
Ketika 9 orang dengan kekuatan tingkat Mortal tahap 6 terbang diatas mereka, Leo melompat kedepan Shen Haise.
Ia berubah menjadi monster singa dengan tinggi 7 meter. "Bertahan sebentar lagi!" teriaknya dengan sangat tegas.
"Alison, kau nampaknya salah, binatang didepanku mempunyai kekuatan tingkat Mortal tahap 6.Mungkin dia adalah kartu As Shen Zero," kata seroang lelaki dari Organisasi Hantu.
Alison Mamba meliriknya. Ia berkata, "Sebaik kita menyiksa mereka terlebih dahulu. Kematian yang cepat sangatlah hambar."
Satu orang pria dari Organisasi Hantu menyerang Leo, ia tidak menggunakan kekuatan penuhnya. Berbeda dengan harapan Leo tidak tergores sedikitpun setelah beberapa pertukaran pukulan.
Pria itu mulai menggunakan kekuatan terbaiknya ditambah dengan Senjata Terkutuk Menengah.
Senjata Terkutuk dibagi menjadi 6 jenis yaitu Rendah, Menengah, Atas, Raja, Kaisar, Leluhur. Senjata Roh juga memiliki tingkatan yang sama.
Melihat salah seorang rekannya tepojok melawan Leo sendirian, dua orang dari Organisasi Hantu menyerang secara bersamaan.
Leo mengeluarkan baju khusus untuknya dengan tanda pedang berwarna ungu di lengannya.
Sekarang Leo memiliki sedikit kesempatan untuk mengimbangi mereka bertiga.
Sangat disayangkan senjata khusus Leo belum jadi saat perang terjadi.
Pasukan Shadow Blade dengan dipimpin Shie tidak mengendorkan serangan. Kali ini mereka menggunakan rencana penyerangan kelompok.
Saat mereka berkelompok, logo pedang berwarna ungu bersinar. Mereka mengaktifkan kemampuan khusus, Pertahanan Tinggi. Kemampuan itu meningkatkan kemampuan bertahan baju khusus, jika hanya menggunakan pedang tingkat rendah tidak akan bisa melukai mereka.
Perang bergulir sangat pelan, pasukan gabungan Zero Wing dan Black Mamba berkurang sangat cepat. Hanya dengan 6 jam mereka telah kehilangan 60 ribu orang, sedangkan korban dilawan hanya 300 orang.
Hal ini dipicu karena racun yang diletakkan Zero Wing, membuat pasukan Black Mamba tidak dapat bertarung dengan maksimal.
Shen Haise yang telah bertarung dengan 3 pembudidaya Mortal mulai kehilangan kesempatan menang.
Leo mulai terpojok dengan luka parah di sekujur tubuhnya.
Shie dan pasukan Shadow Blade mulai kehabisan stamina, serangan mereka tidak seakurat biasanya.
"Shen Haise, sepertinya bosmu hanyalah seorang pengecut," ucap Wijaya.
Shen Haise masih berdiri dengan luka disek ikut tubuhnya, anehnya ia masih tersenyum dalam keadaan terdesak.
Ia melihat Leo terpukul parah sampai menghantam tahan dengan keras.
Saat Leo jatuh dari langit moral pasukan Zero Wing dan Black Mamba menyerang lebih ganas.
"Shen Haise sekarang tingkat kau sendirian," kata Wijaya dengan senyum.
"Aku tidak pernah sendirian," jawab Shen Haise tenang.
Dengan teriakan Wijaya melesat menuju Shen Haise yang terluka parah. Sebuah panah berwarna ungu melesat kearahnya, membuatnya langsung mundur.
"Kalian mengeroyok seorang gadis kecil, tindakan yang tidak terpuji." Suara datang dari kejauhan.
Suara itu milik Aldi. Ia sudah berhasil menerobos tingkat 9, ditambah Simbol Stikmata dia menjadi tingkat 9 Puncak.
Kekuatannya sekarang setara tingkat Setengah Raja tahap 3.
Aldi melempar batu formasi penyembuhan diantara Leo dan Shen Haise.
