7 Soul Reinforcement

7 Soul Reinforcement
Peringatan



Kelima penjaga yang menyerangnya tidak bisa mendekati Aldi. Sebelum mereka mendekat tubuhnya langsung jatuh ketanah tanpa ada darah sedikitpun.


Aldi menggunakan manipulasi energi untuk membuat racun yang dapat menyebar melalui udara.


Namun jarak sebarnya tidak lebih dari 10 meter. Jadi selama orang yang berada 10 meter dengannya, meraka akan terbunuh tanpa mengetahui penyebabnya.


"Apa yang sedang dilakukan penjaga itu?" tanya Saiful yang kebingungan melihat penjaga gerbang jatuh.


"Bos, mereka sudah tidak bernyawa. Sebaiknya kirim pasukan lebih banyak," kata salah satu pengawal.


Ada 7 pengawal di sebelah Saiful, paling lemah diantara mereka adalah seorang pembudidaya beladiri setara tingkat Leluhur.


Sedangkan yang terkuat setara tingkat Kelahiran tahap 3.


Aldi yang merupakan Peringkat 13 setara dengan tingkat Pengakuan tahap 7. Namun dengan adanya tubuh Tahta Raja, seorang Dewa Semu tidak akan bisa mengalahkannya.


"Tunggu apa lagi, segera perintahkan semua prajurit untuk mengalahkannya!" kata Saiful dengan tatapan tajam.


Dia merasa ancaman yang sangat besar ketika melihat mata merah Aldi.


Kitty sebagai hewan celah dimensi sudah berteman dengan Aldi, jadi kekuatannya meningkat lebih baik dari yang dahulu.


Pondasi tubuhnya juga sangat kuat, artinya tinggal menunggu waktu sebelum Aldi menyelesaikan terobosan ke peringkat 14.


100 prajurit yang setara tingkat Raja tahap 1 mengepung Aldi dengan senjata pisau. Mereka adalah anggota dari organisasi pembunuh yang di sewa Saiful.


Organisasi pembunuh siap melakukan apapun selama ada bayaran yang pantas.


Aldi tersenyum melihat 100 pembudidaya yang setara tingkat Raja. Dia langsung menyerang menggunakan 100 jarum di tangannya.


Seketika jarum tersebut terbang kearah tenggorokan semua anggota organisasi pembunuh.


Orang yang mengepung Aldi langsung jatuh satu persatu, mereka semua jatuh tidak bernyawa.


Sembari menunggu semua orang jatuh, Aldi menggunakan tangan hayalan untuk menyerap Jiwa kekuatannya. Supaya Aldi bisa lebih cepat untuk menerobos peringkat 14.


Ruang komando yang dihadiri 7 pengawal dan Saiful tampak hening. Mereka tidak menyangka Aldi dapat menyingkirkan 100 pembudidaya dengan mudah.


"Sepertinya pria itu lebih kuat dari yang kita perkirakan. Segera minta organisasi pembunuh untuk mengirimkan orang terkuat!" kata Saiful dengan nada sedikit bergetar.


Dia tidak bisa mengalahkan 100 anggota organisasi pembunuh dalam sekejap mata. Saiful mulai merasakan firasat buruk, hatinya sudah mulai tidak tenang.


Salah seorang pengawal hanya menggelengkan kepala, dia adalah pemimpin dari semua pengawal.


"Tenanglah, organisasi pembunuh tidak mudah untuk dikalahkan. Bahkan jika ada 1 juta pria seperti itu, kita dapat menyingkirkannya dengan sedikit waktu."


Pria itu adalah anggota organisasi pembunuh, Budi. Kekuatannya merupakan elemen api yang dapat membakar setiap mahluk di depannya.


Layar monitor untuk memantau pergerakan Aldi mati semua. Saiful yang sedikit tenang karena perkataan Budi, kembali menegang.


"Segera perbaiki kamera pengintai!" kata Budi menggunakan alat komunikasi lokal atau sering disebut HT.


