7 Soul Reinforcement

7 Soul Reinforcement
Aneh



Ling Tong yang tidak memiliki kesempatan untuk melukai musuh langsung mundur setelah melihat ledakan besar.


"Sial, ternyata pria bodoh itu menjadi jauh lebih kuat!" gumam Ling Tong dalam perjalanan menuju tempat keluarganya.


Dalam perjalanan dia bertemu seroang wanita cantik bernama Ling Hua.


"Ling Tong, sudah darimana saja kamu?" tanya Ling Hua dengan wajah khawatir. Dia adalah istri sah Ling Tong.


Namun karena desakan keluarga Ling Tong harus menikah lagi dengan Alice untuk merebut kerajaan Bima Sakti.


"Bukan urusanmu!" jawab Ling Tong ketus.


Ling Tong tidak pernah berharap menikah dengan Ling Hua. Namun karena ayahnya mempunyai hutang budi, jadi dia terpaksa menikah.


Mereka berdua masuk kedalam ruang keluarga dan menemui kepala keluarga Ling.


Setelah mendengar semua cerita Ling Tong, Kepala Keluarga yang bernama Ling Yu mengerutkan keningnya karena bingung.


Kekuatan Hida bukan sesuatu yang bisa dikalahkan keluarga Ling. Sekarang muncul lagi pasukan misterius bernama Seven Soul yang dapat mengalahkan Hira Sang Utusan Langit.


"Sepertinya keluarga Ling tidak mempunyai pilihan lain!" kata Ling Yu sambil menghancurkan sebuah batu giok berwarna hijau.


Aldi yang berhasil menyingkirkan pasukan musuh segera menangkap Dewi dan Angelina. Dia langsung melempar mereka kedalam penjara bawah tanah yang sudah diperbaiki Shen Er.


"Haise, kapan para manusia hewan keluar dari pengasingan?" tanya Aldi melihat seluruh pasukan manusia hewan tidak hadir dalam peperangan.


"Mereka masih berada dalam pengasingan. Tubuh Roh yang kamu berikan mengharuskan mereka untuk mengendalikan kekuatannya," jawab Shen Haise sambil memakai kacamata bulatnya.


Selama Aldi dalam Dunia Buatan, dia memodifikasi seluruh tubuh manusia hewan serta memberikan tubuh Roh yang kuat.


Karena manusia memiliki tubuh yang unik, Aldi tidak ingin merubahnya. Karena menurutnya tubuh manusia merupakan maha karya Sang Pencipta.


"Mahesa, perintahkan semua pasukan masuk Dunia Buatan. Target selanjutnya adalah menerobos Immortal Kapten!" kata Aldi tegas.


Mahesa berdiri dari tempat duduknya dan berkata, "Siap, Bos!"


Karena keluarga Ling telah menghilang dari Kerajaan Bima Sakti, pasukan Kerajaan yang masih setia dengan Andreas tidak dapat menemukan anggota keluarga Ling.


Andreas mencoba memperbaiki istana kerajaan dengan tangannya sendiri. Dia menyusun simbol yang sangat rumit supaya istananya tidak mudah hancur.


Ketika menyusun simbol seorang pria berpakaian hijau menyerangnya. Dia adalah prajurit Organisasi Perompak Galaksi yang ingin membebaskan Dewi.


"Siapa kau?" tanya Andreas mengukur waktu. Dia telah memberikan sinyal kepada pasukan kerajaan untuk mengepung orang di depannya.


"Andreas, kamu sudah membunuh utusan Langit. Tidak mungkin kami sebagai pengikutnya berdiam diri," katanya sambil melambaikan tangannya.


10 ribu pasukan keluar dari persembunyian, Andreas tidak menyadari keberadaan mereka semua sampa seperti Shen Wu.


Pertempuran antara Andreas melawan 10 ribu prajurit Immortal Prajurit dimulai. Andreas mengeluarkan pedangnya untuk menyingkirkan sebanyak mungkin musuhnya.


Dengan ayunan pedang, ratusan orang jatuh ketanah tanpa nyawa. Serangan pasukan Organisasi Perompak Galaksi tidak terlalu menyakitkan.


Namun dengan jumlah yang sangat banyak, Andreas mulai kewalahan. Teknik bela dirinya tidak cocok untuk melawan banyak orang.


Aldi seperti seorang dewa kematian mengayunkan pedangnya. Setiap serangannya dapat mengirim musuhnya ke roda reinkarnasi.


Namun Kitty adalah mahluk yang sangat rakus, jadi setiap pedangnya akan mengiris jiwa dan langsung di kirim ke Aldi.


"Blade Dance!" kata Aldi menggunakan teknik pedang yang khusus untuk melawan banyak orang.


Nur Andi tidak mau kalah, dia menyerang seperti seekor harimau yang menerkam kawanan kelinci. Setiap pedangnya selalu membawa musuhnya ke roda reinkarnasi.


Pemimpin penyerangan Andreas mengerutkan kening. Dia tidak pernah menyangka ada seseorang yang dangat berbakat di sisi Andreas.


"Mundur!" katanya dengan suara keras.


Namun Alice dan Zhu Tian sudah berada di belakangnya. "Bukankah sudah terlambat?" kata Alice dengan senyum tipis di bibirnya.


