7 Soul Reinforcement

7 Soul Reinforcement
Salah Paham



Aldi menuju restoran menemui Alex dan Ali Linda dengan serandal jepit, tanpa mememakai jam tangan mahalnya.


Dia bahkan membeli celana pendek dan kaos di pinggir jalan untuk menggantikan penampilannya.


Kaos berwana hitam dengan celana pendek selutut masih tidak bisa menutupi ke tampanan Aldi.


Setelah sampai di restoran, Aldi di hadang oleh penjaga keamanan.


"Tuan, tempat ini hanya khusus untuk mereka yang mempunyai kemampuan secara finansial. Tolong tuan muda mengerti."


Aldi dihadang karena pakaiannya sangat minim, cenderung seperti orang susah. Bahkan sampai penjaga keamanan menghadang.


"Tapi temanku mengundang di restoran ini?" kata Aldi.


"Kalau boleh tau siapa teman anda?" tanya Penjaga keamanan pelan.


"Alex dan Ali Linda." Aldi mengatakan dengan santai. Dia tidak mengira pandangan semua orang tertuju padanya setelah menyebut nama.


Seorang pria muda menghampiri, dia menggunakan pakaian yang tampak cukup mahal tetapi bisa di bilang kelas rendah.


"Bocah, jangan sebut nama seseorang dengan sembarangan. Tidak mungkin, orang udik sepertiku mengenal Tuan Alex dan Nona Linda."


"Tapi mereka memang yang mengundangku."


"Pergilah sebelum aku menyuruh penjaga menyeretmu keluar. Aku pemilik restoran ini!"


Aldi tidak mempunyai pilihan, dia segera menghubungi Alex bahwa sedang dihadang oleh penjaga keamanan.


Seorang manajer restoran, Han Yora keluar untuk menyapa. "Bos, sudah lama tidak bertemu."


Manajer restoran yang terkenal sadis dan tidak ada ampun kepada pelanggan yang melanggar peraturan, menunduk di hadapan Aldi.


"Han Yora, sudah lama. Sekarang kau bekerja di restoran ini?" tanya Aldi. Dia tidak membaca pekerjaan setiap anggota Seven Soul.


Aldi hanya membaca identitas pribadi tanpa melihat pekerjaan. Menurutnya pekerjaan adalah informasi yang kurang kredibel, karena setiap jam bisa berganti.


"Nona Lee menempatkan saya di restoran."


"Baiklah, bawa aku masuk. Aku berharap kau mempunyai kedudukan yang cukup tinggi untuk membawaku." Aldi meminta bantuan Han Yora dengan polosnya.


Dia tidak tau bahwa Han Yora merupakan orang terpenting di restoran itu.


"Baik, Bos!" jawab Han Yora tegas.


Pria penjaga keaman langsung menyingkir melihat Han Yora memimpin Aldi untuk masuk kedalam restoran.


Ketika melewati penjaga itu, Han Yora menatap tajam kepada penjaga keamanan. Namun tidak mengatakan apapun.


"Apa yang terjadi?" tanya seorang pria muda yang menyuruh Aldi untuk pergi.


"Sepertinya aku mendapat masalah besar. Aku tidak pernah melihat bos Han marah tanpa mengucapkan kata."


Seorang resepsionis menghampiri. "Bodoh, apa kau tidak tau. Foto orang yang kau hadang ada di belakang kursi direktur Lee."


Semua orang yang mendengar langsung mengarahkan pandangan ke resepsionis itu.


"Kau yakin?"


"Karena aku sering membersihkan ruangan direktur Lee, aku cukup yakin."


"Mampuslah aku," ucap penjaga keamanan.


Lee Yoen memiliki ruangan khusus untuknya dan para tamu terhormat. Restoran ini merupakan hasil maha karya Shen Er.


Semua rancangan bangunan dan susunan simbol telah diatur dengan sangat rapi. Bahkan melebihi restoran yang telah hancur di wilayah Dewata.


Aldi melihat sekeliling, "Sepertinya aku tidak asing dengan lambang simbol ini." Dia memegang sebuah lambang di dinding restoran.


"Restoran ini merupakan maha karya Nona Shen Er yang telah di kelola Nona Lee," ucap Han Yora.


"Shen Er sudah sangat berkembang, simbol disini cukup rumit. Bahkan pembudidaya Leluhur tidak dapat memecahkan Simbol disini."


Sampai akhirnya mereka di depan ruangan Alex. "Bos, ini ruangan yang dipesan Tuan Alex."


"Baiklah, Terima kasih. Penjaga keamanan disini cukup baik." Aldi memberikan sedikit isyarat agar Han Yora tidak menghukum penjaga keamanan.


"Baik, Bos!" jawab Han Yora sedikit membungkuk.


Dia tidak tahu bahwa ruangan yang dibuka merupakan tempat VVIP. Hanya pengusaha super kaya yang bisa masuk.


"Panda, sialan. Aku sudah menelpon tapi tidak mendapat jawaban," ucap Aldi menggerakkan giginya. Dia tidak marah hanya ingin bercanda dengan Alex.


