My Boss My Sweet Husband

My Boss My Sweet Husband
BAB 132



Seperti kata Vina tadi lagi, setalah sarapan dia ikut ke kantor suaminya dan menitipkan Al pada Imel dan Dila.


"Maaf ya ngerepotin kalian terus"ucap Vina merasa tidak enak.


"yailah kamu Vin kaya sama siapa aja, kita seneng kok bisa main sama Al"jawab dila.


"iya barang kali anak kita bisa mirip sama Al hihihi"ucap Imel terkikik geli.


"hahhaa baiklah terimaksih,aku pergi dulu assalamualaikum"salam Vina kemudian keluar menyusul Aditya dan Aldo yang sudah menunggu di mobil.


Di dalam mobil aditya tak mau melepaskan genggaman tangannya dari tangan Vina.


"mas lepas sebentar aku mau menguncir rambutku"pinta Vina.


"tidak usah sayang kamu lebih Cantik di gerai"ucap aditya kemudian menciumi tangan Vina.


Aldo yang Sedang mengemudi hanya melengos Melihat aditya yang sangat manja itu.


Sesampainya di kantor Aditya benar benar tidak melepaskan genggaman tangan nya, banyak karyawan yang memberi hormat pada Vina dan 2 lelaki tak berekspresi itu.


"mas setidaknya jawab sapaan mereka"tutur vina.


"sudah sayang jika aku menjawab dengan kata kata manis mereka pasti akan baper"jawab aditya.


"kamu ini merasa sangat tampan sekali hm?"tanya vina.


"iya"jawab aditya tersenyum manis kemudian mencium singkat bibir istrinya.


Di dalam lift Aldo hanya berdiri seperti pengawal Vina dan aditya dia mengumpat dalam hati.


Aditya ingin sekali aku rasanya memukul bibirmu itu apa tidak sadar jika aku ada disini


sesampainya di lantai 15 lebih tepatnya ruangan aldo dan Aditya, aldo pamit ke ruangan nya untuk melakukan pekerjaan.


"dit, Vin aku ke ruangan ku dulu"ucap Aldo.


"ya sudah sana sana"usir aditya mengibaskan tangannya.


Sesampainya di ruang kerja, Aditya menyuruh Vina duduk selagi dia menyelesaikan beberapa pekerjaan nya.


"mas bukankah kamu bilang mau meeting?"tanya vina.


"iya sayang tapi sambil menunggu klien aku menandatangani beberapa berkas ini"jawab aditya.


"oke baiklah"ucap Vina manggut-manggut.


Selama Aditya meeting Vina hanya duduk sambil memainkan ponselnya sesekali melirik ke sisi ruangan dimana dulu dia pernah dimarahi aditya.


"Mas dulu kamu sangat jutek padaku tapi justru takdir berkata lain kamu sekarang adalah suamiku"gumam Vina mengingat masa lalu.


Dirumah brawijaya,dila,naina dan Imel sedang bermain bersama Al di ruang tamu.


"eh iya dil, tan aku harus ke rumah sakit tadi rendy telepon katanya mau makan siang bareng"ucap Imel.


"ya sudah nak pergilah dengan pak Alif ya jangan membawa mobil sendiri"tutur naina.


"iya tante"jawab Imel kemudian masuk ke dalam kamarnya untuk berganti pakaian.


_


_


Setalah 2 jam lamanya akhirnya aditya kembali ke ruangan, dilihat istrinya tertidur dengan posisi yang tidak nyaman.


"sayang???"panggil aditya membelai wajah Vina membuat vina bangun.


"eh mas maaf aku ketiduran,apa sudah selesai?"tanya Vina.


"iya sayang sudah"jawab aditya.


"Ayo pulang"ajak Vina menarik tangan aditya.


Aditya diam tidak menolak,karena masih ada pekerjaan Aldo tidak ikut pulang jadi Aditya yang mengemudikan mobilnya sendiri.


"sayang aku mau makan"rengek aditya.


"iya sayang ayo kita cari resto dekat sini"jawab vina tapi aditya menggeleng.


"kenapa?"tanya Vina melihat aditya menggeleng.


"mau makan asinan bogor"ucap Aditya.


"oh iya ada di depan kampus aku aja enak loh"tawar Vina tapi lagi lagi Aditya menggeleng.


"kenapa mas? katanya mau asinan bogor ayo kita beli"ucap Vina merasa aneh suaminya menggeleng lagi dan lagi.


"iya mau makan asinan bogor tapi harus makan di kota asalnya"aditya memperjelas keinginannya.


mata terbelalak mendengar permintaan suaminya.


"maksud kamu kita ke bogor"tanya Vina terkejut.


"iya"jawab Aditya dengan entengnya.


"sayang itu akan butuh waktu lama aku takut Al menangis"ucap Vina memberi kode penolakan.


