My Boss My Sweet Husband

My Boss My Sweet Husband
BAB 206



Film masih berputar menemani malam keluarga bahagia itu,2 kotak pizza sudah lenyap masuk kedalam perut masing-masing.


"Mamah sama papah udah telap,kami ke kamar dulu ya"ucap naina yang sudah 5 Watt begitu juga dengan rudi.


"iya mah, pah itu Mata udah kaya ayam sayur lemes banget"canda vina.


"mulutmu Vin"desis Imel.


"hahaha vina bisa aja"saut naina terkikik geli kemudian meninggalkan ruang keluarga.


Vina dan teman temannya memutuskan untuk ke kamar anak anak menidurkannya karena mereka juga Sudah terlihat sangat mengantuk.


"mas aku tidurin Al dulu ya nanti kesini lagi"ucap Vina pada suaminya yang asik menonton drama romantis itu.


"oke sayang"jawab aditya.


"aku juga ya kasihan tuh Revan udah ngantuk"ucap imel diangguki rendy.


"Aku juga deh"ucap dila.


"kakak aku ikut"ujar Iqbal kemudian mengekor di belakang vina dan teman temannya.


Vina menidurkan anaknya di tempat tidur Al sedangkan dila dan Imel melakukan hal yang sama, Iqbal langsung tertidur pulas di samping Al karena sebenarnya dia memang sudah sangat mengantuk.


"Vin kamu besok akan pergi ke sana?"tanya Imel.


"iya tentu saja"jawab vina.


"kami tahu kamu sangat menyayanginya meski dulu dia sering berbuat kasar padamu dan ibumu"ucap dila.


"Tidak perlu di bahas semua sudah baik baik saja lagipula sebenci apapun aku padanya,dia tetap orang yang telah membesarkanku"saut vina kemudian mencium kening Al bergantian dengan iqbal.


"Ayo"ajak vina untuk kembali ke ruang keluarga dimana suami mereka masih asik menyaksikan drama romantis itu.


Vina mendudukkan dirinya di samping aditya yang fokus menyaksikan drama romantis itu.


"Iqbal tidur di kamar Al sayang?"tanya dina.


"iya bu,ibu mau istirahat?"tanya vina.


"iya"jawab dina bangun dari duduknya.


"jangan lupa minum obatnya ya bu"pesan vina diangguki dina.


Meraka masih melanjutkan film sampai pada episode dimana sedikit menceritakan antara putri dan ayahnya.


Vina tak bisa menahan air matanya melihat betapa sayangnya seorang ayah pada putrinya, dia teringat sang ayah yang sudah pergi beberapa tahun lalu.


"Hiks...hiks...."suara itu tanpa sengaja di dengar aditya.


"Sayang, Kenapa menangis?"tanya aditya khawatir.


"hiks....maaf mas aku terlalu baper lihat film nya"Jawab Vina menghapus air matanya.


Dila dan Imel tau apa motif yang membuat vina menangis bahkan keduanya juga ikut menitihkan air mata.


"kalian terharu juga sama filmnya?"tanya Aldo yang melihat dila dan Imel menangis.


"iya"jawab keduanya.


Rendy memperhatikan ketiganya bergantian,ada kejanggalan di setiap air mata ketiga wanita cantik itu tapi ia tetap diam tidak ingin membahas karena jika memang mereka ingin bercerita pasti Mereka bercerita.


"Sudah malam lebih baik kita tidur"ucap rendy.


"tunggu mas,aku mau bilang sesuatu"ucap vina memegang tangan suaminya yang ingin berdiri.


"ada apa sayang?"tanya aditya kembali duduk.


Imel dan dila saling pandang beberapa saat kemudian kembali memfokuskan pada vina begitupun dengan aldo dan rendy.


"Besok aku dan ibu akan pergi ke makam ayah di dekat rumahku dulu"ucap vina.


"Bukankah itu lumayan jauh sayang?"tanya aditya yang pernah ikut mengantar vina pergi ke sana.


"aku dan ibu akan kesana besok mas, bolehkan?"tanya vina penuh harap.


***


Vina merebahkan tubuhnya di ranjang empuk dan nyaman itu,ingatan selalu datang ketika ia mau mengunjungi makan sang ayah,ingatan mengenai betapa menyedihkannya kehidupan Vina dan keluarganya mana kala Handoko masih hidup.


"sebelum kau pergi memang rasa benci itu ada di dalam diri kami tapi kami tetap menyayangimu meski semua perlakuan buruk mu padaku,ayah semoga kau selalu bahagia disana aku tidak akan pernah berhenti untuk mendoakan mu"


Gumam Vina air matanya kembali jatuh membasahi bantal yang ia gunakan.


"Sayang sebenarnya ada apa? kenapa kamu menangis?"tanya aditya menyadari bahu istrinya yang bergetar.


"Aku teringat ayah mas"jawab vina kali ini dia memutuskan untuk bercerita tentang keluarganya dulu, aditya adalah suaminya tidak baik menyembunyikan sesuatu darinya meski beberapa tahun terakhir Vina melakukan itu.


"Aku tahu kamu merindukan sosok ayahmu yang baik itu"ucap Aditya menyeka air mata vina.


