7 Soul Reinforcement

7 Soul Reinforcement
Penentuan



Aldi yang melepaskan teknik pembalikan Jiwa, langsung melesat seperti seekor cheetah yang memburu mangsanya.


Tendangan kaki kiri menghantam tubuh bagian kanan Sang Pencipta, Gaia. Namun serangannya dengan mudah di hindari dengan teknik penghentian waktu.


Semua serangan Aldi tidak bisa mengenai Gaia sedikitpun. Hingga akhirnya dia mengeluarkan sebuah bedah berwarna hitam gelap, pedang itu adalah pemberian dari Moras.


Tanpa menunggu lama, Aldi menggenggam erat pedangnya, kemudian mengayunkan kearah Gaia yang sedang kebingungan menyerang Aldi. Sebuah energi yang berbentuk sayatan pedang muncul menyerang Gaia.


Seperti biasa dia menghentikan waktu untuk menghindari serangan, tetapi kenyataan berbeda dengan harapannya. Tepat ketika Gaia menghindar, baju yang dia kenakan terkoyak karena sayatan pedang.


"Apa yang terjadi?" tanya Gaia kebingungan. Dia telah berhasil menghindari serangan musuh, tetapi bajunya masih terkena dampaknya.


Sebelum Gaia menyadarinya, Aldi menyerang seperti orang gila. Dia tidak memberikan sedikitpun Gaia untuk berpikir.


Teknik menghentikan waktu sudah di kuasai Aldi, Jadi dia bisa memodifikasinya dengan mudah. Serangan pedang Aldi sama seperti Pedang Cahaya, ia bisa menembus waktu dengan mengandalkan ruang di sekitarnya.


"Bocah, sialan. Aku akan membunuhmu apapun yang terjadi!" teriak Gaia yang tidak percaya dirinya tertekan sebelum menghadapi Axel. Dengan panik dia mengayunkan pedang Cahaya, itulah yang diinginkan Aldi.


Keduanya bersamaan menggunakan teknik penghentian waktu, tapi Gaia berhasil menembusnya dengan senjatanya. Sedangkan Aldi menggunakan teknik tambahan untuk merubah posisinya menggunakan perpindahan ruang.


Tepat ketika Gaia mengayunkan pedangnya, Aldi mengincar pergelangan tangan dan menyerangnya dengan pedang pemberian Moras.


Seketika tangan Gaia terpotong dan Pedang Cahaya terlepas. Memanfaatkan kesempatan, Aldi mengambil pedang Cahaya dengan sekuat tenaga.


"Bodoh, pedang cahaya hanya bisa digunakan oleh pewaris Sang Pencipta," kata Gaia dengan senyum puas melihat Aldi yang mengejar pedangnya.


Gaia menggerakkan jarinya untuk menyuruh Pedang Cahaya kembali padanya.


Ketika pedang cahaya terbang menuju Gaia, Aldi menyelimuti tangannya dengan energi jiwa dan menangkap pedang.


Aldi menggeram. "Pedang lemah, kamu pikir bisa mengalahkan pangeran alam semesta!" katanya tanpa mengetahui makna dari perkataannya.


Pedang cahaya memancarkan cahaya kuning, sedangkan Aldi memancarkan cahaya hitam gelap. Keduanya saling bertarung menggunakan energi, siapapun yang menang dia akan menjadi tuannya.


Tepat ketika Aldi kehabisan energi, tiba-tiba semua anggota Seven Soul memberikan sisa energinya untuk di gunakan Aldi. Gaia tidak terima senang dengan perilaku pasukan musuh.


"Pengecut, kamu menggunakan kekuatan pasukan milikmu untuk bertambah kuat!" teriak Gaia langsung menyerang karena Pedang Cahaya mulai tertekan.


Sayangnya ketika dia berhasil sampai di dekat Aldi, cahaya kuning menghilang. Pedang Cahaya sudah tiada, sekarang pedang kegelapan menggantikannya.


Ling karang transparan melindungi Aldi dari serangan Gaia yang sangat mematikan. Musuhnya tidak bisa memberikan sedikitpun kerusakan tanpa menggunakan pedang cahaya.


"Kamu salah, aku tidak bilang pertarungan ini satu lawan satu. Lihatlah pasukan mu!" kata Aldi menunjuk keluar arena pertarungan.


Semua pasukan Gaia menghilang dari alam semesta. Mereka semua telah dilenyapkan dengan keterampilan yang digunakan Shen Qui dan beberapa orang kuat lainnya.


Seven Soul mengalami 120 miliar pasukan, tetapi tidak ada satupun anggota inti yang tumbang dalam peperangan kali ini. Mereka semua terpesona dengan keindahan senjata Shen Qui yang dapat membunuh miliaran pasukan hanya dengan satu senjata.


