
Bana yang menjadi ketua pembunuh sejak lama melihat pria didepannya sangat ketakutan. Bahkan tubuhnya gemetar hebat.
"Siapa kau?" tanya Bana dengan nada ketakutan.
Semua orang yang berdiri di ruangan terjatuh di tanah tidak kuasa menerima tekanan yang dipancarkannya Shie.
"Anggota Seven Soul, aku pikir kamu sudah tahu siapa pemimpin kami," kata Shie dengan senyum lebar.
"Shen Zero?" kata Bana pelan.
"Tepat sekali. Karena kamu pintar, dia memberimu kesempatan untuk melayani Seven Soul. Kami ingin mengendalikan semua organisasi pembunuh," kata Shie.
"Tidak samapi disitu, kita ingin kalian mengumpulkan semua informasi orang kuat di seluruh dunia rendah, tengah, dan atas," lanjut Kim Hoon tanpa menunjukkan sedikitpun perubahan ekspresi.
Sebagai seorang pembunuh dimasa lalu, dia terbiasa tidak mengungkapkan ekspresinya ke setiap musuhnya.
"Tapi ..." kata Bana kebingungan ingin menjawab. Organisasi pembunuh bukan miliknya, melainkan beberapa orang kuat yang mendirikannya.
3 pria pendiri organisasi pembunuh turun dari Dunia tengah dengan kecepatan tinggi setelah mendengar ada pembantaian di Dunia Rendah.
"Anak Muda yang sombong, dengan kekuatanmu tidak mungkin bisa keluar dengan selamat," kata salah satu pendiri organisasi pembunuh.
Dia adalah John salah satu pria terkuat dari organisasi pembunuh. Kekuatannya serata dengan Maha Dewa tahap 7.
Kedua pria dibelakangnya adalah Iwan dan Umar Jaya. Mereka adalah pembunuh terkenal yang mempunyai pengalaman menumbangkan seroang Immortal Putih.
"Sangat disayangkan orang berbakat seperti kalian memilih jalan yang salah," kata Shie sambil menggelengkan kepala.
Berbicara panjang lebar bukanlah gayanya, tetapi karena sudah lama tidak mengobrol dengan orang lain kecuali anggota Seven Soul, dia melakukan hal tersebut.
Tanpa peringatan John langsung menyerang dengan seluruh kekuatan untuk menyelesaikannya dengan cepat.
Namun siapa sangka, Shie yang menggerakkan jarinya dapat mendorong John hingga terpental ratusan meter.
Semua orang yang melihat tindakan Shie melebarkan matanya tidka percaya. Kekuatan musuhnya jauh lebih kuat dari seorang Immortal Putih.
"Bodoh, apa yang kalian lakukan. Dia pasti menggunakan semacam artefak khusus!" kata John yang sudah kembali ke posisinya semula.
Namun sebelum bergerak maju, John mengeluarkan banyak darah dari mulutnya.
Serangan Shie tidak hanya melukai fisik seseorang tetapi juga melukai jiwa orang tersebut. Jadi sudah sewajarnya serangan biasa dapat membuat pembudidaya dibawah Immortal Hitam kesakitan.
"John apa yang terjadi?" tanya Iwan yang khawatir keadaan rekannya.
Mereka bertiga sudah seperti saudara. Jika salah satu dari mereka mati, maka yang lainnya siap untuk mengorbankan nyawa.
"Aku tidak tau, semua tubuhku tidak dapat digerakkan. Mungkin aku terkena racun mematikan." John memegang dadanya yang terasa sangat sakit setelah serangan jari Shie.
"Tidak, dia menggunakan serangan yang menyerang jiwa. Sungguh pria yang mengerikan," kata Umar Jaya.
"Aku lebih terkesan denganmu, tidak aku sangka ada orang yang mengetahui teknik rahasiaku," kata Shie dengan senyum tipis di bibirnya.
Sebenarnya Shie hanya menggunakan serangan biasa, tetapi dia sedang berpura-pura untuk bermain dengan mereka.
Umar Jaya pernah membunuh seseorang yang memiliki ketrampilan serangan jiwa, tetapi efek ya tidak akan langsung terjadi seperti itu.
Jadi dia menyimpulkan bahwa pria didepannya sangatlah kuat. Bahkan bisa mengalahkan seorang Immortal Putih dengan mudah.
Mereka tidak tahu bahwa Shie dan dua orang dibelakangnya merupakan pembudidaya super kuat yang melebihi tingkatan Immortal Hitam.
"Apa kamu akan membiarkan kami hidup jika menerima tawaranmu?" tanya John sambil memegang dadanya.
"Sudah aku bilang, dia memberimu kesempatan untuk melayani Seven Soul. Jadi jangan bertanya tentang nyawa dan lainnya!" kata Shie menatap tajam ke arah John.
Semua orang yang menerima tekanan Shie langsung jatuh ke tanah karena pingsan, hanya menyisakan Bana, John, Iwan, dan Umar Jaya.
Kim bersaudara tentu masih berdiri dengan sehat. Mereka merupakan pembudidaya yang tidak kalah kuat dengan Shie.
"Baiklah, tetapi kami ingin kebebasan mutlak untuk menjalankan bisnis," kata John pelan.
"Semua terserah kalian, tetapi jangan pernah mengganggu keluarga kami. Sebelum melakukan eksekusi ada satu orang yang akan men verifikasi tindakan kalian."
Shie melambaikan tangannya, keluar seorang pria muda dengan jubah berwarna ungu gelap. Dia adalah salah satu anggota Seven Soul generasi pertama.
Dia juga termasuk pasukan Shadow Blade. Walaupun dulunya seorang budak, sekarang dia menjadi pembudidaya yang sangat kuat.
