7 Soul Reinforcement

7 Soul Reinforcement
Perubahan Pola Pikir



Pemilik toko segera bermula cemberut, sebenarnya dia dan teman-temannya yang menjahili Alen. Hal itu dilakukan hanya sebatas bersenang-senang.


"Baiklah, pergilah." Pemilik toko segera kembali ke toko ya. Sedangkan Aldi membawa Alen pergi ke tempat yang sedikit sepi.


"Terima kasih," kata Alen melihat Aldi yang seumuran dengannya.


"Jangan dipikirkan. Aku mempunyai sebuah bisnis denganmu?" tanya Aldi dengan senyum tipis khasnya.


"Bisnis apa yang kamu maksud?"


Aldi mengeluarkan sebuah ubi yang bisa dimakan, mereka menyebutnya singkong. Dalam kerajaan Java sangat jarang orang yang mempunyai singkong.


Alen terkejut melihat Aldi membawa singkong yang biasanya dibawa oleh pedagang besar antar kerajaan.


"Apa kamu mempunyai kelompok dagang yang besar?" tanya Alen dengan penuh semangat.


"Tidak, aku hanya pedagang lokal. Namun memiliki cara untuk menumbuhkan singkong," jawab Aldi dengan santai.


Aldi ingin Alen belajar bagaimana cara berdagang yang baik. Dia memberikan 5 kilogram singkong untuk dijual.


Uang di Dunia Utama sebelum perang yang dengan uang Dunia Utama setelah. Jadi Aldi mempunyai koin emas yang tidak sedikit di kaling penyimpanan.


Seharusnya 5 kilogram singkong bisa di jual dengan harga 30 tembaga. Setiap kilo akan dihargai 6 tembaga.


Alasan Aldi membawa Alen ke pasar supaya dia belajar memberikan penawaran yang terbaik kepada pedagang dan pembeli.


2 kilogram khusus dijual kepada penjual, sedangkan 3 kilogram harus dijual kepada pedagang yang ada di pasar.


Dalam waktu 1 jam, Alen baru berhasil menjual 5 kilogram dengan harga 37 tembaga. Hal itu membuat Aldi sangat kecewa, caranya menjual barang sungguh sangat buruk.


"Ikut denganku," Aldi membawa 5 kilogram singkong dengan karung di punggungnya.


Dia mengajarkan bagaimana cara berjualan dengan cepat dan menguntungkan. Setelah berjalan beberapa saat, Aldi menemukan seorang pedagang yang menjanjikan.


Melihat dari pakaian, cara berbicara, dan teknik melayani pembeli. Pegangan itu pasti akan memberikan harga yang masuk akal.


"Paman, melihat barang anda sangat bagus dan berkualitas. Aku memiliki penawaran yang menggiurkan," kata Aldi dengan senyum ramah.


Pedagang itu membalas senyum ramah Aldi. "Penawaran apa yang kamu masuk?"


Aldi mengeluarkan singkong biasa sebanyak 5 kilogram. Pedagang itu tahu bahwa singkong sangat sulit ditemukan di kerajaan Java.


"Bagaimana menurut anda, tetapi aku mempunyai mandat untuk menjual 3 kilogram langsung kepada pembeli. Jadi aku hanya menjual 2 kilogram."


Diskusi singkat antara Aldi dan pedagang pasar membuahkan hasil yang sangat memuaskan. Aldi selalu menyebutkan kata berkualitas kepada pedagang supaya terlihat sangat bagus.


Namun sebenarnya singkongnya biasa saja. Aldi belum menggunakan simbol khusus untuk meningkatkan kualitas singkong.


Aldi membawa uang sebanyak 50 tembaga ditambah dengan hubungan baik dengan salah satu pedagang pasar.


Setiap kali Aldi mempunyai singkong, pedagang itu bersedia membelinya berapapun jumlahnya. Dengan catatan tidak melebihi kapasitas tokonya.


"Apa sekarang kamu sudah mengerti?" tanya Aldi yang sedang makan di sebuah kedai makanan.


"Kuncinya ada di bicara sopan untuk mendapat harga yang baik," jawab Alen dengan polos.


Aldi menggelengkan kepala. "Setengah benar. Berbicara dengan sopan merupakan pilihan setelah melihat orang yang kita tawarkan. Yang paling penting adalah hubungan yang kita dapatkan."


Aldi menjelaskan banyak tentang cara berdagang yang baik. Kemudian memberikan 10 ikat daun pandan.


Salah satu penyedap makanan itu sangat jarang di temui di kerajaan Java, tetapi Aldi sudah menanam di sebuah bukit.


Hanya menunggu waktu sebelum panen yang melimpah. Kerajaan Java belum menerbitkan hak kepemilikan tahan, jadi Aldi bebas membangun selama tanah itu kosong.


Matahari mulai terbenam setiap perkataan Aldi membuat Alen merasa sangat kecil, padahal mereka seumuran. Alen membawa pulang 10 ikat daun pandan.


"Bagaimana akan seumuran denganku bisa memiliki pengalaman yang banyak untuk menghasilkan uang?" pikir Alen sambil memandang 10 ikat daun pandan.


Kakeknya menaruh harapan tinggi kepada Alen untuk menjadi seorang yang lulus dari pendidikan tinggi.


Namun sekarang hati Alen bimbang, antara meneruskan pendidikan atau belajar berjualan supaya mendapatkan uang.


Tidak semua orang membutuhkan uang untuk tujuan hidupnya. Namun uang dapat mempertahankan hidup di dunia yang kejam.


Kemudian dia teringat sah satu penggalan kata yang diucapkan Aldi.


"Sebenarnya kamu tidak perlu memilih, lakukan keduanya jika kamu memiliki kemampuan."