"Darimana kamu tahu jika ayahku sosok yang baik?"tanya Vina menatap mata aditya.


"Darimu sayang, wanita cantik,baik dan berbudi pekerti sudah pasti ayah dan ibunya mendidik dengan baik putrinya"jawab Aditya.


"Semua itu tidak benar mas"lirih vina.


"maksudnya?"


"ayahku bukan sosok yang baik,aku dan ibu selalu di perlakukan semena-mena"saut vina tangisnya Kembali pecah.


"Sebelumnya aku minta maaf karena tidak cerita denganmu tentang ini tapi kali ini aku akan cerita mas"lanjut vina.


"Ceritakan sayang aku akan mendengarkan nya"ucap aditya lembut.


"Ayahku adalah sosok pria pekerja keras tapi juga keras dalam bertindak,aku dan ibuku selalu mendapatkan perlakukan yang menurut semua orang adalah KDRT.Bahkan aku sempat melakukan percobaan bunuh diri beruntung ibu cepat membawaku ke rumah sakit dan semua biaya di tanggung oleh keluarga Imel. Saat itu Iqbal masih kecil jadi tidak mengerti apapun aku selalu merasa seperti orang tersiksa sedunia karena memiliki ayah sepertinya tapi ibuku selalu bilang 'masih banyak orang diluar sana yang lebih menderita dari kita nak, sabar ya' ibu selalu mengatakan itu meski sudah berkali-kali ia di perlakukan buruk oleh ayah hingga suatu malam pertengkaran hebat terjadi mana kala ibu melihat ayah menarik rambutku dan menampar wajahku sampai aku terbentur tembok.Aku tidak pernah melihat ibu seberani itu dia menampar ayah sama kerasnya ayah menamparku mas....."Vina menarik nafas dan menumpahkan air matanya.


"Jangan diteruskan jika kamu tidak kuat sayang"ucap aditya menarik istrinya ke dalam pelukannya.


"Mereka berdua bermain tangan sedangkan aku hanya bisa menutup mata dan memeluk Iqbal,aku tahu saat itu umurku sudah besar tapi aku tetap seorang anak yang tidak pantas ikut campur dalam urusan orang tua,ayah pergi meninggalkan ku dan ibu yang menangis sampai tengah malam ayah tidak pulang dan itu sama sekali tidak dipedulikan oleh aku dan ibu.Keesokan harinya seseorang mengabariku bahwa ayah mengalami kecelakaan ketika mengantar majikannya,semua itu terjadi begitu saja mas aku mengutuk diriku sendiri yang telah mendoakannya Kematian ayahku dan semua itu dikabulkan oleh Allah.Aku menyesal mas meskipun dia jahat tapi dia tetap ayahku...hiks....hiks..."Vina melanjutkan ceritanya meski dadanya sudah terasa sesak.


"Semua sudah kehendaknya sayang"aditya ikut menangis mendengar cerita masa lalu istrinya yang sangat menyedihkan itu.


"Aku bukan anak yang baik mas"lirih vina.


"Kamu adalah anak terbaik di dunia ini sayang, jangan dipikirkan lagi semua terjadi begitu saja dan atas kehendak Allah, sudah cukup bagi-Nya kamu menangis karena itu Dia mengambil ayah darimu sayang"jelas aditya menangkup wajah vina.


"Sekarang tidur ya sudah malam besok pagi aku antar kamu dan ibu kesana"ucap aditya diangguki vina.


"Terimakasih mas sudah mau mendengarkan ceritaku"ucap Vina memejamkan matanya diatas dada bidang aditya.


"Sama sama sayang"jawab aditya mencium kening vina.


Keesokan harinya pagi pagi sekali, Vina sudah siap untuk pergi ke makam sang ayah bersama Iqbal dan ibunya serta aditya yang mengantar mereka.


"Mah aku titip Al ya"ucap vina mencium punggung tangan naina bergantian dengan rudi.


"iya nak, hati hati ya"jawab naina.


Imel dan dila melempar senyum pada vina mereka berdua tahu pasti semalam Vina sudah menceritakan semuanya pada aditya.


"Tolong handle sementara ya,aku akan segera kesana setelah pulang"ucap aditya pada Aldo.


"kau tenang saja dit"jawab aldo.


"Bu saya pergi sebentar ya"ucap dina pada naina.


Mobil aditya meninggalkan pekarangan mansion,memecah keramaian jalan raya dipagi hari.dengan gamis berwarna putih lengkap dengan pashmina yang senada dengan bajunya vina terlihat cantik meski mata nya membengkak karena menangis setelah bercerita panjang lebar.


"nak nanti mampir ke toko bunga ya"ucap dina.


"baik bu"saut aditya.


Aditya beralih menatap vina yang terus fokus memandang keluar jendela,entah apa yang dipikirkan Vina aditya sendiri tidak tahu.Aditya mengambil tangan Vina dan menggenggamnya membuat vina menoleh dan tersenyum.


aku gak pernah cerita Yee soal masa lalu Vina??? makanya aku ceritakan sekarang yo🤗🤗


BERSAMBUNG........