My Boss My Sweet Husband

My Boss My Sweet Husband
BAB 142



1 bulan setalah Imel menceritakan tentang penyakitnya kepada Vina,selama itu pula Vina selalu mengantar Imel ke dokter untuk pengobatan.


"Mel hari ini kamu ada pengobatan tapi semua orang sedang dirumah apa yang akan kita katakan?"tanya Vina.


"kita akan katakan kita ingin pergi makan es krim dan kau yang harus mengatakannya ya anggap saja kau ngidam"jawab Imel.


"baiklah ayo"Vina menarik tangan Imel namun Imel mencegahnya.


"Vina terimaksih, terimaksih selama ini kau selalu menemani ku berobat, memberiku semangat hidup dan selalu mendoakan ku"ucap imel sambil menitihkan air mata.


Vina memeluk erat tubuh Imel dan menangis tersedu-sedu mengeluarkan semua yang mengganjal di hatinya.


"Imel sebenarnya aku tidak rela harus kehilanganmu Mel tapi jika ini keputusanmu aku akan terima tapi sebelum itu berjanjilah selama masih ada kesempatan hidup kau harus semangat"ucap Vina seraya melepaskan pelukannya.


"Vina aku berjanji akan Semangat jika memang ada kesempatan hidup tapi jika tidak ada aku mohon berjanjilah kamu akan menjaga dan menyayangi anakku seperti kamu menyayangi Al dan anakmu nanti"pinta imel.


"aku berjanji mel akan menyayangi anakmu sama seperti anakku nanti"jawab vina.


Vina dan Imel keluar dari kamar imel, berjalan menuruni anak tangga,usia kandungan Imel sudah menginjak 8 bulan dan usia kandungan Vina memasuki usia 12 Minggu atau 3bulan.


"Imel hati hati"Vina memapah Imel menuruni anak tangga.


mereka pergi ke ruang tamu dimana sedang berkumpul dan menikmati camilan sambil menonton drama.


"Mas aku dan Imel mau pergi sebentar ya"ucap vina.


"mau kemana sayang?"tanya Aditya.


"aku mau makan bakso langganan ku di depan kampus"jawab Vina.


"yaudah ayo biar aku yang antar"ucap aditya sudah bangun dari duduknya.


"jangan!!"ucap vina dan Imel bersamaan.


"kenapa kalian kompak sekali?"tanya dila.


"sayang usia kandungan kamu sudah 8 bulan tidak baik untuk mu berpergian"ucap rendy lembut.


"Rendy biarkan aku dan imel, anakku ini ingin makan hanya dengan tantenya"pinta Vina.


"aku tantenya kenapa tidak mengajakku?"tanya dila.


"usia kandunganmu hampir waktu persalinan itu akan sangat berbahaya"ucap Imel.


"sudahlah ya izinkan kami pergi ya,kami tidak membawa mobil sendiri kok kita sama pak Alif"mohon Vina.


"tapi sayang kalian berdua sedang hamil"ucap naina.


"mah kami janji akan cepat kembali"ucap Imel.


"tapi....."Rendy ingin berucap namun Imel memotongnya.


"jangan khawatir oke aku akan baik-baik saja, assalamualaikum"salam Imel kemudian keduanya pergi.


Selama perjalanan Imel tak hentinya menangis,dia ingin menghabiskan waktu bersama suaminya disaat saat terakhir hidupnya.


"Mel kenapa?"tanya Vina menepuk bahu Imel.


"aku ingin menghabiskan waktu bersama suamiku disaat terakhir umurku"jawab Imel lirih.


Vina begitu sedih bahkan sangat sedih melihat Imel, rasanya dia benar-benar tidak rela harus kehilangan sahabat yang selalu membantunya dulu.


"aku akan buat rencana agar kamu bisa menghabiskan waktu bersama rendy"ucap vina tersenyum lembut.


"Terimakasih banyak Vin"imel meletakan kepalanya di bahu Vina.


ya Allah aku mohon jangan ambil Imel dari kami buatlah dia sembuh kami sangat menyayangi dan membutuhkannya,dia adalah orang yang baik ya Allah aku mohon


Vina menengadah ke atas mencoba mencegah air matanya terjatuh.


Sesampainya di rumah sakit,mereka bergegas ke ruangan dokter Rani.


"Selamat siang dok"ucap Vina dan Imel.


"siang nona Vina dan nona Imel"jawab sapa dokter Rani.


"mari kita langsung pemerikasaan saja"ajak dokter rani.


Dokter Rani mengarahkan alat USG diatas perut buncitnya imel.


