7 Soul Reinforcement

7 Soul Reinforcement
Investor



-Rumah Utama Keluarga Hartono-


Pelayan tiba di ruang kerja kepala keluarga ia berkata, “Markas Rose Flower kosong seperti ada bekas pertempuran dan tidak ada mayat.”


“Apa? Panggil Agung” kata Adi Hartono.


Adi Hartono adalah kepala keluarga Hartono dia merupakan ayah Agung Hartono. Bisnis keluarga Hartono berpusat ke pertambangan batu bara.


“Ayah, memanggilku?” dengan ekspresi bingung Agung Hartono bertanya.


“Apa kemarin kamu menyewa Rose Flower?” kata Adi Hartono dengan muka serius.


“Hanya mengurus anak kecil, Ayah,” dengan senyum malu-malu Agung Hartono menjawab.


Tercengang dia mendengar itu Adi Hartono langsung berkata, “Rose Flower lenyap!”


Saat Aldi membantai semua pembunuh di Rose Flower dia tau dalangnya adalah keluarga Hartono.


Agung Hartono bukan orang bodoh jadi dia menduga bahwa yang melakukan adalah Shie. Dia yang menyewa pembunuh bayaran untuk megambil nyawa anak itu.


Tiba-tiba Aldiano Hartono berkata, “Tenanglah belum tentu kita ketahuan.”


-Rumah Aldi-


Setelah Aldi meningkatkan peringkat ke 5 nya dia menstabilkan dirinya di rumah. Peringkat 5 dapat memungkinkannya mengeluarkan 8 tangan transparan berwarna ungu dan mempunyai jarak 10 meter. Sekarang bahkan dia dapat menggunakan jiwanya untuk mendeteksi 10 meter darinya. Pendeteksi ini dangat berguna jika ada orang yang mempunyai niat buruk.


Dia sekarang juga dapat membentuk barang yang bisa terlihat menggunakan Energinya.


“Sepertinya jalur pembantaian merupakan jalan pintas,” kata Aldi dengan semangat penuh karena dengan pembantaian kemarin energinya siap menembus Peringkat 5 menengah.


~Ringnotnot nada HP Aldi terdengar.


“Heyoo, Panda sudah lama tidak menelpon,” kata Aldi dengan penuh semangat.


Mendengar perkataan Aldi yang semangat mengejeknya Alex berkata, “Hais, sebenarnya aku butuh bantuan mu.”


“Apa?” Aldi menjawab dengan santai.


“Aku sedang menjalankan bisnis teknologi dan kita membutuhkan modal yang besar, aku merasa kamu mempunyai kenalan?” Alex bertanya dengan nada yang serius.


“Datanglah ke ibukota temui aku,” kata Aldi dengan percaya diri.


“Sebenarnya aku sudah di ibukota sejak kemarin untuk mencari investor tapi tidak mendapatkan hasil yang memuaskan,” kata Alex dengan lesu.


“Baiklah, temui aku di restoran Sun and Moon,” kata Aldi.


-Restoran Sun and Moon-


Seorang pelayan berpakaian hitam menghampirinya dan bertanya, “Ingin makan?”


“Iya, aku pesan ruang VIP,” dengan senyum Aldi menjawab.


Pelayan itu balik tersenyum karena dia tau Aldi sering mengunjungi restoran dan pernah mendatangi pertarungan bawah tanah.


“Baik, Tuan silahkan” kata pelayan itu mempersilahkan.


Setelah Aldi sampai di dalam ruang VIP ada pelayan lain mengantarkan daftar menu. Dia memesan cukup banyak makanan karena sangat lapar dari kemarin siang belum makan.


“Pelayan nanti jika ada ada orang ini suruh dia masuk kesini,” kata Aldi sambil menunjukkan foto Alex.


“Baiklah, Tuan ... saya permisi,” kata pelayan berbaju hitam.


“Tunggu,” Aldi memberikan tip.


“Terima kasih tuan,” pelayan itu tersenyum.


Setelah Alex datang tidak sendiri dia membawa 5 temannya. Mereka berlima tampak seumuran dengan Alex.


“Aldi, sudah lama kita tidak ketemu,” kata Alex dengan senyumnya.


Melihat Alex yang tampak dewasa dia berkata, “Hais, kamu sudah dewasa sekarang.”


Alex mempunyai tinggi 155 dengan umurnya yang masih 11 tahun membuatnya tampak cukup tampan. Yang mengejutkan lingkaran hitam di matanya bertambah parah.


“Ini semua temanku yang terlibat bisnis teknologi,” kata Alex memperkenalkan mereka.


Higa Sato orang yang terlihat ambisius, Yama Gato pria yang paling besar diantar mereka, Ali Linda perempuan menggunakan kacamata tampak sangat pintar, Zhang Ling perempuan cantik dengan tubuh menggoda. Andik Pratama seorang yang tampak suram seperti Alex mempunyai mata panda.


“Baiklah, jelaskan bisnismu?” kata Aldi dengan santai.


“Dimana investornya, Aldi?” kata Higa Sato dengan bingung.


“Aku,” kata Aldi dengan santai.


“Jangan bercanda aku tau kamu orang yang kaya tapi kita membutuhkan modal yang banyak,” kata Alex.


Mendengar kata itu Aldi merespon, “Baiklah, berapa rencana modal awal kalian.”


