7 Soul Reinforcement

7 Soul Reinforcement
Pil Fenomenal



Semua orang tidak dapat mengerti, kenapa Aldi membeli kedua barang yang tidak diketahui kegunaannya.


Barang ketiga yang dilelang adalah sebuah pedang. Aura pedang itu nemancarkan kekuatan yang menyegarkan.


Menurut juru lelang, pedang itu dapat membantu pemegangnya mempercepat penyembuhan luka.


"Pedang yang bagus," kata Kim Hoon tidak dapat menahan kekagumannya.


"Aku dapat membuat pedang seperti itu tanpa batas," kata Aldi dengan senyum ringan khasnya.


Aldi menjelaskan bahwa pedang itu hanyalah benda tingkat rendah. Ia juga menasehati untuk tidak membeli banda rendahan seperti itu.


Bahkan pedang biasa yang dibuat Aldi lebih baik daripada pedang itu.


Pedang dilelang dengan harga akhir 1200 emas.


Barang keempat yang dilelang merupakan sebuah tungku misterius.


Aldi mengerutkan keningnya. Barang itu adalah panci aneh yang dimenangkan Sie Angle dalam pelelangan sebelumnya.


Ia mulai memikirkan semua kemungkinan, yang pertama Sie Angle tidak mengetahui kegunaannya, yang keduanya benda itu telah di rebut orang lain.


Aldi tidak bisa melepaskan kesempatan untuk kedua kalinya. Panci aneh itu adalah benda berharga untuk penyilingan pil.


Menggunakan panci aneh itu dapat meningkatkan khasiat pil antara 10% sampai 50% tergantung kualitasnya.


Aldi tidak dapat melihat Roh didalam panci itu, kemungkinan besar panci itu adalah tunggu yang belum disempurnakan.


Harga awal penawaran adalah 1000 emas, jauh lebih tinggi dari pelelangan sebelumnya.


"1000 emas!" Aldi menawar sambil mengangkat papan nomornya.


Sie Angle melihatnya dalam bangku VIP, ia tidak percaya Aldi menjadi orang yang sangat hebat setelah beberapa tahun singkat.


Banyak orang menawar panci aneh itu, membuat harganya melambung sampe 4000 emas.


Aldi masih tidak ingin melepaskannya, ia menawar ketika ada orang yang menawaenya.


Sampai akhirnya harga berhenti di angka 5600 emas.


Banyak orang berdiskusi seberapa kaya pemuda yang duduk di ruang VIP 112.


Aldi sudah menghabiskan lebih dari 15 ribu hanya dengan 3 benda. Hal itu menarik minat semua orang yang hadir.


Sampai pelelangan hari pertama selesai Aldi tidak menawar barang lainnya.


"Aldi, sudah lama kita tidak bertemu," sapa Sie Angle dengan senyum manis.


Aldi menoleh kearah Sie Angle. "Nona Sie, lama tidak bertemu."


"Aku melihatmu menawar barangku dengan harga sangat mahal," kata Sie Angle dengan muka malu.


"Nona Sie, terlalu memuji. Aku membeli barang itu karena membutuhkannya," kata Aldi pelan.


Sie Angle melihat Aldi dengan penuh harapan. "Apa kau mengetahui kegunaannya?"


"Secara garis besar aku mengetahui kegunaannya, " jawab Aldi sopan.


"Sebenarnya kakekku sakit keras, ia memberitahuku bahwa benda itu dapat membantu menyembuhkannya ..."


"Sayangnya, dengan bakatku yang terbatas, aku tidak bisa mengetahui kegunaan benda itu," ungkapnya dengan muka malu.


Sie Angle menjelaskan penyakit kakeknya. Semua badannya berwarna biru tua, seperti orang keracunan. Dia hanya bisa bernafas tanpa bisa berbicara maupun bergerak.


Aldi menduga itu adalah gejala kutukan yang sangat kuat. Bahkan dapat menyiksa korbannya sampai ketitik itu.


Kakeknya sudah 20 tahun dalam keadaan itu. Kutukan itu merupakan penderitaan yang sangat mengerikan.


Aldi mencoba untuk membantunya, ia menawarkan bantuan setelah pelelangan selesai.


Sie Angle sangat senang, ada orang yang membantunya.


Sampai hari terkahir pelelangan Aldi masih tidak menemukan barang yang berharga.


"Hadirin semuanya, ini adalah acara puncak yang tidak diketahui oleh semua orang. Keberadaan barang ini sangat langka!" kata Nanda Pangestu lugas.


Mereka mengeluarkan Pil Panambah Umur. Ekspresi Aldi langsung berubah dari semangat menjadi tanpa ekspresi.


Ia tidak pernah menyangka Pil Penambahan Umur sangat fenomenal.


Pil itu dapat menambah harapan hidup 10 tahun. Jika mengkonsumsi 3 pil dapat mempunyai 20 tahun harapan hidup.


Setiap pil akan berkurang efektifitasnya setelah memakainya.


Aldi menjual 10 pil untuk pelelangan kali ini.


