
Aldi terbang menuju medan perang, dia ingin melihat penampilan Jendral Zhou untuk melawan Yonimaru.
Dalam perjalanan, dia bertemu pria berambut kuning yang memberikan pil kepada Yonimaru.
"Misi sukses, Tuan. Yonimaru telah berhasil menyingkirkan Zhou Yang dan merebut wilayah."
"Bagus Benimaru. Sekarang kita waktunya menjalankan rencana berikutnya." Seorang Pria berambut merah menepuk pundaknya.
Pembicaraan mereka telah didengar Aldi. Hal itu membuatnya sedikit merasakan kemarahan, Zhou Yang merupakan pria yang baik. Dia telah membela ras manusia sampai akhir hayatnya.
Tuan dari Benimaru mempunyai kekuatan setara dengan tingkat Leluhur tahap 7. Namun dia memiliki aura yang sangat mengerikan. Dia merupakan Lord Orc khusus.
Mata Tuan Benimaru berwarna biru gelap. Menurut buku sejarah Kerajaan Orc, mereka yang mempunyai mata Biru Gelap merupakan keturunan Raja Orc.
Aldi tidak ingin gegabah dalam bertindak, dia memilih untuk pergi menuju perbatasan ras manusia.
Dalam sekejap dia sudah berada pada titik kedua pertahanan wilayah Sumatera Selatan. Aldi mencari Carlos untuk menanyakan kejadian yang sebenarnya.
Betapa terkejutnya Aldi ketika mendengar penjelasan Carlos tentang pil iblis. "Mengapa kau tidak menolong Zhou Yang?" tanyanya.
"Seperti katamu, kita tidak boleh terlalu mencolok." Carlos menjawab dengan ekspresi menyesal.
"Baiklah, yang lalu biarlah berlalu." Aldi memberikan sebuah batu pendeteksi. Carlos dapat menghubungi Aldi menggunakan batu itu.
Zhou Ming sedang dalam keadaan yang buruk, Zhou Yang merupakan satu-satunya keluarga. Ibunya telah meninggal ketika melahirkan.
Semua kerabatnya telah tumbang di medan perang, penyebab musnahnya keluarga Zhou adalah Kerajaan Orc.
Keluarga Zhou memiliki garis keturunan yang unik, tetapi tidak ada yang berhasil membangkitkan. Menurut sejarah Garis keturunan Byakko mengalir dalam darah mereka.
Byakko merupakan garis darah yang berfokus kepada teknik pedang. Namun, karena perubahan zaman, keluarga Zhou berpindah menggunakan tombak.
Hal itu merupakan penyebab garis keturunan mereka tidak dapat dibangkitkan. Aldi telah mendengar informasi itu, dia segera menuju Zhou Ming.
Zhou Ming berada diatas kasur menatap kosong kearah pintu ruangan. Wajah pucat dan bibir pecah menjadi tampilannya saat ini.
Aldi secara tiba-tiba duduk di kursi kecil sebelah meja, dekat dengan kasur Zhou Ming. "Anak Muda yang suram."
Zhou Ming hanya melirik tanpa mengeluarkan kata-kata. Ekspresinya datar ketika melirik Aldi, dia sudah tidak mempunyai semangat hidup.
"Aku dapat membantu untuk membalas dendam. Namun, bayarannya sangat tinggi." Aldi meminum teh yang ada di meja.
"Teh itu milikku, artinya kau harus membayarnya." Zhou Ming berkata dengan lesu.
Aldi tertawa kecil, "Mengesankan, dalam keadaan seperti itu. Kau masih bisa berpikir, jadi apa yang kau mau?"
"Aku mempunyai pelayan kecil yang telah merawatku puluhan tahun, tolong jagalah dia."
"Tidak," ucap Aldi menyeruput tehnya sekali lagi.
"Kerajaan Orc jauh lebih kuat dari yang kau kira. Aku tidak mempunyai kesempatan untuk membalas dendam." Wajah Zhou Ming tampak putus asa.
"Sudah aku bilang, aku dapat membuatmu menjadi kuat. Bahkan dapat meratakan kerajaan Orc jika kau mau."
Zhou Ming tersenyum, "Jadi apa yang harus aku bayar?"
"Jiwa, itu adalah bayaran yang aku minta. Bahkan jika kau mati dan menjadi hantu, kau akan tetap milikku."
"Jadi ini perjanjian Iblis. Baiklah, aku setuju, lebih baik aku mati dengan dendam yang terbalaskan." Zhou berkata dengan lesu sambil berusaha mengangkat tangan kirinya.
Dia mengira bahwa perjanjian dengan iblis harus mengorbankan salah satu organ tubuhnya.
"Apa yang kau lakukan?" tanya Aldi kebingungan.
"Aku mengorbankan tangan kiri."
Aldi tertawa, dia tidak mengira bahwa Zhou Ming sepolos itu. "Lupakan, aku hanya butuh persetujuan darimu untuk membuat segel penyerahan."
"Lakukanlah, aku akan menyerahkan seluruh hidupku setelah membalas dendam."
Aldi memberikan segel penyerahan dan memberikan teknik prinsip jiwa.
"Latih teknik itu. Dalam beberapa hari garis darah mu akan bangkit, dan segera ganti teknik tombak mu menjadi pedang."
Zhou Ming hanya menganggukkan kepala, dia masih bersikeras menggunakan tombak untuk mengalahkan pasukan Orc.
Aldi tidak memaksanya untuk tunjuk kepada garis darah, tetapi kekuatan yang melawan takdirnya akan susah berkembang.
