
Aldi yang tersenyum manis membuat semua wanita disekitar terpesona. Dia sangat jarang menunjukkan pesonanya karena bela diri merupakan jati dirinya.
Namun di Negara Jakarta, Aldi membutuhkan jaringan bisnis yang baik untuk mendapat pengakuan dari orang lain.
Salah satu caranya adalah menggunakan tampangnya yang cukup tampan untuk ukuran seorang remaja.
Mereka tidak tahu bahwa sesungguhnya Aldi adalah seorang kakek tua yang sudah berumur lebih dari 1000 tahun.
Sebuah negara yang sangat maju dalam hal teknologi, pastinya penampilan sangat diperhatikan dalam menentukan status sosial.
Tidak semua orang memandang fisik, tetapi hampir semua orang suka dengan orang yang tampan ataupun cantik.
"Apa yang bisa kamu bantu?" tanya Saputra.
"Sederhananya, aku dapat mengalahkan mereka dalam perjudian batu," kata Aldi dengan nada lembut.
Eko hanya menganggukkan kepala menyatakan bahwa dia sependapat. Saputra tidak bisa mengambil resiko terlalu besar, jadi dia mengolah bantuan Aldi.
Pria muda yang memenangkan hadiah 1 juta rupiah adalah seorang tuan muda dari keluarga kaya yang bernama Doni Kuncoro.
Keluarga Kuncoro memiliki kekayaan yang hampir setara dengan keluarga Nidia atau keluarga Hartanto.
Nama lengkap Nidia adalah Nidia Hartanto. Karena keluarganya sangat kaya, makanya dia tidak pernah menyebutkan nama depannya.
"Ayah, aku yakin Aldi dapat membantu kita mengalahkan mereka!" kata Eko dengan percaya diri.
"Bodoh, kamu masih bayi yang tidak mengetahui besarnya dunia!" teriak Saputra sambil menampar Eko dengar keras.
Aldi hanya tersenyum melihat tindakan pencegahan yang dilakukan Saputra. Namun kesempatan mendapatkan banyak uang harus hilang.
Sebelum Aldi pergi, Eko memberikan 100 rupiah untuk menunjukkan ketulusannya karena telah mencoba membantu ayahnya.
Senyum misterius Aldi membuat semua laki-laki yang melihatnya sangat geram. Karena terlalu mempesona di mata wanita.
Aldi menerima pemberian Eko dengan senang hati. Sekarang dia membutuhkan uang untuk memulai bisnis.
Sebelum keluar dari distrik penjualan batu, Aldi berpapasan dengan seorang kakek berambut putih serta mata yang sayu.
Setelah berpapasan, kakek itu melebarkan matanya tidak percaya melihat Aldi.
"Siapa pria itu, cepat undang dia!" kata Kakek tua dengan nada keras.
Ketika para pengawalnya mengejar, Aldi sudah menghilang ketika melewati pintu keluar distrik penjualan batu.
Saputra dan Eko yang melihat kejadian tersebut sangat menyesal dengan tindakan sebelumnya yang kurang sopan kepada Aldi.
Mereka tahu siapa kakek yang menyuruh pengawalnya untuk mengejar Aldi. Dia adalah kakek tua yang menempati posisi orang terkaya nomor 9 di seluruh Negara Jakarta.
Kakek itu bernama Kusuma Hadi dari keluarga Kusuma yang sangat terkenal karena pencapaian mereka pada bisnis batu.
Mereka adalah salah satu pemasok peluru untuk pistol anti pembudidaya beladiri. Karena salah satu teknik menciptakan peluru khusus tersebut menggunakan batu asal.
Aldi telah mendapatkan 5 batu asal yang sangat cocok untuk membuat simbol. Dengan sisa uangnya, dia menuju sebuah pedesaan yang sepi penduduk.
Setelah menyewa penginapan dan beberapa kebutuhan lainnya, Aldi dapat menyisakan 15 rupiah.
