7 Soul Reinforcement

7 Soul Reinforcement
Raksasa Muncul



Aldi memberikan segel ketulusan kepada Kim William. Sekarang dia sudah menjadi bagian dari Seven Soul.


Namun, Aldi belum mengijinkannya masuk kedalam Dunia Buatan.


Proses pemakaman Raja dihantui oleh suara tangis yang berlebihan, banyak orang mati karena bersedih.


Pemegang kunci untuk memanggil monster raksasa adalah Putra Mahkota.


"Putra Mahkota, batu pengumpul telah hancur, Kim William sepertinya mengalami kecelakaan. Sebaiknya segera panggil raksasanya." seorang pengawal disebelah Putra Mahkota berbicara dengan suara pelan.


Dia juga merasakan racun yang ada didalam formasi, walaupun batu pengumpulan sudah dihancurkan.


Namun, formasi yang sudah berjalan tidak akan mudah dihancurkan begitu saja.


Khususnya formasi pengumpul energi kesedihan, ada ribuan titik yang harus dimatikan jika ingin menghancurkannya.


"Tidak, aku harus mengumpulkan energi kesedihan sebanyak mungkin. Dengan ini aku berharap dapat memanggil Raja Raksasa."


Aldi dan Kim William terbang menuju Putra Mahkota yang berada di balkon istana Dewata.


"Gusti Rahmat, bukankan ini sudah terlalu berlebihan?" ucap Aldi yang berdiri didepan balkon istana Dewata.


"Lansia, kau tidak perlu ikut campur dalam masalah kerajaan!" jawab Gusti Rahmat dengan nada tinggi.


Aldi menggelengkan kepalanya. "Tidak, ini adalah urusanku. Coba lihat manusia yang telah kau siksa dibawah itu. Aku ada di pihak mereka," katanya sambil menunjuk kearah penduduk yang mati karena sedih.


"Lansia, mereka melakukan itu dengan kehendaknya. Aku tidak menyuruh mereka untuk bersedih sampai seperti itu."


"Tapi kau meletakkan formasi yang dapat memperburuk kondisi mental mereka. Sekarang penduduk yang tidak bersalah menjadi bahan percobaan."


Mereka perang dengan perkataan, Aldi adalah ahli dalam hal berbicara.


Disisi lain, Leo mempersiapkan 50 ribu prajurit tingkat Langit atau diatasnya.


"Dengar para prajurit Seven Soul. Bos telah sampai di wilayah Dewata, akan ada peristiwa besar. Mungkin ini merupakan perang melawan pasukan Hantu. Jadi tunjukkan kekuatan Pasukan Seven Soul!" kata Leo dengan lantang.


Pasukan Seven Soul menggunakan barang perlengkapan perang yang terbuat dari batu misterius.


Orang dibawah tingkat Bumi tidak akan bisa menggores perlengkapan mereka.


Aldi yang ada didepan Putra Mahkota berbalik arah untuk menghancurkan formasi pemanggil Raksasa.


"Sudah terlambat, aku telah mengaktifkan formasinya."


Cahaya gelap menyinari sekitar istana Dewata. Sebuah portal besar tampak di atas langit.


Suara raungan terdengar sampai memecahkan telinga penduduk. Hampir semua orang telah mati karena gendang telinga yang pecah.


Beberapa orang yang masih bertahan merupakan veteran prajurit istana Dewata yang melayani mantan Raja Dewata.


Suara raungan kedua, semua penduduk tewas ditempat. Bahkan pengawal Gusti Rahmat memuntahkan seteguk darah.


Segel yang berada ditangan Gusti Rahmat merupakan formasi pengendali makhluk yang telah dipanggil.


Sebuah telapak kaki sepanjang 3 meter keluar dari portal pemanggilan. "Manusia rendahan berani memanggil Sang Maha Agung ini."


Raksasa setinggi 30 meter berbicara dengan nada suara yang serak.


Gusti Rahmat mengarahkan segel pemanggilan kearah Raksasa.


Raksasa besar itu berteriak, membuat bangunan disekitarnya bergetar, bahkan beberapa sampai roboh.


"Patuhi aku!" ucap Gusti Rahmat dengan dana yang lantang.


Simbol aneh keluar di atas kepala si Raksasa yang baru saja keluar dari portal pemanggil.


Teriakan si Raksasa semakin keras. Dia bahkan menghantarkan kakinya ke segala arah. Hal itu membuat bangunan disekitarnya hancur, termasuk istana Dewata.


Aldi dan Kim William tidak dapat melakukan apapun di situasi ini, jika mereka mengganggu prosesi pemasangan segel, ada kemungkinan mereka juga akan menerima segel.


Para penduduk di sekitar juga sudah tidak bernyawa, semua usahanya tidak membuahkan hasil.


Dia selangkah lebih lambat dari Putra Mahkota. Jika Aldi tidak ragu untuk menolong, maka ada kemungkinan mereka akan diselamatkan.


Sayangnya, Aldi tidak ingin mencampuri urusan orang, pada awalanya. Namun, setelah melihat kejadian yang menimpa makhluk kecil seperti manusia tanpa mengetahui penyebab, membuatnya sangat sedih.


"Haha, akhirnya aku mempunyai hewan pemanggil yang sangat kuat," ucap Gusti Rahmat dengan percaya diri.


