My Boss My Sweet Husband

My Boss My Sweet Husband
Ekstra part 1



Suara sepatu heels dan pantopel saling bersahutan di lorong lorong sekolah, vina dan aditya pergi ke sekolah alvin untuk mengambil rapot dan melihat hasil belajar putra mereka.


"Tuan dan nyonya brawijaya, silahkan duduk"Tutur wali kelas alvin.


"Jadi gimana bu sama alvin kalo di kelas?"tanya Vina serius.


"Seperti tiap tahunnya bu,alvin selalu mendapat peringkat pertama di kelasnya,dia juga berperilaku sopan membuat guru disekolah ini menyukainya"jawab wali kelasnya.


"Boleh saya lihat nilainya bu"ucap aditya kemudian guru itu memberikan rapot milik Al dimana tertulis angka 100 di tiap baris mata pelajaran.


"Baik bu terimaksih banyak, kami akan menemui alvin dulu"ucap Vina bangun dan membawa laporan hasil belajar anaknya.


"Mamah???"panggil seorang anak laki-laki tampan yang berlari dan berhamburan ke pelukannya.


"Al sedang apa?"tanya Vina berjongkok di depan putranya.


"Main mah,mah apa mamah marah?"tanya alvin tiba tiba.


"Marah? kenapa mamah harus marah sayang?"tanya Vina tidak mengerti.


"Karena pasti nilai ku kali ini jelek"jawab Al menunduk.


"Hei jagoan,kenapa berpikir begitu? kamu selalu membuat kami bangga nak dan ya tahun ini rapot kamu sama dengan tahun sebelumnya yaitu mendapatkan peringkat pertama"jelas aditya ikut berjongkok di depan anaknya.


"Benarkah pah, mah?"Tanya Al sumringah.


"Iya sayang,dan sebagai hadiahnya Al boleh minta apa saja dari papah"jawab aditya.


"Al tidak minta apa apa pah cukup kalian selalu menjadi orang tua Al yang lengkap"jawab Al.


"Kenapa? papah dan mamah akan selalu bersama sayang hanya maut yang akan memisahkan kita"tanya Vina bingung anaknya tiba tiba berkata begitu.


"Temanku David,dia kemarin cerita jika orang tuanya berpisah karena mamahnya memilih pria yang jauh lebih kaya dari papah nya dan dia setiap hari menangis karena itu dia juga sangat benci pada mamahnya. Aku tidak mau seperti dirinya yang harus kehilangan kalian"Jawab Al bercerita. Vina terenyuh kemudian memeluk Al erat.


"Mamah sama papah gak akan tinggalin Al, varo sama alisha. Al jangan khawatir ya"tutur Vina menggosok punggung Al lembut.


"Katakan pada temanmu jangan bersedih terus ya,jika mamahnya memilih pria lain pasti ada alasan dibaliknya dan dia sebagai anaknya harus tetap menyayangi kedua orangtuanya"Ucap aditya mengacak-acak rambut putranya.


"Iya pah aku akan sampaikan apa yang papah katakan kepada temanku sekarang,dadah mama"Al melambaikan tangan kembali masuk ke dalam kelasnya.


"Seharusnya Al tidak mendengar hal itu mas, usianya masih kecil aku takut nantinya dia akan trauma kepada Seorang wanita"Ucap vina menatap lurus.


"Jangan khawatir sayang,ya udah ayo kita makan dulu nanti kita kesini lagi untuk menjemput Al"ajak aditya menggandeng tangan istrinya.


Vina dan aditya pergi ke kafe mentary,masih ingat dengan kafe itu?ya itu adalah kafe dimana vina dan Aditya bertemu untuk pertama kalinya.


"Mas kamu ajak aku kesini?"tanya vina memandang suaminya.


"Aku ingin mengenang pertemuan pertama kita, meski bukan pertemuan manis setidaknya dari pertemuan itulah kita bisa menjadi pasangan"jawab aditya.


"Jika saja dulu aku tidak menumpahkan kopi ke jas mu,apa kamu masih mau mengangkatku sebagai sekretaris di perusahaan?"tanya vina.


"Entahlah, tapi sepertinya takdir memang ingin kita bersama karena itu untuk kedua kalinya kita dipertemukan lagi di jembatan sana"jawab aditya menunjuk jembatan yang sedikit terlihat dari kafe.


"Dulu kamu itu sangat kejam mas, bahkan aku harus menjadi sekretaris mu selama 1tahun untuk membayar hutang budi"Desis Vina melirik sinis suaminya.


"Tapi aku senang karena itu mamah menjodohkan kita"jawab aditya tanpa rasa bersalah.


Ponsel Vina berdering menandakan panggilan masuk,Vina mengangkat teleponnya dan senyum terukir di wajah cantiknya.


"Kakak baik sayang, bagaimana sekolahmu disana?"


