My Boss My Sweet Husband

My Boss My Sweet Husband
BAB 77



"hahaha beres"jawab risa diselingi tawa


"Udah udah lanjutin makannya nanti takut kemalaman"ucap ana


"oh iya aku sampe lupa kalo gak boleh pulang malam sama kakak ipar"ucap risa Kemudian langsung menyantap makanan nya.


Seperti biasa Risa selalu pergi dengan taksi online


"Risa kamu yakin gamau kita antar pulang?"tanya ana dari dalam mobil


"iya ris,kamu kan cantik nanti takut ada yang godain berabe urusannya"sambung Jimmy yang duduk dikursi kemudi


"makasih loh udah care,engga usah aku udah biasa naik taksi online"jawab risa


"yaudah ris,kami duluan ya dahh"pamit Rizal dan Risa mengangguk


Taksi online pesanan Risa datang dengan segera dia naik karena waktu sudah menunjukkan pukul 22:00


"sesuai aplikasi ya pak"ucap risa


"iya non"jawab sopir taksi itu


Penampilan risa yang memperlihatkan bentuk tubuhnya,paha mulus dan putih dapat menggoda siapa saja yang melihatnya tak terkecuali si sopir taksi yang sejak tadi memperhatikan nya dari kaca tengah mobil.


"non kita lewat jalan pintas aja ya biar cepet sampe"ucap sang sopir


"engga usah pak udah lewat jalan biasa aja"jawab risa yang mulai curiga dengan gerak gerik sopir taksi itu


Tanpa memperdulikan perkataan Risa,sopir itu langsung membelokan mobilnya ke sebuah jalanan yang terlihat begitu gelap


"pak jangan macam macam ya saya bisa melaporkan anda ke polisi"ancaman risa bagai dawai ditelinga sopir itu


"pak menjauhlah"ucap risa kemudian dengan Segera ia keluar dari dalam mobil


"kak Adit kak Aldo Rafly tolong aku...."isakan risa memanggil ketiga kakak laki-laki nya


Sopir taksi itu mengejar risa yang berlari,hujan deras semakin membuat suasana mencekam. Dinginnya hujan tak mampu mengalahkan ketakutan didalam dirinya.


"Ya Allah tolonglah hamba"ucap risa berdoa pada yang maha kuasa


Risa bersembunyi dibalik sebuah mobil yang terparkir di dekat semak semak


srek....seekk..


langkah sopir itu terdengar begitu menakutkan bagi risa, tangisnya sudah tak terbendung lagi tanpa sengaja risa menginjak sebuah botol plastik dan mengeluarkan bunyi membuat sopir itu tau akan keberadaan nya


"agh...kau tidak akan bisa lari lagi nona"ucap sopir itu menyeringai


"pergilah ambil apa saja yang kau mau tapi tolong lepaskan saya"teriak risa sambil terus berjalan mundur menjauhi sopir itu yang sebaliknya


"Aku ingin dirimu nona jadi kau akan memberikannya suka rela bukan?"tanya sopir


Risa sudah tidak bisa mundur lagi Karena tubuhnya sudah menyentuh tembok


"kau tidak bisa lari lagi nona"ucap sopir itu semakin mendekat


Risa memejamkan matanya berharap sebuah mukjizat datang menolongnya


Bugh.....bugh...bugh...


pukulan keras mendarat diperut sopir itu bertubi tubi membuat risa membuka Matanya.


Terkejut?terharu? tersentuh?sudah pasti itu yang dirasakan Risa ketika melihat siapa yang sudah menolongnya


"ampun kan saya tuan...saya khilaf"ucap sopir itu memohon dengan suara yang lemah.


Darah bercucuran dari seluruh bagian tubuhnya akibat pukulan seseorang


"Pergi sebelum aku melenyapkan mu!!!!"teriak orang itu langsung membuat sopir itu kabur terseok-seok.


pandangan risa mulai kabur, kepalanya terasa begitu sakit,kaki yang digunakan untuk menopang tubuhnya terasa begitu lemah dan akhirnya Risa tak sadarkan diri.


