
Sekali lagi Andreas tersenyum, dia melihat putri yang paling disayangi datang ketika dalam keadaan kritis.
"Kamu benar, sejak kapan Sang Raja Agung menjadi lemah!" kata Andreas sambil berdiri.
Nur Andi muncul di belakang Alice dengan satu pedang besar di punggungnya.
"Ayah, jangan memaksakan diri. Serahkan urusan ini pada kami," kata Nur Andi memberikan nasihat. Kondisi Andreas kurang menguntungkan jika melakukan pertempuran.
Tubuhnya terluka para saat menggunakan teknik khusus untuk melawan Zahru, hingga membuatnya harus beristirahat selama beberapa puluh tahun.
Namun keadaan tidak memungkinkan untuk menunggu, sampai akhirnya dia teringat Aldi. Anak ajaib yang dapat memberikan segala jenis jalan keluar.
"Dimana Aldi, aku harus berbicara pribadi dengannya?" tanya Andreas sambil menoleh ke kanan kiri. Namun dia tidak menemukan keberadaan Aldi.
Karena jiwanya terluka, Andreas tidak dapat menggunakan teknik pendeteksi. Jadi dia tidak dapat merasakan kehadiran seseorang.
Nur Andi tersenyum dan mendekati Andrea. "Aldi sudah menyiapkan pil penyembuhan untukmu, dia sudah memprediksi kejadian ini. Jadi terimalah," kata Nur Andi sambil memberikan sebotol pil.
Dalam botol terdiri dari 3 buah pil yang sangat mengerikan. Pil warna merah untuk melepaskan semua aura dalam tubuh.
Pil warna biru untuk menyembuhkan jiwa yang sedang terluka, cocok untuk Andreas. Sedangkan warna putih untuk kebugaran tubuh.
Pil merah hanya digunakan dalam keadaan terdesak. Aldi memberikannya untuk mengulur waktu supaya rekan-rekannya datang.
Andreas langsung memakan pil biru dan putih. Dia tidak ragu dengan efek samping yang akan diderita.
Cahaya putih dan biru menyelimuti tubuh Andreas yang lesu. Beberapa saat berlalu, tubuh dan jiwa Andreas kembali pulih.
Walaupun tidak sepenuhnya sembuh, setidaknya dia bisa berjalan dan menggunakan kekuatannya dengan baik.
"Josua, sekarang waktunya pembalasan. Kita tidak bisa membiarkan penduduk menderita!" kata Andrea penuh semangat.
Berbeda dengan Seven Soul yang telah menarik diri ke Dunia Buatan untuk mengambil energi Neraka dan jiwa gentayangan. Karena keberadaan Dunia Buatan sudah diketahui, Aldi tidak perlu menyembunyikannya.
Sekarang dia berfokus membawa para pasukan Seven Soul menerobos tingkat Maha Segalanya secepat mungkin.
Dengan energi Neraka kecepatan penerobosan akan semakin gila. Jadi tidak ada lagi keraguan untuk melawan Langit dan Neraka.
"Mungkin keputusanku akan membawa kehancuran pada dunia. Aku harus segera memilih, jika tidak semua mungkin terlambat!" gumam Aldi sebelum membuka Gerbang Neraka.
Semua orang memejamkan mata, mereka tidak ingin membuat Aldi kecewa karena harus melawan Langit dan Neraka. Satu-satunya cara untuk membantunya adalah menjadi kuat secepat mungkin.
Pada Kerajaan Bima Sakti hanya ada Alice dan Nur Andi, mereka melakukan perlawanan kepada pasukan musuh yang menyerang.
Bahkan sesekali mereka meluncurkan serangan untuk merebut wilayah.
Zahru yang terluka parah di Kota Bekasi mendapat kunjungan dari 3 laki-laki dan 2 perempuan. Mereka adalah Utusan Langit atau sering di sebut Jendral Langit.
Mereka adalah Marko, Desi, Aprilia, Petra, Cesar. Kelima orang tersebut memiliki kekuatan Maha Segalanya tahap 3 atau diatasnya.
