My Boss My Sweet Husband

My Boss My Sweet Husband
BAB 134



"ishh dasar kamu tuh"Aditya menarik Vina dan kini posisi nya Vina menindih tubuh aditya.


perlahan Vina mendekatkan wajahnya ke wajah aditya dan mulai merasai bibir tipis aditya,Aditya membalas ciuman dari istrinya.


tangannya sudah bergerilya kemana mana namun karena lupa mengunci pintu dan pintu juga sedikit terbuka.


CEKLEK


Naina dan dila membulatkan matanya dan merasa malu harus melihat adegan panas antara pasutri itu.


"eeeh kami akan kembali nanti maaf menganggu kalian"Dila langsung menutup pintu dengan sangat keras.


BRAKKK.....


"mas aku malu tadi ada dila sama mamah"Vina mengerucutkan bibirnya.


Cup


"kenapa harus malu kita pasangan menikah bukan pasangan selingkuh"tutur Aditya.


"mas kamu ini bicara gampang sekali udah ah aku mau pergi kamu juga udah baikan kan?"tanya Vina.


"hmm iya sudah tapi kamu mau pergi kemana?"tanya aditya.


"ke apartemen Imel untuk membantunya membereskan pakaian nya karena dia akan tinggal disini selama hamil mengingat rendy sangat sibuk jadi tidak baik jika Imel harus tinggal sendiri"jelas Vina.


"ohh..... eh tapi lanjutin dulu sayang nanggung banget tau"rengek Aditya.


"engga mas aku gak mood nanti malam aja ya"tawar Vina.


"kalo nanti malam nambah dong"Aditya tersenyum licik.


"hmmm iya iya 2X lipat puas?"tanya Vina mengalah.


"tidak"jawab Aditya menggeleng.


"lalu?"tanya Vina mengerutkan keningnya.


"3X lipat"bisik aditya kemudian meniup telinga Vina.


"tid.... tidak mau"tolak Vina gugup.


"Sudah sana"usir aditya.


"kamu ngusir aku?"tanya Vina memangku tangannya didada.


"Bukan Sayang kan emang kamu yang bilang mau pergi"aditya bicara dengan selembut mungkin.


"nanti malam aku batalkan"ketus Vina kemudian segara masuk ke dalam kamar mandi dan bersiap siap.


"Sayang??!!!!"Teriak Aditya sedangkan Vina hanya terkikik geli di dalam kamar mandi.


Dila dan Vina pergi ke apartemen Imel dengan diantar sopir, karena tidak tahu dimana mereka memutuskan untuk menghubungi Imel.


Tut.... Tut.... Tut....


"Halo Vin"


"Imel apartemen kamu yang mana aku gak tahu aku depan hotel Brigham"ucap Vina.


"aku di apartemen Bougenville lantai 15 nomor 23"jelas imel.


"otw"ucap Vina sebelum akhirnya memutuskan sambungan teleponnya.


"pak Alif tau dimana hotel Bougenville?"tanya Vina.


"eh iya tau non"jawab pak Alif kemudian menancapkan gasnya menuju apartemen Bougenville.


Sesampainya di parkiran mereka langsung turun dan naik ke lantai 15.


"huh aku lelah sekali"ucap dila menghela nafasnya.


"sabar Sabar sebenar lagi sampe kok"jawab Vina.


Meraka sampai di lantai 15 no 23.


Ting tong....Ting tong...


Ceklek


"Vina?Dila?ahhh aku sangat rindu pada kalian"Imel langsung memeluk kedua sahabatnya.


"Imel lepaskan aku bisa mati"titah Vina.


"oh iya maaf maaf ayo silahkan masuk"Imel mempersilahkan Vina dan dila masuk.


apartemen yang tidak terlalu besar mungkin hanya untuk pasangan menikah karena apartemen ini hanya memiliki 1 kamar tapi karena bersih dan rapi apartemen ini terlihat seperti luas dan hidup.


"siapa yang memilih cat nya?"tanya dila matanya berkeliling melihat setiap sudut ruang.


"Rendy dia yang memilihnya kenapa? terkesan dingin bukan?"tanya Imel balik.


"hmm sangat dingin,kenapa dia memilih cat dengan warna dark grey begini seperti menyampaikan sesuatu melalui interior rumah nya"ucap dila mulai sok tau.


"sok tau kamu"pekik vina.


"iya memang benar maksud dia memilih cat ini karena dia ingin bilang pada orang yang datang kerumahnya untuk berlama lama disini,dia kesepian,dia butuh seorang teman"jelas Imel.


"kalo begitu gantilah kan dia sudah menikah dan akan memiliki anak otomatis dia akan hidup bahagia denganmu dan anak kalian"titah Vina.


Imel hanya mendengar perkataan Vina dan menjawabnya dengan senyuman manis.


Setalah selesai membereskan pakaian imel mereka berbaring bersama di ranjang milik imel.


