
Aditya melakukannya dengan pelan dan akhirnya mereka menyelesaikan permainan mereka.
"aku mandi dulu ya"ucap Aditya
"mas aku ikut"ucap Vina sambil mengangkat kedua tangannya meminta gendong
Aditya menuruti kemauan istrinya dan mereka mandi bersama.
matahari menyinari kamar Vina dan Aditya membuat pasangan itu membuka matanya
"selamat pagi sayang"ucap Aditya kemudian mencium kening Vina
"pagi juga hubby"jawab Vina kemudian mencium pipi aditya
Vina bangun kemudian segera mandi dan menyiapkan pakaian Aditya
"mas kamu buruan mandi ya,pakaian kamu udah aku siapin aku kebawah dulu"ucap Vina
"iya hati hati ya turunnya"jawab Aditya kemudian masuk ke kamar mandi
Vina Turun menuju dapur dengan hati hati
"huh baru 6 bulan aja udah susah banget aku jalannya gimana kalo 9 bulan"ucap Vina sambil membuang nafasnya
Vina Sampai di dapur dan melihat ibu mertuanya sedang memasak
"Wahh wangi banget,mamah masak apa?"tanya Vina pada naina yang sedang memasak
"eh Vina,mamah sedang memasak nasi goreng"jawab naina
"mmmmm sepertinya enak mah"ucap Vina menelan ludah nya
"yaudah kamu duduk biar mamah panggil semua orang dulu"ucap naina
Semua orang sudah berada dimeja makan
"mah sungguh ini sangat enak"ucap Vina begitu lahap menyantap masakan naina
"makanlah nak"ucap Rudi
"sayang pelan pelan tidak akan ada yang mengambilnya"ucap Aditya melihat istrinya itu
"anakmu ini sangat menyukai masakan opanya sayang,mana bisa aku menolaknya"ucap Vina membuat semua orang terkekeh
"hahahaha"tawa Aldo pecah mendengar perkataan Vina
"oh iya do bagaimana hubungan mu dengan Dila?"tanya Vina
"hubungan apa maksud mu?"tanya Aldo bingung
"hubungan Antara kau Dan Dila!!"sambung Aditya
"ahh akhirnya anakku ini punya kekasih"ucap Rudi senang
"benarkah itu Aldo?mamah senang mendengarnya"sambung naina
"Kalian ini kenapa? aku dan Dila tidak ada apa apa, hubungan ku dengannya hanya sebatas rekan kerja"ucap Aldo
"huh baikalah"ucap Vina dan semua orang hanya membuang nafasnya kasar.
Hari ini Vina akan datang ke kantor Aditya untuk membawakanya makanan
"sayang kita ke kantor papah ya kamu baik baik diperut mamah"ucap Vina sambil mengelus perutnya yang membesar
Vina diantar oleh supir ke kantor Brawijaya group
"mang nanti antar ke kedai es krim depan komplek ya"ucap Vina pada mang Ujang
"iya non"jawab mang Ujang
Vina mampir ke kedai es krim untuk membeli es krim ukuran besar
"aku mau yang rasa cokelat,stroberi sama vanila ya"ucap Vina pada penjual es krim itu
Vina menuju mobilnya sambil membawa es krim yang ia beli
"ayo pak jalan"ucap Vina
Vina sudah sampai di kantor Brawijaya
"selamat siang nona Vina"sapa satpam kantor
"pagi pak Dadang"jawab Vina
Vina masuk ke dalam kantor kemudian langsung menuju lift khusus petinggi perusahaan
"Hai Dila"sapa Vina pada Dila yang sedang fokus bekerja
"vi....Vina...??"tanya dila terkejut
"ada apa kenapa kau terlihat terkejut seperti itu?"tanya Vina
"kau mau ketemu pak Adit?"tanya Dila
"pertanyaan macam apa itu,tentu saja untuk apa lagi aku kesini"canda Vina
"mmm.....kita ke kafe dulu yuk makan,aku laper nih"ajak Dila
"kamu kenapa sih Dil?udah ah aku mau ke mas Adit dulu"ucap Vina
"jangan Vin!!"teriak Dila tapi Vina tetap membuka pintu ruangan Aditya
betapa terkejutnya Vina melihat Aditya sedang bermesraan dengan seorang wanita
Brukkkkk
Vina menjatuhkan makanan dan es krim yang ia bawa sampai semua berserakan
"sayang?!!!!"panggil Aditya terkejut melihat istrinya
Vina segera berlari tanpa memperdulikan Aditya yang sedang memanggilnya
"eh Vina kenapa nangis gitu?diakan lagi hamil kenapa lari larian?"tanya ana yang melihat Vina sedang menangis sambil berlari
"sayang...????"panggil Aditya mengejar Vina
Vina masuk ke dalam mobil dan meminta kang Ujang Segera melajukan mobilnya
"kang ayo cepat jalan"ucap Vina dengan tangisan
"non gak apa apa?"tanya mang Ujang yang melihat Vina terus menangis
