7 Soul Reinforcement

7 Soul Reinforcement
Menakutkan



Raja Neraka langsung mengerutkan kening, dia sudah sering melihat monster raksasa. Namun mereka tidak memancarkan sebuah tekanan yang bisa membuatnya merasa takut.


Monster raksasa di depannya jelas tidak bisa diremehkan. Jadi dia memutuskan untuk berpura-pura mengalah.


"Apa yang kalian bicarakan. Aku belum menyetujui saran dari Jendral Neraka. Sebenarnya aku ingin sekali menolaknya," kata Raja Neraka dengan senyum lebar untuk mengelabuhi musuhnya.


Nur Andi dan Alice saling memandang mereka tertawa bersama. "Apa kamu tidak tahu bahwa kami telah mendengar semua percakapan kalian sejak awal?" kata Nur Andi.


Raja Neraka yang tidak menyadari keberadaan mereka langsung terkejut, sayangnya dia tidak diijinkan melompat kebelakang karena sedang berpura-pura tidak bersalah.


"Aku tidak tahu apa yang kalian dengar, tetapi aku tidak berencana melanjutkan serangan ke Dunia Utama. Musuh kita merupakan satu orang yang sama, kenapa kita tidak bekerja sama?" tanya Raja Neraka memberikan saran.


Dengan kekuatan mereka, seharusnya mengetahui keberadaan Axel Si Peramal. Jadi secara langsung Raja Neraka mengajukan kerja sama.


Alice menggelengkan kepalanya. "Apa kamu pikir aku bodoh, Axel dan kalian adalah rekan yang saling menguntungkan. Jika Axel adalah musuhku, jadi kalian juga musuhku!" kata Alice sambil menyerang Raja Neraka.


Namun serangan sederhana miliknya di tangki oleh Albin dengan susah payah. Tangan Albin yang biasanya sangat kuat, bergetar karena kesakitan.


"Tanganku mati rasa?" kata Albin dalam hati. Ini adalah pertama kalinya dia menghadapai lawan yang sangat kuat.


Bahkan Raja Neraka tidak bisa mencapai prestasi tersebut. Albin adalah salah satu mahluk istimewa dari Neraka, bahkan Raja Neraka mengakuinya sebagai mahluk terkuat di kemudian hari.


Namun sekarang dia tidak bisa menerima serangan sederhana dari seorang wanita. Hal itu membuat martabatnya tercoreng.


Albin yang tidak terima langsung menyerang Alice, tetapi Nur Andi memotong tangannya dengan sangat mulus.


Sekali lagi, Albin yang bangga dengan kekuatan tubuhnya dikalahkan dengan sangat mudah oleh dua orang yang tidak dikenal.


Setelah terpotong, Albin tidak menghentikan serangannya. Dia tetap melanjutkan serangan dengan kondisi yang apa adanya.


Sayangnya Alice adalah pewaris Nara yang tidak mudah untuk dikalahkan. Dengan gerakan sederhana, Alice membuat Albin tidak bisa mengedarkan kekuatannya.


"Apa yang terjadi?" kata Albin yang tidak bisa menyembuhkan tangannya.


Nur Andi yang tidak memperhatikan kebingungannya langsung mengayunkannya menebas leher musuhnya. Dengan sangat Mulus, Nur Andi mengalahkan Albin.


Tepat setelah Jiwa Albin keluar, Nur Andi menggunakan tangan hayalan untuk menyerapnya. Semua kejadian tersebut tepat berada di depan mata Raja Neraka.


Dia sangat marah melihat jendral kesayangannya mati dengan tragis di depan matanya. Namun Raja Neraka tidak dapat berbuat banyak, dia hanya bisa mengeratkan giginya.


"Apa kalian sudah puas?" tanya Raja Neraka memandang Nur Andi dan Alice yang membunuh Albin dengan sangat mudah.


Adolf yang menyadari gentingnya situasi, mulai menyadari kenapa Raja Neraka tidak seperti biasanya. Dia tidak bisa merasakan keberadaan Nur Andi dan Alice, apalagi burung besar yang terbang di atas.


Nur Andi berkata, "Aku hanya membela diri. Rekanmu mencoba untuk menyerang istriku, jadi sudah sewajarnya aku membela istriku!."


Tidak ada yang memberikan tanggapan, bahkan Adolf yang biasanya sangat cerdas tidak mengatakan sepatah katapun.


Damar yang tertidur dari tadi mengeluarkan suara, "Manusia sombong yang tidak tahu diri!."


