My Boss My Sweet Husband

My Boss My Sweet Husband
BAB 246



Hari berjalan dengan cepat tanpa terasa bahwa besok adalah hari raya,hari kemenangan setalah 30 hari menahan lapar, haus dan hawa nafsu. merasakan apa yang dirasa oleh orang orang yang kurang mampu.


"Sayang aku harus ke kantor ada pekerjaan mendadak"ucap aditya yang sedang memasang jas hitam miliknya.


"Besok udah hari raya mas,masa kerja terus"saut vina membantu suaminya bersiap.


"Hanya sebentar sayang,siang ini aku langsung pulang kok"balas aditya tersenyum.


"iya,hati hati ya"tutur vina diangguki aditya.


Aditya pergi ke kantor bersama aldo hanya untuk mengurus beberapa berkas penting kemudian mereka akan kembali ke rumah dan berkumpul bersama keluarga.


Tak....tak...tak...


Suara sandal vina menuruni tangga, ketiga anaknya sedang asik bermain dengan rudi di taman. Rendy juga turut serta menemani anak dan ponakannya bermain.


"Aan sini lempar sama papah"pinta rendy ketika Revan memegang bola.


"yeayy, sekarang gantian Aas tangkap abis itu kasih Al ya"tutur rendy melempar bola kepada bagas.


"Anak mamah anteng banget main sama opa"Vina datang menghampiri stroller baby twins dimana Rudi sedang asik bercanda dengan kedua bayi mungil itu.


"Anak kamu gak ada yang rewel Vin, mulai dari Al sampai bocah ini juga"saut rudi tersenyum.


"hehehe iya pah,oh iya pah kapan Rafly dan Risa akan kesini?"tanya vina.


"mereka akan datang besok atau lusa nak, rafly semalam telepon dia bilang ada beberapa hal yang perlu diurus"jawab rudi menjelaskannya. "Apa suami mu sudah berangkat?"lanjut rudi bertanya.


"Udah pah tadi sama aldo"jawab vina sedangkan rudi hanya manggut-manggut.


"wihh pada kumpul nih Yee"naina datang dan duduk di samping rudi.


"Gak terasa ya besok udah mau lebaran aja"ucap Rudi pada sang istri sementara Vina asik dengan baby varo.


"iya pah,bahkan waktu berjalan begitu cepat. Seingat mamah baru kemarin Aditya dan Aldo di lahiran dan sekarang mereka sudah berkeluarga dan memiliki seorang anak"balas naina haru.


"papah bahagia karena bisa tua bersama mamah,tetap sama papah sampai maut memisahkan ya mah"ujar rudi tulis.


"mamah akan selalu mencintai papah meski kita sudah tidak bersama lagi nantinya"ucap naina menyadarkan kepalanya di dada rudi.


Vina dapat mendengar pembicaraan mertuanya,rasanya bahagia melihat naina dan rudi yang tetap harmoni sampai tua dan Vina menginginkan hal yang sama dengan suaminya aditya.


"Ya Allah hamba ingin seperti kedua mertua hamba, menua bersama menikmati kebahagiaan bersama sampai kehendakmu yang memisahkan kita dalam perpisahan selamanya (maut) "Batin vina tersenyum.


Malam ini adalah malam terakhir berbuka puasa di bulan suci Ramadhan, keluarga itu memutuskan untuk berbuka di luar lagipula di rumah sangat sepi hanya ada sekitar 10 pengawal yang berjaga atas perintah aditya.


"Kita mau kemana mas?"tanya Vina yang sedang menyusui alisha.


"Buka di restoran nostalgia papah dan mamah sayang"jawab aditya.


"maksudnya mengenang masa masa mamah dan papah mas?"tanya vina dibalas senyuman oleh aditya.


Mereka semua sampai di kafe tempo Doeloe,kafe yang sudah berdiri puluhan tahun tapi masih kokoh berdiri menerima banyak tamu mulai dari kalangan remaja sampai lanjut usia.Tersediajuga taman kecil untuk anak anak,Al,bagas dan Revan langsung berlari dan bermain disana.


"Jadi dulu papah dan mamah sering kesini?"tanya dila menatap bangunan kuno itu.


"iya sayang,mamah biasa di ajak papah kesini habis pulang ngampus"jawab naina.


"Om,tante doakan semoga kita bisa seperti kalian yang menua dan bahagia bersama di hari tua"ucap imel tulus.


"Amin sayang,semoga kalian semua bahagia bersama sampai maut memisahkan"balas rudi mengamini.


"Yasudah langsung pesan saja makanannya ini juga sudah mau berbuka"tutur aldo kemudian mengambil daftar menu.


"Mba??"panggil rendy menjentikkan jarinya kepada mba pelayan.


"Ada yang bisa saya bantu, tuan dan nyonya?"tanya nya dengan ramah.


"kami mau pesan ini,ini dan ini ya"jawab aldo menunjuk pesanan untuk semua orang.


"Mas sebentar ya aku mau menghampiri anak anak"ucap vina menidurkan alisha di samping varo dalam stroller.


Brukkk


tanpa sengaja seseorang menabrak vina membuat vina dan orang itu jatuh.


"Sayang??"panggil aditya kemudian menghampiri istrinya.


"Kamu gak apa apa?"tanya aditya membantu istrinya berdiri.


"Varel??"gumam vina pelan membuat orang itu menoleh.


"Vina, aditya?!!"seru varel.


"Lila? kamu sama varel...,?"tanya Vina menunjuk wanita yang tadi bertabrakan dengannya yang ternyata lila teman kampus nya.


