
Para prajurit di medan perang telah berhasil disingkirkan sepenuhnya. Sekarang tinggal para petinggi dan prajurit yang melarikan diri karena tidan ingin mati sia-sia.
Aldi membantu Arifin yang sudah tidak dapat bertarung lagi. Dia menyembunyikannya disebuah gua yang sudah di lapisi simbol khusus supaya tidak mudah ditemukan.
Setelah membantu Arifin, Aldi menuju pusat komando organisasi pembunuh yang berada di salah satu perusahaan terbesar Kerjaan Padang.
Saiful yang terkena efek racun tidak dapat berbuat apapun. Dia hanya bisa bergumam tanpa henti, hingga membuat Budi juga menjadi panik.
"Sial, mungkinkah aku sudah dibuang oleh organisasi?" kata Budi melihat Aldi yang berjalan menuju tempatnya.
Kamera pengintai terdapat dimana-mana, jadi Aldi tidak mau repot untuk menghancurkan semuanya. Dia berjalan dengan santai menuju pusat komando.
Dalam sekejap Aldi sampai di pusat komando organisasi pembunuh. Dia menendang pintu yang terbuat dari bahan baja ringan.
"Halo, aku berkunjung lagi," kata Aldi melihat semua orang yang masih bertahan di dalam pusat komando.
Ada 8 orang termasuk Saiful yang masib berada didalam pusat komando, sedangkan lainnya sudah melarikan diri.
"Shen Zero, tidak ada permusuhan yang antara aku dan kamu. Semua adalah perbuatan organisasi pembunuh."
Budi mencoba menjelaskan keadaannya sekarang yang sudah dibuang organisasi pembunuh.
Aldi tersenyum dan bertanya, "Apa kabar dengan para pegawai perusahan Aldi yang telah kamu lukai, bahkan kehilangan nyawa?"
"Semua perbuatan Saiful dan Organisasi Pembunuh. Aku hanya menjalankan tugas sebagai pembawa pesan diantara mereka."
Melihat Budi yang meminta belas kasih, Aldi mempunyai sebuah ide yang sangat brilian.
"Bunuh semua orang kecuali Saiful," kata Aldi menggunakan teknik telepati.
Tanpa menunggu lama, Budi menyerang semua anggota organisasi pembunuh lainnya. Satu persatu anggota pembunuh lainnya tergeletak di tanah tanpa nyawa.
Kemudian Aldi berjalan menuju Saiful yang ketakutan karena efek dari racun.
"Hai, kita bertemu lagi. Bagaimana kalau kamu memberikan beberapa uang lagi padaku?" tanya Aldi sedikit mengangkat satu sisi bibirnya.
"Jangan bunuh aku!" teriak Saiful menutupi telinganya. Namun dia masih dapat mendengar perkataan Aldi dengan jelas.
Aldi menoleh kearah Budi yang telah selesai menyelesaikan misi pertamanya. "Bagus, sekarang tugasmu adalah mengambil semua harta yang dimiliki Saiful," katanya sambil menepuk pundak Budi.
Alasan Aldi melepaskan Budi karena untuk mengamankan seluruh harta Saiful membutuhkan orang terpercayanya.
Budi adalah pilihan yang paling tepat untuk menguras seluruh harta Saiful tanpa menyisakan sepeserpun.
Setelah membiarkan Budi mengambil alih peran penjarahan harta Saiful, Aldi terbang menuju pusat komando Organisasi VOC.
Dalam sekejap dia sampai di depan gerbang pusat militer pasukan organisasi VOC. Aldi mengerutkan kening ketika tidak melihat kamera pengintai disekitar.
"Mungkinkah mereka tidak menggunakan teknologi?" pikir Aldi sambil berjalan dengan santai menuju gerbang.
Dua penjaga gerbang tanpa peringatan langsung menyerang Aldi. Mereka menyerang menggunakan sebuah senapan dengan peluru yang dilapisi formasi khusus.
Aldi mengayunkan pedangnya untuk memotong peluru dengan sempurna.
