My Boss My Sweet Husband

My Boss My Sweet Husband
BAB 184



Aditya dan Al turun dengan pakaian yang sudah rapih setelah vina memandikan mereka,ya bukan hanya Al yang dimandikan oleh vina tetapi aditya juga merengek minta dimandikan oleh istrinya.


"Selamat pagi Oma,opa"sapa aditya yang menggendong Al dan mendudukkannya di samping naina.


"Cucu Oma udah ganteng,mau kemana nih?"tanya naina pada cuci kesayangannya.


"mau jalan jalan ya sayang ya?"saut imel yang sedang duduk dengan memangku revan.


"Dede...mam...Dede"Al merancau berbicara pada revan.


"Vina mana dit?"tanya Rudi.


"mungkin masih di atas pah"jawab aditya.


"tumben sekali,apa dia baik baik saja?"tanya naina mulai khawatir pada menantunya.


"Rend nanti tolong periksa istriku ya"ucap aditya terasuki rasa khawatir naina.


"iya dit"jawab rendy.


"Bi tolong bawakan ini ke kamar vina ya"naina menyodorkan nampan berisi sarapan dengan jus dan susu hamil.


"iya nyonya"jawab bi Ijah kemudian membawakan sarapan ke kamar vina.


Tok...tok...tok...


"non??"panggil bi Ijah dari luar.


"iya bi masuk aja"jawab vina.


Bi Ijah masuk, meletakan sarapan di meja yang ada dekat sofa kamar.


"Non ini sarapannya"ucap bi ijah.


"makasih ya bi"jawab vina.


"Non gak apa apa?muka non pucet banget"tanya bi Suti yang melihat majikannya terlihat pucat.


"engga bi gak apa apa cuma butuh istirahat aja"jawab vina.


"Bibi panggil tuan Rendy ya non suruh periksa non"ucap bi ijah.


"gak usah bi aku beneran gak apa apa kok"jawab vina meyakinkan.


"Ya udah non bibi ke bawah dulu, dihabiskan yang non"ucap bi Suti kemudian keluar.


Setalah sarapan Al bermain bersama revan yang sudah bisa tengkurap, sedangkan aditya pergi ke kamarnya untuk melihat istrinya yang sampai sekarang belum turun.


"mah aku ke atas dulu ya,mau lihat Vina"ucap Aditya.


"Iya dit"jawab naina.


Aditya membuka pintu perlahan, kondisi kamar masih sama bahkan sarapan yang dibawa bi Ijah masih belum disentuh sama Sekali.


"Sayang??"panggil Aditya menutup pintu kamarnya.


"mmm mas?"Vina menyipitkan matanya melihat suaminya duduk ditepi ranjang.


"Kamu sakit?kenapa belum bangun?"tanya aditya menyibakkan rambut yang menutupi wajah vina.


"Aku gak apa apa mas cuma mau istirahat aja"Vina meletakan kepalanya dipangkuan aditya.


"Sarapannya kenapa gak dimakan?ingat sayang disini ada anak kita dia juga butuh nutrisi kalo kamu gak makan maka mereka yang akan kelaparan"jelas aditya mengelus perut Vina.


Vina mengubah posisinya menjadi duduk dan turun memakan sarapannya yang tadi dibawa oleh bi ijah.


"Al mana mas?"tanya vina sambil mengunyah sarapannya.


"ada dibawah lagi main sama revan"jawab aditya.


"kamu udah sarapan?"tanya vina pada aditya yang sedang berjalan mendekatinya.


"udah sayang"jawab aditya. "Sayang abis ini kamu mandi ya?aku mau ajak kamu ke suatu tempat mumpung aku libur"sambung aditya.


"mau kemana mas?"tanya vina meneguk jus jeruknya.


"rahasia sayang,Surprise"jawab aditya mendelik.


Vina hanya bisa membuang nafasnya kasar kemudian melanjutkan sarapannya, setalah sarapan Vina merapikan tempat tidur kemudian mandi sedangkan Aditya menyiapkan pakaian untuk istrinya.


"kepala aku kenapa muter muter gini sih"gumam vina berdiri dibawah guyuran shower.


Setalah selesai mandi vina keluar dengan lilitan handuk di dadanya, menghampiri aditya yang sedang melongo melihat kaki jenjang dan putih miliknya.


"Sampe melongo gitu mas?"ledek vina terkikik geli.


"aku kena hipnotis sama kamu sayang"saut aditya menelan salivanya.


Vina masih terkekeh sambil mengeringkan rambutnya yang basah tepat didepan wajah aditya membuat sesuatu dalam diri aditya meronta.


"Sayang aku ke kamar mandi dulu"aditya harus cepat masuk ke dalam kamar mandi karena dia tidak akan tahan jika harus berlama lama didepan istrinya yang seksi itu.


"kenapa mas?"Vina memegang tangan aditya mencegahnya pergi.


"aku... aku...aku..."Aditya tampak gugup,dadanya naik turun dengan nafas tertahan.


"Sayang apa yang kamu lakukan?"Aditya semakin dibuat bergejolak dengan aksi istrinya itu.Dia tidak bisa menerkam istrinya begitu saja karena merasa bahwa Vina sedang tidak enak badan.


"aku tahu kamu tahan karena kamu pikir aku sedang sakit kan?aku gak apa apa mas"jelas vina yang mengetahui isi hati suaminya.