Kekuatannya adalah meniadakan energi yang menyerangnya. Jadi tidak akan ada serangan yang bisa mengenainya.


"Manusia terkutuk mencoba untuk menjadi pahlawan, apa kamu pikir dengan kekuatanmu sekarang bisa mengalahkan aku?" tanya Alice tersenyum.


"Mari kita coba, kekuatan terkutuk milikku atau kekuatan celah dimensi yang akan menang!" kata Dama berdiri di atas karpet terbangnya.


Raja Neraka yang tidak pernah melihat Damar berdiri di atas karpet terbangnya langsung mengerutkan kening.


"Sepertinya dia akan bertarung dengan serius. Aku harus mencari celah untuk melarikan diri," kata Raja Neraka dalam hati.


Sayangnya perkataan Raja Neraka dapat diketahui Damar yang memiliki kekuatan terkutuk. Sebenarnya dia tidak hanya meniadakan energi disekitarnya, tetapi juga bisa mendengar kata hati seseorang.


Setelah mendengarnya, Damar hanya bisa tersenyum. Dia tidak menyangka akan dibuang setelah digunakan sebagai perisai.


Sebelum dia mempersiapkan dirinya, semburan bola energi menghantamnya. Rocky adalah pelaku yang menembakkan bola energi tersebut.


Ruang dan waktu disekitar langsung pecah, Damar yang belum menciptakan perisai terbaiknya menghilang tak tersisa.


Bola energi Rocky berbeda dengan energi biasa, kekuatan modifikasi Aldi dan ingatan Moris tidak bisa diremehkan. Jadi kekuatan menghilangkan energi di sekitar milik Damar tidak dapat menahannya.


"Apa?" kata Raja Neraka tidak bisa menyembunyikan keterkejutannya. Sekarang hanya ada Raja Neraka dan Adolf yang tersisa.


Sayangnya kelompok Nur Andi dan Alice tidak boleh membunuh Raja Neraka untuk sementara waktu. Fahmi telah memberi tahu bahwa Raja Neraka dan Adolf akan menjadi kunci kehancuran kekuatan Panca.


Jadi untuk mempersingkat waktu, Aldi memberikan instruksi untuk membunuh semua orang kecuali Raja Neraka dan Adolf.


"Sebaiknya kalian segera pergi, atau aku berubah pikiran dan membunuh kalian berdua," kata Nur Andi memberikan ancaman.


Raja Neraka dan Adolf lari seperti kucing yang sedang mencuri makanan.


"Sampai kapan kamu akan bertahan?" kata Aldi penuh dengan nada provokasi. Dia akan kesusahan melukai Raja Langit jika musuhnya terus bertahan.


Raja Langit tersenyum. "Sampai kamu kehabisan energi. Sudah aku bilang, mari kita lihat siapa ya ga akan menang. Pertahanan ku atau Serangan mu."


Aldi menggelengkan kepala. "Apa kamu pikir aku tidak bisa menghancurkan pertahanan zirah milikmu?" tanyanya sambil menjentikkan jarinya.


Zirah Langit yang sangat kokoh hancur berkeping-keping. Raja Langit terkejut dengan kejadian tersebut.


"Apa yang terjadi?" kata Raja Langit heran dengan kejadian tersebut. Zirah Langit hancur dengan mudah setelah musuhnya menjentikkan jari.


Aldi tersenyum lebat. "Pasti kamu kebingungan. Aku akan membiarkanmu mati penasaran dengan ingatanmu itu!" katanya sambil menyerang dengan tangan kanannya.


Raja Langit tanpa zirah langit seperti sebuah kertas yang dapat dimainkan dengan sangat mudah. Aldi tidak ingin membunuhnya secara langsung.


Dia menggunakan serangan Jiwa untuk melukai kejiwaan musuhnya. Karena jiwa Raja Langit sangat kuat, Aldi membutuhkan banyak serangan untuk melukainya.


Suara tawa terdengar sangat keras, Aldi sedang menyiksa Raja Langit dengan penuh kesenangan.


Semua pasukan Seven Soul berhasil menghancurkan semua pasukan Langit yang tidak mempunyai semangat bertarung.


Mereka semua berdiam diri melihat Aldi menyerang Raja Langit seperti seorang monster yang sedang memangsa lawannya.


Pertarungan jelas tidak seimbang, jiwa Raja Langit sudah tidak tertolong. Dia berteriak kesakitan dengan serangan Aldi yang dapat menyiksanya.


"Aku tidak akan membunuhmu sebelum diriku puas!" kata Aldi sambil memasukkan pil kesembuhan untuk menyembuhkan Raja Langit.


