My Boss My Sweet Husband

My Boss My Sweet Husband
umum bukan jiwa



mereka berjalan beriringan Melawati koridor rumah sakit banyak para suster dan pengunjung rumah sakit yang terkagum kagum akan ketampanan mereka ber 3 terutama Aditya.


"ya Tuhan mimpi apa semalem bisa lihat opa opa Korea disini?,aku mau tuh sama yang tengah"ucap salah satu suster sambil terus menatap Aditya.


"huh aku bahkan mau yang mana saja toh semua nya ganteng apalagi dokter Rendy,aduh dok suntik aku pke cinta dong"ucap suster lainnya kepada temannya sambil berkhayal.


Merekapun sampai di depan pintu ruangan Vina dan mendengar bahwa Vina sedang menangis untuk meminta pulang dengan alasan tidak mampu membayar biaya rumah sakit.


flashback off


Aldo yang merasa dirinya dipanggil mendekat ke ranjang Vina "Vin kau tenang saja istirahat lah Jagan pusing akan biaya dan juga keluarga mu berikan nomor ponsel mereka biar aku yang mengabarinya"ucap Aldo tenang.


vina pun memberikan nomor ponsel ibunya dan kedua sahabatnya lalu Aldo pergi ke luar ruangan diikuti Rendy karena memang dia harus memeriksa pasien lain, tinggallah Vina bersama Aditya diruangan itu.


Vina melihat kearah Aditya kemudian menunduk


"uummm..... terimakasih untuk yang semalam aku tidak tahu jika tidak ada kau apa yang akan aku alami dan juga terimakasih sudah membawa ku kesini dan terim...."belum selesai Vina berbicara Aditya sudah memotongnya duluan.


"Tidak perlu berterimakasih sebanyak itu,lagipula apa kau pikir itu semua gratis?tentu saja tidak kau harus membayar ini semua!"ucap Aditya sambil memangku kedua tangganya didada.


Vina yang kaget spontan mendongak.


"hai aku kan sudah bilang bahwa aku tidak mampu membayar ini jika memang ini tidak gratis biarkan aku pulang saja"ucap Vina mulai kesal kepada Aditya.


Aditya hanya menunjukkan ekspresi datar mendengar perkataan gadis didepannya ini "aku tidak meminta mu membayar dengan uang nona"ucap Aditya sambil tertawa misterius.


Vina yang bingung hanya bisa menaikkan alisnya "lalu aku harus membayarnya dengan apa?aku tidak mau jika kau meminta hal yang tidak tidak tuan"kata Vina sedikit takut.


"disini aku yang memutuskan untuk meminta mu membayar ku apa dan ya jangan protes akan hal itu"ucap Aditya sedangkan Vina hanya mengumpat dalam hati.


"dasar pria aneh,menjengkelkan, egois huh menolong tapi meminta bayaran bahkan aku sendiri belum tau apa yang akan dia pinta semoga bukan hal yang aneh.ya Allah tolonglah hamba mu ini"umpat Vina dalam hati.


"berhenti mengumpat ku dalam hati jika memang kau ingin mengumpat katakan langsung biar aku juga mendengar nya"ucap Aditya tiba tiba.


Vina yang terkejut hanya bingung "apa dia seorang paranormal?"tanya Vina pada diri sendiri,namun sebelum Aditya menjawab Aldo sudah masuk ke dalam ruangan.


"Vina aku sudah mengabari ibu dan juga 2 sahabat mu sebentar lagi mereka akan datang"ucap Aldo memberitahu.


"ah benarkah terimakasih Aldo kau baik sekali terimakasih"ucap Vina jingkrak diatas kasur.


aditya hanya menatap malas sedangkan aldo hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah Vina yang seperti anak kecil.


Mansion Brawijaya


disebuah meja makan besar terdapat sepasang suami istri yang sedang menikmati sarapan mereka sambil sesekali bercanda mereka adalah naina dan Rudi Brawijaya orang tua Aditya dan Aldo.


"sayang semalam aku lihat Adit dan Aldo pulang sudah sangat larut"ucap naina sambil menyuap nasi kedalam mulutnya.


"mungkin mereka ada banyak pekerjaan dikantor karena itu mereka harus lembur"jawab Rudi.


"berhentilah memberi anak anak ku pekerjaan yang banyak Mereka juga harus memikirkan soal pernikahan bukan? mereka sudah tidak muda lagi terutama putra sulung kita Aditya"ucap naina sambil menatap suaminya.


