
Aditya dan aldo pulang dari kantor,di perjalanan Aditya memutuskan untuk membeli beberapa kotak pizza yang bisa dinikmati ketika kumpul sambil nonton televisi.
"Do kita beli pizza dulu"ucap aditya.
"ada apa?tumben beli pizza"tanya Aldo.
"tidak ada hanya saja sepertinya enak makan pizza sambil nonton tv bersama nanti"jawab aditya sedangkan Aldo hanya manggut-manggut.
Sesampainya di outlet pizza tercekat, aditya memesan sekitar 5 kotak dengan topping yang berbeda.
"Totalnya 358rb"ucap si mba kasir.
Aditya mengeluarkan benda persegi panjang tipis berwarna hitam sebagai alat pembayaran yang langsung diambil dan di gesek di sebuah celah kecil.
"Terimakasih pak, silahkan datang kembali"ucapnya sopan.
Setalah membeli pizza, aditya dan aldo melanjutkan perjalanan menuju mansion.Di tengah jalan mata Aldo menangkap sosok pria kemeja hitam dengan celana panjang senada dengan kemejanya berdiri di samping mobil sambil melambaikan tangan.
"Dit lihat si bodoh itu?"ucap aldo menunjuk melalui kode matanya.
"Hahaha kasihan sekali"saut aditya.
Tin.....tin.....
"Butuh tumpangan bos?"tanya Aldo dari dalam mobil.
"ahh syukurlah ada kalian,aku sudah lelah mencari tumpangan tapi tidak ada"ucap rendy yang langsung duduk di kursi belakang.
"Kau tidak punya ponsel memang?"Tanya aditya membuat Rendy menepuk jidatnya.
"Gak kepikiran buat telepon montir, heheheh"jawab rendy cengengesan.
"Sekarang telepon dan minta seseorang untuk membawa mobil ke bengkel"ujar aldo diangguki rendy.
Sesampainya di mansion, ketiga pria itu turun dan segara masuk ke dalam rumah.
"Assalamualaikum"
"waalaikumsalam"
"Eh kalian sudah pulang"ujar naina pada ketiga putranya yang bergantian mencium punggung tangannya.
"iya mah"jawab Aditya mewakili ketiganya.
"Kok kalian bisa pulang bareng? maksudnya gak biasanya Rendy pulang bareng kalian"ucap dila.
"oh tadi mobil rendy mogok sayang dan kebetulan kami lewat alhasil jadi pulang bareng deh"jawab aldo duduk di samping istrinya yang sedang memangku Bagas.
"Anak papah sini... sini sama papah"ujar aldo membuka kedua tangannya.
Bagas berpindah posisi menjadikan di pangkuan ayahnya sambil bercanda dan tertawa senang kala bagas bermain bersama aldo.
"Loh sayang udah pulang? katanya ada pasien operasi?"tanya Imel yang baru datang setelah membersihkan pup revan.
"Salah baca sayang ternyata besok"jawab rendy seraya mengambil revan dari gendongan imel sedangkan Imel mengambil tas kerja dan jas dokter milik rendy.
"Vina sama Al mana mah?"tanya aditya yang sejak tadi celingak-celinguk mencari istrinya.
"Al main sama dina dan Iqbal di kamarnya sedangkan vina dikamar katanya kepalnya sedikit sakit tapi tadi udah......,"belum selesai naina bicara Aditya sudah pergi dari ruang tamu.
"Haiss anak itu sudah mulai jadi bucin mah berbeda dengan dulu bahkan untuk menunjukan deretan gigi nya saja sangat sulit"ujar rudi geleng geleng kepala melihat anaknya yang menaiki anak tangga dengan terburu buru.
"Maklum pah cinta pertama"saut aldo.
"dan terkahir"ujar rendy.
"oh iya nih tadi aditya beli pizza, rencana nya sih mau makan bareng sambil nonton tv tapi gak tahu deh"ucap aldo menunjuk plastik pizza 5 kotak itu.
"Ya sudah nanti kita makan bareng"saut naina.
Aditya dikamar masuk dengan terburu-buru membuat vina yang asik tertidur bangun dan mengerjapkan matanya terkejut melihat aditya yang duduk di depannya.
"mas udah pulang??"tanya vina mengubah posisinya menjadi duduk.
"Sayang kamu kenapa?kepala kamu pusing?"tanya aditya dengan nafas ngos-ngosan karena menaiki tangga dengan terburu-buru.
"kamu kenapa mas kok kaya abis lari maraton aja?"tanya vina.
"aku naik tangga buru buru khawatir pas mamah bilang kamu sakit"jawab aditya mencoba mengatur nafasnya.
"Aku gak apa apa, kamu mandi gih aku siapin bajunya"tutur vina.
"Kamu beneran gak apa apa?apa perlu kamu kita ke dokter?"ujar aditya begitu posesif pada istri tercintanya itu.