"Hai, bukankah tidak sopan menyerang orang tanpa memperkenalkan diri," kata Aldi sambil tersenyum tipis.
"Kamu sudah tahu siapa kita, jadi tidak perlu perkenalan." Salah satu penjaga gerbang langsung menembakkan peluru kedua.
Namun sebelum menarik pelatuknya, Aldi sudah memotong laras senapan serta tangannya dengan rapih.
Melihat penjaga gerbang ingin berteriak, Aldi mengayunkan pedangnya untuk menghabisi kedua penjaga gerbang dengan cepat.
"Aku tidak bisa membuang waktu," gumam Aldi merasakan gua yang melindungi Arifin sudah ditemukan musuh.
Namun dalam gua terdapat simbol labirin yang dapat menghambat musuh menemukan keberadaan Arifin.
Aldi sudah memberikan perintah kepada Arifin untuk tidak keluar dari dalam simbol, sehingga musuh akan jauh lebih sulit menemukannya.
Puluhan orang mengepung Aldi dengan senapan terbaiknya. "Sungguh merepotkan," kata Aldi sambil menggunakan teknik tangan hayalan untuk menyingkirkan pasukan yang mengepungnya.
Dalam pusat komando organisasi VOC, Sander tidak menyangka pria yang menjadi musuhnya sangat misterius.
"Menarik, bocah itu mempunyai teknik tangan hayalan yang sangat misterius," katanya sambil menatap layar.
Teknik tangan hayalan memiliki banyak variasi. Teknik misterius yang dibicarakan Sander berbeda dengan milik Aldi.
Teknik tangan hayalan yang dimaksud menggunakan energi alam untuk menciptakan sebuah tangan tak kasar mata.
Berbeda dengan Aldi yang dapat menggunakan tangan hayalan hanya dengan mengendalikan energi jiwanya.
Perbedaan paling mendasar adalah konsumsi energinya. Jika tangan hayalan menggunakan energi alam, maka energi yang di butuhkan untuk menciptakan tangan hayalan akan terus menguras energi penggunanya.
Berbeda dengan teknik tangan hayalan milik Aldi yang tidak perlu mengeluarkan energi tambahan untuk mempertahankannya.
Suara ledakan pintu pusat komando organisasi VOC terdengar sangat keras. Aldi muncul dari balik pintu yang telah terbuka.
"Hai, aku berkunjung untuk meminta ganti rugi kerusakan yang telah kami derita," kata Aldi dengan nada santai.
"Shen Zero, kita tidak memiliki permusuhan yang berarti. Mengapa kamu melakukan semuanya sampai sejauh ini?" tanya Sander dengan senyum.
Dia merasa bahwa Aldi lebih lemah darinya. Bukan tanpa alasan, Sander telah memperhatikan Aldi sejak pertama berkunjung ke organisasi pembunuh.
"Bukankah kalian mengganggu bisnis kecil yang aku jalankan?" kata Aldi dengan senyum tipis.
"Jadi begitu. Pertengkaran diantara kita tidak dapat dipadamkan dengan cara damai. Sangat disayangkan, pria berbakat sepertimu harus mati."
Sander dengan percaya diri menyerang Aldi dengan kekuatan penuhnya. Namun Aldi tidak menghindar atau memblokir serangannya.
Kepalan tinju Sander menempel di pipi Aldi. Sander membuka matanya sangat lebar, dia tidak menyangka Aldi merupakan seorang pembudidaya tubuh.
Aldi tidak menyerang langsung, dia menarik tangan kanan musuhnya. Kemudian menggunakan teknik bantingan untuk menjatuhkan musuhnya.
Namun Sander bukan pria yang mudah, dia memelintir tangannya untuk mendapatkan pijakan yang sempurna.
"Menarik, kamu memiliki kekuatan yang layak," kata Sander sambil menyembuhkan tangannya yang terpelintir.