"iya sayang aku tahu tapi itu memang sudah tanggung jawab mereka sebagai petinggi perusahaan pasti banyak pekerjaan dan soal pernikahan biarkan mereka yang memutuskan nya sendiri"ucap Rudi tenang tapi sedikit tegas.


naina hanya bisa membuang nafasnya kasar dan kembali menyantap sarapan mereka.


mereka selesai sarapan dan pergi ke ruang keluarga untuk menonton tv.Seorang ART menghampiri mereka meminta izin


mereka langsung menatap art itu "iya bi pergilah semoga anak mu baik baik saja sampaikan salam kami untuk putrimu ya bi"ucap naina lembut dan diangguki Rudi tanda menyatakan hal sama seperti istrinya.


"baik nyonya,tuan terimaksih kalo gitu saya permisi"kata art sambil menunduk sopan.


"hati hati dijalan ya bi dina"ucap Naina diangguki dina.


art itu adalah Dina ibunya Vina dia memang bekerja di mansion Brawijaya namun Vina tidak mengetahui bahwa majikan ibunya itu memiliki 2 orang putra yang tak lain adalah Aditya dan aldo.


ditempat lain tampak 2 gadis cantik sedang khawatir akan keadaan sahabatnya mereka bergegas ke rumah sakit yang telah diberitahu seorang ditelpon tadi.


"ya Allah semoga Vina baik baik saja"ucap Imel sambil mengemudi dengan kecepatan sedang dan diangguki oleh Dila.


mereka adalah imel dan Dila memang mereka sendang bersama dirumah Imel karena pagi ini ada jadwal dikampus tapi mendapat kabar sahabatnya dirawat mereka bergegas kerumah sakit dan bolos jam kuliah.


Dina dan 2 sahabat Vina sampai bersama dirumah sakit.


"ibu!!"panggil dila kepada dina.


"eh Dila kenapa kamu ada disini??"tanya Dina bingung melihat teman anaknya ada di rumah sakit.


"aku dan Imel mau jenguk Vina Bu tadi ada yang mengabari kami kalo Vina sedang dirawat disini"ucap Dila terengah engah karena memang dia tadi berlari sedangkan Imel sedang memarkirkan mobil.


"oh ya udh ayo kita keruangan Vina!"ajak Dina diangguki Dila.


mereka bergegas menuju ruangan Vina sampai lupa dengan Imel yang sedang memarkirkan mobil.


"ah Dila mana si?kok aku ditinggal aku kan gtau Vina dirawat dimana"ucap Imel kesal,dia berusaha menelpon Dila tapi sayang tasnya dibawa Dila tadi sebelum dia pergi ke parkiran.


Imel terus berjalan di koridor rumah sakit sambil melihat ruangan ruangan sampai dia tidak sadar didepan ada orang dan


bruuukkkkk


Imel menabrak seorang dokter sampai dia dan dokter itu terjatuh dengan posisi Imel menindih tubuh dokter itu


"awwwhhhh..."rintih Imel memejamkan matanya sambil memegang bokongnya begitupun sang dokter.


Imel dan dokter itu membuka mata dan pandangan mereka bertemu,jantung Imel serasa sedang maraton berdegup 5X lebih cepat dari normalnya, Imel terus mamandangin dokter itu, begitupun sebaliknya " cantik " kata Rendy dalam hati.


seorang suster membuyarkan lamunan mereka "dokter Rendy apa anda baik baik saja?"tanya suster yang bersama dokter itu.


Imel bangun dari tubuh Rendy begitupun sebaliknya.


"hai nona apa anda hanya menggunakan kaki dalam berjalan? pakailah mata anda juga agar tidak menabrak seseorang"ucap Rendy kesal pada gadis dihadapannya ini.


Merasa seperti di marahin Imel pun ikut emosi.


"dokter maaf tapi ini bukan sepenuhnya kesalahan saya disini anda juga bersalah!"tegas Imel. Rendy hanya menaikan alisnya.


"maaf nona ini rumah sakit UMUM bukan rumah sakit JIWA"kata Rendy menekan kata umum dan jiwa setelah itu berlalu meninggalkan Imel.


Imel berusaha mencerna kata kata dokter itu dan setelah dia menyadari ingin rasanya dia mencabik wajah tampan dokter Rendy karena berani mengatai dia orang gila.


"huh awas saja jika bertemu akan kujadikan wajah tampanmu itu perkedel"ucap Imel pada diri sendiri.


bersambung