My Boss My Sweet Husband

My Boss My Sweet Husband
BAB 195



Setalah kembali dari kamar vina,aldo dan dila langsung ke kamar mereka tanpa menjemput bagas.


"Kita ambil Bagas dulu kasihan mamah pasti kecapean"ucap dila pada aldo yang tiba tiba menutup pintu.


"Aku kangen sama kamu sayang"bisik aldo manja dengan memajukan bibirnya meminta cium.


"ini apa nih maju maju,minta di tabok?"tanya dila membuat aldo semakin menekuk wajahnya.


"ishh gak peka deh,minta dicium tau bukan di tabok"saut aldo.


"Hahaha lagian lucu banget bibirnya kaya soang, nyosor aja"tawa dila kemudian menangkup wajah suaminya dan ciuman yang diinginkan aldo mendarat sempurna di bibirnya.


Ciuman, hisapan dan belitan terjadi antara keduanya,Aldo yang memang merindukan tubuh istrinya menjatuhkan dila ke atas ranjang dengan posisi terlentang Setalah itu... You know lah 🤣


Dilain kamar vina berbaring sedangkan aditya pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri,hujan diluar begitu deras suasana dingin mengundang keromantisan dalam diri vina.


Ceklek


Aditya dengan lilitan handuk dipinggangnya memperlihatkan perut kontak kotak dan rambut basah yang membuatnya terlihat wow bau harum maskulin memanggil vina untuk mencium rambut suaminya.


"mas udah selesai?"tanya vina memandang intens suaminya.


"udah sayang, kamu mau mandi juga??"tanya aditya berbalik.


Tatapan Vina yang intens membuat smirk terlukis di wajah aditya.


"Kenapa melihatku begitu hmm??"aditya melempar handuk kecil yang tadi ia gunakan untuk mengeringkan rambut kemudian berjalan mendekati vina..


Vina menggelengkan kepalanya kemudian mengalungkan tangannya di leher aditya membuat wajah keduanya begitu dekat.


Cup


"Aku mencintaimu sayang"bisik vina sambil mencium dan menggigit telinga suaminya.


"aku juga mencintaimu"balas aditya yang juga berbisik kemudian mencium bahu istrinya.


5 menit,10 menit,15 menit Aditya tersadar dan segera menjauh dari vina membuat vina heran karena aditya tidak seperti biasanya.


"Kenapa mas???"tanya vina.


"sayang aku lupa aku harus keluar untuk mengambil Al kasihan mamah dan papah sejak pagi mereka menjaganya"ucap aditya dengan mode gugup.


"Setidaknya 1 kali tidak apa apa kan mas?"tanya vina tersenyum dan mengedipkan sebelah matanya.


"Kamu baru keluar dari rumah sakit sayang tidak baik untuk melakukan itu"balas aditya lembut.


"Aku kan hanya kelelahan sayang tidak akan berakibat serius"jawab vina menangkup wajah aditya.


"aku keluar dulu ya"ucap aditya melepas tangan vina yang ada di wajahnya kemudian ingin keluar namun langkahnya terhenti ketika vina memanggilnya.


"mas mau keluar seperti itu?"tanya vina.


"iya kenap.....,"belum selesai aditya bicara dia menyadari bahwa saat ini dia hanya menggunakan lilitan handuk.


"hehehe lupa sayang"Aditya cengengesan sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


"Dasar,ya udah sana ganti baju abis itu baru ambil Al"tutur Vina kemudian merebahkan tubuhnya membelakangi aditya yang sedang berpakaian.


Ceklek


Pintu tertutup aditya sudah keluar dari dalam kamar,Vina menatap kepergian suaminya dengan sendu tidak biasanya aditya akan menolak ajakannya justru biasanya dia yang selalu memaksa vina untuk bermain.


"Biasanya kalo aku suruh kamu pake baju kamu gak mau dan lebih meluk aku tapi ini...."gumam vina membuang nafasnya pelan.


Vina kembali merebahkan tubuhnya mungkin apa yang dikatakan Aditya benar saat ini dia baru keluar dari rumah sakit jadi dia tidak mau membahayakan nyawa anak dan istrinya.


30 menit aditya kembali dengan Al yang langsung berhamburan ke pelukan sang mamah.


"mama???!???"panggil Al heboh kemudian naik dan memeluk vina.


"hei anak mamah kenapa?? tumben peluk peluk mamah"tanya vina mendudukkan Al di paha sebelah kanannya.


"Dede Napa???"tanya Al menepuk pelan perut vina.


"gak kenapa napa sayang,Dede cuma butuh istirahat"jawab Vina mencium pipi anaknya.


"Al bobok ya sama mamah,papah ada pekerjaan dengan om aldo dan om rendy"ucap Aditya.


"iya papa"


"sayang aku keluar dulu ya, kamu istirahatlah"ucap Aditya kemudian mencium kening Vina lama.


