
Aldi tidur di kamar tamu terhormat, ketika pagi hari Shen Haise memberikan informasi tentang telur burung Curik.
Dia membeli telur itu, tetapi menurut informasi telur burung Curik hanya dijual pada pelelangan Mawar 2 bulan lagi.
Ada 50 telur yang akan dijual dalam pelelangan dengan harga awal 500 emas. Menurut perkiraan Aldi harga itu akan melambung sampai ke 1000 emas.
Perang akan terjadi hari ini diperbatasan daerah Barat, konflik antara pasukan militer daerah berat melawan organisasi Bunga Mawar.
Organisasi Bunga Mawar bertujuan untuk merebut tanah, militer daerah barat mencegah mereka.
Hal seperti perang memperebutkan tanah untuk pengembangan organisasi tidak dilarang oleh kerajaan Dewata.
Tahan milik kerajaan juga dapat direbut jika penyerang dapat mengalahkan pasukan yang menjaga daerah itu.
Pasukan militer daerah Barat akan dipimpin oleh Gung Koster secara langsung, karena organisasi Bunga Mawar merupakan pengendali bisnis pertambangan batu energi.
Batu yang dimaksud terdiri dari unsur karbon, hidrogen, dan oksigen. Gabungan unsur itu dapat menimbulkan energi yang dapat digunakan sebagai bahan penggerak.
Di wilayah Timur sudah cukup maju, jadi mereka mengolah batu itu untuk menjadi bahan lain yang dapat digunakan lebih efisien.
Teknologi di wilayah Dewata lebih tertinggal dari pada wilayah Timur, tempat Aldi tumbuh besar.
Pengendali bisnis batu itu akan sangat kaya, dengan kekuatan uang mereka dapat membeli banyak orang berbakat.
Aldi ingin menunjukkan sedikit bakatnya dalam bidang strategi perang.
Suara trompet perang terdengar, Aldi berjalan menuju medan perang.
Di dalam ruang komando perang, Aldi melihat 4 orang. Mereka adalah para jendral pasukan daerah Barat.
Gung Koster belum datang karena harus berpamitan kepada istri dan semua anaknya.
Perang ini sangat berbahaya, jika yang pemimpin terbunuh dalam perang, semua keluarga tidak menyesal.
Aldi menghampiri mereka, "Paman, sepertinya pasukan musuh sudah mulai menyerang."
"Kakek Aldi, aku telah mendengar banyak kehebatan mu dari Tuan Muda. Perang ini sangat berbahaya, sebaiknya anda tidak berada disini." Seorang pria berbaju kuning menjawab pertanyaan Aldi.
Mereka berempat memiliki kekuatan tingkat Setengah Langit tahap 3.
Aldi mendengar keadaan perang dari keempat jendral perang. Situasi tidak menguntungkan pihak Gung Koster.
Psikologis pasukan mereka jatuh karena satu orang yang dapat menghadapi ratusan orang sendirian.
Aldi memberikan masukan kepada keempat jendral untuk menghadapi orang sekuat itu. Dia mengambil salah satu satu taktik perang dari Buku 36 Strategi.
Buku itu telah menulis banyak taktik perang yang sangat melegenda, setiap taktik perang moderen berasal dari buku itu.
"Sangat mengagumkan, aku tidak pernah mendengar akan ada taktik sehebat itu."
Suara kaki terdengar, itu adalah langkah kaki Gung Koster yang akan memimpin perang."Bagaimana situasi perang?" tanyanya kepada keempat jendral.
"Kita dalam keadaan terdesak, sebaiknya mundur untuk memperkuat mental pasukan. Aku telah mendengar strategi unik dari Kakek Aldi." seorang berbaju kuning menjawab.
Kemudian Gung Koster mendengar strategi yang telah diusulkan Aldi. Dia sangat kagum dengan kehebatan Aldi, tidak hanya ahli dalam meramu pil, dia juga sangat lihai di medan perang.
Berbeda dari harapan semua orang, strategi yang dikeluarkan Aldi hanyalah satu dari 36 strategi yang ada di Buku.
Gung Koster memerintah pasukannya untuk mundur, kemudian akan diberikan motivasi dan instruksi dari Gung Koster secara langsung.
Perang kali ini hanya melibatkan 30 ribu orang di pihak Militer Barat, dan 25 ribu orang di pihak Bunga Mawar.
Hanya dalam beberapa jam pasukan Militer Barat sudah mengalami korban jiwa sebanyak 2 ribu orang. Sedangkan di pihak musuh hanya mengalami korban jiwa sebanyak 500 orang.
Perbedaan itu dikarenakan satu orang yang sangat kuat.
Aldi memberikan sebuah obat khusus untuk membantu kesembuhan para prajurit militer Barat.
"Gunakan itu untuk mempercepat kesembuhan prajurit, sebelum digunakan campurkan satu tetes dengan satu emper air."
Obat yang diberikan Aldi akan mempercepat kesembuhan orang yang mempunyai kekuatan tingkat Bumi atau diatasnya.
Sedangkan prajurit Militer Barat hanya mempunyai beberapa orang yang mempunyai kekuatan tingkat Bumi atau diatasnya.
Banyak diantara mereka hanya mempunyai kekuatan tingkat Biru.
Setelah melihat keajaiban obat yang diberikan Aldi, moral pasukan Militer Barat meningkat pesat, ditambah dengan pidato Gung Koster yang sangat memukau, semua prajurit berteriak keras.
"Menang!"
Nilai kepemimpinan Gung Koster sangat tinggi, hanya dengan perkataan singkat, dia dapat membakar semangat para prajuritnya.
Militer Barat menggunakan taktik yang telah Aldi sarankan.
