My Boss My Sweet Husband

My Boss My Sweet Husband
BAB 169



malam hari Vina,Imel dan Dila berbelanja pakaian untuk acara besok tentu dengan didampingi suami mereka.


"Mas baju apa yang cocok untukku semua pasti tidak muat sayang"ucap vina sambil memegang baju baju bermodel.


"Boleh aku yang pilihkan?"tanya Aditya.


"iya mas tentu saja"jawab vina.


Aditya mulai mencari pakaian yang cocok untuk istrinya dengan mengingat kehamilannya juga tentunya.Tangan Aditya berhenti mencari ketika menemukan long dress berwana merah dengan lengan sebahu dan sudah pasti itu muat untuk istrinya karena Vina memiliki postur badan yang tidak pendek ataupun tinggi.


"Mba permisi"panggil aditya.


"Iya tuan?"tanya pelayan toko.


"dress ini apa bisa dipakai oleh istri saya?"tanya Aditya menujuk Vina.


"ya tuan dress ini cocok untuk istri anda yang sedang mengandung karena postur tubuh istri anda tidak pendek ataupun tinggi jadi sangat pas untuk nya"jawab pelayan itu setalah melihat vina.


"Baiklah tolong bungkus yang ini dan tolong Carikan jas berwarna senada dengan baju istri saya"tutur aditya.


"baik tuan"jawab pelayan itu Sopan.


Pelayan itu memberikan jas berwana hitam dengan berbagai model lengkap dengan dasi dan kemejanya.


"Sayang aku ganteng pakai baju yang mana?"tanya aditya mengangkat dua jas untuk ditujukan pada Vina.


"Pake yang mana saja tampan sayang,tapi aku lebih suka yang ini"ucap vina menujuk jas sebelah kiri berwana hitam dengan kemeja putih tanpa dasi.


"Baiklah tolong yang ini ya"ucap aditya memberikan jas pilihan Istrinya kemudian memberikan kartu kredit tanpa batas pada pelayan itu.


Imel dan Rendy melakukan hal yang sama, memilih pakaian yang akan mereka pakai ke acara besok.


"Sayang aku pake ini aja ya"ucap imel memilih dress merah muda dengan belahan dada yang sedikit terbuka.


"Engga, kamu mau dada kamu dilihat orang lain pokoknya jangan aku gak setuju"ucap rendy menolak.


"ishh kan ini emang modelnya"rengek imel.


"Pokoknya engga!!"tolak rendy.


"ya sudah aku akan pergi menggunakan mukena saja biar orang tidak bisa melihat lekukan tubuh ku"ucap imel kesal meninggalkan rendy.


Sekarang giliran dila dan aldo.


"Sayang apa baju ini cocok?"tanya dila menunjuk dress berwarna putih.


"iya sayang bagus"jawab aldo.


"ah sepertinya tidak, bagaimana jika ini?"tanya dila lagi.


"Sayang sudah hampir 100 baju yang kamu tunjukkan padaku tapi menurut mu tidak ada yang bagus, bagaimana jika kamu menggunakan daster saja pasti akan terlihat cantik"canda aldo pada istrinya yang sejak tadi tidak ada habisnya memilih pakaian.


"Baiklah tapi jangan salahkan aku jika nanti aku di usir dari hotel"ketus dila.


"hahahaha"tawa aldo.


Setalah berbelanja mereka pergi ke restoran yang ada di mall untuk sekedar mengisi perut mereka memutuskan yang belum makan malam.


"Sayang kamu mau apa?"tanya aditya siap menulis pesanan istrinya.


"Samain aja mas kaya kamu"Jawab vina.


"mmm ya sudah baiklah"balas aditya kemudian mencatat semua pesanan mulai dari istrinya sampai keempat orang itu.


"Oh iya apa diacara besok banyak pengusaha dan dokter terkenal?"tanya dila.


"iya sayang tentu saja karena memang pesta itu untuk pembukaan cabang rumah sakit jadi mulai dari pengusaha dalam kota sampai luar kota akan datang"jawab aldo.


"Hiburan apa yang disediakan disana?"tanya imel.