"baik kak,oh iya kakak tahu aku menemukan teman wanita yang sangat cantik tapi tidak secantik kakak. Aku menyukainya"


"Sekolah dulu yang benar, ingat ya meski disana bebas tapi kamu tetap orang Indonesia yang harus menjaga pergaulan"


"Aku tidak akan lupa dengan nasehatmu kak,aku tidak mau membuat kakak dan ibu malu"


"Baiklah sudah dulu ya, semangat sekolahnya"


"Apakah Iqbal sayang?"tanya aditya.


"Iya mas"jawab Vina singkat seraya memasukan makanan ke dalam mulutnya.


"Piknik keluarga?"tanya vina mengangkat sebelah alisnya.


"Iya sayang, tidak perlu jauh cukup ke Bogor"jawab aditya.


"Baiklah aku akan siapkan semuanya"balas vina menyetujui.


Bel sekolah berbunyi menandakan bahwa semua siswa diperbolehkan pulang ke rumah masing-masing,sambil bersandar di mobil vina dan aditya menunggu anak dan kedua ponakannya.


"Mamah,om, Tante"suara melengking anak anak bersamaan memanggil vina dan aditya.


"Bagaimana hari ini?apa menyenangkan?"tanya vina pada ketiga bocah itu.


"Menyenangkan tante"jawab Revan dan Bagas bersamaan.


"Al kenapa diam saja hmm?"tanya aditya.


"Tidak pah,aku hanya lapar"jawab Al.


"Baiklah ayo kita pulang karena mamah dila dan Imel sudah memasak makanan yang lezat"ajak vina kemudian membantu anak dan ponakannya masuk ke dalam mobil.


"Ayoo om bawa yang cepat ya seperti pembalap yang ada di tv itu"Ucap Revan.


"Kau tahu? mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi itu sangat berbahaya dan kita juga bisa membahayakan nyawa orang lain"Nasehat Al dengan dingin sambil melipat tangannya di dada.


"Benarkah?? lalu kenapa semua orang yang ada di tv itu boleh berkendara dengan kecepatan tinggi?"Tanya Bagas polos.


"Karena mereka itu berkendara di arena balap, sedangkan kita sekarang ada di jalanan umum. kau ini belajar atau tidak sih"ujar Al sedikit meninggikan suaranya.


"Al, jangan bicara dengan suara yang tinggi sayang. Sama hal nya berkendara dilarang dilakukan di tempat umum maka meninggikan suara dilarang untuk anak usia seperti kalian dan itu juga bisa menyakiti perasaan orang lain"ucap vina lembut.


"Iya mah,aku mengerti"Balas Al luluh.


"Al sama revan, kalian adalah adik dari Al tapi jika memang Al salah dalam berbicara ataupun perbuatan kalian bisa menasehatinya ya tapi bukan berarti kalian boleh melawan dengan yang lebih tua. Apa kalian paham?"tanya aditya setelah menasehati kedua ponakannya.


"Paham om"jawab keduanya.


Mereka sampai di mansion,anak anak itu segera pergi ke kamar nya untuk membersihkan diri sebelum makan siang.


"Vin maaf ya jadi ngerepotin karena harus jemput revan"ucap imel menghampiri vina.


"Ih lebay, kaya sama siapa aja sih Mel santai aja kali. Udah ah aku mau mandi dulu"ucap vina kemudian pergi menyusul aditya yang sudah pergi ke kamar lebih dulu.


Vina masuk ke dalam kamarnya melihat aditya yang sedang duduk di sofa sambil memangku laptop, jangan lupakan kacamata yang bertengger di hidungnya.


"Mas sedang apa?"tanya vina membuat aditya mengalihkan pandangannya sebentar.


"Ini sayang ada kerjaan sedikit dari Aldo"jawab aditya jarinya tidak henti mengetik.


"Ya udah aku mau mandi dulu ya,badan aku lengket banget"ucap vina bangun dari duduknya.


Aditya memegang tangan Vina mencegah Istrinya membuat Vina bingung.


"Kenapa?"tanya vina.


"Aku juga mendadak gerah sayang,jadi mau mandi juga"jawab aditya mengangkat laptopnya dan memindahkan di meja.


"Ya udah kamu duluan aja abis itu baru aku"Ujar vina.


"Jangan buang buang waktu sayang, mumpung Alisha dan varo lagi pergi"ucap aditya kemudian langsung menggendong Vina dan membawanya masuk ke dalam kamar mandi.


"Mas turunin ihh jangan macam-macam ya"ucap vina mengancam.


"Engga kok sayang cuma satu macem aja"balas aditya tersenyum mesum.


Kalo sudah begini ya Vina cuma bisa pasrah dan menikmati sentuhan suaminya itu.


EKSTA PART LAGI GAK NIH???


KOMEN, LIKE DAN VOTE ✨