Mengandalkan tubuhnya yang besar membuat serangannya beberapa kali lebih kuat dibandingkan dengan tingkat kekuatannya.


Aldi terbang menuju Raksasa, dia memukul bagian rahang. Suara pukulan terdengar sangat keras.


Pukulan itu membuat Raksasa tersungkur ketanah. Dalam hal kekuatan fisik, Aldi merupakan salah satu puncak manusia.


Tubuhnya telah ditempa dengan segala ilmu pengetahuan, serta banyak ingatan yang membantu tubuhnya berkembang di atas normal.


"Apa, siapa sebenarnya kau, Lansia?" ucap Gusti Rahmat dengan ekspresi kebingungan.


Kekuatan fisik para ras Raksasa tidak dapat diremehkan, bahkan tidak ada satu orangpun yang dapat menandinginya.


Namun, sekarang dia melihat Raksasa tersungkur ketanah hanya dengan satu pukulan.


"Aku hanya pejalan kaki yang kebetulan lewat." aldi mengatakan itu dengan senyum tipis di bibirnya.


Kim William juga sangat terkejut melihat kekuatan Aldi yang dapat merobohkan makhluk berukurang 30 meter.


Aldi bertarung dengan raksasa panggilan. Berbeda dengan harapan semua orang, Aldi dapat menghindari setiap serangan Raksasa. Namun, dia dapat menyerang di setiap titik lemah si raksasa.


Ekspresi Gusti Rahmat sangat tidak enak dipandang. Sekarang dia sedang sangat panik dan tidak percaya dengan kejadian yang dilihatnya.


Raksasa dipukuli oleh seorang lelaki tua dengan sangat buruk.


Seorang berpakaian putih terbang di atas langit melihat pertarungan Aldi dan Raksasa.


"Seperti yang diharapkan sari Shen Zero. Dia mempunyai kekuatan yang menantang langit. Sayangnya orang seperti itu harua menjadi musuhku."


Pria itu adalah pemimpin pasukan Hantu, Sanjaya. Dia turun untuk menghentikan Aldi.


Dengan kekuatannya yang sekarang, dia hanya setara dengan Raksasa. Jika dia ingin menghentikan pertarungan, maka pilihan satu-satunya adalah berbicara.


"Shen Zero, bukankah kau sudah cukup memukul anggota baru kita!" Sanjaya tepat berdiri didepan Aldi dengan jarak 10 meter.


"Siapa kau?" tanya Aldi tanpa ekspresi.


"Dia merupakan pemimpin dari pasukan Hantu. Jangan bermain dengannya, dia adalah penjudi terkenal.


"Kim William, aku tidak pernah membayangkan bahwa kau akan mengkhianati pasukan Hantu."


"Aku sudah menentukannya!" ucap Kim William tegas.


"Mau bagaiman lagi. Aku yakin kau sudah mengetahui keberadaan adikmu Kim Hoon."


Mereka berdiskusi panjang lebar tentang kejadian yang menimpa keluarga Kim.


Kenyataan membuat Kim William lemas tidak bisa terbang di langit. Semua keluarga Kim dikorbankan untuk memanggil makhluk yang sangat kuat untuk melindungi masyarakat Semi Rahasia Hantu.


Permintaan terakhir keluarnya Kim adalah membiarkan Kim William tetap hidup.


Namun, tidak pernah disangka adiknya Kim Hoon dan adik ketujuhnya melarikan diri kesebuah portal dunia yang menuju ke wilayah Tengah.


Pasukan Hantu sudah mengetahui kebenaran itu, mereka tidak membunuh Kim Hoon karena masih terlalu lemah.


Rencana mereka berantakan karena adanya Shen Zero yang telah membawanya kesebuah tempat yang tidak dapat di capai oleh para pengintai.


"Shen Zero, belum ada konflik yang berarti antara pasukan Hantu dan pasukan Seven Soul." Sanjaya mengatakan itu dengan ekspresi mengejek.


Informasi masyarakat Semi Rahasia sangat mendetail, hal itu dikarenakan banyaknya pengintai yang tersebar di seluruh wilayah.


"Apa urusanmu mengkritik tindakanku yang mulia?" Aldi menjawab dengan senyum tipis di bibirnya.


"Aku mengusulkan sebuah perjanjian gencatan senjata. Selama 5 tahun kita tidak boleh menyerang." Sanjaya mengatakan itu dengan senyum.


Dia tidak mempunyai kepastian menang melawan Shen Zero dengan keadaannya yang sekarang. Namun, berbeda jika ada waktu 5 tahun untuk meningkatkan kekuatan.


"Aku setuju, tetapi aku butuh kompensasi. Aku telah memenangkan perang kecil ini." kata Aldi tanpa merasa malu.


"Apa yang kau inginkan?"


Aldi menjelaskan bahwa batu berlian adalah alat tukar yang dapat diberikan kepadanya. masyarakat Semi Rahasia Hantu tidak terlalu mengerti tentang istimewa batu berlian.


Mereka hanya menyimpan beberapa ton berlian di dalam gudang markas besar masyarakat Semi Rahasia.


Aldi meminta 100 kilogram batu berlian. Batu sebanyak itu dapat membuat 20 mesin pembuat minuman konsentrasi kelas S.