Vina memejamkan matanya menikmati ciuman hangat dari bibir aditya.


"iya mas jangan terlalu malam ya dan cepat istirahat"jawab vina dengan senyum lembut diwajah nya.


Pagi pagi sekali mereka sudah pergi ke bandara bersiap untuk pulang ke Jakarta.


"gak beli oleh-oleh dong mah"ucap aldo pada naina.


"engga usah udah kenyang mamah ngeliatnya di sepanjang jalan kemarin"ujar naina yang kemarin berkeliling Surabaya bersama Al dan suaminya.


"namanya juga kotanya mah ya sepanjang jalan banyak itu lapis Surabaya"saut Aditya.


Vina hanya diam tak mengeluarkan suara sama sekali, pikirannya mengarah pada aditya.


"aku yakin mas ada yang kamu sembunyikan dariku" batin vina.


Dering telepon membuyarkan lamunan vina begitupun yang lain beralih menatap vina.


"Halo Bu???!!!"pikiran tentang suaminya hilang setelah sang ibu yang sudah berbulan-bulan tidak ia temui.


"Halo sayang apa kabar nak???"


"aku baik bu,kapan ibu kesini bersama Iqbal? aku merindukan kalian"


"Minggu depan ibu dan Iqbal kesana nak maaf ya karena selalu mengundur datang"


"iya bu tidak apa apa,oh iya aku dan yang lain sedang berada di surabaya"


"benarkah,bisa berikan teleponnya pada ibu mertuamu nak"


Vina memberikan ponselnya pada naina, entah apa yang sedang mereka bicarakan sampai akhirnya seorang perempuan cantik yang pastinya seorang pramugari menginstruksi keluarga itu untuk masuk ke dalam pesawat karena pesawat akan take off sebentar lagi.


"Ini nak"naina memberikan ponsel vina padanya.


"Kamu mau minum?"tanya aditya pada Vina.


*****


4 hari setelah kepulangan mereka dari Surabaya, aditya selalu mencari alasan untuk menjauhi istrinya bukan karena alasan dia melakukan itu.


"Dit 4 hari ini kau selalu pulang malam,kasihan istrimu pasti dia khawatir"ucap Aldo pada aditya yang masih sibuk membolak-balik berkas padahal jarum jam sudah menunjukan pukul 19:00.


"pekerjaanku banyak do dan itu harus segera diselesaikan, kau pulang saja"saut aditya.


"bukan karena pekerjaan dit, aku tahu kau menghindari vina"ucap aldo dengan nada dingin.


"Kau sendiri tahu kenapa aku melakukan hal itu, kau tahu aku selalu tersiksa jika melihatnya tapi aku juga tidak mungkin menyiksanya atau itu akan berakibat fatal pada kandungannya"jelas aditya membanting berkas yang ia pegang tadi.


"aku rasa kau harus memberitahu yang sebenarnya dit"ucap aldo.


"Tidak"jawab aditya singkat.


"jika terus begini maka kau yang akan tersiksa setidaknya kalian bisa mencoba dengan perlahan kan"nasihat aldo.


"Aku tidak mau ambil resiko do,vina cukup menderita karena ku malam itu dan aku tidak mau membuat nya menderita lagi"jawab Aditya.


"memang kau tahu jika saat ini vina tidak tersiksa? istriku selalu mengatakan bahwa vina merindukanmu sentuhan suaminya dit yaitu kamu"ucap aldo mulai emosi.


"kau pikir aku tidak merindukannya?bahkan setiap aku mencium keningnya aku selaku ingin mencium seluruh wajahnya"ucap aditya dengan nada tinggi.


"sekarang ayo kita pulang"ajak Aldo menarik tangan aditya.


Sedangkan dirumah vina,dila dan Imel sedang berbincang sambil mengamati anak mereka yang sedang asik dengan mainannya sendiri.


"aku merindukan suamiku"ucap vina lirih.


"Sabat Vin mungkin saat ini suamimu sedang sibuk kerja karena itu dia selalu pulang telat"ucap dila.


"Dia selalu pulang malam bahkan....,"vina tak melanjutkan perkataannya namun dila masih mengerti apa yang dimaksud vina.


"Tentu saja dia melakukan itu vin karena dia tidak mau nyawamu dalam bahaya"Cerocos imel.


"maksudmu?"tanya vina membuat dila menepuk jidatnya sedangkan imel menutup mulutnya dengan tangannya.


"Bukan apa apa Vin kaya gak tahu Imel aja mulutnya kan kaya petasan merepet aja"jawab dila.


"kalian nyembunyiin sesuatu dari ku?"tanya vina dengan tatapan mata menyidik.


"tidak Vin tidak ada yang kami sembunyikan kok tadi aku hanya salah bicara"jawab imel ketar ketir.


