7 Soul Reinforcement

7 Soul Reinforcement
Zelda Mengambil Peran



Penjaga kota segera menghubungi organisasi Burung Merak. Mereka mengenal Rambut Hijau sebagai petarung terkuat Burung Merak.


Seorang wanita muda dengan jubah putih mendatangi Rambut Hijau yang sedang sekarat. Dia membisik sebuah kalimat.


"Raja marah!"


Mata Rambut Hijau langsung melotot, kakinya gemetar. Dia tahu bahwa ajal ya sudah dekat.


Setiap kali Raja Burung Merak marah, penyebabnya akan segera disingkirkan.


Darah keluar dari kedua mata dan mulut Rambut Hijau. Dia seperti ingin berteriak, tetapi tidak dapat mengeluarkan suara.


Sebuah simbol keluar di badan Rambut Hijau. Jika Aldi melihat simbol itu dia akan terkejut. Simbol itu mirip dengan segel ketulusan, dengan tingkat kerumitan sedikit dibawahnya.


"Tidak ada kesempatan kedua untuk orang cacat," kata seorang wanita muda dengan senyum tipis.


Berita tentang kematian Rambut Hijau di selimut tangisan para pemuja organisasi Burung Merak.


Rambut Hijau dikenal sebagai simbol penghukum para pendosa di mata masyarakat. Bahkan dia juga menghukum para pejabat tinggi yang di curigai korup.


Aldi yang mendengar berita tentang kematian Rambut Hijau sedikit terkejut.


"Aku tidak percaya Burung Merak siap kehilangan orang sekuat Rambut Hijau."


Dia membaca buku informasi menggunakan sebuah kacamata khusus yang telah berhasil ditemukan Shen Qiu.


Kacamata itu dapat membaca setiap informasi dan segera menyalurkan kedalam otak, sehingga dapat dengan cepat di ingat.


Kecepatan baca jauh meningkat. Walaupun Aldi bisa membaca dengan kecepatan tinggi, dengan adanya teknologi kacamata, dia tidak perlu menunggu akan energi untuk membaca dengan cepat.


"Bos, Zelda ingin menemui anda," kata Shen Yi dengan penuh sopan.


"Biarkan dia masuk."


Zelda masuk dengan baju besi berwarna putih dengan hiasan berwarna biru muda tampak sangat kuat.


Dengan parasnya yang cantik serta rambut yang terikat di belakang membuatnya tampak seperti seorang putri perang sejati.


"Zelda, untuk apa kamu menemuiku?" tanya Aldi dengan senyum tipis.


"Bos, semua pasukan Zelda sudah lama tidak mendapatkan tugas. Aku berharap anda memberikan kesempatan ini kepada kami," kata Zelda dengan penuh percaya diri.


Kekuatan Zelda dan pasukannya sudah berada di tingkat Pengakuan. Jumlah mereka lebih dari 10 ribu orang.


Setelah Aldi memberitahu tentang sebuah pasukan tidak akan kuat jika dia tetap menutup hatinya. Bahkan tidak akan pernah ada kesempatan bagi Zelda untuk menjadi pemimpin pasukan yang diperhitungkan Seven Soul.


Kekuatan Zelda sudah berada di tingkat Pengakuan tahap 3, dia juga mendapatkan berkah dari Burung Curik.


"Musuh sangat kuat. Pastikan kalian tidak kehilangan satu orangpun. Karena Seven Soul belum bisa kehilangan anggota!" kata Aldi dengan tegas.


"Baik, Bos."


Zelda membawa 10 ribu pasukan menghadapi wanita berbaju putih yang telah membunuh Rambut Hijau.


Shen Yi akan mundur untuk sementara, tetapi semua pengintai Seven Soul akan tetap melakukan tugasnya.


2 juta pasukan tingkat Kebangkitan telah bersiap menyerap, tetapi di hentikan karena Zelda akan mengambil tugas.


Zelda di tugaskan dengan 10 ribu pasukan tingkat Pengakuan menghadapi wanita berbaju putih yang masih misterius.


Semua informasi tentang Burung Merak sudah dibaca Zelda. Dia menggunakan kacamata khusus untuk membaca lebih cepat.


"Apa yang harus kita lakukan ketua," tanya seorang penasehat pasukan Zelda.


"Biarkan aku bertanya kepada Mahesa tentang masalah ini." Zelda bukan ahli strategi, dia membutuhkan bantuan seorang ahli.


Mahesa merupakan pemimpin Seven Soul, dia merupakan pembuat strategi terbaik nomor 2 setelah Aldi.


70 ribu buku strategi dan sejarah perang yang ada di perpustakaan sudah di baca. Saat ini dia hanya butuh banyak pengalaman sebelum melampaui Aldi.


Zelda segera meminta bantuan Mahesa menggunakan telepati khusus anggota inti pasukan Seven Soul.


Hingga akhirnya dia mendapat strategi menangkap ikan dengan bambu runcing. Strategi ini berfokus kepada serangan berjarak yang mengandalkan serangan ringan.


Wanita berbaju putih yang membunuh Rambut Hijau, diperkirakan mempunyai kekuatan tingkat Pengakuan tahap 9.


Pasukan Zelda tidak mempunyai orang yang dapat menghadapinya secara langsung, bahkan Zelda akan tumbang dalam beberapa serangan. Bahkan jika seluruh pasukan menyerang langsung mereka tidak dapat mengalahkannya.


Strategi Mahesa merupakan pilihan tepat untuk melawan wanita itu. Serangan jarak jauh di tambang dengan racun tidak terlihat, dapat meningkatkan peluang kemenangan.


Walaupun strategi menggunakan racun merupakan tindakan tercela. Aldi mengajarkan mereka untuk menggunakan segala cara untuk melindungi kerabat Seven Soul, Bahkan jika harus membunuh para Dewa.