"ah nyaman sekali,Imel apa ketika kamu dan rendy Sedang mantep mantep kamu...."ucapan dila dengan cepat dipotong oleh vina.


"jangan membahas masalah ranjang atau ku pukul kamu"ancam Vina.


"hehehehe oke oke"jawab dila cengengesan.


Meraka bertiga kembali ke mansion pukul 20:00 karena tadi mereka sampai lupa waktu menonton bioskop.


"Assalamualaikum"salam ketiga bumil itu.


"waalaikumsalam"


"kalian darimana tidak mengabari kami, lihat suami kalian sangat khawatir"naina menunjuk tiga pria tampan yang sedang duduk.


Ketiganya menelan salivanya dengan susah Melihat tatapan suami meraka masing masing.


"masuk kamar Al mau tidur dia mau kamu"ucap aditya dingin tanpa melihat Vina.


Vina mengangguk kemudian segara masuk ke dalam kamar nya.


"kamu masuk ke kamar dan bi tolong bantu bawa ke kamar ya"pinta rendy tanpa menatap istrinya.


"kamu juga masuk dan buang semua yang ada di tanganmu itu"ucap aldo tegas.


Meraka bertiga benar benar menuruti kemauan suami mereka.


"Bi bibi boleh istirahat biar Al sama aku"ucap Vina pada bi Ijah.


"eh iya non kalo gitu bibi permisi"pamit bi Ijah dan Vina mengangguk.


Vina mendekati anaknya kemudian menyusuinya agar tidur dan tak selang berapa lama Al tidur dengan nyenyak di dalam pelukan Vina.


Ceklek


Aditya masuk ke dalam kamar dan segara ke kamar mandi untuk membersihkan diri.


"huh apa salahku?kenapa jadi aku yang kena marah?"Vina bertanya tanya.


Vina berjalan menuju lemari pakaiannya dan karena habis menyusui Al dia tidak mengancingkan kemejanya lagi membuat benda padat berisi itu terlihat jelas.


Aditya keluar dengan lilitan handuk dipinggangnya memperlihatkan perut aditya yang seperti roti sobek itu.


"minggir aku mau pake baju"ketus Aditya tidak seperti biasanya.


"mas kenapa?mas marah sama aku karena pulang telat tanpa memberi tahu?"tanya Vina mengalungkan tangannya dileher aditya dan otomatis benda itu semakin mencuat keluar.


Aditya menelan salivanya dengan susah Melihat santapan menggoda di hadapannya, berkali-kali dia mengalihkan pandangannya namun terhenti pada gundukan yang tertutup bra berwarna merah itu lagi dan lagi.


"mas mau?"tanya Vina sadar suaminya tak mau mengalihkan pandangannya.


"tidak siapa bilang"jawab Aditya berbohong padahal saat ini dia benar benar menahan sakit melihat pemandangan istrinya itu.


"gak mau tapi matanya jelalatan kemana mana"goda Vina.


"udah ah minggir aku mau ambil baju"Aditya mencoba mendorong tubuh Vina namun Vina mengalungkan tangannya dengan kuat dileher Aditya.


"yakin gak mau? yakin yah nanti setelah aku tutup gak akan aku kasih loh"ancam Vina.


ya ampun benda itu seakan memanggil untuk dicumbui.... tahan aditya tahan


Aditya diam tidak menjawab sampai akhirnya Vina menyerah dan memilih masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan diri.


"Aku bingung kenapa mas adit marah tadi pagi dia baik baik saja"vina bertanya tanya pada cermin.


Setalah 30 menit, Vina sengaja keluar dari kamar mandi hanya dengan menggunakan lilitan handuk untuk menggoda suaminya.


nananananana......


Vina bersenandung sambil mengeringkan rambut nya dan mengibaskan ke wajah aditya.


Vina berjalan menuju lemari,dia sengaja mengambil pakaian yang terletak paling atas lemari sampai dia hampir tidak menjangkaunya.


Vina berjinjit mengambil piyama tidurnya dan memperlihatkan kaki jenjang dan putih mulus itu, aditya lagi lagi menelan salivanya dengan susah. Dia benar benar dibuat tidak tahan oleh penampilan Vina yang sangat menggoda iman itu.


ya Allah kuatkan hamba dari godaan yang menggoyangkan iman ini. ya ampun sayang ingin sekali aku menerkam mu tapi demi kamu juga aku harus menahan diri.


Aditya memilih untuk tidur dengan posisi tengkurap dan Akhirnya dia tertidur.


YUK VOTE DAN AKU AKAN TEPATI JANJI KU YANG MAU UP 5 EPS HARI INI๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚


BERSAMBUNG.......


tinggalkan komentar dan jempol kalian ya ๐Ÿ‘


terimakasih, happy reading ๐Ÿ˜โค๏ธ๐ŸŒบ