
Disaat mereka sedang makan tiba tiba wanita yang sudah ditunggu Aditya sejak semalam datang
"assalamualaikum"salam wanita itu adalah Vina
"Vina!!???"kejut semua orang
"sayang?"panggil Aditya menghampiri Vina ingin memeluknya tapi Vina menolak
"Vina kamu kemana aja sayang?mamah sangat khawatir"ucap naina memeluk erat Vina dan Vina membalas pelukannya
"Vina baik baik aja mah,jangan khawatir ya"ucap Vina sambil melepas pelukannya
"Vina kau istirahat ya,kau pasti lelah"ucap Rudi
"tidak pah,aku kesini hanya untuk berbicara pada mas Adit"ucap Vina sambil menatap sendu aditya
"iya sayang katakan"ucap Aditya bersemangat
"mas aku sudah memutuskan Dengan kepala dingin,aku ingin kita pisah setelah anak kita lahir"ucap Vina membuat semua orang terkejut
"engga sayang... dengarkan aku dulu wanita yang kemarin kau lihat dia adalah...."ucapan aditya dipotong Vina
"dia adalah kekasihmu itukan yang mau kau katakan?"potong Vina sambil menangis
"apa yang kamu katakan sayang dia hanya wanita gila"ucap Aditya
"Cukup mas!!! aku sendiri yang mendengar langsung dari wanitamu itu bahwa dia adalah kekasihmu dan kalian suka menghabiskan waktu bersama"ucap Vina emosi sambil menangis
flashback on
"aku akan pergi ke supermarket untuk membeli bahan makanan yang sudah habis"ucap Vina
Vina naik taksi menuju supermarket dan segera masuk
ketika sedang memilih buat tiba tiba seorang wanita menghampiri Vina
"Hai"sapa wanita itu
"maaf apa kita saling mengenal?"tanya Vina
"tidak, saya hanya ingin menyapa istri dari pacar saya"ucap wanita itu
Vina memperhatikan wajah wanita itu dan mengingat dia adalah wanita yang kemarin bermesraan dengan suaminya dan juga wanita yang ia temui dirumah sakit waktu ia dirawat
"kau Tania bukan?"tanya vina mengingat wajah gadis itu
"wah ternyata ingatanmu tajam ya,ya aku adalah Tania kekasih Aditya"ucap Tania membuat Vina terkejut
"kau pasti berbohong kan?"tanya Vina menunjukan ekspresi terkejut
"untuk apa aku berbohong sedangkan kemarin kau melihat kami bersama"ucap Tania.
Flashback off
Aditya begitu terpukul melihat istrinya menangis apalagi itu karena dirinya
"sayang dengarkan aku...."ucap Aditya lirih sambil memegang kedua tangan Vina
"Aku tunggu surat dari pengadilan dan selama itu kau tidak boleh menemuiku"ucap Vina kemudian pergi dari rumah Brawijaya
"Vina......"panggil Aditya berteriak
"kau bersabarlah dit,apa yang kau tuai itulah yang kau tanam"ucap Aldo sambil menepuk bahu Aditya
"engga aku gamau berpisah dari Vina....aku gamau....aku harus mengejar Vina"ucap Aditya kemudian melajukan mobilnya mengikuti Vina
"pak cepat pak cepat"perintah Vina pada sopir taksi saat tahu Aditya mengikuti nya
Aditya mengemudi dengan kecepatan tinggi dengan perasaan yang berkecamuk
"sayang kenapa kau lebih percaya pada wanita itu"ucap Aditya sambil melajukan mobilnya
Aditya tidak memperhatikan jalan dan terus mengemudi dengan kecepatan tinggi tiba tiba ada sebuah mobil truk yang melaju dengan ugal ugalan dan
Braaakkkk......
