My Boss My Sweet Husband

My Boss My Sweet Husband
BAB 41



"aduh non maaf ya gara gara bibi non jadi kaya gini"ucap bi Suti tidak enak


Vina melepas pelukannya dan menatap bi suti


"gpp bi ini emang mungkin akunya aja yang mualan"ucap Vina


Semua orang begitu kasihan melihat Vina yang tidak bisa memakan apa apa karena rasa mualnya membuat wajahnya terlihat begitu pucat


"sayang hari ini aku gk ke kantor,aku akan antar kamu kerumah sakit ya"ucap Aditya dengan lembut


"iya mas terimakasih ya"jawab Vina sambil tersenyum


"do kamu handel dulu ya"ucap Aditya dimengerti aldo


Meraka semua sudah selesai dengan sarapannya, Aditya segara pergi menuju rumah sakit setelah menelpon Rendy


"ayo turun sayang"ajak Aditya ketika Meraka sudah sampai dirumah sakit


mereka masuk dan berjalan beriringan,banyak para perawat yang berdecak kagum melihat ketampanan Aditya membuat Vina kesal


"mas lihat tatapan para perawat itu membuatku ingin sekali mencongkel mata mereka"ucap Vina begitu posesif tidak seperti biasanya.


"hahaha,jangan dihiraukan sayang,udah diem aja"ucap Aditya sambil tertawa melihat tingkah istrinya yang lucu


Vina hanya membuang nafas kasar


"dit"panggil seorang dokter dilorong rumah sakit


"itu Rendy"ucap Vina


"pagi dit, Vin"sapa Rendy


"pagi"jawab keduanya


"jadi aku sudah bisa bertemu dengan dokter itu kan?"tanya Aditya


"iya ayo aku antar"ajak rendy


Aditya, Vina dan Rendy masuk kedalam sebuah ruanagn dan terlihat seorang dokter muda yang begitu cantik


"selamat pagi dokter Rendy"sapa dokte itu yang terlihat dari nametag bernama Dr.Rani


"pagi,aku sudah membuat janji denganmu untuk meraka bukan?cepat periksa dia"ucap Rendy pada dokter Rani


"nona mari ikut saya"ajak dokter Rani


Vina mengikuti dokter Rani dan menyuruhnya untuk berbaring diatas tempat tidur


setelah melakukan pemeriksaan,Vina begitu khawatir jika dia memiliki penyakit yang berbahaya


"jadi dok saya sakit apa?"tanya Vina ragu


dokter Rani tersenyum mendengar pertanyaan Vina


"nona anda tidak sakit tapi anda sedang mengandung"ucap dokter Rani dengan senyum diwajahnya


Vina dan aditya diam penuh arti


"apa dok istri saya hamil?"tanya Aditya


"iya pak selamat atas kehamilan istri anda mohon untuk menjaga asupan makanannya"ucap dokter Rani


"mas....aku hamil"ucap Vina menangis haru


"iya sayang selamat ya"ucap Aditya kemudian mencium kening Vina


"wishh selamat ya dit, sebentar lagi kamu jadi ayah"ucap Rendy menepuk bahu Aditya


"iya rend,makasih ya atas bantuannya"jawab Aditya


Vina dan Aditya segera pulang dengan perasaan yang gembira sampai sepanjang perjalanan mereka tak henti hentinya tersenyum


"sayang baik baik ya diperut mamah"ucap Vina sambil mengelus perutnya yang masih rata


"anak papah yang pinter ya, jangan nakal disana"sambung Aditya sambil memegang tangan Vina yang sedang mengelus perutnya


"terimakasih mas"ucap Vina tiba tiba sambil memeluk tangan Aditya yang sedang menyetir


"untuk?"tanya Aditya bingung


"selama ini kau selalu sabar menunggu kehamilanku bahkan kau selalu menghiburku ketika aku merasa sebagai wanita yang tidak berguna"ucap Vina menatap Aditya


"..... terimakasih juga sudah mau menerima ku sebagai istrimu"sambung Vina


Aditya menepikan mobilnya dipinggir jalan kemudian memeluk Vina


"aku yang beruntung memiliki mu sebagai istriku sayang,kau sempurna baik sebagai istri,menantu,anak dan seorang teman"ujar Aditya kemudian mencium puncak kepala Vina