Untuk kebutuhan sehari-hari, penduduk di desa hanya menghabiskan 3-10 rupiah. Karena Aldi merupakan seorang pembudidaya beladiri.
Tanpa makan beberapa hari, dia masih sanggup untuk melakukannya.
Aldi telah menyewa sebidang tanah berukuran 15 meter persegi, dengan panjang 3 meter serta lebar 5 meter.
Dia menanam beberapa sayuran yang memiliki nilai jual yang menguntungkan. Sayuran yang ditanamnya adalah bayam, kangkung, dan sawi.
Walaupun harganya hanya 2 rupiah setiap ikatnya, dengan luas tanah yang di sewa Aldi sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup.
Dalam 7 hari Aldi dapat memanen 50 ikat sayuran. Akhirnya dia hanya berhasil menjualnya 40 ikat di pasar.
Sedangkan untuk 10 ikat lainnya, dia berikan kepada panti asuhan dan orang yang membutuhkan.
Hal itu dilakukan untuk menciptakan karma baik untuknya. Butuh waktu lama untuk mengembalikan kekuatannya.
Mau percaya atau tidak karma baik dan buruk selalu terjadi tanpa peringatan.
"Aku sekarang mempunyai 52 rupiah, sebaiknya aku kembangkan bisnis lainnya." Aldi sudah menyisihkan banyak uangnya untuk mengembangkan bisnisnya.
Hanya butuh 3 bulan untuk Aldi berhasil menciptakan jaringan pemasaran sayurannya. Bahkan jaringannya telah berhasil tersebar di seperdelapan Negara Jakarta.
Perkembangan Agro Bisnis yang dia lakukan membuat banyak perusahan besar meniru model bisnisnya.
Sehingga Aldi harus memutar otak untuk mendapat pelanggan yang lebih banyak.
"Bos, ada kecelakaan di truk pengiriman," lapor seorang pegawai Aldi.
"Sudahlah, jangan terlalu memikirkan jumlah kerugian. Sekarang fokus kita adalah membuat para pegawai tidak kehilangan pekerjaannya."
Nidia mendatangi perusahan Aldi dengan tujuan memberikan modal usaha yang cukup besar untuk mengembangkan bisnisnya.
Namun Aldi menolak untuk mengembangkan bisnisnya sekarang dengan modal besar. Dia mempunyai rencana lain untuk pengembangan bisnis.
Salah satu rencananya adalah mengembangkan bisnis properti, karena prospek kedepannya sangat menjanjikan.
Namun untuk mengembangkan bisnis properti membutuhkan modal dan tingkat kepercayaan konsumen yang tinggi.
Dengan nama Nidia yang sangat terkenal di bisa g usaha perhotelan atau penginapan, Aldi sangat optimis dia dapat meraih untung yang sangat baik.
"Kapan Lee Yoon bisa membantuku menghadapi tumpukan kertas ini!" gumam Aldi melihat tumpukan kertas di ruang kerjanya.
Walaupun Aldi adalah seorang pebisnis yang handal, dia juga seorang pembudidaya beladiri. Jadi kekuatannya akan lebih lambat berkembang jika terus mengurus bisnis.
Akhirnya Aldi memutuskan untuk mencari seseorang yang dapat mengatur semua kebutuhan perusahannya.
Namun untuk menemukan orang yang mempunyai dedikasi yang tinggi terhadap bisnis sangat susah. Dia teringat Alen yang ada di Dunia Utama.
"Semoga ada Alen kedua di Negara Jakarta," gumam Aldi sambil berjalan mengelilingi pasar.
Karena dia merasa bahwa pasar merupakan berkumpulnya para jenius. Mereka hanya tidak memiliki kesempatan dan modal untuk mengembangkan bisnis yang lebih besar.
Setelah mengelilingi seluruh pasar, Aldi tidak menemukan seorang pemuda yang memiliki bakat dalam bisnis.
Akhirnya dia mencari di berbagai restoran terdekat untuk mencari orang berbakat.
"Sialan, kau menumpahkan minuman ke bajuku!" teriak seorang wanita dengan nada sombong.
