My Boss My Sweet Husband

My Boss My Sweet Husband
BAB 73



"benarkah, terimaksih tuan terimaksih banyak"ucap juan berbinar


"Pergi sebelum aku berubah pikiran"ucap orang itu kemudian dengan Segera juan bangun, mengambil uang itu dan pergi


"tunggu pembalasanku aditya brawijaya"ucap orang itu tertawa licik


Pagi pagi Vina sudah bangun dan seperti biasa dia melaksanakan solat subuh


"mas aku ke dapur dulu ya"ucap vina


"sayang kamu itu lagi hamil besar,udah diem diem disini"cegah aditya


"tapi mas...."rengek vina


"nurut ya sayang"lembut aditya


"iya deh aku nurut sayang"ucap Vina menurut


"nah kan kamu cantik kalo nurut kaya gini"ucap aditya mengacak-acak rambut vina


Entah bawaan bayi atau apa Vina begitu kesal mendengar perkataan aditya


"oh jadi selama ini aku gak cantik?"kesal vina


"eh engga dong istriku kapan sih pernah jelek"rayu aditya


"alah bohong ih males aku"Vina mengambek


"aduh mati gw kalo bini ampe marah ancur junior gw gak dikasih" hati aditya takut


"sayang?"panggil aditya pada Vina yang tengah memainkan ponselnya di sofa


".........."


"jangan marah ya kalo marah nanti cantiknya ilang loh"ucap aditya


"Tuh kan kamu tuh...."kesal vina lagi membuat aditya menepuk jidatnya


"aduhh salah lagi gw ahh mulut gw gak bisa diajak kompromi"


"becanda sayang"ucap aditya menghampiri istrinya


Vina menggeser posisi duduknya menjauhi aditya


"udah sana siap siap ke kantor"ucap Vina mengusir secara tidak langsung


"Gak mau sebelum kamu maafin aku"tolak aditya seraya memeluk tubuh vina dari samping


"sana ihh...."tolak Vina melepas tangan aditya dibahunya


"kamu beneran marah? kan aku cuma ngomong gitu doang yank"rengek aditya


Mendengar itu senyum jahil Vina terukir diwajah cantiknya dan berpikir akan menjahili suaminya


"udah ah awas aku mau sarapan"


Vina meninggalkan aditya yang masih duduk disofa menuju meja makan


"Selamat pagi mah"sapa Vina pada naina yang tengah menata makanan


"pagi sayang"jawab naina


"maaf mah gak bantu tadi mas adit larang aku katanya aku udah hamil besar takut kecapean"jelas vina


"yang dikatakan adit bener sayang, mulai hari ini kamu gausah bantuin mamah lebih baik kamu cari tahu merawat bayi"ucap naina


"iya mah"jawab vina menganggukan kepalanya


.


.


.


Semua orang sudah berkumpul dimeja makan untuk sarapan


"sayang??"panggil aditya berbisik namun tak dihiraukan vina


"do tuker tempat duduk ya kayanya ini bangkunya angker ada yang bisik bisik aku takut"sindir vina


"maksud kamu?"tanya aldo tidak mengerti


"sudahlah... tukeran ya"pinta Vina dan aldo menurutinya


Kini posisi duduknya vina berada ditengah tengah antara risa dan dila


"kamu lagi marahan sama aditya?"tanya dila berbisik


"tidak"jawab Vina seraya mengolesi roti dengan selai coklat


"kak ada apa semua baik baik saja kan?"tanya risa berbisik


"sudahlah habisi sarapan kalian"ucap vina


"sayang kamu gak mau makan nasi?"tanya naina


"lagi pengen makan roti mah"jawab vina tersenyum


"Baiklah makan yang banyak"jawab naina


Aditya menatap istrinya melas berharap vina mengambilkan makan untuknya seperti biasa


"Vin kamu gak apa apa?"tanya dila khawatir begitupun semua orang


"perut aku tiba tiba sakit"jawab vina berbohong


"yaudah kamu duduk aja biar mamah yang ambil makan untuk adit"ucap naina


Vina tersenyum menahan tawanya melihat wajah aditya yang tau kalo istrinya tengah mengerjainya


Aditya menggerakkan kakinya ingin menyentuh kaki istrinya tapi justru bukan kaki Vina yang ia senggol melainkan kaki risa


