
"bisa lepas"ucap imel melepas pegangan tangan Rendy.
"Maaf"ketiga pria itu menunduk seperti anak yang meminta maaf pada ibunya.
"Hahahahahhaha"tawa Vina dan kedua sahabatnya pecah melihat ekspresi suami meraka yang terlihat lucu seperti anak kecil.
Ketiganya tertawa lepas membuat suami mereka mengerenyitkan dahinya.
"kenapa kalian tertawa?"tanya ketiganya kompak.
"kalian itu lucu"jawab Imel masih diselingi tawa.
"ya ampun ternyata kalian bucin sekali"tutur Dila.
"kami tidak marah pada kalian karena kami tau kalian terkenal sikap dingin dan cuek pada wanita bahkan tidak sedikit orang menganggap kalian GAY"jelas vina.
"Astagfirullah sayang aku kan udah nikah masa iya aku GAY"ucap Aditya.
"iya Vin kita semua sudah punya istri"sambung rendy.
"mana mungkin pria tampan seperti kami ini GAY"tutur Aldo.
"kan aku bilang dulu bukan sekarang haiss kalian tuh"ucap Vina membuang nafasnya kasar.
"jadi kamu gak marah kan sayang?"tanya aditya memeluk bahu Vina.
Cup
"engga sayang"ucap Vina setelah mencium pipi aditya.
"lalu semalam kamu kenapa diemin aku?"tanya aditya.
"itu karena kami sepakat akan mengerjai kalian hahahah"jawab Vina dan kedua sahabatnya kompak.
FLASHBACK ON
Vina memutuskan kembali ke kamarnya begitu juga dengan Imel dan dila,mereka saling berbicara melalui grup WhatsApp yang sudah dibuat sejak Meraka kuliah dulu.
Imelda beliana
"aku kesel ah masa mereka enak enakan sama perempuan lain sedangkan aku istrinya di suruh diam dikamar"
Dila Anggraeni
"sama aku juga aku mau kasih pelajaran buat mereka karena sudah berani main dibelakang"
Vina Syafira
"ciwi ciwi tenang dulu mereka itu gak selingkuhan kok aku kenal mereka,mereka terkenal dingin dan cuek pada wanita aku rasa kita salah paham pada mereka"
Imelda beliana
"Vin jangan bela mereka terus ah kan kamu sendiri yang lihat mereka tadi"
Dila Anggraeni
"iya bener tuh kata Imel kamu jangan belain mereka"
Vina Syafira
"oke oke tenang sekarang bagaimana jika kita diami suami kita sampai mereka meminta maaf sendiri"
Imel dan Dila
"Aku setuju"
FLASHBACK OFF
"oh jadi itu rencana kalian?"tanya Aldo.
"iya"jawab ketiga nya bangga.
"sayang ikut aku kamu harus dihukum"aldo menarik tangan dila menuju kamarnya.
"kamu juga ayo ikut"rendy melakukan hal yang sama pada istrinya.
"hei jangan begitu kami kan hanya bercanda lepaskan dia"Vina ingin mengejar keempat orang itu namun aditya menariknya.
"biarin aja mereka sekarang kamu juga harus dihukum mumpung Al sedang tidur"ucap aditya mengunci pintu kamarnya dan menatap Vina dengan tatapan sulit diartikan.
"Mas kenapa menatap ku begitu??"tanya Vina semakin mundur karena aditya perlahan mendekati nya.
"aku ingin memberimu hukuman karena sudah berani mengerjai ku"ucap Aditya menarik tangan Vina Sampai terbaring di kasur.
kini posisi mereka Aditya berada di atas tubuh Vina, dibelainya rambut Vina penuh kelembutan perlahan namun pasti aditya mencium bibir Vina dengan penuh cinta.
"Aku akan menghukum mu, seharian ini kita akan menghabiskan waktu di kamar saja"bisik Aditya.
Aliran darah Vina mengalir dengan cepat apalagi ketika Aditya sudah menciumi bahkan mengigit lehernya.
"mas....???"panggil Vina sensual.
"aku tidak akan melepaskan mu sayang"ucap aditya seraya membuka seluruh pakaian istrinya.
Vina diam tak melawan dia pasrah dengan apa yang akan dilakukan Aditya pada tubuhnya.
Permainan aditya membuat pikiran Vina tak karuan dia hanya mengikuti permainan Aditya sampai meloloskan desahan dari bibir nya.
Dikamar lain dila duduk sambil memainkan jari tangannya sedangkan aldo berdiri di depannya Sambil berpangku tangan.
"jadi semalam kamu ngerjain aku?"tanya aldo.
"emmm"dila mengangguk dia hanya menunduk sambil terus memainkan jari tangannya.
Aldo berjongkok dihadapan dila, membelai wajah cantik dila dan berbisik.
"Aku akan menghukum mu,seharian ini kamu hanya akan bersamaku dikamar"bisik aditya.
Dila mengangkat kepalanya dan menatap aldo,Aldo langsung mencium bibir dila dengan penuh nafsu.
Terjadilah pergumulan antara dila dan aldo sama seperti Vina dan aditya.
Imel diam tidak bicara pada suaminya sedangkan rendy duduk di samping Imel sambil berpangku tangan.
"aku akan menghukum mu dengan ini"ucap rendy mengelus paha mulus Imel.