Seperti pendidikan dan berdagang Alen. Jurusan yang dia ambil adalah sekolah dagang, sedangkan ilmu yang diberikan Aldi jauh lebih bermanfaat daripada sekolah.


Pasti akan ada sebuah perpotongan yang saling menguatkan antara guru di sekolah dan mentor Aldi.


Alen menyebut Aldi sebagai mentor karena ilmunya jauh diatasnya. Dia tidak pernah tahu bahwa Aldi berumur 80 tahunan.


Waktu berjalan sangat cepat, Aldi berhasil menanam beberapa sayuran berkualitas terbaik. Alen selalu memanen tanaman setiap harinya di kebun Aldi.


Butuh waktu 12 jam untuk sampai ke kota, jadi Aldi membuat kereta khusus yang ditarik kuda supaya lebih cepat.


Dengan kuda, Alen bisa sampai di kota dengan waktu 7 jam saja. Sehingga menghemat banyak waktu.


Sampai akhirnya kerjaan Java memanggil Alen dan Aldi yang selalu menjual barang yang berkualitas terbaik di seluruh pasar.


Tidak berasa Alen telah mengumpulkan uang sebanyak 1 emas. Sebelum berangkat ke istana kerajaan, dia memberikan uangnya kepada ayah.


Ayahnya merupakan seorang pengusaha, tetapi dia memiliki karakter yang berbeda dengan Alen yang bisa memulai dari awal.


Ayahnya harus mempunyai modal besar untuk mendirikan bisnis yang kokoh, sehingga dengan cepat memutar keuangannya.


Kedua tipe pebisnis itu sangat biasa dikalangan pedagang.


Sampai ya di istana, Alen sangat gugup melihat Raja Kerajaan java. Sebaliknya Aldi sangat tenang karena alasan khusus.


"Apa kalian Aldi dan Alen?" tanya seorang penjaga gerbang istana.


"Iya benar," jawab Aldi dengan santai. Kemudian melirik Alen yang tidak dapat mengeluarkan kata untuk menjawab.


Aldi menepuk pundaknya. "Sebagai seorang pebisnis, dilarang keras untuk gugup diharapkan siapapun. Bahkan jika itu adalah seorang raja."


Mendengar perkataan itu, Alen segera menyesuaikan nafasnya. Aldi mengajarkan cara supaya tidak gugup menghadapi seseorang.


Setiap perkataan Aldi telah diserap Alen dengan baik. Jadi tanpa sadar Alen selalu menerapkan setiap perkataan Aldi.


Sesampainya di ruang istana, ada 3 orang yang menunggu mereka berdua.


"Aldi, sudah lama kita tidak bertemu. Kamu masih sama seperti pertama kali kita bertemu," ucap Raja yang duduk di kursi istana.


Raja Kerajaan Java tidak lain adalah Aji Linggajaya, sebelumnya dia adalah Raja Kediri. Dua orang di sampingnya adalah orang kepercayaannya dari Kediri.


"Paman Aji, terlalu memuji. Aku hanya anak kecil yang selalu menggunakan kekerasan untuk menyelesaikan maslaah," kata Aldi dengan senyum ramah.


Ketika di Kediri, Aldi selalu memukul banyak organisasi jahat yang membuat onar. Hal itu dia lakukan untuk menyelesaikan masalah dimasa depan.


Raja Kediri tidak dapat melakukan apapun terhadap tindakan Aldi. Namun dia juga bersyukur karena ada orang kuat yang melindunginya.


Aji Linggajaya merupakan pembudidaya tingkat Kebangkitan. Namun dia sembunyikan dengan teknik khusus.


Akhirnya para pemburu pembudidaya beladiri tidak dapat menemukannya. Pasalnya setiap orang yang berhasil menerobos tingkat Hitam akan di buru oleh pembunuh.


Menurut rumor hal itu dilakukan agar tidak ada organisasi kuat seperti Seven Soul.


Setelah melihat Aldi yang masih berpenampilan remaja, Aji Linggajaya mengkonfirmasi bahwa Aldi merupakan pembudidaya kuat.


Diskusi panjang antara Aldi dan Aji Linggajaya membuka pikiran Alen yang sangat sempit. Tidak pernah terlintas di kepalanya bahwa Aldi berumur 80 tahunan.


Dia juga mulai tertarik dengan pembudidaya beladiri yang sangat misterius. Itulah alasan kenapa kakeknya selalu memaksa ayah dan ibunya berlatih beladiri.


Ternyata beladiri tindakan hanya sebatas memukul dan menerima pukulan. Namun ada kepentingan lain yang dapat di ambil manfaatnya.


Contohnya Raja sekarang berumur 110 tahun. Namun dia masih memiliki kebugaran tubuh yang sangat baik.


Kakeknya juga berumur 80 tahunan tapi masih sangat sehat untuk berolahraga dan melakukan aktivitas berat lainnya.


Tidak lupa Aldi meminta beberapa gunung untuk mendirikan rumah dan pelatihan khusus. Hal itu juga menjadi menjadi keuntungan bagi kerajaan Java.


Pasokan makanan juga disediakan dari Gunung yang di kelola Aldi. Sedangkan Alen akan menjadi penanggungjawab perusahan Aldi.


Untuk awalan, perusahaan Aldi bergerak di bidang agrobisnis. Produk utama mereka adalah singkong dan daun daun padan.


Dia juga menjual beberapa sayuran yang dapat meningkatkan kebutuhan gizi kerajaan Java. Target pemasarannya tidak hanya di kerajaan java namun sampai di kerajaan tetangga.


Waktu tempuh yang di butuhkan untuk sampai tempat tujuan adalah 3 bulan dengan kereta kereta kuda.


Belum lagi ada bandit yang selalu mengintai para kelompok dagang.