7 Soul Reinforcement

7 Soul Reinforcement
Black Mamba Mundur



"Shen Zero, apa kau akan ikut campur dalam parang ini," tanya Ye Mo.


"Ketua Ye Mo, keluarga Sie adalah kerabat ku jadi sudah sewajarnya aku membantu mereka," jawab Aldi dengan senyum ringan.


"Shen Zero, aku tidak pernah menyangka kau mempunyai kekuatan yang mengerikan," kata Anton Mamba dengan sombong.


"Aku menyarankan kalian semua berdamai," kata Agung Sutjipto.


Anton Mamba tidak memperdulikan perkataan Ye Mo dan Agung Sutjipto.


"Serang!" perintah Anton Mamba kepada semua pasukannya.


Ia masih berdiri di langit berserta pasukan tingkat Langitnya.


Semua keluarga Sie ditambah pasukan Aldi menyerang balik.


Shie sebagai tiran, membunuh pasukan musuh dengan satu kali serangan. Kim Hoon juga membantai dari bayang-bayang.


Pasukan Shadow Blade dapat menahan ribuan pasukan hanya dengan 50 orang.


"Gila, benar-benar gila, pasukan Shen Zero sangat kuat. Ia hanya mengeluarkan sebagian kecil pasukan tapi dapat menahan ribuan orang."


Pengamat mulai merevisi kekuatan Shen Zero. Mereka tidak tau bahwa Aldi sudah mengeluarkan semuanya.


Anton Mamba menyadari kejanggalan. Pasukan Shadow Blade yang terluka tiba-tiba hilang entah kemana. Mereka kembali dengan keadaan bugar.


Disisi lain mental Pasukan Shadow Blade sangat diasah dalam perang kali ini.


Keluarga Sie terkejut melihat perjuangan Shadow Blade yang mengerikan.


Semua benda yang di pakai Shadow Blade adalah artefak dimata semua orang. Semua benda itu, dibuat khusus oleh Aldi.


Walau kekuatan mereka dibawah pasukan Black Mamba, tapi mereka dapat menyerang balik mengandalkan senjata khususnya.


Aldi yang berada di langit, tersenyum lebar melihat perkembangan pasukannya.


Semakin lama mereka berperang, ketrampilannya semakin meningkat.


"Lihat! Sie si kejam mulai tertawa," ucap seorang pria yang menonton.


Sie tertawa menandakan bahwa dia mulai serius dalam pertempuran.


Aldi memperkirakan dari pihak keluarga Sie telah kehilangan 100 orang mereka, sedangkan Black Mamba telah kehilangan 1300 orang.


Perbedaan ini jelas sangat besar, yang membuat margin semakin besar adalah Pasukan Shadow Blade, Sie dan Kim Hoon.


Semua pengamat perang sangat terkejut melihat arus pertandingan yang menguntungkan keluarga Sie.


"Sial, kalian ikut perang!" Anton Mamba mulai panik ketika arus perang tidak menguntungkan mereka.


30 pasukan tingkat Langit mulai bergabung dalam pertarungan.


"Haise, sekarang giliran mu, jangan menahan sedikitpun, selesaikan dengan cepat." kata Aldi tersenyum.


Shen Haise langsung meluncur kedalam medan pertempuran. Ia mengeluarkan 500 bayangan yang mempunyai kekuatan tingkat Langit tahap 5.


"Anakku tersayang waktunya bekerja, Serang!" kata Shen Haise lugas.


Semua orang yang melihat terkejut 500 pasukan tingkat Langit menyerbu kedalam pertempuran.


"Gila, Roh tingkat apa wanita itu."


"Shen Zero terlalu gila."


"Black Mamba menendang plat besi."


Pengamat perang mulai berdiskusi tentang kemalangan Black Mamba.


Dalam waktu singkat Shen Haise menghancurkan pasukan Black Mamba, bahkan pasukan tingkat Langit tidak ada yang tersisa.


"Master, aku akan tidak bisa menunggu lagi." kata seorang Pria disebelah Anton Mamba.


"Kekuatan Shen Zero tidak bisa diremehkan. Kalahkan dengan cepat dan balik keadaan!" kata Anton Mamba melihat pasukannya dibantai dengan cepat.


Pria itu bernama Mardigu Mamba. Ia mempunyai kekuatan Tingkat Setengah Mortal tingkat 1. "Shen Zero, jika kau bukan pengecut lawan aku!" teriaknya dengan sombong.


Black Mamba telah kehilangan lebih dari 5000 pasukan, setelah Shen Haise mengambil alih perang.


Leo tertawa, "Kau belum pantas, Nak. Aku akan menjadi lawan mu." Tubuhnya membesar hingga menyerupai monster singa yang besarnya melebihi 5 meter. Kekuatan yang ia pancarkan setara dengan Setengah Mortal.


"Roh terlantar sepertimu ingin melawanku, jangan berharap lebih," ejek Mardigu Mamba.


Leo hanya tersenyum menampilkan taringnya yang tajam. Ia melepaskan Teknik Ruangan Singa Emas.


Suara raungan membuat pasukan Black Mamba jatuh mati tanpa mengetahui penyebabnya.


Semua orang disisi Aldi sungguh sangat ganas, bahkan membuat Ye Mo terkejut tidak percaya dengan apa yang ia lihat.


