7 Soul Reinforcement

7 Soul Reinforcement
Pemburu Hadiah



Setelah Aldi berhasil membuat kontrak dengan roh dunia asura dia keluar goa. Aldi merasa ada yang mengikutinya.


“Apa kalian tidak ingin keluar!” kata Aldi memandang pohon besar didepannya.


Tiba-tiba ada banyak bayangan hitam yang keluar dari pohon sekelilingnya.


“Seperti yang diharapkan,” kata seseorang berpakaian hitam.


Aldi bertanya dengan nada yang tidak enak didengar, “Siapa kalian?”


“Kami adalah pemburu hadiah,” kata seseorang yang cukup jauh dibelakang pohon.


Aldi merasa bahwa ada sekitar 15 orang yang mempunyai tenaga dalam tingkat jingga akhir bahkan ada 3 orang tingkat hijau awal. Sebenarnya Aldi dapat membantai semuanya dengan sangat mudah tapi dia ingin mencari tahu apa maksud mereka semua.


Pemburu hadiah berbeda dengan pembunuh mereka mempunyai markas khusus untuk mengambil sebuah misi berbeda dengan pembunuh yang diperintah oleh pemimpin mereka. Pemburu hadiah bergerak bebas tanpa sedikitpun pengekangan dari pemimpin aliansi.


“Lihatlah ini,” seseorang memperlihatkan Shie yang sedang dikepung oleh beberapa orang yang mempunyai tingkat jingga menengah.


Shie mempunyai kekuatan yang cukup untuk mengatasi mereka jadi Aldi tidak perlu khawatir. Shie dengan tubuh naga dapat mengatasi tingkat hijau menengah jika menggunakan semua kekuatannya.


Aldi berkata dengan tenang, “Haha, jadi tujuan kalian adalah Shie?”


Seorang berpakaian biru berkata, “Kami ingin menangkap mu hidup-hidup agar dapat menyiksa bocah itu.”


“Jika tebakanku benar kalian adalah orang dari keluarga Sikong,” kata Aldi dengan senyum diwajahnya.


Mereka yang mengepung Aldi tercengang mendengar itu.


“Seperti yang diharapkan kamu adalah orang yang pintar dan bocah yang satunya seorang yang kuat,” kata seorang berbaju hitam.


Teknik Pembunuh Instan.


Tiba-tiba seseorang menyerang dengan pedang mengarahkan ke arah perut Aldi.


Aldi menghela nafas panjang kemudian menghindari serangan yang tampak lambat serta menyerang balik kearah kepala.


“Bamm.” suara kepala yang terkena pukulan ringan Aldi.


Mereka semua tercengang melihat kepala rekan mereka berlubang. Pria yang menyerang Aldi adalah prajurit beladiri tingkat jingga akhir tapi dapat dikalahkan dengan sangat mudah.


“Apa siapa kamu?” tanya seorang berbaju hitam.


“Sepertinya kalian sudah mencari informasi, jadi jangan banyak bicara, Majulah!” jawab Aldi dengan senyum aneh.


“Serang!” seorang berpakaian hitam berteriak.


14 orang menyerang Aldi dengan kombinasi yang sangat baik tapi Aldi tidak pernah tersentuh. Setelah sekian lama Aldi menghindar.


Teknik Telapak Tangan Trigram.


Aldi mengeluarkan Energi kecil secara bertutur-turut membentuk trigram dari telapak tangannya. Udara sekitar Aldi mulai menekan keluar membuat 14 orang yang ingin menyerangnya terpental. Mereka tidak hanya terpental tapi terluka parah.


14 orang berpengalaman terluka parah hanya dengan 1 teknik membuat semua orang terperangah.


Aldi tidak memberikan kesempatan langsung menyerang orang terdekatnya menggunakan pukulan biasa dan berhasil mendapat 5 kepala. Kemudian pemburu yang tersisa menstabilkan pijakan mereka dan melarikan diri kearah orang berbaju hitam.


“Nak, sepertinya kau mempunyai kemampuan maka aku tidak mempunyai alasan untuk membiarkanmu hidup,” kata orang berpakaian Hitam.


“Haha, itu jika kamu mampu membunuhku.” Aldi mencibir perkataan sombongnya.


“Baiklah, ingat namaku, Sikong Ji. Orang yang akan membunuhmu jangan membuat masalah di kehidupanmu selanjutnya," kata Sikong Ji dengan sangat sombong.


Mereka semua yang masih bisa bertarung menyerang Aldi.


Formasi Penyegelan


Sikong Ji berniat mengunci semua kekuatan Aldi dengan tekniknya, tapi tanpa disangka Aldi tidak terpengaruh sedikitpun.


“Sialan, Bunuh dia!” Sikong Ji berteriak dengan marah.