Dengan serangan kombinasi mereka berdua mengalahkan pemimpin pasukan musuh.


Aldi tidak ingin membuang manfaat dari para penyerang. Dia menyerap semua energi jiwa penyerang untuk memberi makan Kitty yang masih tertidur.


"Bukankah kamu terlalu serakah, menyerap semuanya tanpa menyisakan untukku?" kata Aldi sambil tersenyum kecut.


Dengan belain lembut, Aldi mengelus kepala Kitty penuh kasih sayang. Kitty adalah binatang Dimensi yang sudah menjadi bagian dari tubuhnya karena teknik prinsip jiwa.


Ketika Aldi dan keluarganya berfokus membantu Andreas pasukan lainnya menyerang penjara kematian.


"Lakukan dengan rapi. Pasukan pengalih perhatian sudah musnah!" kata seorang pria berpakaian hijau tegas.


1000 orang mengepung penjara kematian. Dengan ketrampilannya kakinya, para prajurit dengan mudah menyusup kedalam.


Namun setelah mencari beberapa kali, mereka merasakan keanehan.


"Kenapa kita tidak menemukan satupun orang?" tanya seorang pria misterius.


Namun tidak ada yang bisa menjawabnya, karena tidak mengetahui kebenarannya.


Seorang pria memakai kacamata bulat duduk di depan layar monitor, dia adalah Mahesa yang sedang mempermainkan pasukan musuh dengan simbol ilusi.


"Sepertinya memberikan rudal mini untuk salam kenal adalah ide yang bagus," kata Mahesa sambil menekan sebuah tombol.


Rudal berukuran 90 centimeter menyerang kerumunan pasukan yang sedang berdiskusi membahas keanehan yang terjadi.


Kecepatan rudal tidak lebih dari seorang Immortal Leluhur, tetapi ledakannya cukup untuk membunuh para Immortal Prajurit.


Setelah ledakan terjadi, semua pasukan penyusup berhasil menghindari serangan fatal. Namun beberapa prajurit telah kehilangan salah satu kakinya.


Dengan mengkonsumsi sebuah minuman, kakinya tumbuh seperti semula.


Mahesa yang melihat kekuatan mereka tersenyum lebar. "Bagaimana jika aku menembakkan 2 rudal," kata Mahesa sambil menekan tombol dua kali.


Suara ledakan sekali lagi terdengar, 100 orang tidak bisa menghindari serangan hingga akhirnya mereka mati tanpa mengetahui pembunuhnya.


"Sialan, jika berani keluarlah!" teriak seroang penyusup yang memakai pakaian hijau tua.


Mahesa yang mendengarkan hanya menggelengkan kepala. Dia tidak ingin memberikan tanggapan, tetapi tidak akan seru jika penyusup mati dengan cepat.


Akhirnya dia memutuskan untuk menggunakan pengeras suara supaya terdengar oleh para pasukan penyusup.


"Apa kamu bodoh, tidak mungkin aku berani menunjukkan diriku!" kata Mahesa menggunakan pengeras suara serta penuh dengan nada provokasi.


Kemudian dia menembakkan 3 rudal untuk menghibur para penyusup.


Suara teriakan dari penyusup membuatnya sedikit rileks karena telah memikirkan banyak kemungkinan untuk perang.


Seven Soul dalam masa krisis, mereka harus melawan Organisasi Perompak Galaksi dan Keluarga Ling yang mempunyai dukungan pasukan misterius.


Setelah beberapa saat, semua pasukan penyusup telah musnah tanpa mengetahui pembunuhnya.


Mahesa berdiri dari tempat duduk dan berjalan menuju meja kerjanya kembali. Dia sedang merencanakan untuk penyerangan pasukan Perompak Galaksi.


Namun maslaah terbesarnya belum selesai yaitu markas Organisasi Perompak Galaksi belum ditemukan.


Dia cukup menyesal karena tidak membunuh Dewi kemudian menyerap semua ingatannya. Karena Dewi adalah kerabat bosnya, jadi dia sedikit ragu.


Karena Aldi menyuruh semua pasukan Seven Soul masuk kedalam Dunia Buatan untuk pengembangan diri. Mahesa tidak punya pilihan selain menuruti perkataannya.


Bukan tidak mau memberikan masukan kepada keputusan Aldi. Namun Mahesa juga merasa bahwa kekuatan Seven Soul masih kurang untuk menghadapi organisasi Perompak Galaksi.


Ketika Hida berhasil dikalahkan, Aldi memiliki teknik khusus supaya kekuatan tubuhnya tidak bisa digunakan secara maksimal.


Jadi pertarungan selanjutnya antara Hira dan Seven Soul tidka akan semudah sebelumnya.


"Zhu Tian, jika memiliki satu permintaan yang mustahil terjadi. Apa yang kamu inginkan?" tanya Aldi yang menunggangi Rocky bersama Zhu Tian di atasnya.


"Hidup seperti manusia biasa, belajar, makan, dan tidur adalah cita-citaku. Namun semua hanyalah angan-angan semata," jawab Zhu Tian sambil tersenyum manis.


Sebenarnya dia sangat rindu dengan kedua orang tuanya yang sudah meninggal. Melihat Aldi menemukan kedua orang tuanya membuatnya sedikit iri.


Dia beranda-andai keluarganya utuh juga seperti suaminya.