"Mungkin melodi piano dan biola"jawab rendy.


"Membosankan, kenapa tidak dangdut saja"pekik Vina meletakan wajahnya ditangan sebagai tumpuan.


"Sayang ini acara milenial bukan pernikahan masa iya tanggap dangdut"ucap aditya terkekeh dengan perkataan vina.


"dangdut bukan untuk pernikahan saja mas,dulu aku ketika kuliah juga sering nyanyi dangdut kok malah Imel sama dila joget joget gak jelas"ujar vina pada suaminya.


"Kalian? nyanyi dangdut dan joget joget?"tanya aldo dengan raut tidak menyangka.


"ya kenapa?memang aneh?"tanya vina.


"tidak sudah lupakan saja"jawab Aldo.


Pesanan mereka sampai dengan segera mereka melahap habis tanpa sisa,jam menunjukan pukul 20:00 artinya masih sore alias belum terlalu malam.


"Ayo kita nonton itung itung mengingat masa lalu sebelum mengenal"ajak imel.


"Boleh tuh"saut dila.


"Tapi anak anak?"ucap Vina mengingat anak anak dirumah.


"jangan khawatir sayang kan ada mamah dan para bibi dirumah,jadi ayo nonton"jelas aditya mengajak istrinya.


"Baiklah ayo langsung saja agar tidak ngantri nantinya"ajak rendy.


Mereka semua bergegas ke lantai 3 tempat layar tancap modern itu berada ya tertera tulisan cukup besar disana XXI dengan berbagai judul film terbaru mulai dari genre romantis sampai horor.


"kita nonton horor aja deh"ucap dila.


"tapi itu lihat dari judulnya aja udah serem banget gimana filmnya nanti"Imel menunjuk sebuah poster film berjudul kuntilanak kesurupan kuntilanak tapi mereka tidak melihat genre nya.


"yailah sekarang kan kalo takut tinggal peluk emang dulu waktu jomblo paling gigit jari doang,hahah"tawa vina.


"ya sudah gas lah"balas Imel.


Aldo memesan 6 tiket untuk mereka,mereka mendapatkan posisi bangku terhitung dari pojok kiri.


"Aku dan Vina yang dipojok"ucap aditya dengan tujuan bisa curi curi ditengah film.


"hmmm ya sudah sana"rendy melengos tapi tetap mengizinkan.


Posisi duduk tentu sama seperti posisi duduk ketika mereka belum sama sama mengenal(eps nonton bareng).


Film dimulai!!!!!


"Mas itu kuntilanaknya?"tanya Vina menujuk kuntilanak yang ada dilayar tapi bukannya seram Justru terlihat lucu dan aneh.


"Aku rasa kita salah masuk sayang masa iya kuntilanak kesurupan kuntilanak bisa gosip gitu,aku rasa kesurupan kuntilanak itu maksudnya adalah kerasukan gosip nih"ucap aditya.


"yah sayang sekali padahal aku mau nonton film horor"ucap Vina tidak bersemangat.


"Yaudah kita gini aja"Aditya mencium bibir Vina,Vina membulatkan matanya terkejut aditya menciumnya didepan umum seperti ini ya meski dipojok tapi pasti ada yang melihat aksi gila mereka.


"Mas ihh malu"ucap Vina melepaskan ciuman suaminya.


"Gak ada yang lihat sayang kita kan dipojok"Saut aditya.


"Tapi kan malu sayang"rengek vina.


"Ya sudah baiklah"ucap aditya kemudian bersandar pada bahu vina sambil mengelus perut istrinya.


Setalah menonton film genre horor komedi, mereka pulang karena waktu juga sudah larut,Vina yang kelelahan sekaligus nyaman dalam dekapan Aditya ketiduran di mobil.


"Ya ampun si Vina udah ngorok aja"ucap dila melihat Vina sudah pulas dalam pelukan suaminya.


"Mungkin dia kelelahan maklum bumil"ucap imel.


Cup


"Aditya tak hentinya menciumi puncak kepala Vina dan mengelusnya sayang.