"tidak akan sayang Al adalah anak yang baik dia tidak akan rewel bersama nenek dan kedua tantenya"ucapan aditya membuat Vina hanya membuang nafasnya dan mau tidak mau dia harus menuruti kemauan suaminya.


"iya baiklah ayo kita ke bogor"ucap Vina mengalah.


Akhirnya sampai di tempat oleh oleh khas bogor dimana ada asinan tentu nya.


"mba mau asinannya 2 porsi ya"ucap Vina pada penjual asinan.


"mba??"panggil Vina melambaikan tangannya pada penjual asinan.


"eh iya maaf teh apa tadi?"tanya penjual asinan itu tersadar.


"Asinan nya 2 porsi dibungkus aja"ketus Vina tau wanita di depannya ini sedang mencari perhatian suaminya.


"sayang aku mau makan disini loh kenapa dibungkus"ujar aditya.


"kita akan makan dimobil"jawab Vina tanpa menatap Aditya.


"Tapi....."ucapan Aditya berhenti karena tatapan tajam Vina.


rencana awal adalah hanya membeli asinan?tapi ketika sampai dan melihat banyak makanan lezat Aditya merengek minta semua makanan khas bogor itu salah satunya adalah toge goreng.


"Sayang kita makan disini ya"ucap aditya.


"Iya"jawab Vina mengangguk tersenyum.


sebenarnya Vina sangat lelah tapi dia juga tidak tega harus menolak kemauan suaminya apalagi aditya sedang ngidam anaknya juga.


Sekitar 10 jenis makanan khas bogor yang aditya makan dan juga bungkus bahkan Vina sendiri pusing dibuatnya.


"sayang ayo pulang aku sudah kenyang"ajak aditya.


"benar sudah puas?"tanya Vina memastikan.


"iya sayang sudah"jawab Aditya memperjelas.


Karena terlalu lelah Vina tidur sepanjang perjalanan, terlihat Sekali dari wajahnya bahwa dia sangat lelah dan itu membuat aditya merasa bersalah.


"Sayang maaf"ucap aditya lirih sambil membelai rambut Vina.


Vina membuka matanya dan menatap suaminya yang sibuk mengemudi terlihat mereka sudah berada di tol.


"mas maaf ya aku ketiduran"ucap Vina membenarkan posisi duduknya.


"tidak apa-apa sayang"jawab aditya.


Mereka sampai di mansion pukul 20:00 terlihat semua orang sedang bersantai di ruang tamu.


"Assalamualaikum"salam Vina dan aditya.


"waalaikumsalam"


"Vina, aditya kalian dari mana saja jam segini baru kembali?"tanya Rudi.


"maaf pah tadi aku mengajak Vina makan asinan dulu"jawab aditya.


"makan asinan selama seharian ini?"tanya rendy.


"iya karena aku makan asinan bogor di kota asalnya langsung"jawab aditya membuat semua nya terkejut.


"kau ke bogor demi asinan?"tanya aldo terkejut.


"hmm tidak,aku makan semua makanan khas bogor"jawab Aditya.


"ini aku juga membungkusnya untuk kalian"Aditya meletakan tentengannya di meja.


"wah aku mau asinan nya"Imel langsung mengambil mangkuk di dapur untuk menaruh asinan nya begitu juga dengan dila.


Karena kelelahan Vina hanya tersenyum tanpa ikut makan bersama yang lain membuat semuanya melihat kearahnya.


"sayang kamu gak mau?"tanya aditya.


"engga mas, mas aku ke kamar ya mau istirahat"ucap Vina.


"Sayang maaf"ucap aditya menunduk.


"kenapa minta maaf mas?"tanya Vina menangkup wajah aditya.


"karena aku kamu pasti kelelahan kan"jawab aditya menatap Vina dengan rasa bersalah.


"tidak sayang aku hanya sedikit lelah,sudah ya lanjutkan makan nya aku senang melihatmu bahagia tadi.Lagipula kamu sedang ngidam anak ku juga"jelas Vina.


"nak kau yakin tidak apa apa?"tanya rudi.


"iya pah aku tidak apa apa"jawab Vina.


"mamah maaf ya merepotkan sini biar Al sama aku"vina ingin menggendong Al namun karena tidak tega melihat menantunya naina menolak memberikan Al.


"sayang biar Al sama neneknya kamu istirahat aja ya"tolak naina.


"beneran mamah gak lelah?"tanya Vina.


"iya Vina pergilah istirahat Al akan bersama nenek dan tantenya"tutur dila.


"baiklah semuanya aku ke kamar dulu ya"pamit Vina menuju kamarnya.


_


hai gimana???bagus gak ceritanya belakangan ini? aku harap kalian gak kecewa sama aku ya 😒😒


kalo memang ada kekurangan bisa komen dan aku akan mempercepat menamatkan cerita ini😫😫


semoga kalian tetap suka ya jadi aku akan selalu berusaha memperbanyak bab πŸ˜‡πŸ˜βœŒοΈ


BERSAMBUNG.......


happy reading 😍❀️🌺