Marko adalah pemimpin sesungguhnya dari para Jendral Langit. Kekuatannya setara dengan Maha Segalanya tahap 7.
"Zahru, siapa yang membuatmu menjadi seperti ini?" tanya Desi yang telah memeriksa keadaannya.
Zahru menjawab dengan suara pelan, "Andreas memiliki ketrampilan aneh. Serta pasukan misterius yang mengeroyokku sangat pintar menghindar."
Marko sudah mendapat informasi bahwa ada pasukan misterius yang mempunyai kekuatan aneh. Makanya Raja Langit menyuruh mereka untuk menyingkirkan masukan tersebut.
"Ini sangat merepotkan, kita tidak bisa menyelesaikannya dengan cepat." Marko merasakan sebuah kehadiran yang sangat sang mengintai. Jadi dia tidak ingin mengungkapkan banyak informasi.
Kelima Jendral Langit merawat Zahru sampai sembuh sepenuhnya. Mereka mengurung diri di sebuah ruang bawah tanah khusus.
Sehingga Rafael tidak dapat menguping pembicaraan mereka semua.
"Seperti yang diharapkan dari Jendral Langit, dia menyadarinya, kata Rafael dengan suara rendah. Dia sedang bersembunyi dalam kegelapan.
Sebagai seorang pengguna elemen logam kekuatannya sangat cocok untuk bersembunyi di sela perabotan rumah.
Karena para Jendral membawa Rafael masuk kedalam ruang bawah tanah, dia tidak bisa bersembunyi dengan benar. Akhirnya Rafael memutuskan untuk menunggu memunculkan meraka semua.
Pemberontakan Galaksi Mata Hitam telah dimulai, Delta memimpin 100 ribu prajurit untum merebut kota Tuban.
Karena kota tersebut sudah melepaskan diri dari Kerajaan Bima Sakti. Mereka harus membela wilayahnya seorang diri.
Andreas memimpin 50 ribu prajurit untuk membalaskan dendam prajurit Kota Tuban. Dengan kekuatannya yang masih berada di Immortal Jendral, tidak mungkin bisa menang melawan Delta.
Namun senjata Shen Qiu sangat membantu pengepungan musuh. Dengan 1000 mortir penghancur pasukan Galaksi Mata Hitam berlarian ketakutan.
Setiap tempatkan Mortir hampir 1000 orang telah dikirim ke roda reinkarnasi. Ledakan senjata tersebut jauh lebih kuat dari Mortir sebelumnya.
10 ribu tank telah mengepung Kota Tuban bersiap menembakkan meriam menuju pertahanan kota.
"Serang!" kata Andreas penuh semangat. Tembakan pertama menghancurkan semua simbol yang telah di pasang oleh ahli simbol.
Bahkan melukai ahli simbol karena peluru tank mengandung racun yang dapat memperparah luka jiwa.
Tembakan kedua menghancurkan di din pertahan Kota Tuban, semua tank berjalan masuk kedalam Kota untuk melakukan penyerang lanjutan.
Ribuan peluru meledak di seluruh Kota Tuban, hingga akhirnya Delta menemui Andreas di tempat komando pasukan Kerajaan Bima Sakti.
"Andreas, kita tidak mempunyai permusuhan. Mengapa kamu menyerang kami?" tanya Delta dengan santai. Dia memiliki kepastian untuk mengalahkan Andreas jika jawabannya tidak memuaskan.
Andreas tersenyum dan berkata, "Kamu telah membunuh semua rakyatku. Mungkinkah sebagai pemimpin aku berdiam diri melihat rakyatku mati?"
Delta tidak mengetahui darimana sumber kepercayaan Andreas. Namun dia mengetahui bahwa lawan bicaranya tidak sedang menggertak.
Melihat dari wajah dan nada suaranya, Delta dapat melihat bahwa Andreas mempunyai kepastian untuk mengalahkan Galaksi Mata Hitam.
