
Aditya kembali ke dalam kamarnya dan melihat vina sudah tertidur dengan posisi duduk, tangannya masih berpegangan tangan di box bayi.
Aditya menghampiri vina dan membelai wajah istrinya dengan lekat.
"Capek ya sayang"gumam Aditya kemudian membenarkan posisi tidur vina menjadi berbaring tapi justru itu membuat Vina terbangun.
"ehh mas udah selesai makannya?"tanya vina serak.
"maaf ya sayang jadi kebangun deh gara gara aku"ucap aditya.
"engga mas"jawab vina.
"kamu pasti capek ya?maaf ya sayang aku gak bantu kamu urus si kembar"ucap aditya.
"engga mas aku gak capek justru aku gak enak sama kamu dan yang lain harus bantu aku jagain Al"jawab vina.
"Al tidak merepotkan sama sekali justru dia sangat penurut sayang bahkan tadi ibu suruh dia tidur dia langsung tidur di kamar sama yang lain"jawab aditya.
"makasih ya mas"
"ya udah sekarang tidur ya"tutur aditya.
"aku gak ngantuk lagi mas"jawab vina.
"terus mau apa?"tanya aditya.
"Nonton drakor aja yuk mas"ajak vina.
"drakor apalagi?descendants of the sun kan belum selesai, lanjutin itu aja yuk"ajak aditya yang mulai menyukai drakor karena vina dan teman temannya yang selalu mengajak dirinya serta aldo dan rendy menonton K-drama.
"Boleh boleh sekalian cuci mata"jawab vina.
"Kalo mau cuci mata mending lihat aku sayang,muka aku juga gak jauh dari song Joong Ki"balas aditya.
"Beda dong sayang, suamiku lebih tampan dari aktor Korea manapun"ucap vina mengecup singkat bibir aditya.
"Hahaha udah pandai menggoda ya kamu"aditya terkekeh dan mengacak-acak rambut istrinya.
"yaudah mas putar dulu filmnya,aku ke bawah dulu ya mau ambil puding susu tadi katanya ibu bikin buat aku"ujar vina diangguki aditya.
Vina berjalan dengan pelan menuruni tangga terlihat ruang tamu begitu ramai, sepertinya mereka sedang menikmati pertandingan bola karena suara Rafly menginstruksi gol.
"Vina??!!"panggil seseorang.
"ehh ibu"saut vina.
"kamu mau apa? butuh sesuatu nak?"tanya dina.
"engga bu aku cuma mau ambil puding buatan ibu"jawab vina membuka kulkas mengambil sepiring puding berbentuk love itu dan memotongnya.
"Oh ya udah,ada lagi gak?"tanya dina.
"engga ada bu,ibu makasih ya udah jagain Al maaf merepotkan"ucap vina.
"kamu kaya sama siapa aja,Al juga cucu ibu Vin sekarang yang penting kamu banyak istirahat biar cepet sembuh ya"balas dina.
"iya bu, yaudah aku keatas dulu ya bi"ujar vina diangguki dina.
Vina Kembali ke kamarnya, aditya sudah setengah berbaring, tangannya ia gunakan sebagai bantalan matanya terfokus pada film yang Sudah dimulai.
"Sayang sini tuh film nya udah mulai"ujar aditya menepuk ranjang.
Vina berbaring sambil membawa puding yang ia ambil tadi, volume ia kecilkan takut membangunkan dua malaikat yang sedang tidur pulas di box bayi.
"aaa mas"Vina menyodorkan puding ke depan mulut Aditya.
"Engga ah itu kan buat kamu"jawab aditya.
"cobain dulu enak tau"ucap Vina meyakinkan.
Aditya memakan dan benar saja rasa pudingnya benar benar enak perpaduan antara susu full cream dan keju menyatu nikmat.
"Enak sayang"ujar aditya.
"engga bukan tim favorit ku jadi aku mending nemenin kamu disini"jawab Aditya.
"ohh gitu,ini udah abis aku ke bawah dulu ya ambil lagi"ujar Vina ingin turun tapi aditya mencegahnya.