"Sekarang aku mengerti,apa yang dokter katakan???"tanya Vina menganggukan kepalanya berkali-kali.


"dokter? maksudmu dokter siapa?"tanya dila.


"Berhenti berbohong!aku sudah mengerti semuanya sekarang katakan apa yang dokter katakan?"tanya vina menaikan suaranya bahkan Al sampai menengok ke arah vina.


"bi Suti???"panggil dila.


"eh iya non?"


"Tolong bawa anak anak ke kamar mereka ya ada yang mau kami bicarakan"ucap dila.


Setalah kepergian bi suti imel dan dila saling melirik,menarik nafas mereka dan sama sama menatap Vina yang juga menatap mereka tajam.


"Katakan"ucap vina langsung.


"Vin dokter mengatakan bahwa kamu mengalami pendarahan sedang karena malam dimana aditya terpengaruh obat gila itu dia jadi bermain kasar denganmu dan itu semua membuat kandunganmu dalam bahaya.Dokter bilang Aditya tidak boleh menyentuhmu selama setidaknya beberapa Minggu karena itu akan sangat berbahaya untuk kandungan mu dan juga keselamatanmu"jelas Imel.


"Kenapa kalian tidak bilang padaku? pasti mas adit merasakan hal yang sama denganku dia melakukan itu karena takut membahayakan kandungan ku"tanya vina kemudian pergi meninggalkan dila dan Imel.


"Sekarang harus gimana?"tanya imel meremas jarinya.


"vina dan aditya mereka berdua sangat bijak aku rasa keduanya akan menemukan jalan keluar"ucap dila.


"Assalamualaikum"salam aditya dan aldo yang baru pulang.


"Waalaikumsalam"


"dit kau harus pergi ke kamar"ucap dila cepat.


"kenapa?dimana Vina?"tanya aditya.


"sayang semua baik baik saja kan?"tanya aldo melihat raut kekhwatiran diwajah istrinya.


"Ada apa ini??"tanya rendy yang baru pulang dan melihat keempat orang itu sedang berbincang.


"Aku tanpa sengaja mengatakan hal yang dokter katakan waktu itu"ucap imel menunduk.


"maksud kamu??"tanya rendy.


"dit kau ke kamar saja pasti saat ini vina sedang sedih"ucap Aldo.


Aditya segara menaiki anak tangga menuju kamarnya, pintu kamar terbuka sedikit aditya mengintip dari celah pintu terlihat vina sedang duduk disudut kamar sambil menunduk meremas tangannya.


Kreekkkk


pintu dibuka dengan pelan oleh aditya,jas dan tas ia lempar ke sofa, berjalan mendekati vina sambil mengendorkan dasi yang mengalung indah dilehernya.


"Sayang???"panggil aditya pelan.


"hiks... hiks.... maaf mas"lirih Vina masih menunduk sambil terisak.


"Aku yang seharusnya minta maaf sayang"ucap aditya memegang dagu Vina dan menatapnya dalam.


"kenapa kamu tidak jujur dan membuatku berprasangka buruk padamu mas"ucap vina dengan kepala naik turun sedikit karena isakan nya.


"aku tidak mau membuatmu khawatir sayang dan kamu pasti akan tetap memaksaku untuk melakukannya meski itu berbahaya untukmu seperti malam itu, seharusnya kamu jangan datang ke kamarku andai saja tidak kamu pasti tidak akan merasa kesakitan"ucap aditya mencium punggung tangan vina dengan beberapa tetes cairan bening mengalir di pipinya.


"Andai saja aku tidak datang mungkin sekarang aku sudah kehilanganmu mas,aku lebih baik kesakitan karena cinta mu dibanding sakit karena kehilanganmu.Apapun yang situasinya aku adalah istrimu,aku akan memberikan segalanya demi kebahagian mu sayang dan hanya aku yang berhak melakukan itu padamu"balas vina mengelus pipi Aditya menghapus air mata yang mulai membasahi wajah tampan suaminya.


"Kamu memberiku cinta yang tiada tandingannya mas yang bahkan aku sendiri tidak pernah bayangkan sebelumnya"lanjut vina.


"Dan kamu melakukan hal yang sama bahkan aku ingin selalu bersama denganmu,apa aku boleh egois sayang?aki ingin hidup selamanya bersama kamu"ucap Aditya menangkup wajah vina dan mencium keningnya.


Vina semakin terisak,dia tidak menyangka akan mendapatkan suami yang begitu mencintainya lebih dari apapun, kebahagiaan yang tidak pernah ia bayangkan sebelumnya kini ada di depannya suaminya aditya.


"AKU INGIN HIDUP SELAMANYA BERSAMA KAMU MAS MESKI AKU TAHU ITU SEMUA TIDAK AKAN MUNGKIN BISA" Vina brawijaya 😢❤️


Kalo detik detik tamat gimana nih?? setuju gak???


BERSAMBUNG......