"Bagus, keputusan yang tepat. Aku juga akan melakukan hal tersebut, tetapi sekarang aku harus berfokus melawan musuh yang kita. Jadi aku akan menyimpan nyawamu!"
Andreas tertawa lepas, sudah lama dia tidak mendapat ancaman dari musuhnya. "Baiklah, aku akan menunggu pembalasan yang kamu siapkan. Karena kami sudah membalas dendam, kami undur diri!" kata Andreas pergi meninggalkan ruang komando dengan tawa.
Delta mengepalkan tangannya, dia tidak pernah merasa terhina seperti saat ini. Namun jika melawan sekarang, semua senjata yang dibawa Andreas sangat misterius.
Satu tembakan Mortir saja bisa membunuh 20 Immortal Jendral tahap 1. Senjata tersebut sangat mematikan, tidak ada orang yang berhasil selamat di bawah tingkat Immortal Jendral.
Bahkan ketika senjata tersebut berhasil di rebut, ledakan yang jauh lebih besar terjadi. Prajurit tingkat Immortal Jendral tahap 9 langsung menghilang tanpa menyisakan jiwa dan raga.
Delta tidak bisa gegabah dalam memutuskan tindakannya, dia menghubungi Alpha untuk membahas senjata milik Kerajaan Bima Sakti.
Seorang Immortal Jendral bukan prajurit yang bisa di dapatkan dengan mudah. Butuh waktu lama untuk membina orang mencapai tingkat itu.
Galaksi Kincir Angin yang mendapatkan informasi tentang senjata rahasia Kerajaan Bima Sakti mulai goyah.
Mereka tidak menyangka akan ada senjata pemusnah masal milik Andreas yang tampak lesu sebelumnya.
"Tidak mungkin, aku sudah menyelidiki semua kekuatan Kerajaan Bima Sakti!" kata Dominik yang berhasil selamat.
Doran memberikan tanggapan, "Aku tahu Andreas mempunyai kartu yang belum diungkapkan. Itulah kenapa Langit tidak ingi. Berurusan dengan mereka."
"Tenanglah, semua pasukan besar telah mengepung mereka. Tidak mungkin Kerajaan Bima Sakti dapat bertahan lama," kata Rama yang muncul dari kegelapan.
Dia mendapatkan informasi tentang Galaksi Cerutu telah berhasil menduduki Kota Sukabumi sepenuhnya.
Rama mengetahui Andreas tidak dapat mengalahkan Tian Lian secara langsung, makanya dia memilih untuk menyerang Kota Tuban yang dihuni oleh beberapa pasukan Galaksi Mata Hitam.
Namun tindakan Kerajaan Bima Sakti sangat tepat, dengan menunjukkan senjata mematikan tersebut. Galaksi Cerutu dan Galaksi Kincir Angin tidak bisa bergerak dengan cepat.
Keluarga Ling yang mengalami kekalahan telah telah mundur cukup jauh. Mereka berfokus di pusat Kota Purwokerto.
Ling Yu yang melihat Asta terluka parah langsung menolongnya. "Tuan, apa kamu tidak apa-apa?"p tanya Ling Yu khawatir.
Dia khawatir bukan karena Asta akan mati, tetapi bantuan Neraka sangat dibutuhkan keluarga Ling untuk merebut kekuasaan Kerajaan Bima Sakti.
5 orang menghampiri Asta dan Ling Yu. Mereka adalah Jendral Neraka yang dikirim untuk menghancurkan Seven Soul.
Walaupun Raja Neraka menganggap keberadaan Seven Soul sangat lemah, tetapi dia merasakan ancaman potensial.
Akhirnya 5 Jendral Neraka dikirim untuk menghancurkan pasukan Seven Soul sampai ke akarnya.
Perintah Raja Neraka jauh lebih keji dari Raja Langit yang hanya menghapuskan Seven Soul. Raja Neraka ingin semua keluarga Seven Soul di musnahkan.
Artinya Dunia Utama akan terancam karena keputusan Raja Neraka.