
"di kamar jenazah tuan"jawab suster itu.
Meraka berjalan menuju kamar jenazah yang Memnag Rendy sendiri sudah mengetahui tempatnya.
Ketika sudah sampai di kamar jenazah dengan ragu mereka masuk, seorang penjaga kamar memberitahu jenazah yang kecelakaan hari ini.
"ini adalah jenazah pasien yang kecelakaan hari ini dok"jelas petugas kamar mayat.
dengan ragu rendy menarik penutup yang menutupi seluruh tubuh pasien namun belum sempat dia melihat wajahnya seorang wanita menghampiri mereka.
"Siapa kalian?"tanya wanita dengan seorang pria yang Sudah tidak muda lagi.
"Kalian siapa?"tanya rendy.
"kami orang tua korban"jawab pria itu.
"apa?tapi ini jenazah istri saya"aditya terkejut.
"bukan pak,ini adalah jenazah putri kami mila dia kecelakaan tadi siang"jelas pria itu yang sepertinya ayahnya.
"ha???"semua melongo tidak percaya namun sedikit rasa bahagia mengetahui kecil kemungkinan Vina masih hidup.
"Baiklah tuan dan nyonya kami minta maaf,kami turut berduka cita atas putrimu"ucap rendy.
"terimakasih dok"ucap keduanya.
Mereka keluar dari kamar jenazah, aditya yang sudah sangat tak berdaya duduk di kursi tunggu, perasaannya kini campur aduk antara senang mengatahui itu bukan jenazah istri nya dan khawatir dengan keadaan istrinya sekarang.
"Adit kita pulang dulu,besok kita akan cari Vina lagi ya"naina bicara dengan lembut dan mengelus bahu aditya.
"Vina....aku khawatir padanya mah sebelum aku menemukan vina aku tidak mau pulang"jawab Aditya terisak.
"Adit besok kita cari malam ini kita harus pulang apa kau tidak kasihan pada Al"jelas aldo.
Sekejap pikiran nya dipenuhi bayangan tawa anak dan istrinya.
"Al,ayo mah"ajak aditya.
Mereka semua pulang ke mansion dengan lesuh karena tak mendapati Vina.
Mereka masuk ke dalam rumah, diingatnya Vina selalu mengisi rumah dengan tawa dan keceriaan.
*Mas aku sangat mencintaimu.
mah aku berjanji akan selalu membuat mas Adit bahagia.
do aku yakin akan ada wanita yang membahagiakan mu.
"Dil aku akan selalu bersamamu.
kalian pasti akan punya anak percayalah padaku*.
ucapan ucapan Vina masih terdengar diseluruh sudut rumah, aditya dan yang lain duduk di sofa ruang tamu.
"Adit papah yakin vina baik baik saja kau jangan seperti ini"Rudi menepuk bahu putranya.
Aditya mendongakkan kepalanya dan memeluk tubuh Rudi.
"hiks.... Vina sedang hamil pah aku khawatir padanya bagaimana jika saat ini dia kesakitan... hiks... hiks"Aditya menumpahkan kekhawatiran nya pada sang ayah.
"Adit kita semua belum tau keadaan Vina yang sekarang kita lakukan adalah berdoa dan tetap tegar"ucap rudi.
"Ya Allah aku mohon selamatkan Vina dan bayinya di mana pun mereka berada"Imel berdoa pada yang maha kuasa.
"lebih baik sekarang kita istirahat, besok pagi kita mulai mencari keberadaan vina"ucap naina.
"iya dit ayo istirahat kau jangan khawatir anak buah kita sudah mencari Vina aku yakin mereka akan membantu menentukan Vina"ucap aldo.
Aditya tidak menjawab perkataan aldo,dia langsung meninggalkan semua orang dan masuk ke dalam kamarnya.
Ceklek
kamar gelap dan sangat sepi,diingat kamar ini yang menjadi saksi kemesraan dan keromantisan bersama istrinya, bayangan tawa vina menggema di telinga aditya,candaan yang selalu bisa meluluhkan hati aditya menyekat tenggorokan nya.
*Mas berjanjilah kau akan selalu bersamaku.
mas aku mencintaimu.
mas ihh awas aku mau pake baju.
mas*??
angin yang menyelinap masuk ke dalam kamar bagai bisikan semua panggilan vina yang membuat pikiran dan perasaan aditya campur aduk.
