My Boss My Sweet Husband

My Boss My Sweet Husband
BAB 103



Aditya dan Aldo memilih diam percuma bilang dengan Vina, hatinya terlalu lembut dan baik.


Aldo dan aditya masuk ke dalam ruangan mereka masing masing sedangkan Vina sudah duduk di meja kerjanya, memeriksa laporan jadwal rapat aditya.


Setalah memeriksa dan merekap jadwal rapat,Vina masuk ke dalam ruangan aditya.


Tok.....tok.... tok...


"Masuk"


Vina berjalan mendekati aditya dan membungkuk sopan.


"Selamat pagi pak, hari ini setalah jam makan siang anda ada rapat di kafe glush"ucap Vina membacakan jadwan rapat aditya.


"Apa ada lagi?"tanya aditya


"tidak pak hanya itu"jawab vina


"hmm baiklah"ucap aditya manggut-manggut


"Kalo begitu saya permisi pak, selamat pagi"Vina membungkuk dan membalik badan untuk pergi.


"eh Vina tunggu"cegah aditya


"iya pak?"tanya Vina


"bisa nanti kita makan siang bersama?"tanya aditya


"maaf pak tidak bisa saya akan makan siang bersama suami saya"jawab vina


"suami?oh yang dulu kau ceritakan itu?"tanya aditya


"mmm"Vina seraya menganggukan kepalanya


"yang kau bilang tampan dan sangat kau cintai itu?"tanya aditya lagi dan Vina hanya terus mengangguk.


"Ya sudah tidak masalah tapi jangan salahkan saya jika gaji mu dipotong karena telah menolak saya"ucap aditya.


"tidak akan pak,suami saya lebih kaya dari bapak bahkan dia bisa memecat bapak jika dia mau"jawab vina


"wah wah aku jadi penasaran siapa suamimu itu"ucap aditya bangun dari kursi kebesarannya


"kenapa penasaran? kuberi tahu ya pak suamiku itu seorang pria yang sangat tampan dan menyayangi ku"jelas vina


"lebih tampan aku atau suami mu?"tanya Aditya yang kini sudah berada di depan Vina.


Wajah Aditya tepat di depan wajah Vina membuat pandangan mereka bertemu.


"tentu saja lebih tampan suami saya"jawab vina yakin


"tidak ada yang lebih tampan dari seorang Aditya tidak mungkin"Aditya berucap penuh percaya diri.


"mas sudah cukup ah"pekik vina


"hahaha iya iya sayang nanti siang kita makan bersama ya"ajak aditya


"oke suamiku bosku yang dingin"jawaban Vina membuat keduanya terkekeh.


"yaudah mas aku lanjutin kerja dulu ya"ucap Vina namun lagi lagi Aditya mencegahnya.


Aditya menarik vina ke dalam pelukannya, mengangkat dagu Vina dan menatap mata Vina dengan penuh cinta.


Vina berjinjit dan menyatukan bibirnya pada bibir suaminya, aditya memegang pinggang vina erat dan menggiringnya untuk duduk di meja nya.


"Aku sangat mencintai mu mas"


Vina Kembali mencium serta ******* bibir aditya,Aditya membalas ciuman istrinya penuh cinta.


"Aku lebih mencintaimu sayang,jangan pernah tinggalkan aku apapun yang terjadi"


Vina menganggukan kepalanya dan mengecup singkat bibir aditya.


"yaudah aku keluar ya banyak kerjaan"pinta vina


"jangan bekerja terlalu keras sayang nanti kamu sakit"ucap aditya


Tangannya masih merengkuh pinggang Vina sedangkan tangan yang lain menyibak kan anak rambut yang menutupi wajah vina.


"engga kok mas lagian ini hari pertamaku berkerja aku tidak boleh lemah"jawab vina mengalungkan tangannya di leher aditya.


"yasudah baiklah"ucap aditya


Vina keluar dari ruangan Aditya dan kembali ke meja kerja nya


"Hai Vina????"sapa ana


"hai na,apa kabar?"tanya vina


"aku baik, kamu sendiri gimana?anak kamu ihh lucu aku mau gendong sekali kali"rengek ana


"kapan kapan main lah kerumah"ajak vina


"beres,eh iya kabar risa gimana?"tanya ana


"Alhamdulillah baik sekarang dia sedang hamil muda"jawab Vina


"Selamat pagi nyonya CEO"celetuk Jimmy tiba tiba


"eh Jimmy jangan gitu ah Panggil Vina aja"ucap Vina merasa tidak biasa dipanggil begitu.


"hai Vin apa kabar?"tanya Rizal


"aku baik,oh iya aku denger kamu mau nikah ya?sama siapa?"tanya Vina


"Ha?ana?? kalian akan menikah??ahh selamat aku ikut senang"Vina yang terkejut menutup mulutnya.


"terimakasih banyak Vin"jawab ana


Mereka berbincang sebentar setelah itu kembali melakukan pekerjaan mereka masing-masing.