"Akhirnya kau keluar, Shen Zero," kata Wijaya.
Alison Mamba mengeratkan giginya. "Kali ini akan kubalas penghinaanyang telah kau berikan tempo hari."
"Padahal aku adalah anak yang baik, kenapa banyak sekali yang memusuhikua, sangat aneh," jawab Aldi sambil menggelengkan kepala.
Aldi berdiri didepan Shen Haise, memberikan simbol aneh untuknya dan Leo.
Sebelumnya Aldi sudah memberikan simbol itu ke Shie dan pasukannya serta pasukan aliansi Ye Mo dan Dedly Blade.
Simbol itu tidak terlihat oleh mata telanjang, Aldi merancang simbol itu sangat kecil.
"Kau terlalu banyak alasan, hari ini adalah pemakamanmu," kata Alison Mamba.
"Aku tidak melihat Anton Mamba ataupun Joe Mamba, apa mereka mati tidak sengaja oleh pasukan bayangan ... sangat disayangkan" ucap Aldi sambil melihat sekeliling.
"Br*ngsek, aku akan membunuhmu," kata Alison Mamba mengeratkan giginya.
Alison Mamba menyerang tanpa arah, Aldi menghindarinya semudah menghindari serangan anak-anak.
Jari Aldi mengisyaratkan sebuah tanda, simbol yang baru diberinya bereaksi. Setiap orang yang menerima simbol akan mendapatkan penyembuhan stamina dengan cepat.
Arah perang berubah lagi, pasukan Aliansi Zero Wing dan Black Mamba mulai tertekan.
Aldi masih bermain-main dengan Alison Mamba. Ia tidak ingin menyelesaikan perang dengan cepat, karena ingin melatih kesetiaan anggotanya, khususnya Shadow Blade.
"Cepat bantu aku menghabisinya," teriak Alison Mamba kearah 9 orang tingkat Mortal tahap 6.
Shen Haise berdiri disebelah Aldi, dia sudah mempunyai cukup kekuatan untuk bertarung lagi, Sedangkan Leo masih berfokus dengan penyembuhan.
"Aku akan membantu mengurus 2 keroco dibelakang." Shen Haise menunjuk Wijaya dan Zebra.
"Baiklah, serahkan tugas berat padaku," ucap Aldi melihat 10 orang melesat kearahnya.
Pertarungan Aldi melawan 10 pembudidaya tingkat Mortal tahap 6 membuat setiap tubrukan serangan mengeluarkan percikan api. Hal itu mengakibatkan tumbuhan disekitar gunung kediaman Lee terbakar.
Aldi mengubah ekspresinya seperti orang tertekan, ia berpura-pura untuk menjatuhkan mereka secara bersamaan.
"Shen Zero, kau tidak memiliki kesempatan menang," kata Alison Mamba penuh kebencian.
Aldi mengeluarkan senjata khususnya sama seperti milik Shen Haise dan semuanya.
Pertarungan mulai seimbang lagi, 10 orang yang menyerang Shen Zero mulai berpikiran bahwa lawannya cukup kuat.
Ketika mereka baru saja terfikir, Aldi mengeluarkan panah berwarna ungu.
"Sepertinya aku harus mengakhiri perang ini, aku mendapatkan kabar bahwa pembelian Kapal Pesiar ku harus segera dilunasi ... sangat disayangkan," ucap Aldi pelan.
Setiap anak panah yang ditembakkan mengarah ke dahi 9 pembudidaya Mortal tahap 6. Anak panah itu tidak bisa dihindari oleh orang yang lebih lemah dari Aldi.
Dalam sekejap, 9 orang itu mati dengan anak panah ungu menancap di dahinya.
Alison Mamba yang melihat kejadian itu, melompat mundur karena terkejut. "Tidak mungkin ... tidak mungkin, bagaimana kau mempunyai kekuatan ini, k ... kau pasti iblis," ucapnya tidak percaya.
"Sejujurnya masalah kita tidak terlalu rumit sehingga harus berperang sampai titik ini, sangat disayangkan. Iya, aku juga akan mengambil ingatanmu sehingga dapat merampok semua barang berharga mu di markas besar Black Mamba," kata Aldi pelan.