"iya Vin,aku dan varel menikah 5 bulan yang lalu"jawab lila menjelaskan.


"Vina, Adit aku minta maaf jika selama ini pernah menganggu dan menyakiti kalian. Tapi sungguh sekarang aku telah berubah aku menemukan sosok Vina dalam diri lila dan tanpa terasa aku jatuh cinta padanya dengan tulus dan akhirnya kami menikah. aku sangat bahagia dengan pernikahan ini doakan semoga kami bisa bahagia seperti kalian"Jelas varel menunduk rasa bersalah masih ada dalam dirinya.


"Kami sudah memaafkan mu varel dan kami doakan semoga pernikahan kalian bahagia, semoga anak kalian sehat ya"balas vina.


"Adit aku berterimakasih padamu karena nasehatmu hari itu akal sehatku kembali, kini aku sadar tidak ada gunanya merebut milik orang lain. Yakinlah bahwa seseorang juga menanti dan menunggu kita di suatu tempat dan aku mendapatkan nya dit. Terimakasih banyak"ucap varel mengingat nasehat aditya dulu.


Aditya memeluk varel dan menepuk bahu pria yang pernah jatuh cinta pada istrinya itu.


"Syukurlah aku senang mendengarnya, semoga pernikahan kalian bahagia"ucap aditya melepas pelukannya.


"kalo gitu kami permisi ya Vin,sampai jumpa"ucap lila kemudian pergi bersama varel.


"Aku senang mas akhirnya varel bisa bahagia meski dia pernah menyakiti ku bagaimanpun dia adalah temanku dulu"ucap vina pada suaminya.


"Aku senang untukmu sayang, namun sangat di sayangkan alex tidak seperti varel yang sabar menunggu dan tidak gegabah"balas Aditya.


"Huh,ya sudah sekarang ayo sebentar lagi berbuka kita harus menghampiri anak anak"ajak vina.


Vina dan aditya kembali bersama dengan 3 bocah menggemaskan itu. Semua mulai membaca doa ketika melihat mendengar azan sudah berkumandang.


Setalah makan mereka pergi ke alun alun kota yang begitu ramai menikmati malam takbiran yang di iringi takbir dari berbagai masjid.


"Mamah itu ada kembang api"ucap Al menunjuk kembang api yang meledak di udara membentuk sebuah bunga cantik.


"Iya sayang, cantik ya kembang api nya"balas vina mengelus rambut Al.


"Cantik seperti kamu sayang"bisik aditya.


Vina menoleh dan tersenyum kepada suaminya.


"Terimaksih pujiannya"balas vina mengelus pipi aditya.


Oek...oek...


Suara tangis bayi terdengar di samping aditya di mana stroller baby disana,Vina menggendong dan menina varo sementara aditya menggendong alisha dan melakukan hal yang sama dengan vina.


"Kamu ingat kapan pertama kali kita bertemu sayang?"tanya aldo yang sedang menatap langit.


"Ingat,siang hari ketika aku keluar dan mobilmu mengenai genangan air"jawab dila mengingat pertemuan pertamanya.


"Tidak Sayang, pertama kita bertemu adalah di rumah sakit aku merasakan hal yang berbeda ketika melihatmu dan ternyata sekarang kamu menjadi istriku,ibu dari anakku bagas"jawab aldo menggeleng.


"Aku bahagia do, tetaplah seperti ini selamanya"ucap dila menyadarkan kepalanya di dada aldo.


"Mamah, papah"teriak Bagas menghampiri mereka.


"Oh jagoan papah"aldo menggendong bagas.


"Bukankah itu sangat indah dan cantik"ucap Imel menunjuk kembang api yang terlukis di langit.


"Ya sayang, mirip seperti dirimu"jawab rendy berbisik berdoa saja semoga revan tidak mendengar.


"Kamu selalu seperti itu rend, memujiku dengan berlebihan"balas imel mencubit lengan rendy.


"Dan selamanya akan seperti itu sayang, berjanjilah terus ada di samping ku"pinta rendy.


"Aku janji"balas imel tersenyum manis.


Di lain sisi dina sedang duduk sendiri di bangku taman yang ada di belakang Vina dan aditya. Dina menatap putrinya yang sedang tertawa bahagia ikut merasakan kebahagiaan. ia teringat bagaimana penderitaan Vina ketika kecil dulu tapi kini semua itu sudah tergantikan oleh hadirnya aditya sebagai sosok suami yang sangat mencintainya.


"Ayah,kamu lihat anak kita?dia sekarang sudah bahagia dengan suami dan anaknya. Ayah meski sebelum kamu tiada kamu berbuat kasar tapi sungguh cinta di dalam hati ibu masih ada,kamu suami ibu yang pekerja keras hanya saja sifat arogan mu yang membuat keluarga kita seperti ini"ucap dina menatap bintang seakan bintang itu adalah suaminya.


"Ayah aku akan datang kepadamu ketika aku sudah berhasil membesarkan Iqbal,aku yakin vina bisa membesarkan Iqbal dengan baik tapi itu tidak mungkin. Selama ini aku sudah merepotkan putri kita, aku tidak mau merepotkan nya lagi"sambung dina tanpa terasa air matanya menetes mengingat masa masa muda bersama Handoko (Ayah Vina).


HUAAA MAU END GAK RELA 😫😫


jangan di unfav ya karena nanti akan ada extra part dan pengumuman season 2😊😊


BERSAMBUNG.......