Pria berpakaian biru menyerang dengan ganas, tapi semua serangannya bahkan teknik andalannya tidak dapat mengenai Aldi. Hal tersebut membuatnya merasa tertekan dan akhirnya membuat sebuah kesalahan.


“Ayah, tolong aku!” kata seorang pria berbaju biru.


Tanpa memberikan kesempatan Aldi memenggal kepalanya dengan pedang yang dia bawa.


“Baiklah, tinggal kalian berdua,” kata Aldi dengan senyum yang sangat mengerikan.


“Apa kamu tidak takut temanmu akan mati?” kata Sikong Ji mencoba mengalihkan perhatiannya.


“Haha, coba hubungi rekanmu yang menyergap Shie,” jawab Aldi dengan sangat tenang.


Sikong Ji langsung mengambil alat komunikasi khususnya dan menghubungi tapi tidak ada respon.


“Sialan, apa yang kamu lakukan?” Sikong Ji bertanya dengan bingung.


“Sikong Ji kita sudah kehilangan banyak rekan,” pria berpakaian ungu berkata disebelah Sikong Ji


"Raditya, sebaiknya kamu diam aku ingin bocah ini mati," kata Sikong Ji dengan wajah merah karena marah.


Setelah bujukan Sikong ji akhirnya Raditya ikut menyerang tapi hasil tidak berbeda dengan semua orang yang menyerang sebelumnya. Kemampuan menghindar dan melarikan diri Aldi adalah hal yang paling dia kuasai makanya serangan lambat dari tingkat hijau tahap awal seperti bermain dengan anak-anak.


Teknik Terlarang – Pengorbanan Darah


Sikong Ji berteriak menyebut nama tekniknya. Wajahnya berubah menjadi merah darah dan auranya berubah menjadi merah dara. Tapi sebelum berhasil Aldi menggunakan teknik.


Teknik Seni Lembut Telapak Tangan


Aldi menyerang dengan tempo lambat yang mengenai titik fital membuatnya tidak bisa bergerak. Tanpa memberi kesempatan Aldi memukul dengan telapak tangan secara bertubi – tubi tanpa ada yang tau berapa banyak dia menyerang.


Tubuh Sikong Ji kaku dengan berdiri, wajah yang sebelumnya merah darah menjadi pucat pasi. Akhirnya dia terjatuh tidak bernyawa


“Aku tidak menyangka ketrampilan beladiri mu sangat hebat,” Shen Heise berkata di dalam tubuh Aldi.


Tanpa menanggapi pujian Shen Heise, Aldi melihat Raditya sedang mencoba melarikan diri.


“Apa kamu akan melarikan diri?” kata Aldi dengan sangat tenang.


“Ada kesalahpahaman disini, Tuan” kata Raditya dengan sopan.


“Ah... kesalahpahaman pahaman apa itu?” tanya Aldi dengan wajah polosnya.


Mendengar itu Raditya segera tersenyum dan berkata, “Sebenarnya kamu hanya menerima misi.”


“Jadi begitu, Baiklah” kata Aldi dengan ekspresi yang datar.


Raditya tidak menunggu lama langsung menggunakan kekuatan penuhnya untuk melarikan diri. Aldi mengejar serta menusuknya dari belakang.


“Kau mengingkari janji?” kata Raditya yang sudah tertusuk dan memuntahkan darah.


“Siapa bilang aku akan membiarkanmu hidup setelah membahayakan temanku?” jawab Aldi dengan tatapan yang menyeramkan.


Akhirnya Aldi menghabisi semua orang yang ingin menyergapnya. Dia menggunakan Tangan Jiwa untuk menghilangkan jejak serta membaginya kepada Shen Heise. Setelah menyerap semua kekuatan Shen Heise sekarang sudah di tingkat Tembaga tahap 2 sedangkan Aldi sudah menembus Peringkat 5 tahap menengah. Kemudian Aldi mencari Shie untuk memastikan keadaannya.


Shie duduk disebuah batu dengan 10 mayat dibawah batu itu. Kejadian ini adalah pertama kalinya dia membunuh.


Shie melihat Aldi yang menghampirinya dan berkata, “Aldi, seperti yang kamu peringatkan semua akan terjadi pada waktunya.”


“Ingat pesanku kita bukan membunuh tanpa sebab, kita hanya membela diri. Dengan itu kamu bisa mengontrol haus darahmu,” kata Aldi dengan serius.


Aldi juga mengajarkan teknik Tangan Jiwa, sekarang Shie hanya dapat mengeluarkan 4 tangan. Dia akhirnya menyerap semua jiwa dan raga para pemburu hadiah serta meningkatkan kekuatannya sampai Peringkat 4 tahap menengah.


Banyaknya sumber daya yang Aldi dan Shie serap, hal tidak mempercepat mereka menaikkan peringkat tapi membuat pondasi mereka lebih kuat dan stabil.