Senapan jarak jauh digunakan dalam penyergapan kali ini. Peluru senapan di lapisi racun yang telah di buat Shen Si.


Darah di dalam tubuhnya akan mengental, bahkan seluruh kulitnya berwarna ungu. Namun semu itu hanya perkiraan semata, hasil tidak dapat diketahui sebelum dilaksanakan.


10 ribu prajutir membawa senapan dengan 10 peluru beracun. Mereka mempunyai 10 kali tembakan untuk menjatuhkan wanita berbaju putih dan semua pengawalnya.


Wanita berbaju putih memiliki 5 pengawal disisinya dan 10 pengawal yang sedang bersembunyi di dekatnya.


Tempat menginap wanita berbaju putih sangat sepi, semua ruangan telah di sewa olehnya.


Zelda dengan percaya diri menentang pintu penginapan mereka.


"Siapa kamu?" tanya Wanita berbaju putih dengan lembut.


"Zelda, komandan Devisi Zelda, Seven Soul."


"Aku tidak pernah membayangkan bahwa Seven Soul sungguh cepat menjangkau wilayah Sulawesi," ucap wanita berbaju putih dengan santai.


Zelda tersenyum dan berkata, "Seperti yang di harapkan dari Calista, walik ketua Burung Merak yang legendaris."


Calista tidak pernah menyangka bahwa identitasnya sudah di ketahui. Padahal dia sudah bersembunyi di dunia Khusus sejak ribuan tahun yang lalu.


Seharusnya semua informasi tentang Calista sang penyihir Api sudah tidak ada dalam sejarah Dunia Utama.


Namun Seven Soul berhasil menemukan identitasnya dalam waktu singkat.


"Menarik, Seven Soul lebih kuat darij yang aku kira." Calista tersenyum dengan manis sambil meminum teh di cangkir.


"Pemimpin Seven Soul meminta Burung Merak untuk menghilangkan pengekangan kepada penduduk wilayah Sulawesi."


Zelda tidak mempunyai kesempatan untuk menang melawan mereka sendirian. Dia yakin dengan semua rekannya, hal itu membuat kepercayaan dirinya meningkat.


Calista tertawa keras, kemudian di ikuti oleh semua pengawalnya.


"Kau terlalu percaya diri, Nak!" kata Calista sambil menyerang menggunakan teknik telapak tangan.


Semua anggota Seven Soul di haruskan mempelajari teknik pembelian energi. Jadi Zelda dapat membelokkan serangan Calista dengan mudah.


Sayangnya teknik itu hanya berhasil untuk satu kali, setelahnya Calista akan menyerang dengan kekuatan penuh.


"Serang!" teriak Zelda dengan suara nyaring.


10 peluru racun menyerang 6 orang yang berdiri di depan Zelda. Semua peluru mengarah ke area vital mereka semua.


Namun Zelda tidak bergerak sedikitpun, tidak ada satupun peluru yang melukainya. Setiap pasukan Seven Soul mempunyai kemampuan panah yang memadai.


Seketika 5 pengawal yang berada di tingkat Pengakuan tewas di tempat dengan banyak lubang di tubuhnya.


Jiwa mereka keluar dari tubuh. Namun Zelda sudah menyiapkan simbol khusus agar semua jiwa tidak dapat keluar dari ruangan.


Calista terluka pada lengan kirinya, dia terkena serangan senapan yang beracun. Namun Calista tidak mengetahui bahwa peluru yang ditembakkan mengandung racun.


10 pengintai pasukan Burung Merak segera di sergap oleh pasukan Zelda yang sudah menyelesaikan tembakan pertama.


"Menarik, pelurumu dapat melukaiku dan pengawalku dengan sangat mudah. Bahkan dapat membunuh mereka," kata Calista dengan tenang.


Dia merasa dapat menang melawan semua pasukan yang mengepung.


"Tidak perlu memuji. Sekarang tentukan pilihan?" tanya Zelda dengan ekspresi serius.


Lima orang yang sudah mati hidup kembali dengan jiwa yang sudah kembali kedalam tubuhnya. Mereka berdiri seperti tidak terjadi apapun.


"Senjata yang mengerikan," kata seorang pengawal sambil membersihkan tubuhnya.


Zelda tersenyum. "Menarik, sebenarnya kalian bukan manusia, Kan?"


Aldi memberitahu bahwa Calista merupakan seorang mayat hidup yang sudah mendapatkan tubuh impiannya. Selama tubuhnya ada, dia akan selalu hidup untuk ribuan tahu.


"Serang!" teriak Zelda dengan suara nyaring.


Untuk kedua kalinya mereka berlima mati, sedangkan Calista hanya terluka di lengan kanan.


Kejadian itu di ulangi sampai 9 kali. Sekarang Zelda hanya mempunyai satu tembakan lagi. Dia tidak boleh gagal misi kali ini.


"Sudah aku bilang percuma menyerang mereka," kata Calista dengan luka yang cukup parah. Hampir semua tubuhnya berlubang.


Namun sekalinya dia mengaktifkan kemampuan khusus tubuhnya utuh seperti semua. Bahkan tidak ada bekar luka tembak.


"Aku tidak yakin bahwa strategi kami gagal. Coba hitung mundur dari angka 5," kata Zelda penuh percaya diri.


Pada hitungan kelima, Calista dan pengawal ya tidka dapat bergerak sedikitpun. Racun yang berada dalam tubuh sudah menyebar.


Bahkan Calista tidak dapat mengetahui dan menyembuhkan racun aneh di tubuhnya. Dalam satu minggu mereka akan merasakan siksaan dan akhirnya akan mati.