Namun perkataannya tidak mendapat balasan dari prajurit yang menjaga ruang pengintai.


"Tidak perlu mencari aku sampai seperti itu!" kata Aldi yang sudah duduk di kursi sofa sambil meminum teh kesukaannya.


Saiful dan semua orang yang ada di ruangan melebarkan matanya tidak percaya. Mereka dalam keadaan sangat waspada, terapi Aldi bisa masuk dengan santai.


Bahkan dia masih sempat untuk menyeduh teh di markas besar musuhnya.


"Apa yang kau lakukan kepada semua prajurit?" tanya Saiful mengeratkan giginya karena marah.


"Jangan terlalu tegang, mereka hanya anggota organisasi pembunuh. Masih banyak orang kuat di sana, jangan memperkeruh permasalahan," jawab Aldi dengan santai.


Dua orang pengawal langsung menyerang Aldi. Namun sebelum mereka menyentuhnya, kedua tangan penyerang langsung terpotong.


Aldi menggunakan benang baja yang sangat kuat, dia sudah memasangnya di seluruh ruang komando pasukan Saiful.


Melihat kedua pengawal merasa kesakitan, Aldi dengan baik hati mengayunkan pedangnya untuk menghentikan penderitaan mereka.


"Ayolah, aku kesini tidak untuk mencari masalah. Sekarang perusahaan yang ingin aku dirikan mengalami kekurangan uang, jadi aku berencana meminta sedikit uang darimu," kata Aldi sambil menatap Saiful.


Budi mengetahui kekuatan kedua orang tersebut, mereka adalah veteran prajurit organisasi pembunuh.


Namun serangan Aldi dapat menumbangkan keduanya dengan sangat mudah. Budi yang awalnya merasa percaya diri, mulai gelisah.


"Terima kasih, Saiful. Aku sudah menduga kamu adalah orang yang baik hati. Karena sudah sampai disini tidak ada salahnya aku meminta tiga batu yang ada di badanmu," kata Aldi dengan senyum tipis di bibirnya.


Wajah Saiful menjadi merah, dia juga mengeratkan giginya karena sangat marah kepada Aldi yang segan santai merampoknya.


Namun Saiful tidak dapat mengalahkan Aldi dengan pengawalnya sekarang. Jadi pilihan satu-satunya adalah bertahan hidup.


Saiful melempar 2 kalung, 2 cincin, dan 1 anting. Semua benda tersebut terbuat dari batu alam. Hanya Aldi yang mengetahui bahwa kedua cincin dan anting terbuat dari batu asal.


"Terima kasih, Saiful. Aku percaya uangmu tidak akan habis hanya dengan barang yang aku minta dengan sopan," kata Aldi sambil menghilang dari hadapan semua orang.


Aldi yang menghilang seperti debu yang tertiup angin membuat Budi dan seluruh anggota organisasi pembunuh merasa lega.


Saiful yang sangat tegang dan menggenggam erat tinjunya tidak dapat berbuat banyak.


"Sialan!" teriaknya setelah melihat Aldi menghilang.


"Hai, jangan berteriak terlalu keras. Ada beberapa orang sedang mencari kalian. Semoga dewi keberuntungan memihak kalian!" kata Aldi yang kembali untuk mengambil cangkir dan alat penyeduh teh.


Setelah Aldi pergi, 10 orang mendobrak pintu ruang komando Saiful. Mereka adalah musuh Saiful di bidang bisnis.


Karena keadaan mental Saiful sedang tidak baik, dia langsung menyuruh Budi untuk menyingkirkan semua orang di depannya.


Namun sepuluh orang didepannya tidak mudah di tumbangkan dengan mudah. Mereka semua adalah pembudidaya tingkat Leluhur.


"Saiful, aku tidak melihat prajurit penjaga rumahmu. Apa kamu sedang meremehkan aku?" kata seorang pria yang berdiri di tengah para pembudidaya.