Aditya berbaring di tempat biasa istrinya tidur,dia mengelus tempat tidur Vina,bangun dari ranjang menuju lemari pakaian.
Diambil sebuah baju yang biasa gunakan, di ciumi dan dipeluk erat olehnya,bau tubuh Vina masih melekat di baju itu.
"Sayang.....hiks...aku mohon kembalilah"
Aditya masih setia memeluk pakaian Vina Sampai akhirnya dia tertidur di lantai dengan posisi duduk memeluk baju Vina.
*selamat pagi mas
mas kamu mandilah dulu aku akan menyiapkan pakaian untukmu
cup
cup*
lagi lagi bayangan Vina terlintas dipikirannya, perlakuan Vina pada dirinya dipagi hari mencium dan menyiapkan pakaian untuknya.
Hari ini terasa begitu berbeda dengan hari sebelumnya,mereka biasa menikmati masakan Vina tapi hari ini mereka harus menelan kepahitan tanpa kehadiran vina.
"Adit habiskan makananmu"ucap naina yang melihat aditya hanya mengaduk aduk makanannya.
Ha...ha....hiks...hiks...
Al menangis dalam gendongan bi Ijah, aditya bangun dan menggendong putranya yang menangis, dipeluk dan dicium olehnya.
"sayang Jangan nangis ya,ingat kata mamah bukan Al gak boleh jadi anak yang nakal dan merepotkan semua orang"
Aditya berbicara pada Al, beruntung Al mendengarkan nya perlahan tangisnya mulai berhenti diganti dengan suara dengkuran Al yang menandakan dia tertidur.
cup
cup
cup
Aditya menciumi wajah hasil buah cintanya dengan Vina, diberikannya pada Bi Ijah dan memintanya untuk menidurkan Al.
Disaat sedang menikmati sarapannya, tiba tiba ponsel rendy berdering
"halo"
".........."
"iya baiklah saya akan segera kesana"
Rendy mematikan ponselnya dan mengajak semua orang untuk pergi ke rumah sakit brawijaya hospital.
"ayo aku mendapat kabar ada pasien wanita yang baru saja dipindahkan ke ruang sakit kita"ajak rendy.
mereka langsung menuju rumah sakit berharap kali ini benar benar Vina.
"Ya Allah semoga saja dia benar menantuku"gumam rudi.
"tenang pah"ucap naina yang mendengar gumam suaminya.
sesampainya di rumah sakit, Rendy segera masuk dan bertemu dengan orang yang menelponnya.
"Dimana pasien itu?"tanya rendy
"sebentar lagi sampai pak beliau dalam perjalanan"jawab suster itu.
Wiu....wiu...wiu.....
ambulans memasuki parkiran rumah sakit, keluar beberapa suster dan dokter yang mendorong pasien itu, tubuhnya ditutupi oleh kain sehingga wajahnya tidak terlihat.
"selamat datang dokter Zidan,ada apa?apa yang membawamu kemari?"tanya rendy.
dokter Zidan adalah dokter ahli saraf dan otak,dia merupakan dokter yang juga sudah terkenal dengan kemampuannya.
"saya membutuhkan bantuan anda dok"ucap dokter zidan.
Pasien itu masuk mendekati keluarga aditya.
Deg
jantung aditya berdetak tak beraturan ketika suster mendorong masuk pasien yang datang bersama dokter Zidan.
"dok kita harus segara merawat nona ini"suster itu bicara pada dokter Zidan.
"dokter rendy inilah bantuan yang saya butuhkan, wanita itu mengalami kecelakaan kemarin dan kondisinya benar benar kritis"jelas dokter Zidan.
hembusan angin yang kencang membuat penutup tubuh pasien itu terbuka memperlihatkan seorang wanita terbaring lemah dengan wajah pucat dan tubuhnya dipenuhi luka.
Deg......
jantung Rendy dan yang lainnya berhenti berdetak saat mengetahui siapa pasien yang dibawa rekan dokternya ini.
BERSAMBUNG.......
HALO GIMANA GIMANA?KIRA KIRA ITU VINA BUKAN YA????
PENASARAN KAN???LIKE DAN VOTE YA AKU AKAN CRAZY UP KALO DI VOTE ๐๐โ๏ธ
TERIMAKASIH, HAPPY READING โค๏ธ๐บ๐บ