"Maafkan aku Nona, semua hanya kecelakaan yang tidak disengaja," jawab seorang pelayan dengan nada tenang.
Aldi tersenyum ketika melihat sikap yang ditunjukkan pelayan tersebut, dia mempunyai ketenangan yang sangat baik.
Teknik mata dunia memperlihatkan detak jantung pelayan tersebut yang tidak goyah ketika sedang di fitnah oleh pelanggan.
Sebenarnya wanita tersebut yang membuat masalah kepada pelayan dengan menjegal kaki si pelayan.
"Cepat panggil manajer!" teriak wanita tersebut dengan sangat keras, hingga semua orang melihatnya.
Manajer datang dengan langkah kaki yang cepat, dia langsung menampar pelayan tanpa menanyakan kesalahannya.
"Indra, apa yang kamu lakukan. Cepat bersujud meminta maaf!" teriak Manajer dengan suara tinggi.
Tanpa sebab yang jelas, manajernya mengeluarkan indra tanpa uang pesangon. Setelah Aldi menyelidiki kebenaran, Indra adalah mantan kekasih wanita yang melontarkan fitnah padanya.
Aldi sebagai seorang pebisnis langsung mengulurkan bantuan kepada Indra yang tersungkur di tanah sambil kehujanan.
"Aku bisa membantu kesusahan yang kamu alami," kata Aldi sambil mengulurkan tangannya.
"Siapa kamu?" tanya Indra dengan wajah yang tampak sangat sedih.
"Aldi, seorang pebisnis yang sedang mencari orang sepertimu," jawab Aldi dengan suara tenang.
Akhirnya Indra mau bergabung dengan perusahan yang didirikan Aldi. Mereka berdua memberi nama perusahan yang sudah didirikan dengan nama Fairy Tail.
Dengan bimbingan Aldi, Indra menjadi seorang manajer yang dijuluki Sang Jenius sejati dalam dua tahun.
Aldi telah berhasil mengembangkan kekuatannya menjadi peringkat 13. Dia sudah tidak bisa melakukan terobosan di sembarang tempat karena akan memancing kerusakan pada sekitarnya.
Untuk menciptakan Gerbang Dunia Buatan, Aldi membutuhkan kekuatan peringkat 15 atau lebih tinggi.
Jika menimbang kecepatan pertumbuhan Aldi, butuh waktu 5 tahun sebelum berhasil menerobos peringkat 15.
"Indra, sepertinya kamu sangat sibuk." Aldi menyapa Indra yang sedang fokus dengan dokumen yang ada di depannya.
"Bos, kamu datang. Aku hanya bekerja keras untuk mencapai tujuan yang lebih besar," kata Indra dengan senyum di bibirnya.
"Kamu sudah cukup umur untuk menikah. Apa kamu tidak ingin mencari pasangan hidup?" tanya Aldi yang sebenarnya juga belum menikah di umurnya yang sudah tua.
Untungnya Indra tidak mengetahui umur sesungguhnya Aldi, jadi dia tidak mempunyai bahan untuk ditertawakan.
Indra menganggap Aldi sebagai seorang remaja berusia 22 tahun yang telah sukses mengembangkan bisnis.
Nidia datang tanpa diduga,. Aldi berisik kepada Indra, "Bukankah Nidia sangat menggoda di umurnya yang masih 29 tahun?"
Wajah Indra seperti tomat merah yang malu karena perkataan Aldi. Walaupun umurnya sudah mencapai 32 tahun, dia tidak pernah memiliki kekasih setelah putus dengan wanita yang menyakitinya di restoran.
"Apa kalian sedang membicarakan aku?" tanya Nidia dengan pakaian yang sangat cantik.
"Benar, aku hanya bilang kepada Indra, bahwa kamu sangat mempesona dengan penampilan sekarang," jawab Aldi dengan nada santai.
Karena Aldi tidak peka sama sekali, dia tidak menyadari bahwa Nidia menyukainya.