7 Soul Reinforcement

7 Soul Reinforcement
Gerbang Dunia Buatan



Aldi dan Nirmala berjalan menuju kota terdekat. Dia ingin mencari informasi lanjutan tentang Dunia Maha Tinggi.


Setelah sampai di sebuah Desa mereka Mampir ke restoran untuk mengisi perut. Aldi sudah berada di tingkat Maha Dewa, jadi dia bisa tidak makan selama beberapa tahun.


Sedangkan Nirmala masih tingkat Kuning. Dia membutuhkan banyak nutrisi untuk tumbuh.


"Apa kamu buta, bukankah aku memesan nasi tanpa sayuran. Ini sudah ke tiga kalinya kamu membuat makanan yang salah!" teriaknya sambil menunjuk pelayan.


Padahal jelas bukan pelayan yang membuat makanan, tetapi amarah pelanggan di arahkan kepadanya.


"Maaf, Tuan. Bukankah anda sebelumnya memesan nasi goreng sayur?" kata Pelayan sambil menundukkan kepala.


"Bodoh, untuk apa kau memiliki telinga!" benak pria berbaju besi. Dia segera keluar dari restoran setelah melihat orang di depan pintu.


Aldi menerima makanannya, kemudian dia berinisiatif bertanya kepada pelayan yang mengantar makanan.


"Siapa pria berbaju besi itu?" tanya Aldi.


"Dia orang suruhan untuk membuat restoran kita jatuh. Sudah biasa orang itu menggunakan trik kotor seperti itu."


Wajah pelayan menjadi sedikit kusam. Bukan tanpa alasan, Bos mereka akan memotong gaji pelayan jika kejadian seperti itu terulang.


Penjaga restoran tidak dapat berbuat banyak karena orang suruhan itu memiliki kekuatan tingkat Langit yang sangat kuat.


Sedangkan penjaga restoran hanya seorang pria dengan kekuatan tingkat Bumi. Walaupun berjumlah banyak, mereka tidak bisa mengalahkan tingkat Langit tahap 9.


Aldi dan Nirmala menghabiskan makanan yang ada di meja. Kemudian mereka melanjutkan perjalanan menuju kota terdekat.


Dalam perjalanan Nirmala mendapat bimbingan langsung dari Aldi tentang penggunaan energi jiwa yang efisien. Sehingga kekuatannya bertahan lebih lama.


Di Hutan dekat kota Havana, Aldi dan Nirmala di hadang oleh sekelompok orang. Mereka berjumlah 9 orang yang terlihat, ada juga 25 orang sedang bersembunyi.


Aldi tersenyum, karena para bandit didepannya tidak begitu kuat. Mereka setara dengan pembudidaya beladiri tingkat Kuning seperti Nirmala.


Akan menjadi kesempatan yang baik untuk Nirmala mencoba menerapkan latihan dalam pertarungan langsung.


"Apa yang kalian inginkan?" tanya Aldi dengan wajah ketakutan. Dia sedang bermain trik untuk membuat lawannya lengah.


"Serahkan semua barang yang kami miliki, atau kami akan membunuh kalian!" kata seorang bandit yang berdiri di tengah.


Aldi mengirimkan telepati kepada Nirmala untuk mencoba bertarung melawan para bandit.


Tanpa pikir panjang, Nirmala segera menghantam pria di depannya untuk melakukan perlawanan. Pukulannya mendarat tepat di rahang bawah sebelah kiri.


Sekali pukul pria di depannya langsung pingsan di tempat. Melihat kejadian itu bandit lainnya tidak sadar mundur satu langkah.


Mereka hanyalah bandit yang baru saja bergabung dengan para bandit hutan lainnya. Karena melihat lawan yang sangat lemah, makanya pemimpin bandit menyuruh mereka.


Namun tidak disangka gadis kecil yang berumur di bawah 10 tahun dapat menumbangkan salah satu orang.