Perkataan itu membuat Alison Mamba tidak bisa berdiri lagi ia terjatuh ketakutan.
Aldi memegang kepala Alison Mamba untuk menggunakan teknik khusus. Setelah ia melewati tingkat 9 puncak, maka akan memungkinkan mencuri ingatan dari jiwa yang diserapnya.
Teknik ini tidak bisa digunakan secara terus menerus, Aldi hanya bisa menggunakan 1 kali selama 1 bulan dengan kekuatan tingkat 9 puncak.
Proses penyerapan jiwa sangat menyakitkan, membuat Alison berteriak sangat keras. Bahkan sampai pengamat perang mendengarnya dengan jelas.
Wijaya melihat Alison tidak mempunyai kesempatan menang mulai melarikan diri bersama Zebra.
"Kenapa kalian sangat terburu-buru?" kata Leo yang menghadang jalur pelarian mereka.
"Sial, aku tidak menyangka tidak dapat membunuh 1 orangpun dari pihak mu," ucap Wijaya dengan ekspresi aneh.
Aldi yang telah selesai mencuri ingatan Alison Mamba, langsung menuju ke arah Leo.
"Shen Zero, pihak mu tidak memiliki korban. Bagaimana jika kita menyelesaikan masalah sampai disini?" ucap Wijaya dengan panik.
Sebelum Aldi menjawab, semua formasi diatasnya hancur. Ia melihat seorang pria terbang ke arahnya.
"Shen Zero, permusuhan kita tidak sedalam itu. Korban di pihakmu tidak ada sedangkan Blood Axe sudah kehilangan banyak orang, sebaiknya menyelesaikan masalah sampai disini." Pria itu adalah Kanyaz, ketua hukum luar Blood Axe. Ia mempunyai kekuatan tingkat Setengah Raja tahap 5.
Aldi tidak bisa menandingi kekuatannya, tapi dengan barang khusus dan kemampuan bertarungnya, akan memiliki kesempatan untuk menang.
"Aku tau itu, jadi bagaimana kita menyelesaikan mesalah ini. Tidak mungkin aku melepaskan mereka dengan suka rela," kata Aldi tegas.
"Aku mempunyai barang yang mungkin membuatmu tertarik ... ini adalah telur yang didapat dari gunung berapi Krakatau. Aku tidak perlu menjelaskan kelanjutannya kau merupakan orang yang berpengetahuan luas," kata Kanyaz.
Sebenarnya Blood Axe sudah mencoba menetaskannya. Mereka mengorbankan 300 tahun untuk melakukan segala kemungkinan, tapi hasilnya nihil.
"Baiklah, anggap itu sebagai pembayaran. Ingat selama tidak membuat masalah denganku, pasti aku tidak akan menggangu kalian," jawab Aldi santai sambil mengambil terlur seukuran bola basket.
Kanyaz hanya membawa Wijaya dan Zebra, karena semua pasukan yang dibawa sudah mati di medan perang.
Setelah Aldi melihat mereka pergi, senyum aneh tercipta di bibirnya.
Perang bergulir tanpa arah, semua pasukan Zero Wing sudah tidak mempunyai pemimpin. Mereka tidak ada niat untuk bertarung.
Aldi melepaskan Simbol Stikmata untuk menyerap energi peperangan yang sangat tebal.
Dia memberikan Segel Penyerahan dan teknik Prinsip Jiwa kepada 50 anggota Shadow Blade. Proses Segel Penyerahan dilakukan di Dunia Buatan, jadi pengamat perang tidak ada yang mengetahui.
Dalam Waktu singkat semua orang sudah mempunyai Segel Penyerahan. Teknik Prinsip Jiwa di kirim langsung kepikiran mereka.
Shie, Shen Haise, Kim Hoon, dan pasukan Shadow Blade mengambil energi yang tersisa di medan perang.
Leo masih harus menstabilkan kekuatan, jadi dia tidak dapat mengambil kesempatan itu.
Aldi telah menggunakan Stikmata jadi ia tidak ingin terlalu serakah.