Tangan yang awalnya terpelintir langsung kembali seperti semula. Sander adalah seorang manusia musang, dia memiliki pertahanan tubuh yang sangat hebat.
Seekor musang mempunyai insting bertahan diri yang sangat tinggi. Sander melepaskan auranya untuk menggunakan teknik perubahan.
Seperti Zainul, Sander berubah tampak seperti musang yang sedang marah.
Aldi dengan santai menggunakan perubahan matanya dan mengeluarkan sedikit petir ditubuhnya.
Ketrampilan ini merupakan teknik khusus milik Kitty. Aldi telah mendapatkan pengakuannya, sehingga dapat menggunakan teknik secara bebas.
Pertarungan antara keduanya tidak dapat terhindarkan. Aldi dengan santai mengayunkan pedangnya.
Sedangkan Sandar berlari ke segala arah untuk menerjang Aldi dengan giginya yang sangat kuat.
Pertarungan semakin sengit, Aldi yang telah bertarung sangat lama mulai kehabisan stamina. Dia menggunakan pil penyembuhan berkualitas tinggi.
Staminanya pulih kembali, berbanding terbalik dengan Sander yang tidak memiliki pil penyembuhan berkualitas tinggi.
"Zainul apa yang kamu lakukan, segera bantu aku!" teriak Sander.
Namun Zainul tidak menjawab. Setelah mengarahkan pandangannya ke belakang, semua orang telah jatuh tanpa nyawa.
Hanya ada Zainul yang menutup kedua telinganya karena ketakutan. Racun yang Aldi lempar sudah bereaksi sejak memasuki gerbang.
Karena Sander sangat fokus dengan layar monitor, dia tidak memperhatikan kondisi Zainul dan anggota organisasi VOC.
Alasan kenapa Aldi tidak mengenai Sander adalah untuk menyerang orang di belakang. Jika semua orang bekerja sama, maka pertarungan akan semakin sulit.
Pilihan terbaik adalah menyingkirkan musuh dari yang terlemah kemudian baru musuh yang kuat untuk menghabiskan seluruh tenaga.
"Kamu sekarang sendirian, jangan berharap dapat kabur," kata Aldi sambil menatap tajam ke arah Sander.
Dia telah mendapatkan informasi bahwa Sander adalah pria dibalik pembunuhan para pegawainya. Sedangkan organisasi pembunuh hanya melukai tanpa membunuh.
Walaupun tidak dibunuh, semua targetnya mengalami cacat permanen yang sangat susah disembuhkan dengan teknologi masa kini.
"Sombong, aku akan menunjukkan kekuatan sesungguhnya dari organisasi VOC!" teriak Sander.
Namun sebelum menyelesaikan perubahan ya, Aldi menggunakan teknik tangan hayalan untuk menyerap jiwanya.
"Sial, apa yang ingin kamu lakukan?" tanya Sander dengan wajah panik. Dia tidak dapat mengedarkan kekuatannya ketika dipegang tangan hayalan.
Teriakan terdengar sangat keras, Aldi menyerap jiwa Sander secara paksa. Makanya rasa sakit yang diderita jauh lebih dari biasanya.
Setelah beberapa saat, semua ingatan Sander telah berhasil dicuri dan kekuatannya diserap dengan sempurna.
"Sudah aku duga, Organisasi VOC memiliki monster tua yang cukup kuat," kata Aldi sambil membuang pakaian Sander.
Zainul yang ketakutan diserahkan kepada Budi untuk menguras semua kekayaannya.
Saiful dan Zainul merupakan dua orang yang sangat kaya, jadi sudah dapat dipastikan perusahaan Danau Putih akan menerima banyak dana segar.
Semua kekuatan yang melihat pembantaian yang dilakukan Shen Zero mulai mengevaluasi ulang kekuatan yang dimilikinya.
Banyak orang yang mengira bahwa Shen Zero adalah Putra Mahkota yang sedang mencari pengalaman hidup.
Karena kekuatannya sangat kuat di usianya yang tampak seperti remaja berusia 22 tahun.