"hmm"kaget risa tegap


"kamu kenapa ris?"tanya dila dan risa menggeleng


Aditya terus memainkan kakinya sambil menatap Vina yang juga sedang menatapnya


"kaki siapa sih gak bisa diem banget" geram risa kemudian melongok ke bawah meja


"astaga kak adit.....lihat bagaimana aku akan membalasnya" hati risa lagi tersenyum jahil


"kak bisakah kau lihat ada apa dibawah kakimu"ucap risa membuat aditya gusar menyangka bahwa dia ketauan


"tidak ada apa apa"jawab aditya tanpa melihat kebawah


"lihat dulu"titah risa membuat semua orang ikut melihat kebawah


Dilihatnya kaki aditya sedang menempel pada kaki Risa


Vina menahan tawanya ketika tahu suaminya berusaha untuk menggodanya tapi justru salah sasaran


"dasar suamiku ini.....hahahaha" Hati Vina menjerit tertawa


"Adit kakimu kenapa nempel pada kaki risa?"tanya naina


"aku tidak melakukan itu..aku menempelkan kakiku pada....."ucap aditya berhenti dan Melihat kebawah


"aduh begoo kenapa gak.....ahhhh oh God please help me" Hati aditya memohon


"Hahahahah"tawa semua pecah ketika melihat ekspresi wajah aditya yang malu


"Aku sudah selesai,cepat kau"ucap aditya pada aldo sedangkan semua orang masih tertawa


.


.


"Tolong perikasa apa jadwalku hari ini?"ucap seseorang


"anda ada pertemuan mengenai persetujuan pengajuan kerja sama dengan Brawijaya group"jelas sang asisten


"Baik kau boleh pergi"ucap orang itu yang tak lain adalah tio


Tio sudah Sampai di Brawijaya group,matanya terus tertuju pada ponsel ditangannya sampai tak sadar ada seorang gadis dihadapannya


Bruk...


semua berkas yang dibawa gadis itu jatuh sedangkan dirinya sudah masuk kedalam pelukan tio dengan posisi yang hampir jatuh (kaya film film korea gitu loh πŸ˜‚)


Mata tio dan gadis itu bertemu, jantung mereka sudah sama sama berdetak lebih cepat dari biasanya


"Kenapa dia bisa setampan itu sih" hati gadis itu


"nona risa anda tidak apa apa?"pertanyaan tio mengembalikan kesadaran gadis itu yang ternyata adalah risa


"ahhh iya maaf maaf lagi lagi saya merepotkan anda tuan"ucap risa melepas pelukan tidak sengaja mereka


"tidak apa apa mari saya bantu bereskan"ucap tio berjongkok memunguti berkas yang berjatuhan


Lagi lagi kejadian yang membuat jantung mereka maraton terjadi,saat tangan risa meraih sebuah berkas tangan tio melakukan hal yang sama dan akhirnya tangan mereka saling bersentuhan


"ahhh..maaf tuan saya sudah terlambat saya permisi"ucap risa gugup kemudian meninggalkan tio yang masih mematung


"Ahhh....ada apa denganku"gumam tio kemudian melanjutkan untuk bertemu aditya.


"selamat siang tuan Aditya"sapa tio saat dila mempersilahkan dirinya masuk


"siang tuan tio"ucap aditya menjabat tangan tio


Aditya mengajak tio duduk di sofa diikuti aldo disamping nya


"jadi bagaimana tuan?"tanya tio to the point


"sabarlah tuan mari kita bermain main dulu"ucap aditya membuat tio bingung


"maksud anda?"tanya tio


"ah lupakan..... mari kita makan siang bersama"ajak aditya


"dengan Senang hati tuan"jawab tio


"kau ajak dila sekalian"ucap aditya dan aldo mengangguk


BERSAMBUNG.......


HAII PARA PEMBACA AKU UP LAGI NIHH πŸ€—πŸ€— BANTU LIKE DAN VOTE YA BIAR AKU MAKIN SEMANGAT BUAT UP πŸ™πŸ˜‚πŸ˜Š BANTU KOMEN KRITIK DAN SARAN JUGA BOLEH πŸ‘βœ¨β€οΈ


TERIMAKASIH, HAPPY READING ❀️🌺✨


FOLLOW INSTAGRAM AKU @alfianaaa05_