"Mumpung Al dibawah,yakin gak mau?"bisik vina membuat aditya memejamkan matanya merasakan hembusan nafas istrinya yang bau wangi.


Aditya menengok,mencium bibir Istrinya penuh kelembutan dia tidak bisa berbuat kasar karena tau vina sedang mengandung apalagi itu kembar.


Desah dan jeritan memenuhi kamar beruntung kamar kedap suara jika saja tidak sudah pasti seisi rumah akan menggoda keduanya.


Setalah selesai dengan permainan panas, aditya membawa Vina ke kamar mandi dan mendudukkannya di dalam bathtub ya Vina harus mandi lagi setelah mandi keringat sebelumnya.


Vina dan aditya turun dengan senyum yang lebar diwajah masing masing, menghampiri yang lain di ruang tamu.


"Vina kamu tidak apa apa sayang?"tanya naina melihat vina.


"iya mah aku gak apa apa,maaf ya buat mamah khawatir"jawab vina duduk disamping ibu mertuanya.


"Yakin kamu tidak apa apa?"tanya rudi.


"iya pah aku gak apa apa tadi cuma dikit pusing"jawab vina.


"Wah anak mamah lagi main sama Dede ya"Vina menghampiri anaknya yang sedang duduk di karpet berbulu bersama revan yang sedang tengkurap mengemut jarinya.


"Mel ini dia haus"ucap vina memangku revan yang masih terus mengemut jarinya.


"Nyusunya kuat banget vin sampe sakit aku"ucap imel.


"namanya juga anak laki,Al juga dulu kuat banget bahkan punya aku sampai bengkak"saut vina.


"ya kalo kamu kan sekalian nyusuin bapaknya,ya udah pasti bengkak"canda Imel.


Plakkk......


"mulutmu itu Mel"pekik vina memukul bahu imel membuat Imel terkekeh.


"eh iya btw si dila gak ngabarin sejak kemarin, kangen juga ama tuh anak"ucap imel mengingat sahabatnya yang menor itu.


"Kalo gak ada dikangenin giliran ada kaya Tom and Jerry"balas vina.


Vina dan aditya duduk berdampingan di depan sedangkan Al asik dengan iPad ditangannya yang sedang menyaksikan kartun Doraemon.


"Kita mau kemana sih mas?"tanya Vina sambil memasang seatbelt nya.


"ke tempat yang spesial pokoknya"jawab aditya tanpa menyebutkan kemana mereka akan pergi.


Vina memilih diam percuma bertanya juga akan di jawab rahasia, seperti anak SMA aja pake rahasiaan segala ucap Vina dalam hati.


Mobil hitam Aditya berhenti di parkiran minimarket,vina tidak bertanya membiarkan aditya keluar sendiri tak lama Aditya kembali dengan membawa tentengan belanjaan.


"kamu beli apa mas?"tanya vina.


"cemilan buat kamu sama Al"jawab aditya seraya menurunkan rem tangannya dan menginjak pedal gas.


Vina membuka belanjaan suaminya, mengambil biskuit cokelat kemudian memberikannya pada Al yang masih setia dengan tontonan nya.


Vina memberikan biskuitnya pada aditya, Aditya dengan Senang hati memakan suapan istrinya itu.


"mas sepi banget ya kaya uji nyali yang kedengaran cuma 'lah..lah...lah...aku sayang sekali doraemon" "Vina bernyanyi lagu Karun ya sedang ditonton Al.


"haha mama...Mon...anyi.. mon"Al terpingkal-pingkal mendengar sang mamah menyanyi lagu kartun favoritnya.


"Hahaha mamah nyanyi ya sayang,lucu ya mamah"aditya ikut tertawa melihat anaknya tertawa.


"iya dong mamah kan emang lucu dan cantik bikin papah klepek klepek"saut vina.


"bikin papah betah di rumah"sambung aditya dan kedua orang dewasa itu tertawa sedangkan Al hanya bisa ikut tertawa tanpa mengerti pembicaraan orang tua nya.


Aditya menyalakan audio mobilnya mencari lagu yang bisa ia dengarkan bersama istrinya.


Aditya menyetel lagu Stephanie poetry yang berjudul I love you 3000.


"Baby, take my hand I want you to be my husband


'Cause you're my Iron Man


And I love you 3000" Vina langsung mengeluarkan suara emasnya bernyanyi memberikan finger heart pada suaminya.


Aditya dengan jahil mengganti lagu yang sedang asik dinyanyikan vina membuat vina geram dan melototkan matanya.


"iya iya ini aku setel lagi"aditya kikuk dengan tatapan mematikan yang di berikan istrinya.


Aditya mengganti lagunya dengan lagu yang lagi kekinian Cinta biasa.


"Cintaku bukan diatas kertas,cintaku getaran yang sama!!!Tak perlu dipaksa tak perlu dicari....,,"


Aditya hanya bisa geleng-geleng sambil tertawa melihat istrinya yang memang hobi sekali membuat telinga orang lain pecah dengan suaranya.


Bahkan Al di belakang sudah melepas iPad dan beralih menatap mamahnya yang masih terus komat kamit tidak jelas.


Oke baiklah hanya itu yang author bisa nyanyikan, next kalo ada kesempatan nanti author nyanyi juragan Empang 😊


BERSAMBUNG .......