"Kau dengar, Tuan Muda Zhou sudah sembuh dari lukanya."
"Aku tau, seperti ayahnya. Kemampuan perangnya jauh diatas manusia biasa."
"Aku mendengar rumor bahwa Tuan Muda Zhou sedang depresi berat, dia tidak akan keluar walaupun sudah sembuh."
Diskusi para penjaga gerbang keluarga Zhou terdengar ke telinga Zhou Ming yang sedang berlatih tombak.
Dia berada di belakang tembok, tempat penjaga keluarga Zhou. Tidak dapat pungkiri bahwa Zhou Ming dalam keadaan buruk.
Namun, dengan teknik khusus, Aldi dapat membuat prikologis Zhou Ming membaik. Bahkan dapat dikatakan sudah sembuh.
Aldi dengan sepenuh hati mengajarkan segala teknik pedang kepada Zhou Ming, tetapi dia selalu melatih teknik tombaknya.
"Sungguh anak yang keras kepala." Aldi melihat dari atas langit.
Teknik prinsip jiwa tidak maksimal dikembangkan oleh Zhou Ming. Namun, Aldi tetap optimis bahwa dia kan mempunyai masa depan yang cerah.
Waktu yang dapat membuktikan keyakinan Aldi kepada Zhou Ming. Mengurus sejarah Byakko merupakan penjaga mata angin Barat.
Kekuatannya berfokus kepada kecepatan. Angin adalah kemampuan utama Byakko.
Bukan Aldi namanya jika tidak dapat memodifikasi teknik Tombak menjadi ketrampilan kecepatan. Secara diam-diam dia merubah kekuatan tubuh Zhou Ming, ketika tertidur.
Butuh beberapa kali perubahan sebelum dia berhasil menyesuaikan kemampuan tombak dan garis darah Byakko.
Satu bulan berlalu dengan cepat, Zhou Ming sudah berhasil menggunakan teknik Tombak Seribu Perubahan.
Suatu malam tubuh Zhou Ming bersinar putih. Hari itu bulan bersinar sangat terang, sehingga membuat sinar cahaya dari tubuh Zhou Ming tersamarkan. Angin bertiup sangat kencang, daun dan ranting berterbangan.
Zhou Ming menahan sakit yang dirasakan tubuhnya. Seluruh darahnya menjadi panas, serta suhu tubuhnya meningkat drastis.
"Akhirnya Byakko terbangun." Aldi melihat kebangkitan darah Byakko.
Tidak ada suara sedikitpun dari Zhou Ming, dia menutup rapat mulutnya. Dia bertekad untuk melewati ujian dengan tenang.
Namun, rasa sakit tidak bisa ditahan. Setelah 2 jam menahan sakit, akhirnya dia berteriak kesakitan.
Aldi sudah menyusun simbol agar suara teriakan tidak tersengar sampai keluar ruangan. Dia tidak ingin kebangkitan Garis darah keluarga Zhou diketahui orang.
Kulit Zhou Ming yang awalnya berwarna putih kecoklatan, sekarang menjadi putih polos. Semua pakaian yang dia kenakan terbakar oleh panas tubuhnya.
Sebuah gambar timbul dipunggungnya. Itu merupakan lambang Byakko yang telah tertulis dalam buku leluhurnya.
Sinar matahari mulai terlihat, kebangkitan Garis Darah sudah sepenuhnya selesai. Aldi mendatangi Zhou Ming yang masih sadar.
"Selamat, garis keluargamu sudah bangkit. Aku akan menunggumu diluar." Aldi membalikkan badan pergi keluar pintu.
Zhou Ming tidak mengatakan apapun, dia segera mengenakan baju dan menemui Aldi di luar ruangan.
"Tentukan kau ingin menggunakan Tombak atau Pedang." Aldi melirik Zhou Ming keluar dari pintu kamarnya.
"Tombak, guru!" ucap tegas Zhou Ming.
"Jika kau menggunakan tombak, maka latihan mu akan berlipat ganda untuk mengalahkan Yonimaru." Aldi menutup matanya perlahan.
"Apapun akan aku lakukan, Guru."
Hanya dalam satu bulan Zhou Ming sudah mengakui Aldi sebagai gurunya. Semua itu karena bimbingan Aldi sangat berpengaruh kepadanya.
Aldi tersenyum mendengar perkataan tegasnya. Walaupun sedikit berbeda dengan leluhurnya Byakko, Zhou Ming memilih takdir yang berbeda.
Hanya waktu yang dapat menjawab keputusan Zhou Ming bedar atau salah. Aldi sebagai manusia tidak bisa terlalu mencampuri kehendak langit.
"Aku akan pergi selama satu minggu. Jangan melakukan hal yang tidak perlu." kata Aldi sambil menghilang seperti debu yang tertiup angin.
Carlos yang mendapatkan batu pendeteksi menerima telepati dari Aldi. "Perhatikan Zhou Ming. Aku tidak ingin anak sepertinya mati sia-sia."
Batu pendeteksi sudah dimodifikasi menjadi dua arah, artinya Carlos dapat menghubungi Aldi ketika dalam keadaan terdesak.
Ras Orc sedang menyiapkan pasukan untuk pertempuran berikutnya. Kapten Yonimaru masih memimpin penyerangan.
Kali ini dia membawa 400 ribu prajutir Orc. Jumlah itu dua kali dari jumlah prajurit penjaga perbatasan wilayah Sumatera Selatan.