
Vina dan aditya turun bersamaan sedangkan koper Aditya dibawakan oleh pak alif.Dilihat Aldo sudah menunggu aditya.
"kalian hati hati ya semoga semuanya lancar"ucap naina mendoakan kedua putranya.
"Amin mah"saut aditya dan aldo.
Kedua pria itu beralih menatap istri dan anak mereka.
"papah kerja dulu ya"ucap aldo pada Bagas yang baru bisa tengkurep sesekali merancau tidak jelas.
"iya papah Jangan lupa buat aku oleh olehnya"saut dila menirukan suara anak kecil seraya memajukan tangan bagas.
"Beres sayang"jawab aldo mencium kening dila dan pipi Bagas.
sekarang giliran pasangan romantis bin dramatis.
"Papah berangkat kerja dulu ya,Al jagain mamah bilang jangan nakal gitu ya"celoteh aditya pada anaknya.
"papa angan upa ainanya"saut Al meminta oleh oleh mainan.
"kalo mamah na mau oleh oleh apa?"tanya Aditya mendongak menatap istrinya.
"mamah harap papah ait gak bawa mamah baru buat Al"canda vina menirukan suara anak kecil.
"hahaha tentu saja tidak karena mamah na akan selalu manjadi satu satunya istri papah ait"balas aditya bangun mencium kening Vina dan perutnya yang membesar.
"anak anak papah yang disini baik baik ya, nanti kalo papah pulang kita ketemu lagi.Bujuk mamah jangan lupa,heheheh"Celoteh aditya.
Setalah berpamitan, aditya dan aldo segera pergi Karena beberapa rekan kerja yang akan membantu mereka disana sudah menunggu dibandara.
"Dit ini data dan foto pembangunan hotel secara lengkap"aldo memberikan iPad pada aditya dimana ada tampilan pembangunan hotel yang baru 85%
"Semua sudah hampir selesai, lalu untuk apa mereka ingin bertemu denganku?"tanya aditya Sambil terus menggeser layar memperhatikan data dengan saksama.
"Aku juga bertanya tanya kenapa dia harus menyuruh kita kesana padahal pembangunan hanya kurang 15% apalagi dia ingin kau yang menemuinya langsung"saut aldo.
"ya sudahlah biarkan saja, tugas kita sekarang adalah menyelesaikannya secepat mungkin agar bisa cepat pulang"balas aditya malas.
***
Vina membaringkan tubuhnya di atas ranjang king size, perlahan kakinya terulur lurus karena merasakan pegal dikakinya.
"Belum 2 jam kamu meninggalkan ku mas tapi aku sudah merindukanmu"gumam vina tersenyum mengambil foto pernikahan mereka yang ada diatas nakas.
Vina kembali meletakan foto berharga itu kemudian memejamkan matanya untuk tidur sebentar sampai waktu magrib nanti.
Tok...tok....tok...
"Masuk"
"Vin ganggu gak?"tanya dila melongok.
"eh dil sini masuk"ucap vina memposisikan tubuhnya duduk.
Dila masuk, duduk di samping vina dengan wajah penuh tanda tanya.
"kamu kenapa sih dil?"tanya vina.
"waktu hamil anak kedua dan ketiga rasanya gimana?"tanya dila.
"manis, gurih jadi satu"jawab vina.
"jangan bercanda vin aku serius"ucap dila membuang nafasnya.
"kenapa tiba tiba bertanya begitu? jangan bilang kamu sedang mengandung"ucap vina melirik ke perut dila.
"bukan gitu sayang tapi aku iseng saja bertanya"balas dila mengerti tatapan sahabatnya.
"oh ceritanya mau gladiresik?"tanya vina lagi lagi dila menggeleng.
"jika berani menggeleng lagi,akan aku lempar kamu supaya bisa menyusul suami kamu"Ancam Vina.
"hehehe galak banget sih bumil"dila cengengesan tidak jelas ya belakangan ini Vina memang selalu marah marah perasaanya seperti ingin makan orang.
"Hei kok gosip gak ngajak ngajak"suara imel terdengar nyaring di telinga vina maupun dila.
"siapa yang kamu sebut bergosip??"tanya vina dingin.
"tentu saja kalian,kalian pasti sedang bergosip tentang tentangga baru kita itu kan??"tanya imel menyeringai membuat dila ingin sekali melayangkan pukulannya.
"Kamu salah,kita sedang bergosip tentangmu yang selalu berteriak keras malam malam entah apa yang terjadi oadamu.Apa ada harimau di kamarmu?"tanya dila manatap jengah sahabatnya itu.
"ahhh kaya anak kecil aja pake tanya segala"ucap Imel tersipu malu dan memukul pelan bahu dila.
"alahh sudah sana kembali ke kamar Kalian aku mau istirahat"usir vina.
"kamu ngusir kami Vin?"tanya imel.
"engga break dance"sungut vina.
"yailah ini bumil satu kenapa jadi kaya macan gini sih"ucap dila geleng geleng sedangkan vina hanya memutar bola matanya malas.
Dilain tempat pesawat yang aditya tumpangi akan landing sebentar lagi karena waktu tempuh Jakarta-Surabaya menggunakan pesawat hanya membutuhkan waktu 1,5 jam.
"tuan aditya,tuan aldo mari"ucap salah satu rekan kerja mempersilahkan aditya masuk ke dalam mobil Mercedes Benz berwarna hitam.
