
Dila dan imel sudah diperbolehkan pulang setalah 4 hari dirawat dirumah sakit.
"Assalamualaikum"Salam imel dan dila ketika memasuki rumah.
"Waalaikumsalam"
terlihat Vina, aditya,naina,rudi dan Al sedang duduk diruang tamu.
"hai ponakan ponakan ante"ucap Vina langsung menciumi kedua bayi mungil itu.
"kalian sedang membicarakan apa?"tanya aldo seraya mendudukkan bokongnya.
"kami merencanakan untuk merayakan pesta ulangtahun Al lusa ya sekalian acara marhaban anak kalian"jawab aditya.
"Bagaimana apa kalian setuju?"tanya rudi pada aldo dan rendy.
"iya pah tentu saja"jawab aldo dan rendy mengangguk tanda memiliki jawaban yang sama.
"Oh iya mamah sudah menghubungi yayasan asisten rumah tangga untuk mencari baby sitter biar bisa bantu bantu kalian untuk mengurus anak"ucap naina.
"sebenarnya itu tidak perlu mah karena kami bisa kok mengurus sendiri"ucap Dila.
"tidak apa apa jadi kalian akan banyak istirahat dan bisa bikin adik untuk anak anak kalian"ucap naina dibumbui candaan.
"Astagfirullah mamah"Vina beristighfar mendengar perkataan ibu mertuanya sedangkan yang lain hanya terkekeh.
"gak apa apalah Vin lagian papah kan emang mau bikin tim sepak bola"sahut rudi semakin membuat seisi ruang tamu tertawa tak terkecuali para bibi yang mendengarnya.
"Alhamdulillah ya bi kebahagiaan keluarga ini kembali lagi"ucap bi suti pada bi Ijah.
"iya bi seneng saya lihat keluarga ini,belum pernah saya kerja sama keluarga sebaik mereka"saut bi Ijah.
"Semoga keluarga ini Selalu dalam Kebahagiaan setelah melewati berbagai ujian hidup"ucap bi suti diamini bi Ijah.
Imel membawa anaknya masuk ke dalam kamar,dia menyusui sambil memandangi wajah tampan dan mungil anaknya itu.
"Sayang Alhamdulillah mamah masih diberi kesempatan untuk merawat dirimu nak"ucap imel sambil membelai pipi baby revan dengan ibu jarinya.
Rendy keluar dari kamar mandi dan Melihat imel yang sedang menangis,dia mengerti bahwa saat ini dia menangis bahagia.
Cup
Rendy mencium pipi baby revan dan kening Imel bergantian.
"Terimakasih sayang"ucap rendy.
"untuk?"tanya imel tidak mengerti.
"kebahagiaan ini,anak ini dan istri sebaik ini"jawab rendy memperjelas.
Cup
"semua adalah kehendak-nya aku juga sangat bersyukur masih bisa merasakan kasih sayang dari mu"ucap imel setelah mencium hidung mancung Rendy.
Disisi lain Dila dan Aldo juga sedang menikmati saat saat bahagia setelah memiliki anak.
"kamu lihat aku yang mengandung tapi malah wajahnya mirip denganmu"pekik dila.
"iya hahaha takut gak diakuin kali"jawab aldo tertawa.
"kamu tahu saat aku melihatmu dirumah sakit untuk pertama kalinya aku sudah jatuh hati dan terpesona dengan ketampanan mu tapi aku tidak pernah berpikir sampai sejauh ini aku akan menikah bahkan memiliki anak bersamamu"ucap dila mengingat masa lalu.
"semua sudah diatur oleh skenario nya (Author yang cantik ini pastinya ππ)."ucap aldo kemudian mencium kening dila.
Keesokan harinya semua sedang mempersiapkan acara ulang tahun Al dan acara marhabanan baby bagas dan baby revan, mereka hanya mengundang tetangga komplek dan ustadz untuk membacakan doa.
Ketika sedang membantu naina menyiapkan makanan tiba tiba aditya datang membawa Al yang sedang menagis.
Mama....mama....mama....
Al memanggil vina meminta gendong padanya.
"Al kenapa menangis sayang?"tanya Vina kemudian langsung menggendong nya.
"gak tau sayang mungkin dia mau nyusu"jawab aditya.
"Yaudah sini mas aku bawa ke kamar"ucap Vina membuka tangan nya untuk menggendong Al.
Vina membawa Al ke kamar dan menyusuinya dia berpikir Mungkin saja dia mengantuk.
"bobo ya sayang"ucap Vina sambil menepuk nepuk pantat Al.
Al tetap tidak mau diam, kakinya menendang kesana kemari dan....
bughh
Al menendang bagian perut vina, Vina hanya bisa meringis menahan sakit tapi tetap terus menepuk pantat Al.