Orang itu membawa risa pergi dari tempat itu menuju apartemennya


"badannya panas sekali"ucap orang itu ketika menidurkan risa dan memegang dahi risa yang terasa panas


Dia mengambil baskom berisi air hangat,handuk dan bubur untuk risa yang belum sadarkan diri


"Bi tolong gantikan dia baju yang ada di sofa"ucap orang itu


"Baik den"jawabnya


Setelah mengganti pakaian risa,dia kembali ke kamar dan mengompres risa dengan telaten.


Di Mansion brawijaya Vina dan Aditya sudah berada dikamarnya


"mas aku haus mau ambil minum dulu sebentar"ucap vina


"tidak usah mas biar aku aja"jawab vina kemudian membawa teko kaca menuju dapur


Vina mengisi air ke dalam teko dan melihat kamar mertuanya sudah gelap menandakan keduanya sudah tertidur


"selamat malam non,ada yang bisa bibi bantu?"ucap bi suti yang sedang minum juga


"eh bibi kok belum tidur?"tanya vina


"non risa belum pulang non takut gak ada yang bukain pintunya kasian"jawab bi Suti


"belum pulang? kemana dia"ucap vina bertanya tanya pada dirinya


"udah bibi tidur aja biar risa nanti aku coba telepon mungkin dia menginap"titah vina


"iya non,kalo gitu bibi permisi dulu"pamit bi Suti dan Vina mengangguk


Vina kembali ke kamarnya dan melihat aditya masih sibuk memainkan ponselnya


"mas coba kau telpon risa"ucap vina meletakan teko itu diatas nakas


"Kenapa?memang dia belum pulang?"tanya aditya dan vina mengangguk


Aditya menelpon nomor risa namun tidak aktif membuat vina khawatir akan keadaanya


"ya Allah risa semoga dia baik baik saja"ucap vina menggigit kukunya


"Sudah sayang kau istirahat mungkin dia menginap dirumah ana"ucap aditya memenangkan Vina


KEESOKAN HARINYA πŸ• 


Seperti pagi pagi sebelumnya vina dan aditya bangun melaksanakan kewajibannya sebagai seorang muslim


"sayang apa risa sudah pulang?"tanya vina


"entahlah semalam aku ketiduran saat ingin menghubungi ana"jawab aditya


"akan aku coba menelponnya"ucap vina kemudian meraih ponselnya dan menekan nomor ana


"Halo Vin" suara ana


"hai ana,aku mau tanya semalam kamu bersama risa kan?"tanya vina


"iya, kenapa Vin semua baik baik saja kan?"tanya ana


"Risa belum pulang sejak semalam,apa kau tahu dia kemana?"tanya vina


"Apa???semalam ketika kami ingin mengantar Risa pulang dia menolak dan memilih pulang naik taksi"jawab ana terkejut


"Baiklah terimaksih,maaf mengganggu pagi pagi"ucap vina


"tidak apa apa Vin"jawab ana kemudian mereka mematikan sambungan telepon


Risa dan pria itu ❀️


Risa membuka matanya dan melihat ruangan yang begitu asing baginya


"Dimana aku??"ucap risa entah berbicara pada siapa


"kau sudah bangun?"suara bariton itu membuat risa melihat kearah pintu kamar


"Kau? sedang apa kau disini?"tanya Risa terkejut


"apa kau lupa?semalam aku menolong mu dan ini adalah rumah ku"jawab pria itu


"Terimakasih tuan tio untuk yang semalam, sekarang aku harus pulang keluarga ku pasti mengkhawatirkan ku"ucap risa


"biar aku antar"ucap tio


"tidak perlu"jawab risa


"jangan menolaknya jika keluarga mu bertanya semalaman kau dimana aku akan menjawabnya"ucap tio


Risa memikirkan perkataan Tio ada benarnya juga,jika dia menjawab kejadian semalam maka kedua kakaknya akan melenyapkan sopir itu


"Iya baiklah"jawab risa


BERSAMBUNG........


HAI PARA PEMBACA YANG AKU SAYANGI ❀️ AKU UP LAGI NIHH πŸ€—πŸ€— BANTU LIKE DAN VOTE YA BIAR AKU MAKIN SEMANGAT BUAT UP πŸ™πŸ˜‚πŸ˜Š BANTU KOMEN KRITIK DAN SARAN JUGA BOLEH πŸ‘β€οΈ


TERIMAKASIH, HAPPY READING ❀️🌺😍


JANGAN LUPA FOLLOW INSTAGRAM AKU @Alfianaaa05_