"Aku gak apa apa,sana mandi kita makan malam sama yang lain"tutur vina lagi kali ini aditya nurut dan segara masuk ke dalam kamar mandi.
Vina turun menyiapkan pakaian untuk suaminya kemudian merapikan tempat tidur yang sedikit berantakan karena habis ia tiduri.
"ya ampun aku ketiduran sampai gak solat magrib"gumam vina Melihat jam menunjukan pukul 19:00.
Ceklek
"mas aku belum solat magrib,kamu udah solat?"tanya vina.
"ya udah kamu solat dulu gih tadi aku udah solat setelah bertemu klien"jawab aditya.
Vina mengangguk kemudian mengambil air wudhu untuk melaksanakan kewajibannya sebagai seorang muslim.
Aditya memperhatikan vina yang begitu khusyu melaksanakan solat kini dia tahu alasan mengapa perusahaan nya semakin maju dan selalu menang tender,itu semua karena doa istri Soleha seperti vina.
Selesai mengucapkan salam Vina berdoa mengucap syukur atas kenikmatan yang Allah berikan padanya.
"Sayang tadi aku beli pizza loh buat kita makan bareng sama yang lain"ujar aditya pada vina yang sedang merapihkan mukena motif batik miliknya.
"Kamu emang paling hebat sayang,pas banget aku lagi pengen makan pizza"ujar vina.
"ya udah ayo turun"ajak aditya.
Vina mengangguk dan menyambar tangan aditya hingga Meraka bergandengan tangan menuju meja makan.
"Selamat malam semua"sapa vina pada semua yang sudah berkumpul di meja makan.
"malam sayang, Bagiamana apa masih pusing?"tanya naina.
"engga mah udah enakan"jawab vina duduk setalah aditya menarik kursi untuknya.
"Vin ibu udah bikinin kamu sayur daun katuk tuh buat persiapan menyusui itu sangat bagus nak"ujar dina.
"Iya Bu maksih ya"saut vina.
"anak mamah gimana seneng gak main sama nenek dan Abang iqbal?"tanya vina pada Al yang sedang asik memakan suapan dina.
"ceneng banget mama"jawab Al sumringah.
Vina tersenyum kemudian mengambilkan makan untuk suaminya dan untuk dirinya.
"Oh iya vina tadi dokter rani pesan katanya cek up kamu di majukan menjadi lusa karena dia akan ada dinas keluar kota selama 1 bulan"ucap rendy.
"ahh iya aku lupa, terimakasih ya rend"saut vina.
"kandunganmu sudah berapa bulan nak?"tanya dina.
"7 jalan 8 bu"jawab vina.
"Jangan bekerja terlalu berat itu tidak baik mengingat kandunganmu sudah besar"Ucap dina pada sang putri cantiknya.
"memang din,Vina selalu saja ingin memasak bahkan membantu pekerjaan rumah meski aku sudah melarangnya"saut naina membuat vina tersenyum kikuk.
Setalah makan malam mereka semua berkumpul di ruangan keluarga menikmati film drama korea Descendent of the sun.
"song Joong Ki ganteng nya gak pernah luntur ihh"ucap imel si penggemar aktor Korea satu ini.
"gak, lebih ganteng aku kemana mana lah"protes rendy.
"apaan ihh jauh kali antara bumi dan Saturnus"delik imel.
"Song Hye Kyo mirip aku ya kalo dilihat"ucap dila.
"idih"cibir vina menatap kesal teman temannya itu.
"udah sih kalian ini ribet banget, song Joong Ki mirip papah"ucap rudi.
"dan song Hye Kyo mirip mamah"sambung naina.
"iya mah iya pah"ucap aldo pada kedua orang tuanya yang asik tertawa.
Sekotak pizza sudah habis dinikmati,Vina mengambil 1 kotak dan membawanya ke dapur sekalian mau ambil minum.
"mau kemana sayang?"tanya aditya.
"Ambil minum sekalian kasih ini buat bibi lagian kita juga belum tentu abis"jawab vina.
"aku bantu ya Vin"ucap imel.
"ga usah udah duduk situ yang manis"tolak vina kemudian pergi ke luar dari ruang keluarga.
Di dapur vina melihat kedua bibi sedang membersihkan meja makan dan piring kotor, suara vina membuat keduanya mengentikan aktivitas mereka.
"Bi,ini tadi mas Adit beli pizza kebanyakan bibi makan ya"ucap vina.
"ehh non makasih ya sampai inget sama kita yang cuma asisten rumah tangga"ucap bi Ijah merasa tidak enak pada majikannya yang baik hati ini.
"gak usah gitu ah ini makan ya jangan lupa"ucap vina kemudian membuka kulkas mengambil sebotol Coca cola float dan sebotol susu.
"biar bibi yang bawa non"ucap bi suti diangguki vina.
"sekalian sama gelasnya ya bi"ucap vina diangguki bibi.
BERSAMBUNG.........