“Kita membutuhkan 100 emas untuk perkembangan awal kemudian membutuhkan banyak dana lagi,” kata Ali Linda sambil memegang kacamatanya.


Tercengang semua orang yang hadir. Mereka pikir Aldi hanyalah anak biasa dari desa.


Akhirnya mereka menjelaskan jenis bisnis dan target pasar mereka. Aldi kurang setuju bisnis mereka yang tidak mempunyai kejelasan.


Aldi menghela nafas dan berkata, “Sepertinya memang benar jika investor tidak mau?”


“Kenapa seperti itu?” kata Yama Gato dengan sedikit ekspresi marah.


Aldi menjelaskan kelemahan semua bisnis mereka dari bisnis yang tidak mempunyai terget pasar sampai pengembangan yang mustahil dilakukan sekarang.


“Aku mempunyai usul jika kalian ingin mengembangkan bisnis di bidang teknologi,” kata Aldi melihat mereka semua tampak murung.


“Apa itu?” Higa Sato yang pertama menjawab.


“Fokuskan pengembangan kalian ke 3 bisnis yaitu pasar online, media sosial, jasa,” kata Aldi dengan mantap hingga mereka benar-benar mendengarkan.


Kemudian Aldi menjelaskan semua rincian dan rencana kerja kepada mereka.


“Mengesankan!” kata Zhang Ling mendengar penjelasan Aldi.


“Jika kalian mau aku bisa menjadi penyokong utama sementara dengan 30% saham,” kata Aldi.


“Berapa modal yang bisa Kamu keluarkan?” kata Ali Linda.


“Untuk tahap awal aku hanya bisa mengeluarkan 300 emas, setelah berjalan aku bisa menambah 700 emas serta setelah sukses aku bisa menambahkan 1500 emas,” kata Aldi dengan senyum ringan.


Mereka semua tercengang mendengar kata-kata yang keluar dari mulut Aldi. Jika semua berjalan dengan lancar dia memberikan 2500 emas. Kekayaan mereka berenam di tambah semua keluarganya tidak menyentuh 800 emas.


Memperhatikan mereka Aldi berkata, “Bagaimana usulanku?”


“Sepakat!” Higa Sato yang pertama kali merespon.


“Baiklah, mari kita buat kontrak,” kata Aldi dengan santai.


Setelah mereka mendatangani kontrak Aldi menyerahkan 300 emas ke Ali Linda sebagai modal awal.


Ketika membantai Rose Flower dia merampok semua uang di gudang dan mendapatkan lebih dari 700 emas.


“Terima kasih, Aldi,” kata Alex.


“Hi, Panda kenapa kamu menjadi sangat formal,” ejek Aldi untuk mencairkan suasana.


Ketika mereka akan keluar dari restoran.


Seseorang paruh baya menghampirinya “Aldi?” ternyata itu adalah Simon Hardiman.


“Paman Simon,” kata Aldi dengan santai.


Alex tercengang melihat Simon Hardiman menyapa Aldi. Simon Hardiman adalah bos yang juga ia tawarkan untuk menjadi investor.


“Mereka?” kata Simon Hardiman melihat ke enam anak disebelahnya


“Mereka temanku bermaksud menjari investor untuk bisnisnya,” kata Aldi dengan senyum sopan.


“Aku tau mereka menawarkan ke perusahaan punyaku untuk menjalankan bisnis teknologinya. Apa kamu butuh bantuan Aldi?” kata Simon Hardiman.


Aldi berkata, “Kepentingan mereka disini sudah selesai,” dengan tangan menepuk pundak Alex.


“Aldi aku ingin mengundangmu makan apa pendapatmu?” kata Simon Hardiman.


“Aldi kami duluan,” kata Alex sambil menepuk bahu aldi.


Dengan memberi salam kepada Simon Hardiman mereka berenam pergi dahulu.


“Baiklah Paman, sore ini aku masih bisa makan lagi,” dengan sedikit tertawa Aldi menjawab.


Simon Hardiman mengajaknya bertemu dengan teman-teman Dian Agustina, Dwi Hermawan dan Putra Rahmawan.


“Siapa anak kecil ini, Simon?” kata Putra Rahmawan.


“Dia temanku semoga kalian tidak tersinggung jika aku mengajaknya,” kata Simon Hardiman.


“Apa yang membuat dia pantas duduk disini,” Dwi Hermawan berkata dengan nada sombong.


“Sudahlah, Simon pasti mempunyai alasannya sendiri,” kata Dian Agustina melerai pertikaian.


“Siapa namamu, Nak?” kata Putra Rahmawan.


“Nama saya Nui Aldi, bisa dipanggil Aldi,” kata Aldi dengan sopan.


“Jangan meremehkannya teman-teman dia cukup kuat,” kata Simon Hardiman.


Setelah mengikuti pembicaraan mereka Aldi tau mereka membahas tentang hilangnya Rose Flower. Serta tindakan pencegahan untuk pertarungan memperebutkan kekuasaan. Banyak aliansi pembunuh mulai menampakkan dirinya bahkan Shadow Ghost merespon tantangan untuk orang yang memusnahkan aliansi Rose Flower.


Aldi tidak lupa memeriksa kekuatan mereka, ternyata mereka ada di ranah jingga puncak.