"Engga usah sayang biar aku aja, kamu tunggu sini ya"cegah aditya mengambil piring dari tangan vina dan membawanya keluar kamar.
Aditya keluar dari dalam kamar dan pergi ke dapur untuk mengambil puding susu yang dibuat ibu mertuanya.
"Loh dit kok kesini tadi katanya mau nemenin Vina?"tanya naina yang sedang membuat minuman untuk semuanya.
"mau ambil puding mah,aku sama vina lagi nonton drakor di atas"jawab aditya.
"ingat ya dit istri kamu baru selesai melahirkan jadi jangan macam macam"goda naina pada putra sulungnya.
"mamah stop it"ucap aditya membuat naina terkekeh.
"mamah jangan terus menggodaku,aku juga masih waras dan tidak mungkin berhubungan dengan vina yang baru selesai melahirkan"jelas aditya.
"hahaha oke oke,mamah hanya bercanda boy jangan marah"saut naina kemudian pergi membawa nampan berisi beberapa gelas minuman jus jeruk.
Aditya mengambil beberapa potong puding serta susu cream tanpa rasa dan membawanya ke kamar.
Ceklek
"Sayang ini"aditya memberikan piring puding pada vina.
"makan lah mas, kok kasih aku tadi katanya suka"jawab vina.
"Iya tapi kamu dulu ya makan abis itu kamu suapin aku lagi,makan dari tangan kamu rasanya lebih enak tahu"balas aditya.
"bisa aja akal akalannya"canda vina.
"Sayang mau denger gak?"ucap aditya tiba tiba.
"Denger apa?"tanya Vina balik.
"Aku cinta banget sama kamu bahkan tergila-gila sama kamu"Jawab aditya.
"terus kenapa?"tanya vina.
"Apa rahasia kamu bisa bikin pria dingin dan tak berperasaan seperti aku jadi mengenal cinta bahkan kasih sayang?"tanya aditya penasaran.
"Pelet mas"jawab vina.
"hah?!! kamu bercanda kan sayang?"tanya Aditya terkejut.
"hahaha tentu saja sayang aku bercanda"jawab vina.
"Kalo begitu apa rahasianya?"tanya aditya kepo.
Vina meletakan piring di atas nakas dan beralih menggenggam tangan aditya.
"Sesungguhnya kebahagiaan dan ketentraman suami istri ada ditangan istri mas, Kebahagiaan dan penderitaan dalam rumah tangga keduanya menjadi pilihan seorang istri,jika memang seorang istri ingin mendapatkan Kebahagiaan demi keluarganya maka pasti apapun dia lakukan begitupun sebaliknya."jelas vina.
"seperti halnya aku yang ingin menikah satu kali seumur hidup aku berjuang mendapatkan cinta kamu dengan berbagai cara meskipun dulu sikapmu padaku sedikit dingin dan semua itu berbuah manis, aku mendapatkan kebahagiaan yang bahkan tidak terpikir olehku akan sebesar ini, mendapatkan suami dan keluarga yang menyayangiku serta anak anak yang mengisi hari tua ku kelak"sambung vina.
"Bukankah aku terlihat seperti pria bodoh karena sempat menolak mu sayang?"tanya aditya.
"tidak mas karena itu memang hak mu untuk memilih"jawab vina.
"Terimaksih karena sudah masuk ke dalam kehidupan ku dan mau menerimaku sebagai suami mu"aditya menarik vina dan memeluknya erat.
"Sudah mas itu semua masa lalu, sekarang kita berdua sama-sama bahagia dalam rumah tangga ini.Tugas kita sekarang adalah membesarkan dan mendidik anak anak kita dengan baik"ujar vina mengelus punggung aditya.
"Iya sayang"Aditya mencium puncak kepala vina.
CINTA BANGET AKU SAMA NOVELKU INI BAHKAN SAMPE BERPIKIR UNTUK GAK TAMATIN CERITA INI,HUAAA😫😫
berasa aku yang hidup di novel ini😂😂
BERSAMBUNG........