Aditya dan Aldo masuk, mobil yang mereka tumpangi melaju menuju hotel tempat mereka akan menginap.
"Dit ada email dari tuan Fernand"ucap aldo setelah melihat layar ponselnya.
"apa??"tanya Aditya.
"Malam ini akan ada jamuan makan malam disana sekalian dia ingin memperkenalkan putrinya sekaligus penanggung jawab hotel"jawab aldo.
"Katakan pada Raka untuk mempersiapkan pertemuan itu"balas Aditya diangguki aldo yang langsung mengetik pesan pada raka orang yang akan membantu mereka disini.
Sesampainya di hotel, aditya dan Aldo segara menuju kamar masing-masing karena badan mereka sudah terasa panas sekaligus pegal mungkin rebahan akan menjadi alternatif mereka saat ini.
"Dit masih ada waktu 2 jam lebih baik kita istirahat dulu"ujar aldo.
"ya sudah do aku masuk dulu sekalian sebentar lagi magrib lebih baik kita solat sebelum istirahat"saut aditya dibalas anggukan kepala oleh aldo.
Dilain tempat diwaktu yang sama Vina dan aditya melaksanan solat magrib menuntaskan kewajiban mereka pada sang ilahi saling mengucap doa dan syukur yang hanya diketahui mereka berdua dan author pastinya,heheheh
_
_
Jamuan makan malam yang diberikan rekan bisnisnya terbilang cukup mewah, entah apa tujuannya yang jelas aditya maupun aldo tidak peduli.
"Raka di mana mereka?apa mereka ingin membuat kami menunggu lama?"tanya aldo.
"Mereka sudah ada di depan tuan,5 menit lagi"jawab Raka sopan.
Berkali kali aditya sudah menggertak giginya merasa kesal karena harus menunggu,semua orang tahu Seorang aditya tidak suka dengan kata menunggu. Tapi kalo nunggu vina mah siap ya dit??hahahah.
"Selamat malam tuan aditya, tuan Aldo"suara bariton itu mengalihkan pandangan raka tapi tidak dengan 2 anak manusia yang berhati batu es itu.
"maaf membuat anda menunggu tadi ada....,,"pria itu belum menyelesaikan perkataannya namun aditya sudah memotongnya dengan cepat.
"Tidak apa apa, duduklah"potong aditya mempersilahkan rekan bisnisnya duduk.
Fernand nama itu adalah nama pria yang bekerja sama dengannya,pria yang membawa seorang gadis dengan pakaian yang bisa dibilang kekurangan bahan dan jangan tanya makeup yang ia pakai seperti seseorang yang ingin melakukan pentas seni namun meskipun begitu wanita itu cantik dan terlihat berkelas.
"Terimaksih tuan,oh iya perkenalkan dia putri saya namanya sesilia"fernand memperkenalkan putrinya.
"Sesilia"perempuan itu mengulurkan tangannya yang dibalas mau tidak mau oleh aditya maupun aldo.
"Aditya"
"Aldo"
"Raka nona"
wanita itu sudah berkenalan dan menjabat ketiga pria itu, akhirnya pembicaraan dimulai dengan sesilia yang memimpin.
"Bagaimana kalian bisa bukan?"tanya sesilia setelah selesai dengan argumen nya.
"maaf nona tapi pembangunan sudah 85% lalu untuk apa anda menahan kami untuk tetap tinggal disini apalagi selama 1 minggu"jawab Aldo.
"Seperti yang saya jelaskan, pembangunannya memang akan selesai tapi akan lebih baik jika tuan aditya dan anda tentunya bisa melihat secara langsung bagaimana kerja sama tim kalian"balas sesilia.
Sesilia memang beragumen tapi sejak tadi matanya tak henti menatap aditya, melempar senyuman genitnya yang hanya dibalas putaran bola malas dari Aditya.
"cih,mau dilihat dari mana saja istriku jauh lebih cantik dan baik, istriku hanya memakai pakaian terbuka di depanku,dan dia???apa dia tidak merasa dingin dengan baju yang terbuka sana sini???" tanya aditya dalam hati membandingkan dia dan istrinya.
"jadi bagaimana tuan?"tanya fernand.
"Baiklah kami akan disini selama 1 Minggu"jawab aditya membuat aldo melongo.
"apa apaan si bodoh ini mengatakan 'iya' apa dia tidak sadar" aldo menatap wajah aditya dengan sirat penuh tanya.
"terimaksih atas pengertiannya,kalo begitu silahkan dimakan"ucap Fernand.
Setalah selesai makan baik aldo maupun aditya pamit untuk ke kamarnya karena besok mereka harus berangkat pagi ke tempat proyek.
"Jamuan makan malam yang sedap tuan, selamat malam sampai bertemu besok"ucap Aditya menjabat tangan fernad dan sesilia bergantian.
"Bukankah dia sangat sempurna"
"Besok dia milikmu sayang"
"sudah pasti, baru pertama melihatnya saja aku langsung tertarik dan ingin sekali menjadi wanita nya"
"kau juga cantik, aku yakin jika pria itu tertarik olehmu"
"Besok aku akan berdandan sehingga membuatnya terhipnotis"
"Kau yang terbaik"
MUNGKIN BEBERAPA HARI KEDEPAN AKU AKAN JARANG UP KARENA SUATU ALASAN YANG AKAN AKU KASIH TAHU DI GRUP YA😢
BERSAMBUNG.......