Pada kerang kali ini dia mengeluarkan 20 nuklir super raksasa untuk membuka perang. Karena itulah, perang di luar arena sangat cepat selesai.


Shen Qui adalah kunci untuk penghancuran masa, bahkan Axel yang melihat dari kejauhan merasakan ancaman darinya.


"Bandi, ketika Shen Qui datang ke medan perang, pusatkan semua kekuatan padanya. Aku ingin dia mati duluan, atau kita akan kesusahan," kata Axel memandang Bandi yang hanya sebongkah Jiwa gentayangan.


Istana kediaman Axel hancur, ada dua orang yang sedang menatap. Mereka adalah Raja Neraka dan Adolf yang berhasil sampai pusat markas Axel.


"Kita bertemu lagi, Axel," kata Raja Neraka dengan senyum lebar. Dia sudah mengetahui bahwa kekuatannya tidak bisa menyaingi Axel, tetapi Aldi sudah mengatakan bahwa dia mempunyai cara untuk melenyapkan musuhnya selama Raja Neraka mengukur waktu.


Adolf yang berdiri di samping Raja Neraka langsung menghilang, dia sedang menciptakan sebuah simbol aneh yang dipersiapkan sejak awal.


Tidak akan ada mahluk yang berhasil menerobosnya, bahkan Gaia akan kesulitan karena teknik itu ditulis dalam teknik Prinsip Jiwa.


Axel hanya tersenyum melihat simbol yang disusun musuh. Sebenarnya dia juga terkejut karena tidak mengetahui simbol aneh yang dipasang Adolf, dia selalu bertapa tanpa belajar banyak simbol jadi sudah sewajarnya tidak mengetahuinya.


Pertarungan antara Raja Neraka dan Axel akan segera terjadi. Pasukan Neraka berhasil menekan seluruh pasukan Sang Peramal, tetapi mereka tidka bisa mengalahkan para Jendral yang sudah mendapatkan segel dari Axel.


"Sampai kapan kamu hanya berdiam diri disitu?" tanya Axel memandang Raja Neraka yang menunggu diserang.


Raja Neraka menggelengkan kepala, "Sampai kamu selesai menyiapkan serangan simbol milikmu. Aku yakin bisa menghentikannya!."


"Sombong, terima ini!" kata Axel melebar sebuah bola energi yang telah di lapisi simbol khusus untuk menghancurkan entitas mahluk di alam semesta.


Raja Neraka sudah mengetahui simbol tersebut dari Aldi. Dia melepaskan auranya dan menggunakan zirah Prinsip Jiwa untuk menghalau serangan Axel.


Namun kekuatannya tidak cukup, dia merasakannya. Sesuai petunjuk Aldi, jika kamu merasa tidak bisa menahannya gunakan teknik pembalikan Jiwa.


Sesuai arahannya, Raja Neraka menggunakan teknik pembalikan jiwa.


"Menarik kamu berhasil menghentikannya," kata Axel tersenyum puas.


Raja Neraka memuntahkan seteguk darah segar, dia berhasil selamat tetapi tubuhnya terluka parah. Tanpa menunggu lama, dia memakan sebuah pil yang diberikan khusus kepadanya.


Pil tersebut terbuat dari potongan pohon dunia yang bisa menyembuhkan segala penyakit dan luka pada tubuh. Raja Neraka mendapatkan pil tersebut dari Aldi secara langsung, jadi sudah dipastikan khasiatnya sangat bagus.


Tubuhnya memancarkan cahaya hijau, semua lukanya langsung menghilang dalam sekejap mata. Raja Neraka tersenyum lebar dan berkata, "Mari kita lanjutkan!."


Axel mengerutkan kening ketika melihat serangan simbolnya dapat di sembuhkan dengan mudah. Dia tidak percaya ada pil yang dapat menghilangkan luka pada tubuh seorang Maha Segalanya.


Disisi lain Aldi telah berhasil mendapatkan pedang cahaya dan merubahnya menjadi pedang kegelapan miliknya. Sekarang Aldi dapat mengendalikan ruang dan waktu.


"Gaia, sampai kapan kamu terdiam tidak percaya?" kata Aldi melihat Gaia tidak percaya pedangnya berhasil diambil.


"Pengecut, kamu hanya mengandalkan keberuntungan untuk mencurinya!" teriak Gaia yang memandangi sekitar, dia tidak percaya seluruh Seven Soul berhasil mengepungnya.


Tidak membiarkan Gaia memandangi setiap anggota Seven Soul, Aldi langsung mencoba pedang rampasannya.


Seperti biasa Gaia menghentikan waktu untuk menghindar, tapi tekniknya tidak berhasil karena pedang kegelapan dapat menghancurkan ruang disekitarnya.