"Ap.."sebelum Imel bertanya rendy sudah menghujani Imel dengan ciuman.
Benar perkataan tiga pria perkasa itu, mereka tidak membiarkan istri mereka untuk keluar kamar bahkan hanya itu makan saja di bawa ke kamar.
Vina sedang bermain ponsel nya chatting dengan Imel dan dila.
"Aku bosan dikamar terus"~vina
"apalagi aku seharian hanya berperang dimana Aldo yang selalu menang"~dila
"aku bahkan tidak bisa berjalan karena ulah Rendy"~imel.
"Mereka yang salah kenapa jadi kita yang dihukum"ucap ketiganya.
"Ayo keluar menikmati sunset kita bujuk suami kita"~Dila.
"oke siap"~vina dan Imel.
Mereka mengakhiri percakapan mereka, Vina beralih menatap Aditya yang sedang bermain dengan Al.
"anak papah....ciluk....ba"canda aditya pada Al membuat Al tertawa lepas.
"wah anak mamah seneng banget ya main sama papah"ucap Vina menghampiri Al.
"iya dong mamah,mamah aja seneng kan kalo main sama papah"goda aditya.
"iya saking senangnya mamah hampir tidak bisa berjalan"ketus Vina.
"Hahahaha"tawa Aditya pecah memenuhi kamar.
"berhenti tertawa mas aku mau keluar biarkan aku keluar"pinta vina.
Aditya menggeleng berkali kali tanda menolak permintaan Vina.
"sudah aku bilang seharian ini kamu hanya akan di kamar bersama ku"tolak aditya.
"mas ku sayang ayolah kita ke pantai menikmati sunset"rayu Vina duduk dipangkuan aditya sambil membelai wajah tampan nya.
"apa yang akan kamu berikan jika aku mengizinkan mu keluar kamar?"tanya aditya tangannya mengelus pinggang Vina.
"hmmm....."Vina meletakan jari telunjuk di dahi tanda berpikir.
"apa?"tanya Aditya.
"3 ronde bagaimana?"tanya Vina mengedipkan matanya.
"Setuju"jawab aditya langsung.
"astaga kenapa juga aku berkata begitu...ah semoga besok aku masih bisa berjalan" Vina menjerit di dalam hatinya.
Dila dan aldo masih setia dengan permainan mereka Sampai ketika aldo sudah mendapatkan puncaknya dila membuka suara.
"Sayang ayo keluar kita jalan jalan di pantai"ajak Dila.
"kamu lupa apa kataku tadi?"tanya aldo menatap Dila.
"ayolah sayang seharian ini kita sudah berperang aku juga butuh asupan yang menyegarkan"bujuk dila.
"hadiahnya apa?"tanya aldo.
"2 ronde bagaimana?"jawab dila.
"setuju"jawab aldo langsung bangkit dari ranjang dan masuk ke dalam kamar mandi.
"tidak apalah demi bisa keluar dan menghirup udara segar rasanya aku seperti bunga yang sudah dihisap"
Imel dan Rendy?Imel diam sambil menutupi seluruh tubuhnya dengan selimut.
"sayang cemberut aja sih jadi pengen lagi kan aku"ucap rendy sudah bersiap menerkam mangsanya.
"rend aku mau keluar"ucap imel menahan Rendy yang ingin menindih tubuhnya.
"tidak bisa"jawab rendy langsung.
"Ayolah Sayang aku akan melakukan lagi denganmu nanti"ucap imel membujuk.
"Berapa sayang?"tanya rendy menunjukan ekspresi imut tapi membuat Imel ingin muntah.
"beronde ronde pun jadi"jawab Imel yakin sesungguhnya hatinya sedang bergemuruh sadar dengan apa yang dikatakan nya.
"oke sayang ayo mandi"ajak Rendy langsung membopong imel masuk ke dalam kamar mandi.
Ketiga pasutri itu sedang berada di restoran hotel menikmati makan malam mereka, terlihat sangat tidak bersemangat diwajah mereka.
"kenapa kalian terlihat tidak semangat?"tanya naina pada ketiga menantunya.
"tidak mah hanya saja reptil berbahaya sudah mengisap energi kami"jawab Vina melirik aditya.
"baiklah lebih baik besok kita kembali ke Indonesia Seperti nya kalian lelah"tutur Rudi.
"tidak pah mereka tidak apa apa mungkin hanya butuh vitamin saja"ucap Aldo.
"iya om, benarkan sayang?"tanya Rendy melirik Istrinya.
"hehehe iya om tante kami gak apa apa"jawab imel tertawa kecil.
"iya gak apa apa mah pah"sambung dila padahal tangannya mengepal sempurna di bawah meja.
"yaudah kalian nikmati malam ini biar Al sama kami seharian ini kami sudah berkeliling di kota ini jadi sekarang ingin istirahat"ucap naina membawa Al pergi.
BERSAMBUNG.........
HAI MAAF YA TELAT UP πππ BANTU KOMEN KRITIK DAN VOTE YA BIAR AKU MAKIN SEMANGAT BUAT UP ππ
VOTE VOTE VOTE AYOLAH AKU MENUNGGU DUKUNGAN KALIAN, SUMBANG KAN SEDIKIT POIN KALIAN UNTUK DUKUNG AKU YAππ
TERIMA KASIH,HAPPY READING β€οΈπΊπΊ