"Dit kau cinta sekali ya sama Vina?"tanya rendy.


"jika dulu kau tidak bertemu dengan vina aku yakin kau belum menikah sampai sekarang"sambung aldo.


"Begitupun dengan kalian,karena Dila dan Imel adalah teman istriku jika Vina tidak menjadi istriku bagaimana kalian akan mengenal mereka"jawab Aditya.


"Berarti pertolongan membawa jodoh untukku ya judul yang cocok kalo dibuat novel"ucap dila.


"bukan tapi sekretaris ku istriku"saut Imel.


"bukan tapi pria dingin berubah jadi bucin karena sektretaris nya"sambung rendy.


"tidak tidak tapi yang cocok adalah boss dingin itu jodohku"saut aldo.


"Bisakah kalian diam kenapa kalian itu berisik sekali"ucap aditya pada keempat anak manusia itu. "judul yang cocok untuk cinta kami adalah my boss my sweet husband"sambung aditya.


"Setuju"ucap keempatnya.


Mobil memasuki gerbang besi tinggi setalah seseorang membukanya dari dalam,sapaan selamat malam keluar dari mulut di penjaga gerbang.


"Selamat malam tuan dan nona"sapa pak Ali.


"malam pak"jawab keempatnya kompak.


Aditya menggendong istrinya dan membawanya masuk, rumah terlihat sudah sangat sepi mungkin karena sekarang sudah jam 22:30 mamah dan yang lain pasti sudah tidur pikir mereka.


"Dit kau bawalah istrimu kasihan dia pasti dia kelelahan"ucap Aldo.


"baiklah aku duluan, selamat malam"ucap aditya.


"Aku lihat anak anak dulu ya dikamar mereka"ucap Dila.


ya Al,revan dan bagas sudah menempati kamar yang dibuat oleh orang tua mereka,Imel mengikuti Dila untuk melihat anak anak.


Ceklek


Dila membuka pelan pintu kamar, terlihat gelap dan sangat sunyi berarti anak anak sudah pulas.


"Udah pulas"ucap dila seraya kembali menutup pintunya.


"ya udah ayo kita juga harus istirahat"ajak Imel diangguki dila.


***


Aditya merebahkan istrinya di kasur, melepaskan sepatu flatshoes yang digunakan Vina kemudian duduk disamping istri nya.


"Entah kenapa setiap kali aku melihatmu aku selalu berpikir bagaimana bisa aku seberuntung ini bisa mendapatkanmu sebagai istriku"ucap aditya sambil terus memandangi wajah vina yang tengah tidur.


Aditya pergi ke kamar mandi untuk berganti pakaian kemudian dia ikut berbaring disamping Vina dan memeluk nya.


"Selamat malam Sayang"bisik aditya mesra.


Hingga akhirnya aditya ikut masuk ke dalam mimpinya.


_


_


Tengah malam Vina terbangun karena suara teriakan seseorang,dia membuka matanya dan terkejut ternyata yang berteriak adalah aditya.


"Vina jangan tinggalkan aku,aku mohon sayang jangan pergi aku mencintaimu"ucap aditya berteriak dengan mata yang terpejam dan keringat yang bercucuran didahinya.


"Mas Adit??!!mas kamu kenapa?!!!"tanya vina menggoyangkan tubuh Aditya.


"Vina aku mohon kembalilah sayang demi anak kita, jangan tinggalkan aku sendiri aku mencintaimu!!!!"Teriak aditya lagi semakin keras.


"mas ini aku sayang buka mata kamu"ucap Vina menepuk pipi Aditya.


"Vina???!!!!"panggil aditya kemudian bangun dan langsung mengambil posisi duduk.


"mas kamu kenapa?ada apa?apa kamu mimpi buruk?"tanya vina langsung menghujani aditya dengan pertanyaan.


Aditya menoleh dan langsung mendekap Vina Sambil terus menciumi puncak kepala istrinya.


"mas mimpi apa?apa sangat buruk?"tanya vina menengadah ke atas.


"Aku mimpi kamu dibawa pergi dari aku sayang,kamu tinggalin aku dan anak kita....aku takut"ucap Aditya tanpa sadar dia menitihkan air mata.


