatanku"ucap sambil bangkit dari duduknya


"dit, percayalah setelah menikah kau pasti akan bisa melupakan itu semua"ucap Aldo sambil menepuk bahu aditya.


"do kau tau bukan aku tidak pernah bisa mempercayai wanita bagiku wanita hanya bisa membuat kehancuran, bagaimana bisa kau berkata seperti itu?"tanya Aldo dengan raut wajah sedih.


"aku yakin pasti ada wanita diluar sana yang bisa membuatmu melupakan itu,aku sangat yakin"ucap Aldo seperti seorang ayah.


Aditya pergi meninggalkan Aldo,tanpa mereka sadari ada sepasang mata yang memperhatikan mereka sampai menitihkan air mata.


Aditya pergi ke kamarnya dan mandi merilekskan tubuh dan otaknya.


Dibawah guyuran air ada pintasan bayangan mengerikan yang membuat Aditya benci akan wanita.


"agh... wanita memang hanya bisa membuat kehancuran"ucap Aditya sambil meninju tembok kamar mandinya.dia memutuskan untuk menyudahi ritual mandinya dan berkutik dengan laptopnya hingga larut malam.


2 bulan kemudian


Aditya sedang bersiap-siap pergi ke kantor,tiba tiba pintu terbuka dan masuklah naina.


"iya mah,lalu?"tanya Aditya menatap naina.


"jadi waktu yang mamah berikan sudah habis dan kamu belum juga membawa wanita kerumah ini,jadi kau harus terima wanita pilihan mamah!"ucap naina sambil memangku tangannya didada.


"maaf mah tapi Adit masih ingin sendiri dan juga Adit ngga mau diatur mah!Adit mohon"ucap Aditya memelas tapi masih menunjukkan wajah datarnya.


"oke kalau begitu jangan salahkan mamah jika mamah bertindak diluar kendali"tegas naina meninggalkan kamar Aditya.


"mamah?"panggil Aditya tidak dihiraukan.


akhirnya Aditya memutuskan untuk pergi kekantor dengan Aldo tentunya


dalam perjalanan Aditya terus memikirkan perkataan naina yang mengancam akan bunuh diri dan juga wanita pilihannya


flashback on


Aditya bekerja hingga larut malam tiba tiba pintu kamar nya terbuka, Aditya menatap heran pada seseorang yang masuk.


"mamah?"tanya Aditya heran.


"dit, mamah sudah mengambil keputusan"ucap naina duduk disamping aditya


"keputusan? keputusan apa maksud mamah?"tanya Aditya sambil mengalihkan pandangannya ke laptop.


"keputusan bahwa kau akan menikah dengan wanita pilihan mamah!"lanjut naina terus menatap Aditya


"fuh...,mah Adit udh bilang bukan Adit gamau nikah!"ucap Aditya membuang nafasnya kasar.


"Adit mamah tidak akan mendengar perkataan mu dan mamah sudah memutuskan bahwa kau akan menikah dengan VINA!dia sudah menerimanya dan kau juga harus menerima ini"ucap naina membuat aditya membulatkan matanya dengan sempurna


"APA!!mah,mamah sedang tidak bercanda bukan?dia itu sekretaris Adit mah dan dia juga hanya anak seorang,,,,"belum selesai Aditya bicara naina sudah memotongnya.


"mamah tidak mau penolakan,mamah tidak perduli lagi Sekarang!"potong naina meninggikan suaranya.


"oke mah Adit akan menikah dengan Vina tapi setelah 2 bulan,jika Adit tidak bisa membawa wanita pilihan Adit maka mamah bisa menikahkan Adit dengan Vina dan Itu semua juga keputusan awal mamah bukan untuk memberi Adit waktu"ucap Aditya


"baiklah mamah tunggu 2 bulan jika sampai saat itu kau tidak juga membawa wanita pilihanmu maka kau harus menerima keputusan mamah"ucap naina kemudian meninggalkan Aditya yang masih mematung.


"agh..."ucap aditya frustasi sambil mengacak-acak rambutnya.


flashback off


Aldo yang melihat Aditya terus melamun akhirnya bertanya "ada apa dit apa kau memikirkan perkataan mamah tadi pagi?"tanya Aldo yang duduk disampingnya.


"tidak,bagaimana kau bisa tau apa tadi menguping pembicaraan ku dengan mamah?"tanya Aditya bingung.


"aku tidak sengaja mendengar nya,dit kau tau bukan sifat mamah jadi terima saja Vina, aku rasa dia wanita yang baik dan soal cinta bisa datang belakangan dit sekarang yang terpenting adalah mamah!"ucap Aldo memberi saran.


Aditya tidak menghiraukan perkataan Aldo membuat Aldo hanya geleng-geleng kepala.


Aditya akhirnya sampai di kantor,dia dan Aldo turun dari mobil bersamaan dengan Vina yang baru datang


"cepat keruanganku!!"perintah Aditya tanpa menatap Vina kemudian langsung pergi.aldo hanya menatap Vina kemudian mengikuti Aditya


Vina hanya membuang nafasnya kemudian bergegas menuju meja kerja nya dan menuju ruangan Aditya


tok...tok....tok....


pintu Aditya diketuk dari luar


"masuk"jawab Aditya


"maaf pak,apa ada memanggil saya?"tanya Vina Sopan.


"katakan!"ucap Aditya tanpa bertele tele.


"maksud bapak?"tanya Vina pura pura tidak tahu.


"tidak usah berpura pura,katakan berapa yang ibuku berikan sehingga kau menerima pernikahan ini?atau kau memang sudah jatuh cinta padaku,hah?tanya Aditya menaikan suaranya 1 oktaf.


Vina mendengar perkataan Aditya membuat nya tersinggung dan langsung menatap Aditya berani


"maaf pak anda salah besar memang benar anda itu kaya dan tampan tapi anda tidak bisa beragumen bahwa setiap wanita bisa langsung jatuh cinta dengan anda"ucap Vina sedikit emosi.


"anda dengar baik baik pak,saya mau menikah dengan anda hanya karena ADIK DAN IBU SAYA!jika bukan karena mereka saya tidak akan melakukan ini."lanjut Vina masih emosi.


BERSAMBUNG........