7 Soul Reinforcement

7 Soul Reinforcement
Bentrokan Awal Terjadi



Ketika Aldi dan teman-temannya kembali ke markas Seven Soul, sekelompok orang menghadang mereka.


Tanpa bertanya lebih lanjut, Shen Haise langsung mengeluarkan 100 bayangan setara dengan Maha Segalanya tahap 9 untuk menghadapi 50 orang yang terlihat aneh.


Mereka semua menggunakan pakaian serba hitam serta mempunyai mata berwarna merah darah. Shen Haise langsung menyimpulkan bahwa mereka adalah pasukan Panca yang di tugaskan untuk menyerap Aldi di Celah Dimensi.


Kenyataannya sedikit berbeda, sebenarnya mereka ditugaskan untuk mengukur waktu supaya Aldi dan teman-temannya tidak kembali dengan cepat.


Namun tugas mereka tidak dapat terpenuhi karena Shen Haise langsung menyerang tanpa mengatakan sepatah katapun.


Walaupun kekuatan para pasukan Panca setara Maha Segalanya tahap 7, mereka tidak bisa menahan gempuran bayangan yang setara dengan Maha Segalanya tahap 9.


"Apa mereka yang kamu maksud dengan pasukan Panca milik Sang Peramal?" tanya Moras sedikit kebingungan. Dia tidak merasakan ancaman sedikitpun dari 50 orang yang menghentikannya.


Aldi tersenyum mendengar Moras meremehkan pasukan musuh. "Benar mereka adalah pasukan Sang Peramal, tetapi mereka hanyalah bedu yang tidak penting."


Seorang Maha Segalanya tahap 7 dapat menghancurkan Dunia Utama dengan satu serangan. Namun Aldi menganggapnya hanya sebuah debu yang tidak penting.


"Sepertinya kamu benar," kata Moras memandang jauh.


Ada seorang pria memandang kelompok Aldi dan teman-temannya, dia adalah Rafael yang memimpin 5 juta pasukan untuk menghadang Aldi kembali ke Dunia Buatan.


"Rocky, berikan mereka sedikit hadiah untuk salam pembuka," kata Aldi memandang pasukan musuh yang sangat jauh.


Shie dan Shen Haise tidak dapat melihat mereka, tetapi dapat merasakan ada keberadaan yang sangat tipis sedang memandangnya.


Tanpa menunggu lama, Rocky dengan tubuh besarnya mengeluarkan bola energi berukuran kecil. Kemudian dia memuntahkannya dengan kecepatan tinggi.


Rafael yang percaya dengan kekuatannya mencoba menahan serangan Rocky yang tampak tidak serius. Namun siapa sangka tepat ketika pedang Rafael menyentuh bola energi, ledakan besar terjadi.


Pedang kebanggaannya langsung hancur berkeping-keping. Untungnya tubuhnya sangat kuat, jadi dia tidak langsung mati terkena ledakan.


Namun nasib malang dialami pasukannya, semuanya hancur menjadi debu. Hanya menyisakan Rafael yang terluka cukup parah.


"Salam pembuka yang sangat mengerikan. Aku akui kalian adalah orang yang kuat," kata Rafael melempar sebuah bola energi yang mirip dengan Rocky.


Namun putaran energinya sedikit berbeda, karena Rocky menggunakan kekuatan dari mahluk mitos sedangkan Rafael menggunakan energi asal.


Aldi dapat melihat bahwa Rafael tidak menggunakan kekuatan aslinya, dia hanya menggunakan energi asal untuk menyerang.


Shen Haise yang melihat bola energi menggunakan kekuatan matanya untuk memindahkan serangan Rafael.


Seketika bola energi berubah arah sehingga menyerang Rafael. "Menarik, kamu mempunyai ketrampilan yang unik. Aku menunggu pertarungan kita selanjutnya," katanya menghilang dari pandangan semua orang.


Melihat Moras yang sedikit mengerutkan kening, Aldi berkata, "Benar, dia adalah salah satu Jendral dari Pasukan Sang Peramal."


"Sepertinya kekuatannya tidak lebih lemah darimu. Apa kamu yakin melawan Sang Peramal?" tanya Moras dengan wajah serius.


Aldi hanya tersenyum, dia tidak menjawab pertanyaan Moras yang sudah pasti.


Memang kekuatan Rafael sangat hebat, tetapi Seven Soul masih memiliki sedikit waktu untuk berkembang. Jadi masih ada kemungkinan bisa mengalahkan mereka, Aldi percaya akan hal itu. Bahkan jika kejadian tidak terduga, dia sudah menyiapkan ketrampilan yang dapat membalikkan keadaan.