"ngga apa apa mang,antar aku kerumah ibuku ya"ucap Vina diangguki mang Ujang
Aditya mengikuti mobil yang dipakai Vina tapi sayang karena lampu merah ia kehilangan jejak Vina
"shitt....."kesal Aditya memukul setirnya
Vina sampai dirumah ibunya dan menyuruh mang ujang pulang
"mang terimaksih ya, tolong jangan kasih tau siapa siapa aku disisi"ucap Vina pada mang Ujang
"iya non"jawab mang Ujang
Vina masuk kedalam rumah milik ibunya yang sudah lama tidak ia datangi
"assalamualaikum"salam Vina saat masuk kedalam rumah yang begitu dirindukannya
Vina berjalan menuju kamarnya kemudian berbaring sambil menangis mengingat apa yang ia lihat tadi
"kenapa kau tega sekali padaku mas.....apa salahku?....apa salah anakku padamu?"ucap Vina sambil menangis
Sedangkan dirumah Brawijaya
plakkkkk
tamparan mendarat mulus dipipi Aditya
"keterlaluan kamu Adit,bagaimana bisa kau bermesraan dengan wanita lain sedangkan istri mu sedang mengandung anakmu...anakmu!!!"bentak Naila pada Aditya
"mah ini tidak seperti yang mamah pikirkan"ucap Aditya mencoba membela diri
"tidak seperti yang kami pikirkan?lalu apa?kau sudah menyakiti menantuku,papah tidak akan memaafkan mu Adit"ucap Rudi kemudian meninggalkan Aditya
"pah... papah dengarkan aku dulu"teriak Aditya tapi tidak digubris oleh Rudi maupun naina
"kau keterlaluan adit,aku tidak menyangka kau bisa Setega ini pada Vina"ucap Aldo kecewa kemudian meninggalkan Aditya
Aditya duduk sendiri di ruang tamu sambil memikirkan Vina
"sayang mengapa kau tidak mau mendengarkan penjelasanku dulu"ucap Aditya lirih sambil terduduk lemas di lantai
Aditya masih duduk di ruang tamu menunggu kepulangan istrinya tapi nihil sampai jam makan malam tiba Vina tidak juga kembali
"sayang kau dimana?kau sedang mengandung bagiamana jika terjadi sesuatu padamu"ucap Aditya dengan nada khawatir
Semua orang sudah duduk dimeja makan tanpa memperdulikan Aditya yang sedang bersedih
"mamah tidak tega melihat Aditya pah"ucap naina melihat aditya yang bersedih
"biarkan dia mah dia sudah keterlaluan"ucap Rudi
"iya mah biarkan dia merenungi kesalahannya"ucap Aldo
Aditya menunggu Vina sampai tengah malam tapi tidak juga pulang hingga akhirnya dia tertidur di sofa ruang tamu
Pagi hari dimana semua orang memulai aktivitas tak terkecuali Vina
"aku akan masak saja dulu"ucap Vina ke dapur untuk memasak makanan
"ah sudah selesai aku akan membangunkan mas....."ucapan Vina terhenti saat mengingat saat ini dia sedang tidak bersama Aditya
"kenapa kau melakukan ini mas... kenapa?apalagi sekarang aku sedang mengandung"ucap Vina sambil menangis
Dirumah Brawijaya
Aditya bangun dan melihat kalau dia tertidur di sofa,hatinya kembali menangis mengingat istri yang begitu dicintainya
"semoga saat aku kembali ke kamar kau sudah ada disana sayang"ucap Aditya menuju ke kamar
Aditya membuka kamar dengan perasaan berharap istrinya sudah kembali
Ceklek
Aditya membuka pintu kamar dan ternyata ranjang masih terlihat begitu rapih
"ternyata kamu benar-benar tidak pulang sayang"ucap Aditya lirih kemudian berjalan menuju kamar mandi untuk bersiap ke kantor
setelah siap Aditya turun menuju meja makan dan melihat semua orang sudah berada disana
"selamat pagi"sapa Aditya namun tidak dijawab oleh semua orang
Aditya duduk dibangku biasa Vina duduk dengan tujuan dapat menghilangkan rasa rindunya pada Vina
"sayang aku merindukanmu,dimana kau hati ku merasa begitu sakit melihatmu menangis" ucap Aditya dalam hati
Disaat mereka sedang makan tiba tiba wanita yang sudah ditunggu Aditya sejak semalam datang
"assalamualaikum"salam wanita itu adalah Vina
"Vina!!???"kejut semua orang
"sayang?"panggil Aditya menghampiri Vina ingin memeluknya tapi Vina menolak
Bersambung...........
assalamualaikum para readers yang dimuliakan Allah SWT😊aku mau minta jempol dan pendapat kalian boleh kan?caranya like dan komen kekurangan novel ini ya🙏
terimakasih, happy reading all 😊😍