Dia sering disebut sebagai Bambu tanpa memiliki nama sesungguhnya. Namun karena Aldi tidak ingin menyebutnya Bambu, sekarang namanya diganti Malik.
Jika ada yang menyangkut pembunuhan keluarga orang berpengaruh di Seven Soul. Dia akan langsung menolaknya.
Akhirnya organisasi pembunuh setuju dengan semua syarat yang diajukan Seven Soul.
Disisi lain, Budi yang sedang melarikan diri dikejar oleh seseorang dengan pakaian serba hitam.
"Sial, siap kau?" tanya Budi menunjuk orang yang mengikutinya dari awal keluar dari perusahaan Saiful dan Zainul.
Dia membawa buku tabungan yang berisi uang sebesar 1 miliar rupiah. Dia mendapatkannya dari menjual perusahaan Saiful dan Zainul.
"Bos sudah memberimu kesempatan yang bagus, sayangnya kamu mengkhianatinya." Pria tersebut menampakkan dirinya, dia adalah Purnomo pemimpin pasukan Shadow Blade.
Tanpa menunggu lama, Purnomo menyerap semua ingatan Budi dan merebut semua kekayaannya untuk di kirim ke Perusahaan Danau Putih.
Dalam ruang kerja kerajaan Padang, Raja Saladin membaca laporan dengan seksama. Dia tidak pernah menyangka dalam semalam kerajaannya dilanda ketakutan yang berlebihan.
Dalam semalam organisasi VOC yang telah berdiri beberapa tahun telah hancur, markas pusatnya juga telah diratakan dengan tanah.
Organisasi pembunuh langsung menghilang dari publik. Mereka sedang memperbaiki kerusakan yang di derita karena kunjungan 3 pria misterius.
Budi yang selalu mendukung kerajaan Padang menghilang secara misterius. Uang yang telah dia kumpulkan di investasikan semuanya kepada Perusahaan Danau Putih.
"Sebenarnya apa yang sedang terjadi di Dunia Rendah?" tanya seorang pria berpakaian kuning melalui telepati.
Dia adalah orang yang selalu melindungi kerajaan Padang dari gempuran musuhnya. Makanya organisasi VOC tidak dapat meruntuhkan kerajaan Padang karena kehadirannya.
Raja Saladin menceritakan semua kejadian dari awal munculnya pria bernama Shen Zero hingga kejadian terakhir kali.
"Jadi pria bernama Shen Zero itu yang menyebabkan banyak orang dari Dunia Tengah turun ke Dunia Renah."
"Aku juga berpikir begitu."
Seorang pria muda berpakaian putih dengan aksen biru muda, dia adalah Mahesa.
"Salam Raja Saladin dan orang tua yang tidak diketahui namanya," katanya sambil memandang Raja Saladin dengan senyum manis.
"Sebelum menanyakan siapa aku, lebih baik memperkenalkan diri. Aku Mahesa salah satu anggota Seven Soul!" lanjutnya dengan nada tegas.
"Apa yang kamu lakukan di istana kerajaan Padang?" tanya Raja Saladin.
Sedangkan pria berpakaian kuning hanya diam, fisiknya tidak berada di tempat. Namun Mahesa dapat merasakannya.
"Tidak ada sesuatu yang spesial, aku hanya ingin kursi Raja Kerajaan Padang. Aku pikir kamu sudah terlalu lama menjadi seorang Raja," kata Mahesa dengan santai.
Raja Saladin mengerutkan kening ketika mendengar permintaan Mahesa yang terlalu berlebihan.
"Pelayan, segera usir bocah ini!" teriak Raja Saladin sambil menunjuk Mahesa dengan muka merah karena marah.
Namun tidak ada satu orangpun yang masuk kedalam ruang kerjanya. Semua tampak hening sebelum Mahesa berbicara.
"Semua pengawal kerjaan Padang sudah dilumpuhkan, jadi tidak akan ada orang yang masuk kesini," kata Mahesa sambil berjalan menuju sofa ruang kerja Raja.
Dia segera mengeluarkan cangkir dan alat penyeduh teh untuk menunggu jawaban dari Raja Saladin.
"Sial, apa yang kalian inginkan?" tanya Raja Saladin dengan nada kasar. Dia tidak pernah menyangka kekuasaannya akan goyang oleh sekumpulan anak kecil.
"Aku pikir kamu adalah orang pintar, ternyata daya ingat otakmu tidak lebih dari 1 menit." Mahesa berdiri dan berjalan menuju Raja Saladin dalam sekejap mata.
Karena ketakutan, Raja Saladin langsung terjatuh ke tanah. Dia tidak pernah menyangka ada seorang pria muda yang sangat kuat.
Bahkan pria berpakaian kuning yang sedang menonton dari Dunia Tengah tidak dapat mengetahui tingkat kekuatan Mahesa.
"Untuk kamu yang sedang menonton. Sebaiknya jangan membuat bos marah sepertinya, atau kamu akan menjadi Raja Saladin selanjutnya."
Mahesa mengayunkan pedangnya untuk menyingkirkan Raja Saladin. Kemudian menjentikkan jarinya untuk menutup koneksi antara Raja Saladin dan Pria berpakaian kuning.
Pria berpakaian kuning yang berada di dunia Tengah langsung memuntahkan seteguk darah segar.
"Pria yang sangat misterius!" katanya sambil memegang dadanya.
Koneksinya dengan Raja Saladin tidak mudah untuk di putus, tetapi Mahesa dapat dengan mudah memutuskannya.
Kerajaan Padang akan berpindah tangan menjadi markas besar pasukan Seven Soul.
Dunia Tengah mewaspadai kekuatan baru yang bernama Seven Soul. Mereka menyiapkan beberapa jebakan untuk menghalau kenaikannya.