"Sayang cup...cup...cup"Al tetap tidak mau diam dia terus menangis dan merengek.
"Sayang kamu kenapa?"tanya aditya menghampiri Vina.
"Gak apa apa mas"Jawab Vina berbohong.
"tapi kamu kesakitan gitu"tutur aditya.
Aditya duduk ditepi ranjang dan mengelus perut Vina,merasa Al sudah tertidur Aditya berbaring di samping Vina dan mencium serta ******* bibir Vina.
Vina membalas ciuman suaminya membiarkan tangan aditya yang awalnya berada diperut kini sudah naik diatas perut tepatnya gundukan kembar.
Setalah puas bercinta vina tertidur sedangkan aditya pergi ke ruang kerjanya bersama aldo setelah membersihkan diri sehabis bercinta dengan vina.
"Al besok adalah acara anak anak kita tolong pinta beberapa penjaga untuk berjaga di depan"perintah Aditya.
"kau yakin dia akan kembali?"tanya aldo.
"Aku tidak tahu ya meski terakhir bertemu dia mengatakan tidak akan menganggu lagi tapi tetap saja kita harus waspada"jawab aditya.
"baikah besok aku akan suruh beberapa orang berjaga didepan"tutur aldo dan Aditya mengangguk.
_
ππππ
Acara dimulai dengan pembacaan doa dari ustadz dan para tamu.
"selamat ya nyonya naina seneng banget bisa punya cucu 2 sekaligus"ucap teman naina.
"iya makasih ya Alhamdulillah bisa barengan gini"jawab naina.
"mah makanan sudah siap lebih baik sekarang makan dulu"ucap Vina menghampiri naina dan teman temannya.
"iya sayang,eh ayo kita makan dulu"ajak naina pada semua teman sosialita nya.
"Wahh anak kamu ganteng banget Vin"ucap imel melihat Al menggunakan setelan baju Koko lengkap dengan peci.
"iya dong lihat bahan baku nya aja yang paling berkualitas"jawab Vina menyombongkan diri.
"iya saking berkualitas lihat tuh udah melendung lagi"sindir dila.
"hahahaha"tawa Vina dan Imel.
Suami mereka menghampiri dan bertanya karena heran melihat istri mereka tertawa lepas.
"Ada apa sayang kenapa kamu tertawa begitu?"tanya aditya.
"tidak mas hanya percakapan unfaedah para wanita"jawab Vina sedangkan Aditya hanya menatap tidak mengerti dengan perkataan vina.
"pasti tidak jauh dari masalah ranjang kan"celoteh rendy yang sedang menggendong baby Revan.
PLAKKKK...
"pikiranmu ranjang terus"pekik imel memukul bahu Rendy.
"ya bagus dong sayang memang soal itu adalah hal pertama"ucap rendy.
"Ayo lebih baik kita makan dulu sejak tadi kita semua belum makan"ajak aldo diiyakan semuanya.
Tamu tamu perlahan mulai pergi, Aditya dan aldo saling melirik berkode 'Ternyata dia tidak datang'.
Aditya memejamkan matanya tanda mengiyakan, karena lelah mereka semua memutuskan untuk masuk ke kamar masing-masing.
Malam hari Vina sedang asik memasak untuk makan malam, tiba tiba perutnya terasa melilit, mungkin hanya kontraksi kecil batin Vina.
Vina tetap melanjutkan aktivitas masaknnya meski merasa sakit.
"Mas ayo turun kita makan dulu"ajak vina ketika sudah berada dikamarnya.
Aditya mengangguk kemudian mengandeng tangan vina menuju meja makan.
Semua duduk manis di meja makan,dilihat Vina banyak sekali memasak sayur untuk memperlancar air susu dila dan Imel.
"banyak banget sayurannya"ucap Imel matanya menatap makanan yang tertata di meja.
"ya tentu saja kalian ibu menyusui harus banyak makan sayur agar asi kalian lancar"jelas Vina.
Mereka begitu menikmati masakan yang dibuat naina, ketika keheningan menyerang rudi membuka suaranya.
"oh iya papah lupa bilang, lusa papah dan mamah akan pergi ke amerika untuk melihat risa dan rafly dan juga mamah kalian sudah menelepon yayasan asisten rumah tangga besok mereka akan mengirimkan untuk membantu kalian menjaga anak anak"ucap rudi ditengah keheningan.
"asisten rumah tangga kita sudah lebih dari cukup pah,apa tidak kebanyakan jika mengambil asisten lagi??"tanya Vina.
"tidak Vina, dia bisa bantu mengurus rumah dan anakmu"jawab naina.
BERSAMBUNG.......
JANGAN LUPA LIKE DAN VOTE YA BIAR AKU MAKIN SEMANGAT BUAT UP πππ