"Sial, cepat hubungi kantor pusat minta uang emas sebanyak mungkin. Pil penambah umur sangat dibutuhkan para ketua pelindung."


Banyak orang mulai gelisah dengan kondisi mereka.


"Kami dari Zero Wing menawar 7000 emas untuk semua pil, jika ada yang menolak akan menjadi musuh," teriak seorang pria.


"Apa Zero Wing sekuat itu, aku dari masyarakat Semi Rahasia, Howland. Aku menawar 10 ribu untuk semua pil."


"Haha, kalian menggunakan nama besar. Baiklah, aku dari Down Hunter mengambil semua secara gratis."


Keadaan mulai ricuh setelah semua orang mengungkapkan semua nama besar mereka.


Nanda Pangestu bukan orang bodoh, ia mengundang orang dari Dedly Blade untuk mendukungnya.


Orang itu berdiri disebelah Nanda Pangestu mengeluarkan aura tingkat Bumi.


"Tolong tamu terhormat untuk menghargai pelelangan ini, kita disini untuk saling menawar bukan saling berkelahi," ucap Nanda Pangestu.


Aldi yang duduk tenang di ruangan VIP nomor 112, tidak menyangka akan menjadi ricuh seperti ini.


Semua orang di atas tingkat Hitam mengeluarkan aura mereka. Pelelangan semakin ricuh setelah seseorang dari Dedly Blade muncul.


Kerusuhan tidak terbendung, Lelaki tua terbang ke atas panggung pelelangan. "Tamu yang terhormat, tolong beri lelaki tua ini wajah."


Aldi melihat kekuatan Lelaki itu setara dengannya, ditingkat Langit tahap 1. Dengan kekuatan itu dapat memungkinkan seseorang untuk terbang.


Jika mereka bertarung Aldi mempunyai keyakinan 100% untuk keluar sebagai pemenang.


Setelah Lelaki Tua itu mengucapkan kata-katanya, semua orang berhenti mengeluarkan aura mereka.


Lelaki Tua itu adalah Ye Mo. Dia mempunyai prestasi yang sangat gemilang, ketika dia berumur 25 tahun, ia sudah mencapai tingkat Hitam Puncak.


Sekarang dengan umurnya yang sudah menginjak 85 tahun, tidak ada pertanda bahwa tubuhnya melemah.


Dengan kekuatan tingkat Langit, harapan hidupnya mencapai 250 tahun.


Ye Mo tersenyum kearah Aldi yang sangat tenang ketika penindasannya dilepaskan.


"Kakek Tua, sejak kapan kau membela Nanda Pangestu," tanya seseorang dari Zero Wing.


Ye Mo menjawab, "Aku tidak mempunyai kerjasama dengannya, tapi akau mempunyai sedikit persahabatan dengan Dedly Blade ..."


"Jadi, sudah sewajarnya aku membantu anggota Dadly Blade."


Setelah mendengar perkataan itu tidak ada orang yang ingin berdepat dengannya.


Mereka akhirnya bersangin menggunakan kekayaannya.


Pil pertama dijual seharga 11 ribu koin emas.


Setelah Pil pertama terjual, mereka tidak pernah mengira bahwa pil selanjutnya dikeluarkan.


Semua orang menawar dengan harga terbaik mereka.


Akhirnya 10 pik terjual habis. "Hadirin, terimakasih telah menghadiri pelelangan kali ini, sampai jumpa dipelelangan selanjutnya!" kata Nanda Pangestu dengan lugas.


"Sial, pilnya sudah habis seharusnya aku menghabiskan semua dana yang kupunya."


Banyak orang yang menyesal karena menyimpan uang mereka, berharan ada banyak Pil Penambahan Umur yang dilelang.


Dengan 10 Pil sebedarnya sudah sangat banyak, mereka juga tau itu. Tapi, keegoisan mereka ingin membeli murah menjerumuskan mereka.


Ye Mo menghampiri Aldi yang sangat bosan di ruang VIP 112. "Barangmu terjual dengan harga yang sangat tinggi. 142 ribu secara total sudah terpotong kompensasi rumah lelang," ucapnya dengan santai.


Koin emas sebanyak itu hanya dapat di transfer menggunakan Bank besar. Bank BBV Aldi merupakan bank terbesar saat ini. Jadi tidak ada maslah dengan proses transaksi.


"Terimakasih, kerjasamanya," kata Aldi dengan santai.


Ye Mo mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan. Aldi merespon jabat tangannya.


Aura Ye Mo dilepaskan ke tingkat tertinggi, Aldi juga tidak mau kalah. Jika Aldi sedikit lengah tangannya akan hancur.


Ruang VIP 112 menjadi saksi kekuatan yang sangat besar saling bertubrukan.


Ye Mo menghela nafas. "Sepertinya aku tidak dapat mengalahkanmu."


Pernyataan itu seperti sambaran petir bagi semua orang yang hadir, khususnya Nanda Pangestu sebagai orang yang tau seberapa kuat Ye Mo.