
Malam hari vina sedang menikmati buah yang dipotongi oleh ibu mertuanya sedangkan aditya sedang asik bermain dengan Al.
"mas sudah malam sini biar Al sama aku"ucap vina pada suaminya yang masih bermain dengan anaknya.
"aku bikin susu dulu ya"ucap aditya seraya menidurkan Al disamping vina.
"gak usah mas biar aku aja, kamu duduk sini"tolak Vina kemudian bangun dan membuatkan susu untuk anaknya.
"mama...nen...mama"pinta Al mengangkat sebelah tangannya.
"sebentar ya sayang mamah lagi bikin"ucap aditya pada anaknya yang merengek meminta susu.
Vina datang dengan sebotol susu kemudian memberikannya pada Al.
"Ini sayang sini sini sama mamah"vina memeluk Al dan menepuk pantatnya.
Vina menidurkan Al sementara aditya pergi ke kamar mandi untuk mengganti pakaiannya.
Al tidur dengan pulas dalam dekapan ibunya,vina mengambil susu ibu hamil dan membuatnya.
"Sayang sedang apa?"tanya Aditya seraya melangkah menuju sisi ranjang mengambil pakaian yang disiapkan istinya sebelumnya.
"Bikin susu mas"jawab vina berbalik seraya meneguk susu berwana putih itu.
Aditya membawa Al keluar dari kamar dan memindahkannya ke kamar anak anak mengingat Al sering menendang jika tidur.
Setelah memindahkan Al, Aditya berniat untuk kembali ke kamarnya namun aldo dan rendy menghampirinya.
"Dit?"panggil aldo yang datang bersama rendy.
"ada apa?"tanya aditya seraya menutup pintu kamar anak anak.
"Ada yang perlu kita bicarakan, ayo ke ruang kerja"ajak Rendy.
Aditya mengangguk kemudian mengikuti kedua saudaranya menuju ruang kerja.
Mereka bertiga duduk di sebuah sofa dengan meja berbentuk kotak didepannya.
"Persidangan kita diundur dan polisi mengatakan bahwa selama hakim belum menjatuhkan hukuman sanjaya bebas berkeliaran di dalam kota"ucap Aldo membuka pembicaraan.
"dan yang harus kita waspadai adalah tindakan gila Sanjaya,dia sama gilanya dengan alex aku takut dia akan menyakiti keluarga kita lagi"sambung aldo.
Aditya menatap lurus sambil meremas jadinya dengan kepalan tangannya sendiri, menjawab dengan dingin namun terkesan tegas.
"Aku tidak akan membiarkan siapapun untuk menyakiti keluargaku,suruh beberapa mata mata berjaga di sekeliling halaman mansion selama keputusan sidang belum dijatuhkan"saut Aditya bangun dari duduknya.
"Aku akan mengatur semuanya dit"ucap Aldo ikut bangun dari duduknya.
"Sudah malam lebih baik kita istirahat"ujar rendy diangguki keduanya.
Aditya berjalan dengan pikiran yang penuh dengan vina,ya vina dia pasti adalah sasaran utama Sanjaya mengingat anaknya yang tiada karena obsesi gilanya pada vina.
"Kepalaku terasa sakit"gumam aditya memijat pelipisnya yang tiba tiba sakit memikirkan masalah yang sedang ia hadapi.
Aditya masuk tanpa melihat sekeliling karena masih sibuk dengan pijatan di pelipis nya.
"mas kenapa?"tanya vina melihat suaminya.
"engga sayang aku gak apa apa,aku cuma sedikit lelah"jawab Aditya menatap mata istrinya.
"semua baik baik saja kan?"tanya Vina sedikit menyelidik.
"iya sayang,oh iya kenapa kamu belum tidur?"tanya aditya mengalihkan pembicaraan.
"aku gak ngantuk mas, kamu tiduran dulu aku ambil minyak buat pijat kepala kamu"titah vina.
"gak usah sayang aku gak apa apa kok, mending kamu istirahat saja ini sudah malam"tolak Aditya.
"sudah mas sana berbaring"ucap Vina kekeh dengan keinginannya.
Vina membawa sebotol minyak kemudian duduk di tepi ranjang memindahkan kepala Aditya di pahanya.
"Pijatan kamu enak sayang apalagi kalo pijat plus plus"Aditya menikmati pijatan dari tangan lembut vina diakhiri candaan.
"Kamu tuh ih pikirannya kesana terus,sekali kali kamu sikat pake sabun biar bersih pikirannya"pekik vina.
"aku kan pikiran kaya gini cuma sama kamu doang sayang"Aditya membela diri.
"yaudah tidur,aku pijat sampai kamu tidur"ucap vina kemudian aditya berputar menghadap perut vina, membenamkan wajahnya di perut istrinya dan terlelap.
Vina masih setia memijat suaminya hingga akhirnya dia juga ikut terlelap dengan posisi duduk karena kepala Aditya yang tidur di pahanya.
Tengah malam Aditya menggeliat dan membuka matanya,wajah pertama yang ia lihat adalah Istrinya yang tidur dengan pulas tapi sisi lain dia juga merasa bersalah karena dirinya Vina tidur dengan posisi tidak nyaman.
Cup
"maafkan aku sayang karena aku kamu tidur dengan posisi tidak nyaman begini"ucap Aditya pelan setalah mencium kening Vina penuh perasaan.