Namun tindakannya dihentikan Nur Andi dengan tangannya. Kemudian Alice memeluknya dari belakang.


"Sudahlah, Nak. Raja Langit sudah tidak bisa melawan, berikan dia kematian yang terhormat," kata Alice memberikan sarananya.


Aldi menghela nafas panjang, dia langsung mengayunkan pedangnya untuk mengakhiri hidup Raja Langit. Tidak lupa Aldi menyerap jiwanya dengan tangan hayalan.


Kematian Raja Langit membuat surga menjadi hancur. Beberapa pembudidaya kuat melarikan diri ke Dunia.


Keseimbangan dunia mulai runtuh. Axel yang melihat kejadian tersebut tersenyum lebar. "Sepertinya kematian akan segera menjemput."


Dia sangat ingin mati, tetapi tidak ada entitas yang bisa membunuhnya. Bahkan Sang Pencipta tidak akan bisa membunuhnya dengan kekuatannya sekarang.


Keberadaan Aldi selalu membuat ramalannya meleset, tetapi dengan adanya pasukannya semua kehancuran terjadi lebih cepat dari perkiraannya.


"Bandi, segera bentuk pasukan untuk menghancurkan beberapa dunia kecil di seluruh Alam semesta. Aku ingin semua mahluk hilang dari Dunia!" katanya memberikan perintah.


Bukannya Bandi yang menjawab, Adven dan Hemas adalah orang pertama menanggapi. "Baik, Tuan!"


Mereka berdua langsung terbang untuk menghancurkan dunia seroang diri. Kekuatannya mungkin terlihat lemah dengan Maha Segalanya tahap 6 dan 7. Namun jika disuruh bertarung, Raja Neraka dan Raja Langit tidak akan bisa berdiri didepannya selama 2 menit.


Kekuatannya sangat misterius, bahkan Moris tidak akan bisa mengetahui segel yang ada di tubuhnya. Axel adalah mahluk yang sudah hidup cukup lama, bahkan Nara tidak pernah tahu kapan Axel lahir.


Jadi sudah sewajarnya Axel menjadi mahluk terkuat di seluruh Alam semesta.


"Tuan, apa kamu yakin tidak ingin menyingkirkan Seven Soul terlebih dahulu?" tanya Bandi kebingungan.


Axel menggelengkan kepala, "Aku sudah memasang sebuah bom yang akan menghancurkan Seven Soul dari dalam. Jangan mempertanyakan keputusanku!"


"Bandi, jangan bertanya tentang keputusan, Tuan. Aku selalu menganggap dirimu pintar, tetapi aku sangat kecewa sekarang," kata Rafael menggelengkan kepala.


Bandi sedikit membela diri. "Aku tidak mempertanyakan keputusan, Tuan. Namun aku merasakan bahwa keberadaan Seven Soul akan membuat kita kerepotan."


Insting Bandi tidak dapat diremehkan, bahkan Axel juga mengakuinya. Namun kali ini dia harus mengalah karena penjelasan Axel yang mengatakan sudah memasang bom di dalam Seven Soul.


Setelah banyaknya dunia yang dihancurkan. Aldi menyuruh pasukan Seven Soul untuk merekrut mereka yang mempunyai tujuan yang sama untuk mempertahankan alam semesta.


Dengan Shen Er sebagai pembuka jalan dan Shen Lui yang akan memandu perjalanan, tim khusus ditugaskan untuk mencari sebanyak apapun anggota.


Aldi tidak mengetahui bom apa yang sudah dipasang dalam Seven Soul, dia hanya menggunakan segel penyerahan kebanggaannya.


Tidak ada yang bisa lolos dari segelnya. Namun untuk segel ketulusan, pastinya Axel mengetahui dengan sekali lirik.


Aldi percaya bahwa Segel Penyerahan miliknya telah ditinggalkan oleh seorang mahluk yang sangat kuat dimasa lalu. Bahkan Moris dengan ingatan Maros, Aldi hanya bisa memperkuatnya tanpa bisa merubah susunan dasarnya.


Artinya pengetahuan Moris tentang segel penyerahan masih belum memadai.


"Mahesa, segera beritahu semua pasukan inti Seven Soul untuk tetap waspada walaupun orang disekitarnya menerima segel ketulusan. Aku merasa ada mata-mata diantara kita!" kata Aldi memberikan instruksi.


Mahesa juga merasakan hal yang sama, oleh karena itu dia sudah menugaskan beberapa tim untuk menyelidiki kecurigaannya.