Alex dan Ali Linda tertawa bersama. Didalam ruangan ada 8 orang lainnya. Mereka adalah para petinggi perusahaan Alex.


Tidak ada yang berani tertawa dihadapan Aldi. Mereka sudah mendengar bahwa perusahaan Alex mempunyai pemegang saham terbesar setelah Alex yaitu Aldi.


Bahkan perusahaan Sie & Lee berada dalam kontrolnya. Tidak ada orang yang berani bilang menjadi orang terkaya nomor satu jika Aldi mengatakan bahwa dia nomor dua.


"Aku hanya ingin melihat kau di hadang oleh penjaga restoran milikmu sendiri." Alex berkata dengan nada puas.


"Lupakan. Aku akan segera ke wilayah Baru. Jadi untuk apa kau memanggilku?" tanya Aldi.


"Kapan kau mengajakku untuk berbisnis disana?" Alex bertanya balik karena fakta itu lebih menarik daripada beritanya.


"Aku belum menentukan waktunya. Kalau kau ingin melebarkan sayap bisnismu hubungi Lee Yoen, wilayah Sumatera merupakan tempat bisnis yang cukup baik."


"Wilayah Sumatera?" semua orang kebingungan.


Bahkan baru beberapa saat Aldi menemukan wilayah Dewata, sekarang ada wilayah Sumatera yang belum di jajah teknologi modern.


Aldi menjelaskan bahwa wilayah Sumatera mempunyai 3 kerajaan dan 1 Negara. Namun dia hanya menyarankan untuk membuka bisnis di wilayah Selatan.


Banyak ras berbeda di wilayah Sumatera, dia juga memperingatkan bahwa kekuatan merupakan harga mati di wilayah itu.


Alex sudah mengembangkan kekuatannya hingga tingkat Bumi tahap 2. Sebagai seroang pengusaha dia mempunyai kekuatan yang cukup.


"Jadi seperti itu. Jangan mencoba mengganggu Ras Peri atau memprovokasi Negara Achin!" kata Aldi tegas. Dia tidak ingin keseimbangan wilayah Sumatera hancur karena kehadiran Alex dan perusahaan.


"Tentu, seperti halnya wilayah Dewata. Kita hanya berusaha berbisnis dengan baik dan benar." Alex menjawab dengan penuh percaya diri.


Han Yora mendatangi penjaga keamanan rostoran. Dia masih berdiri di tempat pertama kali bertemu dengan Aldi.


"Ikut aku!" perintah Han Yora dengan wajah mengerikan.


"Baik Nona." Penjaga keamanan siap kehilangan pekerjaan hanya karena masalah sepele.


Resepsionis menepuk pundaknya. Dia berkata, "Selamat."


Dia sudah sangat mengerti dengan sifat Han Yora dan Lee Yoen memperlakukan Aldi. Bahkan mereka seperti mendewakan.


Melihat ekspresi Han Yora, penjaga keamanan akan mendapat promosi atau hadiah besar.


Banyak orang yang mencibir resepsionis karena mengakatan perkataan yang menyakiti hati penjaga keamanan.


Namun penjaga itu merupakan adik kandung dari penjaga keamanan itu. Dia mengerti bahwa adiknya tidak akan bercanda di situasi seperti ini.


Ketika penjaga itu kembali dengan wajah yang bahagia semua orang bertanya apa yang telah di sampaikan Han Yora.


"Aku mendapat kenaikan pangkat menjadi ketua penjaga keamanan. Mulai sekarang restoran ini akan di bagi menjadi 2 keamanan khusus."


Penjaga itu menjelaskan detail yang telah di katakan Han Yora kepadanya.


Aldi selesai dengan rapatnya dia juga mendapat undangan ke pernikahan Alex 4 bulan lagi.


Ketika melewati pintu masuk restoran, suasana menjadi canggung. Semua orang yang awalnya mengatakan hal buruk kepada Aldi menundukkan kepala.


Namun Aldi tidak memberikan tanggapan. Dia hanya berjalan tanpa melihat orang sekelilingnya. Tanpa disadari hal itu membuat semua orang merasa lebih bersalah.


Dia langsung menuju ke wilayah Sumatera untuk melanjutkan bisnis Biji Energi. Dia menjual di seluruh penjuru wilayah.


Lee Yoen akan mendirikan perusahaan di wilayah Selatan. Sedangkan untuk Negara Achin dia masih berdiskusi dengan Liu Feng.


Di dalam Istana Negara, Liu Feng membaca berita tentang perusahan wilayah luar yang sedang mengembangkan diri di wilayah Selatan.


"Apa mungkin di balik lautan ada wilayah lainnya?" pikirnya.


Sebuah Jiwa menjawab, "Tentu, aku sudah melihat luasnya dunia."


Liu Feng memiliki jiwa pendukung seperti Kim Hoon, dia telah menyembunyikan hal itu dari siapapun.


Namun sayangnya Aldi sedang menguping pembicaraan mereka. Tanpa disadari Aldi mendapatkan informasi yang sangat menguntungkan.


Teknik ya membobol telepati tidak bisa diragukan. Bahkan seorang Gurkha kagum melihat teknik telepati miliknya.