Pertama kalinya Dunia Buatan dimasuki oleh mahluk yang belum memiliki segel ketulusan maupun segel penyerahan.


Moras melihat sekeliling, mereka melihat banyak orang yang sedang melatih kekuatannya dengan tenang. Rumput yang hijau dan udara yang sejuk membuat Dunia Buatan terlihat sangat mengesankan.


Tanpa terasa Moras sangat suka hidup di Dunia Buatan ciptaan Aldi, dia enggan untuk keluar karena sudah merasa nyaman.


"Moras, sudah satu minggu kamu disini. Bukankah seharusnya kamu kembali untuk memimpin pasukan?" tanya Aldi memandang Moras yang sedang berbaring di atas rumput hijau.


Moras menggelengkan kepala, "Tidak, biarkan Lili dan Lala yang mengurus masalah merepotkan seperti itu!."


Lili adalah mahluk aneh yang bertarung dengan Shen Haise, sedangkan Lala yang bertarung seimbang dengan Shie.


Mereka berdua berbincang tentang arti kehidupan dan kesenangan menatap masa depan. Berbeda dengan Aldi yang banyak berbicara tentang hidup, Moras hanya menikmati hidupnya dengan perasaan senang tanpa khawatir sedikitpun.


Karena dia adalah mahluk yang tidak bisa mati, bahkan Sang Pencipta tidak akan bisa membunuhnya.


Sayangnya dia tidak mempunyai kekuatan untuk menghadapi orang kuat, dia hanya bisa menerima serangan tanpa bisa menyerang balik.


Pasukan Rafael muncul kembali di depan gerbang Dunia Buatan melalui celah dimensi, dia ingin menghancurkan gerbang untuk menyerang Seven Soul.


Pasukan Rafael terdiri dari 10 juta mahluk yang lebih kuat dari Maha Segalanya tahap 9 biasa. Dia mempunyai keyakinan penuh untuk mengalahkan lawannya.


Namun kenyataan berbeda dengan keinginannya, pasukan Mahluk aneh telah sampai di depan gerbang menuju Dunia Buatan.


Mereka berjumlah 20 miliar mahluk dengan Lala dan Lili sebagai pemimpin. Anehnya tidak ada yang wujud manusia kecuali pemimpinnya.


"Sepertinya aku harus melampirkan kejadian ini," kata Rafael mengisyaratkan pasukannya untuk mundur.


Tepat ketik dia berbalik, seorang pria berbaju merah menghalangi jalan kaburnya. Pria itu adalah Sikong Yu yang sedang bermain di Celah Dimensi bersama Nirmala.


"Mengapa terburu-buru. Mari kita sedikit bermain untuk melepas stres," kata Sikong Yu melempar bola api kecil.


Walaupun bola apinya terlihat kecil, suhu ya sangat panas. Bahkan baja akan langsung meleleh ketika berada di sekitarnya.


Untungnya semua senjata pasukan musuh menggunakan bahan khusus, sehingga tidak hancur karena panasnya.


Rafael tidak mau meremehkan lagi serangan dari pasukan Seven Soul, dia menggunakan simbol khusus untuk mengurangi dampak ledakan.


Namun semua simbol yang dibuat Rafael langsung meleleh ketika mendekati bola api. "Apa sebenarnya benda aneh itu," teriak Rafael yang tidak memiliki pengetahuan yang luas.


Dia hanya berfokus untuk menjadi kuat tanpa belajar ketrampilan lainnya. Akibatnya dia tidak bisa menggunakan ketrampilan yang tepat untuk melawan Sikong Yu.


Setelah sampai di pasukan Rafael, bola api langsung diserang oleh pasukannya. Namun tindakannya menimbulkan bencana bagi seluruh pasukan.


Bola api meledak hingga membuat 10 juta pasukan terkena dampak serangan. 10 ribu pasukan mati ditempat, sedangkan sisanya terluka.


"Gila, aku terkena jebakan untuk kedua kalinya!" teriak Rafael sangat kesal melihat semua perangnya hancur sampai tidak dapat digunakan.


Dia lupa dengan perintah Axel untuk mundur setelah melihat tidak ada kesempatan untuk mundur. Rafael yang merasa kesal langsung menyerang Sikong Yu yang berdiri santai melihat semua pasukannya hancur.


"Sialan akan aku bunuh kau!" teriak Rafael melepaskan Segel pembatas kekuatannya. Sekarang dia sangat kuat bahkan seorang Maha Segalanya tahap 9 akan dikalahkan dengan sekali serang.