"nona lihatlah anak anda dan jenis kelaminnya adalah laki laki"jelas dr rani menujuk layar dimana ada penampakan anak Imel.


"anakku"ucap Imel begitu lirih.


"lalu bagiamana dengan penyakit saya dok?"tanya imel suaranya terdengar begitu berat.


"tumor anda semakin membesar saya mohon jauhkan makanan yang pedas dan asin itu akan mencegah pembesaran"jawab dokter rani.


Vina memangku tangannya didada menatap layar USG bergantian dengan imel yang Sedang menangis haru.


ucap Vina dalam hati.


Setelah selesai pemeriksaan mereka segera menuju penjual bakso di depan kampus mereka agar seluruh keluarga tidak curiga pada mereka.


"kita akan beli untuk semua orang dirumah"ucap vina.


"iya jangan lupa untuk sahabat mu yang cantik ini ya"Imel berucap sambil cengengesan.


"hahaha beres"jawab Vina terkekeh.


Vina memesan bakso bukan hanya untuk keluarga nya tapi juga untuk para pelayan dirumah,memang benar-benar majikan idaman para art.


"mang mau dong baksonya 10 porsi ya"ucap Vina memesan.


"eh ini teh neng Vina bukan?"tanya tukang bakso itu masih mengingat Vina.


"iya mang heheh masih ingat ya"jawab Vina tertawa.


"ya inget atuh neng masa iya lupa sama langganan setia"canda tukang bakso itu.


"10 porsi banyak amat neng"ucap tukang bakso.


"buat keluarga dirumah mang lagi pada kumpul soalnya"jawab Vina.


"hebat ih neng Vina bisa nikah sama keluarga kaya tapi emang pantes neng,neng kan cantik baik lagi siapa coba yang ngga mau"tukang bakso itu memuji vina.


"ah si mamang bisa aja"Kekeh Vina.


Setalah semua pesanannya sudah dia kembali ke mobil dan segara ke Mansion.


"ngobrol dulu ya?"tanya Imel


"iya ternyata masih inget dia hahahah"jawab Vina terkekeh.


Sesampainya di mansion mereka bergegas masuk dan ikut berkumpul di ruang tamu.


"mah ini aku beli bakso untuk kita semua"ucap Vina seraya meletakan kresek diatas meja.


"Wahh pas banget nih"ucap dila berbinar.


"bi Ijah tolong bawa mangkok ya"pinta Vina.


bi Ijah datang dengan beberapa mangkok,Vina memberikan bakso juga padanya.


"bi ini buat bibi,bi suti,bi Ina sama pak Alif tolong kasihin ya"ucap Vina.


"eh non kok repot repot"ucap bi Ijah.


"udah gak apa apa tolong ya"ucap Vina.


Vina mengambil Al yang sedang berada dalam gendongan bi suti.


"bi makan dulu gih sini Al sama aku"titah Vina.


"iya non maksih ya"ucap bi Ijah seraya mengangguk sopan.


Meraka mulai menikmati bakso yang dibeli Vina sedangkan Vina asik bermain bersama anaknya.


"anak mamah udah gede ya uhhh bulan depan usianya 2 tahun yeayy Alhamdulillah"ucap Vina Sambil mengangkat Al.


mama.....mama...


rancau Al tidak jelas seraya menarik hidung Vina dan ketika Al menendang perutnya Vina mengaduh kesakitan.


Duggg....(gatau harus apa suaranya jadi itu aja ya๐Ÿ˜‚).


"awww...awww"ringis Vina satu tangan memegangi perutnya dan tangan yang lain tetap mengendong Al.


Aditya melompat dari duduknya dan menghampiri istrinya.


"sayang mana yang sakit??"tanya aditya terdengar begitu khawatir.


"ini mas pegang Al sebentar"Vina memberikan Al pada aditya.


"kamu gak apa apa?"tanya Dila.


"engga kok cuma tadi sedikit sakit aja....Al sini sayang...hmmm kamu geregetan ya sama adek sampe ditendang....mau diajak main bola iya?boleh nanti sama papah sama anak tante Imel dan dila ya kita bikin Oma dan opa repot urus cucunya"canda vina melirik kedua mertuanya.


"wah papah sangat setuju tuh apalagi sampai bisa tim sepak bola"Ucap rudi menanggapi candaan menantunya.


"hahahahah"tawa semuanya.


BERSAMBUNG.....


MAAF YA TELAT UP SEHARIAN INI AKU SIBUK BANGET URUS TENTANG SEKOLAH๐Ÿ˜‚๐Ÿค—๐Ÿค—


YUK BANTU VOTE BIAR MAKIN SEMANGAT BUAT UP ๐Ÿ™๐Ÿ˜Š