Hanya dalam waktu satu jam mereka telah membalik keadaan dari tertekan menjadi seimbang.
Hal yang membuat semangat juang prajurit meningkat lagi karena pria yang dapat mengalahkan ratusan orang telah gugur.
Disisi lain pemimpin organisasi Bunga Mawar mulai cemas, dia sudah kehilangan 7 ribu orang dalam satu hari.
"Apa yang sebenarnya terjadi, bukankah kemarin kita menang telak?" tanya Pemimpin Bunga Mawar.
"Cari informasi lebih detail tentang kakek tua itu."
Suasana di ruang komando pasukan Bunga Mawar sangat menegangkan, bahkan setiap orang menahan nafasnya agar tidak terdengar orang lain.
Sifat pemimpin Bunga Mawar sangatlah kejam, karena hal itu semua orang disekitarnya akan diam jika dia sedang marah.
Pernah ada kejadian rekan satu organisasi dipenggal kepalanya dihadapkan setiap jendral perang.
Perbedaan pendapat membuat Pemimpin Bunga Mawar melakukan tindakan itu.
Walaupun dia merupakan pribadi yang kejam, setiap kali misi yang dipegang tidak akan pernah gagal.
Aldi melihat kamp pasukan Bunga Mawar dari atas tebing. "Jika aku menghancurkan mereka sekarang, perang tidak akan menarik."
Dia belum menganggap Militer Barat sebagai kerabatnya, jadi Aldi tidak akan bertindak secara langsung.
Tujuan utamanya sekarang adalah mencari informasi tentang wilayah Dewata, serta mencari harta yang berharga untuk kerabatnya.
Perang berlangsung 7 hari tanpa henti, pihak Bunga Mawar sudah kehilangan 20 ribu orangnya.
Sekarang tinggal para elit Bunga Mawar yang masih berdiri di medan perang.
"Pemimpin, aku mempunyai informasi tentang lelaki tua yang membantu Militer Barat."
"Katakan!"
"Dia adalah pembuat obat yang handal dalam strategi perang, banyak kebijakan yang telah diusulkan menjadi taktik perang pasukan Militer Barat."
Pemimpin Bunga Mawar memukul meja didepannya sampai hancur. "Sangat mengganggu, singkirkan dia dengan segala cara!"
Mereka menyewa orang dari organisasi hantu, 50 orang tingkat Langit telah disewa untuk menyingkirkan kakek tua bernama Aldi.
Aldi sedang berjalan di hutan untuk menenangkan diri. Suara langkah kaki terdengar.
"Siapa kalian?" tanya Aldi dengan suara serak tampak seperti lelaki Tua.
"Orang Tua, tidak penting siapa kita, yang perlu kau nyawamu sudah diujung batas!"
Aldi hanya tersenyum ketika melihat 50 orang tingkat Langit yang sedang terbang di atasnya.
"Anak Muda yang sangat sombong!" kata Aldi sambil menggerakkan kedua tangannya membentuk teknik Baguazhang.
"Serang!"
"Majulah!" kata Aldi dengan senyum lebar di bibirnya.
Hanya dalam beberapa menit 50 orang tingkat Langit terbunuh tanpa sedikitpun darah yang keluar dari tubuhnya.
Aldi menyerap setiap energi mereka, hingga tubuhnya habis terhisap.
Kejadian itu tidak diketahui oleh siapapun kecuali seseorang dari organisasi Hantu yang menggunakan topeng berwarna emas.
"Sepertinya aku pernah melihat teknik itu. Terserahlah yang pasti misinya gagal, aku harus cepat melaporkan kejadian ini."
Saat pria membalikkan badannya, Aldi berada tepat didepan matanya.
"Ingin kabur?" ucap Aldi pelan. Dia memegang kepala orang itu dan mematahkannya.
Pria bertopeng emas itu mempunyai kekuatan tingkat Mortal. Kekuatannya sudah sangat mendominasi di wilayah Dewata.
Sayangnya, dia bertemu Aldi yang mempunyai kekuatan setara tingkat Raja.
Pagi hari di kamp pasukan Bunga Mawar setiap orang menanti berita dari Organisasi Hantu.
"Apa yang terjadi, sudah lebih dari 6 jam tidak ada kabar dari orang yang mereka kirim." pemimpin Bunga Mawar kebingungan.
Setelah menunggu lagi beberapa saat, akhirnya mereka mengetahui bahwa orang tua bernama Aldi itu bukan orang sembarangan.
50 prajurit tingkat Langit ditambah 1 orang tingkat Mortal tidak dapat menyingkirkan Aldi.
Pemimpin Bunga Mawar langsung memerintahkan untuk mundur dari medan perang.
Melihat kejadian itu Gung Koster memanfaatkan situasi untuk memukul lebih keras, sehingga kerugian yang diderita semakin besar.
Pasukan Bunga Mawar yang selamat dari medan perang hanya berjumlah 2000 orang, mereka juga kehilangan 1 jendral perang.
Di pihak pasukan Militer Barat mengalami korban jiwa sebanyak 19000 orang, tetapi semua jendral perang masib berdiri sehat.
Gung Koster mengunjungi kamar Aldi.
"Terima kasih telah membantu kami. Sebenarnya dengan kekuatan saat ini, kami tidak memiliki kesempatan untuk menang. Semua ini berkatmu."
Gung Koster membungkuk hormat kepada Aldi yang sedang menggunakan teknik Tai Chi.
"Aku hanya melakukan yang seharusnya dilakukan."
Jawaban Aldi membuat hati Gung Koster semakin tenang. Jika Aldi meminta hal yang memalukan, kemungkinan besar Gung Koster akan menurutinya.