Truk itu menghantam mobil Aditya dan mobil Aditya terpental jauh
Vina berhenti saat melihat kecelakaan itu
"mas Adit......"teriak Vina saat melihat mobil suaminya yang sudah tidak berbentuk
Vina meraih ponselnya menghubungi semua keluarga
"halo mah....mas Adit mah...mas Adit"ucap Vina menangis
"apa yang terjadi nak?apa yang terjadi pada Aditya?" tanya naina disebrang telepon
"mamah cepat ke jalan pahlawan aku menunggu"ucap Vina kemudian mematikan teleponnya
Naina, Rudi dan Aldo Melihat banyak orang disana dan melihat Vina yang sedang terduduk lemas
"Vina???"panggil naina,Vina melihat ke arah sumber suara dan langsung memeluk naina
"mas Adit mah....."ucap Vina sambil menangis
"apa yang terjadi nak?dimana Aditya?"tanya Rudi dan Vina hanya menunjuk ke sebuah mobil yang Sudah tidak berbentuk
"apa maksudmu Vina?"tanya Adlo
"apa kalian saudara korban?"tanya seorang polisi menghampiri Vina dan keluarganya
"iya pak kami keluarga nya"jawab naina
"siapa diantara kalian yang bernama Vina?"tanya polisi itu
"saya pak"jawab Vina lirih
"nona kami menemukan ini disamping korban"ucap polisi itu sambil memberikan kalung bertuliskan Vina dan juga sebuah buket bunga bertulis " Happy birthday my wife"
Tangis Vina sudah tak terbendung lagi saat melihat apa yang sudah dilakukan suaminya, dia menangis kemudian tak sadarkan diri
"Vina??!!"panggil naina sambil menepuk pipi Vina
"nyonya kami akan membawa korban kerumah sakit Brawijaya hospital anda bisa segera kesana"ucap polisi itu
Mereka sampai dirumah sakit dan Vina sudah sadarkan diri
Vina melangkah masuk kedalam rumah sakit dengan berat dan melihat kedua sahabatnya sedang berdiri
"Vina??!!!"panggil Dila dan imel
"mas Adit....dia...."Vina tidak bisa menyelesaikan perkataannya kemudian memeluk kedua sahabatnya
"sayang sudah,ayo masuk"ucap naina mencoba menenangkan Vina
Vina dan yang lainnya sedang menunggu di depan ruang operasi Aditya
"Rendy gimana keadaan mas Adit?"tanya Vina terisak
"Aditya kritis Vin dan jika dalam 24 jam dia tidak sadar maka dia mengalami koma"jelas Rendy pada Vina
Vina lemas mendengar penuturan Rendy dan langsung terduduk di lantai
"mas Adit bangun mas...."ucap Vina lirih
Dila membantu Vina berdiri dan mengajaknya duduk
"Vin kamu sudah salah sangka dengan Adit"ucap Dila membuat Vina bingung
"maksud kamu?"tanya Vina
"Aditya dia ingin menyiapkan pesta kejutan ulang tahun kamu dan meminta bantuan ku tapi orang yang mengurus pesta mu adalah Tania wanita yang selama ini tergila gila pada Aditya"ucap Dila
"Apa Tania??"tanya Aldo terkejut
"apa kau mengenalnya do?"tanya Rudi
"wanita itu adalah teman kampus Aditya yang tergila gila pada Aditya dan selalu ingin memiliki Aditya apapun caranya"ucap Aldo
Vina mendengar itu sangat menyesal karena sudah tidak percaya pada suaminya dan lebih mempercayai orang lain
"mas dit aku minta maaf....aku mohon kuatlah kau harus kembali demi aku dan anak kita mas"Ucap Vina berteriak menyesal
"Vina sudahlah aku yakin Aditya pasti akan baik baik saja"ucap imel
Aditya dipindahkan diruang ICU dan tidak boleh ada yang menemuinya selama 24 jam
"Rend aku ingin bertemu dengan mas Adit"ucap Vina memohon pada Rendy
"maafkan aku Vin,demi keselamatan Aditya dia tidak boleh ditemui siapa pun"jawab Rendy
"Adit maafin mamah yang tidak mendengarkan penjelasanmu sayang"ucap naina lirih
"sudahlah mah kita tunggu saja semoga Aditya sadar"ucap Rudi menenangkan naina
Dila dan Imel menemani Vina duduk, terlihat Vina yang begitu prihatin,tatapan kosong wajah pucat dan juga air mata yang terus mengalir
"Vina sudah jangan menangis,kami sedih melihatmu begini"ucap Imel sambil berurai air mata
"Vina Adit pasti baik baik saja,dia akan kembali karena cintanya untukmu"ucap Dila dengan nada sedih
waktu sudah menunjukkan pukul 20:00
"sayang kamu belum makan sejak siang,ayo makan dulu"ucap naina menyodorkan makanan
"tidak mah aku tidak lapar"jawab Vina sambil terus menatap lurus
"Vina demi bayi yang ada dikandungan mu, makanlah"ucap Aldo
Vina akhirnya membuka mulut dan mulai mengunyah makanan yang disuapi oleh naina
Semua orang dengan setia menemani Vina yang tidak ingin pulang meninggalkan Aditya,kondisi Vina sudah sangat kacau
"Vina ayo kita istirahat diruang tunggu"ajak Dila
"iya Vin ayo kita akan menemanimu"ucap Imel
"kalian istirahat saja,aku tidak mau meninggalkan suamiku"jawab Vina datar
Akhirnya mereka mengikuti kemauan Vina untuk tetap menunggu Aditya dibangku depan ruang ICU.
Bersambung............
Semoga Aditya baik baik aja ya😩😩Gimana nih kelanjutan ceritanya masih bisa diterima kan sama hati readers??😂🙏
Happy reading all 🔥🌺