"... bersama denganmu aku bisa mendapatkan senyuman yang pernah hilang dan sekarang kau akan memberiku seorang bayi mungil yang akan memanggil ku papah"tambah Aditya sambil menangis haru


Vina menyeka air mata Aditya dengan ibu jarinya


"aku mencintaimu"ucap Vina kemudian mencium lembut bibir Aditya


"udah sayang nanti lanjut dirumah aja ya,aku gamau sampe digrebek warga"goda Aditya berhasil membuat pipi Vina bak kepiting rebus


"mas mesum ah"ucap vina menunduk malu


"hahaha istriku ini sangat lucu"ujar Aditya sambil mengacak-acak rambut istrinya


Aditya dan Vina sudah sampai di mansion brawijaya


"assalamualaikum"salam Aditya dan Vina


"waalaikumsalam sayang,ayo masuk"jawab naina


mereka duduk diruang tamu dan bi Suti menyajikan secangkir teh


"bi aku gamau teh,aku mau es krim ada ga bi?"tanya Vina pada bi Suti


"oh iya non ada biar bibi ambilkan dulu"ucap bi Suti


bi Suti pergi ke dapur untuk mengambil es krim permintaan Vina dan diruang tamu semua sedang berbincang


"nak jadi kau baik kan?"tanya Rudi pada Vina


"iya pah,,,ummmm sebenarnya aku....aku sedang hamil pah"ucap Vina menunduk malu


naina dan Rudi Merasa begitu bahagia ternyata yang dikatakan Rendy semalam itu benar


"apa nak? sebentar lagi papah akan menjadi opa?"ucap Rudi girang


"aku akan menjadi oma"tambah naina tak kalah girang


"iya mah,pah"ucap Aditya


naina memeluk erat Vina dan Vina membalas pelukan ibu mertuanya


"terimakasih sayang kau sudah membawa kebahagiaan untuk keluarga kita"ucap naina sambil menangis haru


Vina melepas pelukan naina dan menatapnya


"mah sungguh aku yang seharusnya berterimakasih karena telah menjodohkan ku dengan mas Adit aku sangat bahagia bisa menjadi bagian keluarga ini"ucap Vina tersenyum manis.


bi Suti kembali dengan es krim sesuai yang Vina minta


"non ini es krimnya bibi taro sini ya?"ujar Bi Suti


"iya bi maksih ya"jawab Vina lembut


Vina segera mengambil dan memakan es krim dengan sangat lahap seperti akan ada yang mengambil es krim miliknya


"sayang pelan pelan tidak akan ada yang mengambil nya"ucap Aditya melihat Vina seperti orang yang kesurupan.


"mas ini enak banget aku suka....manisss"ucap Vina seperti anak kecil


naina dan Rudi hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat Vina dan Aditya yang akan menjadi orang tua baru.


"sudah mas"ujar Vina ketika es krimnya sudah habis


"yaudah yuk ke kamar kamu harus istirahat"ajak Aditya menarik tangan Vina


"mas"panggil Vina sambil melepas pegangan tangan Aditya


"ada apa?apa kau mau es krim lagi?"tanya Aditya bingung


Vina menggeleng membuat semua orang bingung


"gendong"ujar Vina sambil mengangkat kedua tangannya tanpa malu dengan mertuanya


"kamu gk malu yank?"tanya Aditya karena sikap


"engga,udah buruan aku mau gendong"rengek Vina seperti anak kecil


Akhirnya Aditya menggendong Vina menuju kamar mereka,naina dan Rudi hanya bisa tersenyum dan memaklumi Vina


"persis seperti mu dulu"ujar Rudi tertawa


"ish papah"jawab naina mencubit parut Rudi


"awww iya iya sayang"rintih rudi


bersambung......


assalamualaikum readers aku gak bosen bosen loh buat minta like, komen dan vote kalian,hihihi๐Ÿ˜‚๐Ÿ™


tolong bantu ya biar aku makin semangat up-nya


dan jangaj lupa mampir ke novel terbaruku


judulnya "menikah demi ayah"


terimakasih ๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š๐Ÿ™


happy reading โค๏ธ๐ŸŒบ๐ŸŒบ