Mardigu Mamba bertarung sengit dengan Leo. Aldi memerintah Leo untuk bermain sedikit lebih lama. Ia merasakan bahwa dibelakang Black Mamba ada seseorang yang sangat kuat memperhatikan mereka.


"Sialan!" kata Anton Mamba tidak percaya melihat keadaan pasukannya. Ia menghubungi orang di perguruan Black Mamba untuk pasukan tambahan.


Hanya dalam beberapa saat, semua pasukan Black Mamba tergeletak di tanah, tanpa ada satu korbanpun dari pihak Shen Zero.


"Anton Mamba, sampai kapan kau ingin bersembunyi?" tanya Aldi yang terbang.


Anton Mamba berkata, "Tunggu, aku akan memberi tau kekuatan Black Mamba yang sebenarnya."


Mardigu dan Leo masih bertarung seimbang, perbedaannya adalah Leo tanpa luka sedangkan Mardigu Mamba penuh dengan luka.


Pria yang kekar terbang dari Langit menghampiri Anton Mamba.


Pria itu merupakan Ketua Black Mamba, Joe Mamba.


"Ketua, seperti yang kau lihat, pasukan kita sudah musnah. Hanya aku dan Mardigu yang masih hidup," ucap Anton Mardigu dengan sopan.


Joe Mamba meliriknya tajam. "Shen Zero, tidak ada perselisihan diantara kita. Apa kau masih melanjutkan pertarungan."


Aldi menyuruh semua pasukannya mundur. "Kenapa aku sekarang kesannya seperti penjahat. Kalian adalah orang yang menyerang ku terlebih dulu."


"Aku menyerah dalam perang ini luangkan kehidupan Mardigu Mamba." ucap Joe Mamba.


Aldi tersenyum, ia berkata, "Sangat mudah untuk melepaskannya. Tapi, apa keuntungan disisiku?"


"Apa yang kau inginkan?" tanya Joe Mamba.


"Jamur yang kau tanam dalam diri Sie Martine, aku menginginkan banyak." Aldi mengatakan hal itu tanpa rasa malu.


"Aku bisa memberimu 5, Roh Pengikat Kutukan," kata Joe Mamba.


Black Mamba menyebut Jamur Roh sebagai Roh Pengikat Kutukan.


Aldi melihat ekspresi Anton Mamba untuk mengkonfirmasi kelangkaan Jamur Roh. "15, aku ingin sebanyak itu."


Joe Mamba langsung memukul Anton Mamba sampai jatuh ke tanah. Ia tau bahwa Aldi mengkonfirmasi kelangkaan Roh Pengikat Kutukan dari ekspresi Anton Mamba.


"Baiklah, aku akan memberikannya setelah kau membebaskan Mardigu Mamba," ucap Joe Mamba pelan.


Aldi menggelengkan kepala. "Tidak mungkin aku melepaskan jaminan begitu mudah ..."


Leo yang memiliki kekuatan lebih kuat, dengan cepat menangkap Mardigu Mamba.


"Aku ingin barang itu terlebih dulu," ucap Aldi tegas.


Joe Mamba memerintahkan seseorang untuk mengambil 15 Roh Pengikat Kutukan.


Waktu berlalu dengan cepat. "Ini barang yang kau minta, cepat lepaskan Mardigu Mamba," kata Joe Mamba.


Leo melempar Mardigu Mamba ketanah dan mengambil kotak berisi Roh Pengikat Kutukan.


Joe Mamba harus membawa Mardigu Mamba pulang dalam keadaan hidup. Karena dia adalah putra pelindung Black Mamba.


Pelindung itu memiliki kekuatan tingkat Setengah Mortal tahap 9.


Sekarang Aldi tidak bisa melawannya, tapi dengan teknik khususnya ia dapat menandingi kekuatan Langit tahap 9.


Aldi melihat Jamur Roh, ia berkata, "Senang berbisnis denganmu."


Joe Mamba pergi membawa pasukannya. Ia tidak ingin memperpanjang masalah Anton Mamba dengan Keluarga Sie.


Pelindung Black Mamba memerintahkannya secara langsung. Walaupun sekarang ia telah kehilangan lebih dari 10 ribu orang.


Hal itu kecil dibandingkan dengan kelangsungan seluruh orang Black Mamba.


"Ketua, apa kau melepaskannya begitu saja?" tanya Anton Mamba.


Joe Mamba meliriknya dengan tajam. "Bodoh, jika kau ingin berperang ketahui dulu lawanmu. Bahkan, aku yang mempunyai kekuatan tingkat Setengah Mortal tahap 5 tidak memiliki kesempatan menang melawan Shen Zero, apalagi kau yang hanya Setengah Mortal tahap 3."


Mendengar perkataan itu, Anton Mamba tidak percaya. Tapi, ia harus mengakui kekuatan Shen Zero jauh dari yang diperkirakan.


"Kita bisa membalas setelah Pelindung menembus tingkat Mortal. Dia juga bilang bahwa jika dia menembus tingkat Mortal kita akan mendatangai Shen Zero," kata Joe Mamba tegas dengan ekspresi sangat marah.


Dia tidak pernah dipermalukan seperti ini. "Shen Zero!" geram Joe Mamba. Kebenciannya bahkan melebihi Anton Mamba.