Pemimpin para bandit ternyata adalah pria yang menggunakan baju besi di restoran. Dia tersenyum melihat kejadian ini.


"Menarik, neraka orang yang ada di dalam restoran!" katanya dengan nada sombong.


Nirmala tidak berhenti, dia menggunakan teknik kaki yang sangat misterius untuk mengelabuhi pandangan musuhnya.


Dalam sekejap Nirmala melancarkan pukulan lagi ke arah perut, lebih tepatnya mengarah ke jantung para bandit.


Hanya perlu menunggu sedikit waktu sebelum semua bandit pingsan di depannya.


Aldi memberikan tepuk tangan kepada Nirmala yang melakukan tugasnya dengan baik.


"Baiklah, sekarang aku yang akan mengurus," kata Aldi berdiri di depan Nirmala.


"Jadi kamu sudah mengetahui keberadaan kita!" kata pria berbaju besi.


"Aku tidak punya waktu mengurus kalian. Jadi mati atau pergi?" kata Aldi dengan senyum tipis.


Dalam pikiran Nirmala bingung. "Sebenarnya yang bandit itu mereka atau kita?"


Semua bandit tertawa keras. Mereka tidak mempercayai perkataan Aldi yang nampak tidak dapat dipercaya.


Tiba-tiba pandangan semua bandit buram. Bahkan pria berbaju besi belum berhenti tertawa.


Dalam sekejap Aldi telah menebas leher semua orang dengan teknik tangan hayalan. Dua puluh lima orang langsung tewas di tempat tanpa perlawanan.


Aldi menyusu Nirmala untuk menyerap jiwa mereka yang sudah tidak bernyawa. Sedangkan untuk mereka yang pingsan di singkirkan tepi sungai terdekat.


Nirmala sudah tidak terkejut dengan kekuatan gurunya. Bahkan Raja Beruang Hitam dapat di kalahkan dengan satu tamparan.


Tanpa menunggu lama, dia menyerap seluruh jiwa yang tersisa di medan pertempuran. Nirmala berharap dia segera menerobos ke tingkat selanjutnya.


"Tunjukkan kartu identitas kalian?" tanya penjaga gerbang.


"Kami telah kehilangan kartu identitas di kota sebelumnya, karena serangan beruang Hitam," kata Aldi dengan santai.


Nirmala hanya mengangguk, dia tidak pernah menyangka gurunya dapat berbohong dengan sangat lancar.


Dari awal Aldi sudah mengatakan bahwa dirinya bukan orang baik, tetapi juga bukan orang jahat. Dia hanya ikut campur dengan orang yang di kenal dan membiarkan orang lain terluka.


"Baiklah, segera lakukan pendaftaran ulang di rumah petualang," kata penjaga gerbang.


Setiap orang di kota Havana harus memiliki kartu identitas. Kartu itu dapat digunakan di seluruh daratan rendah Dunia Maha Tinggi.


Daratan di Dunia Maha Tinggi dibagi menjadi 3 lapis yaitu Rendah, Menengah, dan Tinggi.


Semua orang di daratan rendah selalu menggunakan kartu identitas untuk menunjukan dirinya bukan seorang kriminal.


Ketika Aldi melihat batu penguji di rumah petualang, dia sedikit terkejut. "Batu Alam!" kata Aldi lirih, hingga orang di depannya tidak mendengar.


Namun Nirmala yang mempunyai indah pendengar yang bagus mendengar ucapan gurunya dengan jelas.


Sebelum Nirmala bertanya Aldi mengirimkan telepati, "Jangan bertanya, batu alam merupakan bahan yang sangat penting untuk membuat peralatan perang."


Bukan tanpa alasan, Aldi melakukan itu supaya penguji kekuatan tidak curiga dengan pengetahuan Aldi yang lebih tinggi.


Batu alam dipakai untuk menguji kekuatan seseorang. Jika Aldi dan Nirmala menggunakan kekuatan jiwa, tidak akan bisa diukur.