Gaia terbang puluhan kilometer jauhnya. Dia tidak perduli dengan serangan Aldi yang melukai tubuhnya. Fokusnya hanya memandang seluruh anggota Seven Soul dan mencari seseorang yang dapat menyelamatkannya.


Sampai akhirnya dia menemukannya dan berkata, "Ketemu!"


Gaia melepaskan seluruh kekuatannya, aura disekitarnya melonjak tubuhnya berubah menjadi putih transparan, seakan-akan dia akan melepaskan tubuhnya dan menempati mahluk lainnya.


Aldi yang menyadari arahnya langsung melihat Alice memandang Gaia dari luar kubah pembatas. "Ayah, lindungi Ibu!" teriaknya dari pusat arena pertarungan.


Nur Andi juga menyadari bahwa mata Alice berubah menjadi merah, artinya dia sedang kehilangan kendali karena kekuatannya.


Shen Er yang berada di belakang Alice langsung menggunakan simbol pembatas untuk menghentikan pergerakannya.


Shen Haise menyelimuti tubuh Alice menggunakan bayangan kegelapan supaya tidak dapat melihat sekelilingnya.


Nur Andi melompat kedepannya bersiap menghadapi Gaia yang membakar seluruh energi kehidupannya untuk menyerang Alice.


"Bodoh, dia adalah sang Pencipta sebenarnya. Aku hanyalah pelayannya yang sudah lama menjabat. Sekarang aku akan membangkitkan ratu Nara!" teriak Gaia mengorbankan semua energi kehidupannya hingga tubuhnya tampak transparan.


Dengan kecepatan tinggi, Gaia menuju Alice dengan memberikan seluruh jiwa dan raganya untuk diserap.


"Bangkitlah Ratu Nara!" teriak Gaia mengorbankan dirinya.


Alice menghancurkan semua simbol yang mengikatnya dan menyerang Nur Andi yang berdiri di depannya.


Gaia tertawa keras melihat Alice membangkitkan kekuatan Nara sesungguhnya. "Haha, sekarang sudah terlambat untuk kalian menghentikannya. Axel lihatlah, kamu pasti tidak mengira bahwa wanita ini adalah Nara!."


Sayangnya Axel sedang bertarung dengan Raja Neraka, dia tidak bisa mendengar ataupun merasakan kekuatan Nara yang bangkit. Dia sedang terkurung dalam kubah transparan yang menghalangi semua komunikasi.


Alice menghilang dan segera muncul di depan Gaia. Dia mencekiknya dan menyerap semua energi yang ada dalam tubuh Gaia. Anehnya bukannya ketakutan, Gaia tertawa lepas karena misinya telah berhasil.


Rambut Alice berubah menjadi putih, serta bajunya berubah menjadi zirah Sang Pencipta yang sesungguhnya.


Hanya satu yang kurang darinya yaitu pedang cahaya. Setelah mengambil semua kekuatan Gaia, dia melirik Aldi yang memegang pedang kegelapan.


"Kembalikan pedangku. Aku tidak mempunyai urusan denganmu, jangan paksa aku membunuhmu," kata Alice dengan ekspresi datar.


Dia telah sepenuhnya kehilangan kesadarannya. Nur Andi langsung muncul di samping Aldi dan bertanya, "Apa ada kesempatan untuk menyelamatkannya?"


"Aku tidak melihat sedikitpun jiwa ibu, akan sangat sulit menyelamatkannya. Kita harus mencoba!" kata Aldi memandang mahluk yang sangat berbeda.


Energi ya sangat murni, bahkan jika Axel berada disini, dia akan terkejut dengan kekuatan yang dipancarkan.


Nur Andi menghela nafas panjang. "Sepertinya inilah takdirku. Sepertinya aku hanya bisa sampai disini!" kata Nur Andi sambil memejamkan matanya.


1 bulan yang lalu, Nur Andi menemui Moras dan bertanya tentang Sang Pencipta. Dia merasakan bahwa Alice telah berubah setelah mendapatkan kekuatan yang lebih besar.


Apalagi dia sering kehilangan kesadaran hingga tidak mengenali dirinya sendiri. Hal itu membuatnya khawatir, akhirnya dia meminta sebuah teknik yang dapat menyegel kekuatan seseorang dengan mengorbankan nyawanya.


Untuk menghormati Aldi, Moras memberinya sebuah teknik untuk penyegelan. Namun siapa sangka tekniknya akan digunakan untuk menyegel istrinya sendiri.


"Teknik Pemanggil Dewa Kematian!" kata Nur Andi menggunakan teknik yang memungkinkan energinya berbentuk seorang Dewa kematian di punggungnya.


Segel ini hanya digunakan ketika seseorang ingin membunuh lawannya. Namun, Moras memodifikasinya hanya untuk menyegel seluruh kemampuan lawannya.