Dia adalah Zainul salah satu pedagang terkaya penguasa Teluk Bayur. Karena banyak gesekan yang terjadi antara Saiful dan Zainul, mereka menjadi musuh abadi yang tidak akan bisa tidur nyenyak kecuali lawannya musnah.


Saiful mendapat dukungan dari organisasi pembunuh yang sangat misterius. Sedangkan Zainul mendapatkan dukungan dari organisasi VOC yang rumornya sangat kuat.


Aldi yang bersembunyi mengerutkan kening ketika melihat para orang dari organisasi VOC. Mereka bukan manusia biasa, lebih tepatnya adalah seorang musang.


"Sepertinya VOC juga memiliki kekuatan yang mengerikan dibelakangnya." Aldi telah melihat susunan tubuh mereka menggunakan mata Dunia.


Tingkat tubuh para prajurit organisasi VOC lebih baik dari organisasi pembunuh. Namun pertarungan tidak ditentukan siapa yang kuat, tetapi siapa yang memanfaatkan kesempatan dengan baik.


Pertarungan Saiful dan Zainul tidak dapat dihindarkan, rumah yang semua tanpa cacat karena kedatangan Aldi langsung meledak.


Tembok mulai runtuh karena tekanan aura, serta lantai yang runtuh membuat rumah Saiful hancur dalam sekejap.


"Zainul, kamu sudah tumbuh!" kata Saiful sambil melepaskan aura yang telah disembunyikan sejak lama.


Tubuhnya membesar serta ada tidak garis di pipi kanan dan kirinya. Dia memiliki warisan darah dari Ras kucing.


Sehingga membuat pergerakannya menjadi sangat cepat dan serangannya sangat tajam. Bahkan dapat membunuh seorang pembudidaya tingkat Raja dengan sekali serang.


Tidak mau kalah, Zainul menggunakan teknik terlarang. Gigi taringnya memanjang dan matanya berubah menjadi coklat.


Pertarungan kecepatan di perlihatkan Zainul dan Saiful. Semua orang menghentikan pertarungan untuk melihat duel antara Zainul dan Saiful.


Saiful menggunakan cakarnya untuk melukai musuhnya, sedangkan Zainul menggunakan giginya untuk menyerang dengan cepetan tinggi.


Kedua orang tidak ada yang mau mengalah, sampai akhirnya sebuah tombak menancap di tanah menghentikan pertarungan mereka berdua.


Seorang pria berpakaian kuning terjun dari atas pesawat. Dengan senyum lebar, dia melihat Saiful dan Zainul dengan tatapan merendahkan.


"Jerry, apa yang kamu lakukan. Kami sedang bertarung untuk menentukan wilayah kekuasaan. Kerajaan tidak memiliki hak untuk ikut campur!" kata Saiful dengan nada tinggi.


"Raja ingin mengundang kalian berdua, jadi luangkan waktu untuk menghadiri pesta di istana. Sebaiknya kalian hadir dalam pertemuan, jika tidak Raja akan menyingkirkan!" kata Jerry dengan senyum lebar.


Dia adalah jendral perang kerajaan Padang kekuatannya setara dengan tingkat Pemahaman tahap 7.


Aldi yang bersembunyi menampakkan dirinya.


"Salam, Tuan Jerry. Perkenalkan saya Shen Zero." Aldi memanfaatkan situasi untuk mencari rekan di dalam pasukan Kerajaan.


Dengan pandangan jijik Jerry melirik Aldi yang sedang memberikan hormat. "Tidak peduli siapa kamu, jangan menghalangi jalanku!"


Jerry mengayunkan lengannya untuk menyingkirkan Aldi. Namun tangannya yang digunakan untuk menyerang Aldi langsung terputus.


Jerry di tendang hingga tersungkur ke tanah tanpa tangan kirinya. "Aku hanya ingin memberikan hormat. Jika Kerjaan Padang menghalangi jalanku, aku Shen Zero akan menjadi musuh!"


Tatapan mengerikan dari Aldi membuat tubuh semua orang bergetar hebat.