"Aku harus ke lantai bawah lagi...huh...."Vina merapihkan beberapa lembar kertas dan membawanya untuk di tanda tangani manager.


Vina membawa berkas itu menuju lantai dasar, selama di dalam lift kepala Vina terasa begitu pusing, berkali kali dia menggeleng mencoba menghilangkan rasa pusing yang tiba-tiba menyerang.


"aduh kepala aku kenapa tiba-tiba sakit gini sih"gumam vina


Vina tetap melaksanakan pekerjaan,berjalan melewati meja-meja karyawan banyak yang menyapa Vina namun karena rasa pusing di kepala nya Vina tidak berkonsentrasi sama sekali.


"aghh kenapa pusing gini"Vina menghentikan langkahnya dan memegangi kepalanya,berkas yang dibawa jatuh berserakan di mana mana.


BRUKKK


Vina ambruk, tubuhnya menempel pada lantai yang terasa begitu dingin, karyawan yang melihat itu langsung membopong tubuh Vina dan merebahkannya di sofa.Jimmy yang kebetulan ada disana Melihat Vina pingsan dengan langkah cepat nya dia mengendong Vina.


"Buk Vina...buk bangunlah"susy menepuk nepuk pipi Vina pelan.


"Cepat tolong telepon pak Aditya!!!"perintah Jimmy.


Seorang karyawan menghubungi aditya dan tidak beberapa lama Aditya datang dengan perasaan khawatir.


"minggir... Minggir"ucap aditya menerobos karyawan yang mengelilingi istrinya.


"Sayang????"kejut aditya


"apa yang terjadi padanya?"tanya aditya membentak


"kami semua juga tidak tahu pak"seorang karyawan berani membuka suaranya.


"permisi... permisi.."


Aldo langsung menyuruh aditya untuk membawa Vina ke ruangnya dan meraih ponsel untuk menghubungi Rendy.


"halo rend cepat ke kantor!!"


"tapi kenapa?semua baik kan?"


"tidak bisa aku jelaskan sekarang cepat!!"titah aldo kemudian mematikan sambungan teleponnya.


Aditya merebahkan Vina di sofa yang ada di ruangannya.


"Sayang bangunlah jangan membuatku khawatir"ucap aditya menciumi tangan Vina.


"sayang????"Aditya masih memanggil istrinya.


setalah hampir 2 ham, Rendy datang dan langsung masuk ke dalam ruangan Aditya bersama Aldo.


"kenapa kau lama sekali ha?"bentak Aditya bercampur khawatir


"sabar dulu dit"Aldo mencoba menenangkan aditya


"biar aku periksa kau minggir"pinta rendy


Rendy memeriksa vina,untuk yang kedua kalinya Rendy mendapat kesempatan untuk mengabarkan kabar bahagia ini.


"selamat dit"ucap rendy


"Selamat?apa maksudmu selamat?"tanya aditya tidak mengerti


"istrimu sedang mengandung"jawab rendy


Aditya terpaku dengan perkataan Rendy,senang bercampur terkejut dia mendekati Vina kemudian mencium kening nya.


"sayang kamu hamil lagi sayang Al akan punya adik"Aditya berbicara di depan wajah Vina


"jadi Ketiga sahabat itu hamil bersamaan?benar benar Sahabat sejati"ucap Aldo tidak menyangka


"kau benar istri kita sedang hamil secara bersamaan"timpal rendy.


Perlahan Vina membuka matanya, memegangi kepalanya yang masih sedikit pusing.Dilihat nya dia sedang berada diruang seingatnya dia berada di lantai dasar untuk meminta tanda tangan manager.


"mas???"panggil Vina melihat suaminya terduduk dilantai


"Sayang kamu udah sadar"ucap Aditya langsung menghujani Vina dengan ciuman.


"mas ada apa ini kenapa ada Rendy?"tanya Vina melihat rendy


"Sayang adik, Al akan punya adik"jawab aditya


"aku hamil mas???"tanya vina dan Aditya mengangguk


air mata haru mulai menggenang di pelupuk matanya, rasanya bahagia sekali bisa memberikan adik untuk anaknya.


"hiks...baik baik diperut mamah ya sayang nanti kita bisa main sama abang Al dan anakยฒ Tante dila dan Imel"Vina berbicara seraya mengelus perut nya yang masih rata.


BERSAMBUNG.......


HALO PARA PEMBACA SETIA MY BOSS MY SWEET HUSBAND TERIMAKSIH ATAS DUKUNGAN KALIAN SELAMA INI ๐Ÿ™๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜Š BANTU KOMEN KRITIK DAN VOTE YA BIAR AKU MAKIN SEMANGAT BUAT UP ๐Ÿ™๐Ÿ˜Š


JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA TERBARUKU


**MENIKAH DEMI AYAH


MY CRUEL HUSBAND**


TERIMAKASIH, HAPPY READING โค๏ธ๐ŸŒบ