Aditya merubah posisi tidur istrinya menjadi berbaring, menarik selimut untuk menutupi tubuh vina kemudian dia kembali merebahkan diri dan memeluk istrinya dengan erat.
"mimpi yang indah istriku"bisik Aditya hingga akhirnya dia benar-benar terlelap.
Azan subuh menggelitik telinga vina hingga dia terbangun dan menyadari panggilan yang maha kuasa untuk melaksanakan kewajiban sebagai seorang muslim.
Vina menguap, perlahan membuka matanya dan dia baru sadar jika posisi tidurnya berubah.
"seingat ku semalam tidur dengan posisi duduk, kenapa jadi berbaring?"gumam vina bertanya.
Vina menengok menatap wajah tampan suaminya yang masih tidur, perlahan dia mendekati bibirnya ke bibir Aditya dan
Cup ( kecupan itu mendarat sempurna dibibir Aditya).
"terimakasih sayang"ucap Vina membelai wajah Aditya.
Vina membangunkan suaminya untuk melakukan solat subuh berjamaah.
"mas bangun mas kita solat subuh dulu yuk"ajak vina.
Aditya menggeliat dan terbangun melihat wajah cantik istrinya membuat Aditya tidak tahan dan langsung menyerang Vina dengan ciuman bertubi tubi di seluruh wajahnya.
"Kita solat dulu ya"ucap vina lembut tau apa maksud suaminya.
"ya udah ayo kita ambil wudhu"ajak aditya.
Setalah melaksanan solat subuh berjamaah, aditya kembali merebahkan kepalanya di paha vina yang masih mengenakan mukena.
"Aku ingin seperti ini dulu"ucap aditya ketika vina ingin melepas mukena nya.
"Ada apa mas?"tanya vina menatap suaminya yang juga sedang menatapnya.
"tidak apa apa aku hanya sedang ingin terus dekat denganmu"jawab aditya.
Vina tersenyum menundukkan kepala nya dan mencium bibir aditya, aditya membalas ciuman istrinya sambil mengelus perut nya.
Mereka melepaskan pautan mereka, membuka kain yang menempel ditubuh masing-masing hingga terjadilah perang di pagi hari yang masih terbilang gelap.
"Aku mandi dulu ya, kamu mau mandi atau istirahat?"tanya Aditya.
"aku tidur dulu ya mas aku capek"jawab vina sambil memejamkan matanya.
"hahaha maaf ya sayang,ya udah kamu istirahat aja dulu"aditya menyelimuti tubuh istrinya sedangkan dia pergi ke kamar mandi karena hari ini dia akan pergi ke kantor lebih awal.
Setalah bersiap siap untuk ke kantor,dia duduk di sebelah istrinya yang tidur karena kelelahan. Di cium dan dibelai wajah Vina membuat vina terbangun.
"mas udah rapih?"tanya vina serak khas bangun tidur.
"iya sayang hari ini aku ada meeting pagi jadi tidak bisa sarapan bersama, tidak apa apa ya"jawab aditya lembut.
"maaf ya mas karena tidak menyiapkan pakaian untuk kamu"Vina mengubah posisinya menjadi duduk dan mengalungkan tangannya dileher Aditya.
CUP
"tidak apa apa sayang, seharusnya aku yang minta maaf karena sudah membuat kami lelah di pagi hari"saut aditya setalah mencium hidung mancung vina.
"Tidak masalah sayang,oh iya besok kita akan pergi ke rumah keluarga tuan Adrian bukan?"jawab vina kemudian kembali bertanya mengenai undangan jamuan makan malam dirumah Adrian.
"iya sayang dan nanti siang jika mau ke kantorku datanglah, Jangan lupa untuk membawa jagoan ku ya"ucap Aditya diangguki Vina.
Vina mencium punggung tangan suaminya dibalas kecupan dikening nya.
Aditya turun menyapa semua yang sedang sarapan di meja makan.
"Selamat pagi"sapa Aditya.
"pagi dit,oh iya Vina mana?"tanya naina.
"masih di kamar mah kayanya dia kecapekan"jawab Aditya.
"kenapa?apa kau habis melindasnya lagi?"goda Rendy mendapat tatapan tajam Aditya namun tidak dibalas perkataan.
"ya sudah sini duduklah kita sarapan"ujar Rudi.
"maaf pah tapi hari ini aku dan aldo ada meeting pagi jadi kita tidak bisa sarapan bersama"saut Aditya.
"Ya sudah kalian hati hati ya"ucap Naina diangguki Aditya dan aldo.
Setalah kepergian aditya, Vina bangun dan mandi membersihkan dirinya yang lengket akibat pergulatan panas dipagi hari tadi,masih menggunakan lilitan handuk ia merapihkan tempat tidur yang acak acakan.
"pagi pagi malah minta jatah,dasar suamiku itu"vina bicara sendiri sambil menggeleng mengingat permintaan suaminya tadi pagi.
Setalah membuat rapih dan wangi kamarnya,Vina beralih ke kamar anak anak untuk melihat anak nya.
Ceklek.
Vina membuka pintu kamar perlahan takut membangunkan 3 cucu keluarga brawijaya itu.
"ya ampun anak mamah vina belum bangun"Vina mendekati ranjang Al dan mencium nya.
"2 ponakan ante juga belum bangun ya,cup.. cup tampan tante"Vina beralih mencium anak imel dan dila.
SELAMAT TAHUN BARU ISLAM SAYY😇😇
BERSAMBUNG.......