Namun Sikong Yu bukan manusia sederhana, dia melepaskan kekuatan phoenix untuk mengimbanginya kekuatan Rafael yang meledak.


Serangan demi serangan dilancarkan Rafael, tetapi serangannya tampak sia-sia karena Sikong Yu dapat menyembuhkan diri dengan sangat cepat. Bahkan kecepatan penyembuhan Naga Hitam kalah dengannya.


"Apa cuma segini kekuatan dari Jendral yang dapat mengancam seluruh alam semesta?" tanya Sikong Yu sedikit kecewa. Dia tidak per ha menyangka Rafael sangat lemah karena tidak dapat membuat kerusakan pada tubuhnya.


Nirmala yang berdiri di belakang hanya menggelengkan kepala. Dia merasa bahwa Rafael sudah bertarung dengan kekuatan penuh. Namun Sikong Yu jauh lebih kuat dari sebelumnya.


Sekarang tubuh phoenix sudah bangkit, jadi Sikong Yu dapat mengendalikan kekuatan tubuhnya dengan maksimal.


Semua serangan pukulan dan tebasan Rafael tidak dapat mengenai Sikong Yu karena tubuhnya terbuat dari api.


Rafael yang mulai menyadari serangannya tidak berpengaruh kepada musuhnya. Segera melepaskan energi jiwa untuk membunuh Sikong Yu dengan cepat.


"Kamu bisa menggunakan kekuatan jiwa, bagaimana jika aku bergabung denganmu," kata Sikong Yu sambil tersenyum lebar. Dia sangat ingin melawan orang kuat untuk meningkatkan motivasinya bertambah kuat.


Api yang awalnya berwarna merah berubah menjadi ungu gelap. Dia mengaktifkan teknik Prinsip Jiwa untuk meningkatkan kerusakan apinya.


Dengan senyum yang aneh, Sikong Yu melemparkan bola energi yang jauh lebih besar. Dia menggunakan serangan penghancur.


Rafael yang terkejut melihat musuhnya semakin kuat mulai menyesali keputusannya menyerang Sikong Yu seorang diri.


Namun dengan mengorbankan keliatan Jiwa, Rafael berhasil memberikan kerusakan kepada Sikong Yu hingga memuntahkan seteguk darah.


Bukannya menurunkan auranya, Sikong Yu yang terkena serangan tersenyum lebar dan melepaskan teknik gerbang pertama.


"Gerbang Pertama : Pembukaan!" kata Sikong Yu menyebutkan ketrampilan khusus yang dia pelajari untuk meningkatkan kekuatan.


Matanya berubah menjadi merah api dan rambutnya berubah menjadi merah api. Namun auranya masih tetap berwarna ungu gelap.


Rafael yang memukul Sikong Yu hanya mengenai udara karena tubuhnya berubah menjadi api yang sesungguhnya. Jadi selama Rafael tidak menggunakan serangan super besar, Sikong Yu tidak akan pernah mendapatkan kerusakan pada tubuhnya.


Rafael yang berusaha keras melawan Sikong Yu tidak menyadari bahwa semua pasukan yang dia lawan sudah dimakan oleh mahluk aneh dari Celah dimensi.


Tidak ada yang melakukan perawan yang berarti karena pasukannya terluka ledakan bola api milik Sikong Yu.


"Akan aku biarkan kalian lolos kali ini. Namun aku akan kembali dengan pasukan lebih kuat daripada ini!" teriak Rafael ingin melarikan diri.


Setelah terbang beberapa meter, Rafael menabrak sebuah dinding transparan yang tidak dapat dirasakan.


"Kenapa kamu terburu-buru untuk pergi?" tanya Shen Er yang mengurung Rafael keluar dari perangkatnya.


Sebuah nuklir besar keluar di atas Rafael yang terkurung dalam simbol aneh. "Aku tidak akan kalah dengan simbol remeh seperti ini!" teriak Rafael membela diri.


Namun kenyataan berbeda dengan harapannya, Rafael tidak bisa menggunakan kekuatannya selama berada dalam simbol milik Shen Er.


Ketika nuklir menghantam Rafael yang sedang sibuk mencari jalan keluar, ledakan besar membuat tubuh dan jiwanya hancur tak bersisa.


"Seperti eksperimenku berhasil, senjata pemusnah masal sudah siap digunakan!" kata Shen Qui muncul melihat tubuh dan jiwa Rafael yang menghilang.