"Mas jangan menagis aku disini sayang dan akan selalu ada disamping kamu,sudah lupakan oke itu hanya sebuah mimpi jadi tidak perlu dipikirkan ya"tutur Vina lembut.


"maaf ya sayang pasti kamu bangun karena suara aku"ucap aditya membelai pipi vina.


"tidak apa apa mas"jawab Vina tersenyum."ya udah sekarang tidur lagi ya"titah vina kemudian membaringkan tubuh suaminya kemudian kepalanya disandarkan di dada bidang aditya.


"Selamat malam sayang"ucap aditya kemudian mempererat pelukannya.


Azan subuh berkumandang,Vina dan aditya melaksanan solat subuh berjamaah, kemudian mereka bersantai menikmati siluet pagi yang indah dan menyejukkan hati.


"Mas aku ke bawah dulu ya bikinin kamu teh sama susu buat aku sekalian mau lihat Al sudah bangun atau belum"ucap vina.


"iya sayang hati hati ya turun tangga nya"tutur aditya lembut.


Sebelum ke dapur Vina pergi ke kamar anak anak untuk melihat Al dan tenyata ketiga anak laki laki itu masih pulas dengan selimut mereka.


Vina keluar kemudian pergi ke dapur membuat teh dan susu untuknya.


"Selamat pagi semuanya"sapa vina pada bi Ijah, Suti dan lilis yang sedang menyiangi sayuran.


"Pagi non"jawab ketiganya kompak.


"Ada yang bisa bibi bantu non?"tanya bi Ijah.


"engga bi aku cuma mau bikin teh sama susu aja kok"jawab Vina sambil menuangkan 4 sendok takar susu hamil untuknya dan teh plus gula pasir untuk suaminya.


Dikamar, sambil menatap rumah rumah dari balkon kamarnya,mimpi semalam masih ia pikirkan sampai sekarang rasanya mimpi itu benar benar nyata,Vina pergi... pergi meninggalkannya bersama orang lain.


"Ya Allah semoga mimpi semalam bukan pertanda buruk"ucap aditya.


Vina datang dengan membawa teh dan susu, diletakkannya di meja yang ada di balkon.


"mas ini minum dulu teh nya"titah vina.


"iya sayang"Aditya duduk di lantai kemudian menyeruput teh buatan istrinya yang bikin nagih.


Sambil menikmati suasana pagi hari dengan ditemani secangkir teh hangat sangat nikmat apalagi ditemani orang terkasih.


"Mas jam berapa acara nanti malam?"tanya vina setelah meminum susu nya.


"Jam 8 malam sayang"jawab aditya kemudian kembali ke lamunannya tentang mimpi semalam.


"mas??"panggil Vina pada suaminya yang sedang melamun.


"Aku hanya sedang memikirkan pekerjaan saja sayang"jawab aditya berbohong.


"aku istrimu mas jangan bermain rahasiaan denganku, apa kamu memikirkan mimpi semalam?"tanya Vina mulai mengerti.


Aditya mengangguk lemah kemudian menyeruput teh hangat nya.


"mas sudah aku katakan, jangan dipikirkan mimpi hanya bunga tidur tidak semua mimpi itu benar mungkin kamu bermimpi seperti itu karena kamu terlalu mencintaiku"jelas vina.


"mimpi itu terasa begitu nyata sayang,kamu adalah wanitaku orang pertama yang aku cintai aku tidak akan bisa jika harus kehilanganmu"saut Aditya.


"aku disini sayang tidak akan pergi kemanapun,aku akan selalu ada disamping mu meski aku tiada aku akan hidup selamanya disini"Vina memegang dada aditya.


"berjanjilah untuk selalu bersamaku dan tidak pernah meninggalkanku meski apapun yang terjadi"titah Aditya.


"Aku berjanji"ucap Vina sungguh sungguh Kemudian memeluk tubuh aditya.


JANGAN LUPA KOMEN POSITIF UNTUK MEMBUATKU SEMANGAT UP YA ๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜


BERSAMBUNG........