Jadi Aldi memberikan sebuah batu energi supaya Nirmala di kenali sebagai seorang pembudidaya tingkat Kuning. Sedangkan Aldi akan di kenali sebagai pembudidaya tingkat Hitam.


Setelah melakukan pendaftaran kartu identitas, mereka menuju pasar untuk mencari bahan yang berharga.


Di samping itu, Aldi juga mencari informasi sebanyak mungkin tentang kekuatan Dunia Maha Tinggi.


Ternyata Kota Havana merupakan pemimpin dari segala kota di Daratan Rendah.


"Pantas semua orang disini memiliki kekuatan yang lebih tinggi dari kota sebelumnya," gumam Aldi pelan.


Seorang pria berambut panjang dengan pakaian lusuh menawarkan Aldi sebuah cangkir besi yang berkarat.


"Nak, belilah benda ini dengan 10 ribu rupiah. Anakku sedang sakit parah, dia membutuhkan pengobatan segera."


Tanpa berpikir panjang Aldi langsung memberikan sebuah pil penyembuhan untuk menukarnya dengan cangkir tersebut.


"Gunakan pil ini kepada anakmu, aku jamin dapat menyembuhkan dengan cepat. Jika gagal silahkan datang kepadaku lagi," kata Aldi sambil menunjukkan kartu identitasnya


Kartunya memiliki nama sebagai Aldi dengan pekerjaan petualang serta mempunyai kekuatan tingkat Hitam.


Awalnya pria itu sedikit ragu, tetapi dia ingin mengambil resiko dengan mengambil pil yang di percayai dapat menyembuhkan anaknya.


Aldi juga senang mendapatkan cangkir berkarat.


Nirmala yang kebingungan bertanya kepada gurunya, "Apa yang istimewa dari cangkir ini?"


"Ini merupakan cangkir yang terbuat dari batu alam, jika di gunakan dengan benar aku bisa membuka gerbang Dunia."


Nirmala sudah mendengar bahwa dirinya memiliki senior yang sangat banyak. Banyak orang yang memiliki kekuatan lebih kuat dari gurunya.


Walaupun sebenarnya tidak ada yang bisa mengalahkan Aldi dalam pertempuran secara langsung.


Mereka hanya lebih kuat dalam hal kekuatan, tetapi tidak untuk teknik bertarung. Kekuatan tubuh Aldi saja tidak bisa di bunuh oleh para Maha Dewa tahap 9, apalagi di tambah energi jiwanya.


Sebelum mata hari terbenam, Aldi membawa Nirmala ke sarang para Serigala Mutan. Aldi berencana membangun markas Seven Soul di area itu.


Karena tidak terdapat kota di dekatnya, berbeda dengan Beruang Hitam yang di keliling oleh gerbang penguji dan kota.


Nirmala bersama Raul latih tanding untuk memperluas pengetahuan teknik petarung. Sedangkan Aldi akan membuka gerbang ke Dunia Buatan dengan bantuan Batu Alam.


Butuh waktu beberapa minggu untuk menemukan titik yang tepat dan simbol tingkat tinggi. Aldi tidak ingin Dunia Buatan di ketahui oleh orang lain.


Walaupun hanya dunia kecil, tetapi Dunia Buatan merupakan rumah bagi para anggota Seven Soul yang tersisa.


Banyak diantara mereka telah kehilangan keluarga para perang Ragnarok, jadi dunia Buatan sudah dianggap sebagai rumah yang paling dicintai.


Satu bulan berlalu dengan cepat. Cuaca yang awalnya cerah menjadi mendung, petir menyamar di segel arah.


Hujan lebat disertai angin turun di Dunia Maha Tinggi daerah Rendah. Seorang pria yang memakai pakaian berwana kuning mengeratkan kening. Dia adalah Qin Huang Raja para manusia.


"Apa yang terjadi, langit marah dengan kelakuan seseorang!" katanya sambil berdiri dari kursinya.